Mengapa dekstrometorfan sering disalahgunakan?

15 03 2009

Dear kawan,

Alhamdulillah, sebuah perjalanan telah dilalui dengan selamat. Pagi tadi aku pergi ke Salatiga memenuhi undangan teman sejawat untuk memberi materi pada pertemuan Rakerda ISFI Jawa Tengah. It was nice,…. ketemu teman-teman lama dan para sejawat (senior maupun junior) yang masih penuh semangat memperjuangkan keharuman nama profesi apoteker.

Perjalanannya sendiri cukup lancar, cuaca cerah mengiringi kepergian dan kepulanganku. Kegagahan gunung Merapi dan Merbabu terlihat sangat jelas sampai ke puncaknya. Baru pertama kali lho aku melihat Merapi dengan sangat jelas dari sisi timur laut. Jalan-jalan dihiasi oleh kibaran bendera aneka parpol dan poster wajah-wajah caleg yang berharap dicontreng pada Pemilu nanti…. oh!

Acara Rakerdanya sendiri cukup ramai. Hanya saja, karena acara sedikit mundur, waktuku untuk berbicara lumayan terbatas. Tapi nggak apalah. Aku bersama sejawat Pak Partana yang ahli hukum berada pada satu sesi diskusi panel. Aku meninjau dari sisi farmakoterapi (seperti permintaan panitia), dan Pak Partana dari sisi hukumnya.

Ada satu pertanyaan dari sejawat yang terasa olehku sendiri tidak memuaskan jawabannya karena keterbatasan waktu dan ilmu. Untuk itu aku ingin mencoba mengupas lagi dalam posting ini. Sejawat Santi menceritakan bahwa penyalahgunaan Dekstrometorfan (DMP) akhir-akhir ini meningkat. Pertanyaannya, mengapa ia sering disalahgunakan?

Dekstrometorfan (DMP) adalah suatu obat penekan batuk (anti tusif) yang dapat diperoleh secara bebas, dan banyak dijumpai pada sediaan obat batuk maupun flu. Dosis dewasa adalah 15-30 mg, diminum 3-4 kali sehari. Efek anti batuknya bisa bertahan 5-6 jam setelah penggunaan per-oral. Jika digunakan sesuai aturan, jarang menimbulkan efek samping yang berarti.

Dalam seminar tadi, aku menyebut desktrometorfan adalah sejenis senyawa opiat,namun lemah. Sebagian literatur memang menyebutnya demikian. Secara kimia, DMP (D-3-methoxy-N-methyl-morphinan) adalah suatu dekstro isomer dari levomethorphan, suatu derivat morfin semisintetik. Walaupun strukturnya mirip narkotik, DMP tidak beraksi pada reseptor opiat sub tipe mu (seperti halnya morfin atau heroin), tetapi ia beraksi pada reseptor opiat subtipe sigma, sehingga efek ketergantungannya relatif kecil. Pada dosis besar, efek farmakologi DMP menyerupai PCP atau ketamin yang merupakan antagonis reseptor NMDA. DMP sering disalahgunakan karena pada dosis besar ia menyebabkan efek euforia dan halusinasi penglihatan maupun pendengaran. Intoksikasi atau overdosis DMP dapat menyebabkan hiper-eksitabilitas, kelelahan, berkeringat, bicara kacau, hipertensi, dan mata melotot (nystagmus). Apalagi jika digunakan bersama dengan alkohol, efeknya bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

Penyalahguna DMP menggambarkan adanya 4 plateau yang tergantung dosis, seperti berikut:

 

 

Plateau

Dose (mg)

Behavioral Effects

1st

100–200

Stimulasi ringan

2nd

200–400

Euforia dan halusinasi

3rd

300– 600

Gangguan persepsi visual dan hilangnya koordinasi motorik

4th

500-1500

Dissociative sedation

 

Peran apoteker

Nah, untuk itu memang sejawat apoteker perlu mulai mewaspadai dan mengontrol ketat penggunaan obat-obat ini. Di banyak negara, penyalahgunaan DMP banyak dilaporkan, dan DMP banyak dikombinasi dengan obat-obat adiktif lain. Sampai saat ini memang belum ada regulasi yang mengatur penggunaan DMP, termasuk di Amerika. Namun dengan peningkatan penyalahgunaan DMP, lembaga berwenang di Amerika yaitu DEA (Drug Enforcement Administration) sedang mereview kemungkinan untuk melakukan kontrol terhadap penggunaan DMP. Infonya bisa ditengok pada http://www.deadiversion.usdoj.gov/drugs_concern/dextro_m/dextro_m.htm. Saya rasa kita pun harus memulainya.

Penutup

Begitulah, kawan, ….. mudah-mudahan bermanfaat. Dan kayaknya sekarang aku sedikit beralih profesi menjadi “wanita panggilan”…. hehe… Dalam bulan ini sudah ada dua undangan lagi menanti untuk menjadi pembicara di acara sejawat apoteker di Cilacap dan Solo. Buat sejawat di Salatiga, terimakasih oleh-oleh dan souvenir lukisannya… Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

About these ads

Aksi

Information

10 tanggapan

22 09 2012
Kenali Obat Anda : Dextrometorphan « Muhammadcank's Blog

[...] 3. https://zulliesikawati.wordpress.com/2009/03/15/mengapa-dekstrometorfan-sering-disalahgunakan/ Like this:LikeBe the first to like this. [...]

21 11 2011
roumiei

buk apa bener destro itu bisa jadi obat perangsang sebab kawan saya bilang begitu?

Jawab:
setahu saya sih tidak… tapi kalau kemudian digunakan overdosis dan menyebabkan efek euforia,dll. mungkin saja bisa membuat mabuk.

3 08 2011
Ricky Abrilyovergaes

ass bu….saya riki
org tua ibu saya sudah batuk hampir 10tahun…tp hasil ronsennya normal g da pa2 kata dokterx….
bagusx ksih obat pa buk??? klu dksih obat DMP ne bagus g buk????
boleh minum bersamaan antibiotik, atau pa buk???

Jawab:
Dear Riki,
sebaiknya penyebab batuknya perlu dipastikan lagi dg pemeriksaan dokter, apakah karena alergi, atau mungkin ada penyakit lain. Batuk hampir 10 tahun tergolong batuk kronis, dan umumnya merupakan gejala dari adanya penyakit tertentu. Obat batuk sebaiknya diberikan sesuai dengan jenis batuknya. DMP adalah obat batuk untuk jenis batuk kering (tidak berdahak). Tetapi tentunya sebaiknya tidak digunakan terlalu lama. DMP boleh saja diminum bersama dengan antibiotik. Tapi perlu diingat bahwa antibiotik hanya digunakan jika sudah jelas ada diagnosa infeksi yang ditegakkan oleh dokter. Sebaiknya tdk minum antibiotik sembarangan, krn dapat menyebabkan resistensi bakteri. Mungkin bisa diperiksakan kembali, bisa mencoba dokter lain untuk mendapatkan second opinion thdp penyebab sakit batuknya itu, sehingga bisa mendapatkan pengobatan yg tepat
.

1 12 2010
erma

siap.. alhamdulillah.. makasih bu:)

24 11 2010
erma

aslm. bu, saya erma dari fakultas kedokteran unpad sedang skripsi penyalahgunaan DMP ini.. mau tanya2..
penyalahgunaan ini terjadinya sejak kapan?
pemerintah sudah melakukan apa saja utk mencegahnya?
untuk apotek sendiri, obat ini sistem penjualannya gmn ya bu? maksud saya kalau ada yang mau beli dlm jumlah yang banyak (melebihi jumlah utk dosis terapi bbrp hari) itu diizinkan?

Jawab:
dear Erma,
penyalahgunaan DMP sendiri sudah terjadi sejak lama… saya tidak tau persisnya kapan, karena di berbagai negara mungkin kasusnya tidak sama. Pemerintah dalam hal ini melalui BPOM dan instansi terkait tentu sudah membuat aturan2 termasuk dalam distribusi dan penggunaannya. Sistem penjualan di apotek juga mungkin bervariasi, tentu harus disertai kewaspadaan untuk tidak mmberikan dalam jumlah besar tanpa alasan medik tertentu. masalahnya DMP itu kan tergolong obat bebas terbatas, jadi orang bisa melakukan “shopping” di beberapa toko obat/apotek tanpa terjangkau pengawasan. Silakan searching2 lagi…

26 05 2010
Iman

Assalamualaikum bu
mau tanya kalau penggunaan dekstro pada anak itu dibolehkan ndak ? ada batasannya kah?
Salut sama ibu … lanjutkan postingannya yabu … terima kasih

jawab:
Boleh saja, asal sesuai dosis yang dianjurkan. Hampir semua obat batuk (antitusif) menggunakan dekstrometorfan sebagai senyawa aktifnya.

22 04 2009
luqman nurul hakim

ass. saya luqman, umur saya masih 15tahun.
sudah setahun ini saya dan teman-teman saya pengguna dekstro.
hmpir setiap hari kami menelannya, sampai 30 btr.
pertanyaan saya, apa akibatnya??

Jawab:
Halo, Luqman. Saya tidak tau apakah ini cerita sebenarnya atau tidak, tetapi kalau iya, Anda telah menjerumuskan diri Anda sendiri pada perilaku tidak sehat. Tentu akan ada efek sampingnya, apalagi jika suatu saat Anda ketagihan dan meningkatkan penggunaannya sampai mencapai dosis toksiknya. Saran saya, kurangi penggunaannya, syukur bisa hentikan, dan gantikan dengan kegiatan positif. Masa depan terletak pada apa yang kita lakukan hari ini.

22 03 2009
sedex

Assalamu’alaikum ……..
niatnya searcing NLP ketemu bu yulis.

Yup !. Seminar Ibu kemaren kurang memuaskan, mestinya disampaikan lebih pagi sehingga tidak kejar-mengejar dengan check out kasian panitia kalau kena cash. Kemaren peserta rakerda sudah banyak yang pulang karena setelah pleno pak bambang sekalian nutup rakerda sehingga lebih banyak yang pulang dibanding mengikuti kajian ilmu dari ibu. Dan udah gitu biar singkat waktunya dipanelkan sama pak partana. hmmmm ……..
kalau nurut jadwal seh lebih mestinya lebih pagi, biar bisa lebih panjang lebar lagi dalam mengupas materi yang disampaikan coz masih banyak item obat yang disalahgunakan gak cuman dextro aja, CTM, THP, CPZ, haloperidol, dll entah itu karena penggunaan salah atau memang sengaja disalahgunakan. Kira-kira nikmat nggak ya bu, kalo make he he he . Ditunggu share ilmunya di Rakerda-rakerda ISFI jateng yang lainnya.

Makaseh dah berkenaan share ilmu moga kita semua diberikan kemudahan dalam mencari ilmu dan ilmu kita menjadi barokah. Amiin

Salam dari PC BOYOLALI

Wassalamu’alaikum ……….

21 03 2009
luqman

ass.
sebelumnya terima kasih atas jawaban ibu kemaren.
oh ya bu, katanya mau nerusin postingan soal spyngomielin yg ditambahkan dalam produk susu bayi.kapan nich bu? kebetulan umur anak sy 10 bln, minum susu nya jg sy rolling dengan berbagai merk.
wass.

16 03 2009
luqman

ass. selamat pagi bu ! (meski ketika sy nulis coment ini udah jam 8 malem, tapi ada semngat yg lebih bila ksh ucapan selmat pagi, bukankah di waktu pagi hari kita lebih bersemangat?)
sebelumnya sy ucapkan SELAMAT ATAS PENGUKUHAN IBU MENJADI GURU BESAR DI FARMASI UGM. sedikit bercerita bu, kenal kan nama sy luqman. tanpa sengaja ketika sy search using google, mlh menemukan blog ibu ini. seneng rasanya membaca postingan ibu, aplagi dari seorang profesor (jarang2 lho bu prof. bikin blog).
mungkin sdkit terlambat ksh masukan, alngkah lebih baik lagi ibu kasih gambar bagian otak di postingan ibu tinjauan farmakoterapi terhadap penyalahgunaan obat, biar sy yg masih junior ini bs lebih paham terhadap bagian2 yg ibu sebutkan tersebut. oh ya bu, apa ibu mengampu materi sintesis obat?
satu hal lg yg ingin sy tanyakan bu. ibu mengenal PUKA khan? menurut ibu pribadi, perlukah PUKA saat ini? masalhnya gini bu, jikalau ikut pelatihan PUKa harus byr sekian ratus ribu, tp kalo ndak bisa ikut bs beli sertifikat sekian ratus ribu juga. Bukankah cara seperti ini mengajarkan kita berbohong bu, orang kita ndak ikut pelatihan, tapi bisa dapat sertifikatnya. sy dengar dari teman di rakerda ISFI salatiga kemarin ada kemungkinan dibahas, tapi sy ndak tau pastinya gmna, kebetulan kali ini ndak bisa ikut. mekaten mawon bu komentar sy plus yg lainnya. maturnuwun.
wass.

Jawab:
saya baca komentar anda malah jam 10 malam hehe..
Tentang gambar nanti bisa ditambahkan, trims masukannya. Saya bukan pengampu sintesis obat, tapi lebih banyak ke farmakologi, farmakoterapi dan farmasi klinik. Tentang PUKA, saya tdk banyak berkecimpung, dan kebtulan tidak pegang apotek, jadi belum terlalu merasakan masalah-masalahnya. Tapi tentu saya sepakat bahwa tidak fair jika kita hanya beli sertifikat tanpa ikut pelatihannya. Itu kan ya mirip seperti kasus beli ijazah. Tentang PUKA memang masih banyak kontroversinya, tapi maaf, saya kurang kompeten berkomentar tentang hal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 376 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: