Jagalah hati, Insya Allah kita akan sehat…

1 03 2009

jagahatiDear kawan,

Seorang temanku mengidap hipertensi ringan, dan bertanya, apa benar seorang penderita hipertensi harus minum obat seumur hidup ? Apa tidak cukup dengan perbaikan pola makan, life style, dsb?

Well, kawan….. Ini baru salah satu contoh penyakit saja. Memang, ada penyakit-penyakit yang memerlukan pengobatan panjang, bahkan seumur hidup, seperti : hipertensi, diabetes, epilepsy, stroke, dll. Obat-obat itu diperlukan untuk mengontrol kondisi tubuh agar berada pada rentang normal, tensi normal, kadar gula normal, kadar kolesterol normal, tidak mudah kambuh kejang/ayan, dll.

Bisakah disembuhkan ?

Hmm…. agak sulit untuk menjawabnya. Untuk hipertensi yang sudah grade 2 misalnya, dengan tekanan sistole lebih atau sama dengan 160 mmHg, dan diastole sama atau diatas 100 mmHg, tentu agak sulit untuk dinormalkan tanpa obat. Repotnya lagi, tekanan darah yang tinggi tidak terkontrol ini bisa jadi faktor risiko terjadinya penyakit-penyakit yang lebih serem, …… seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung dan ginjal. Karena itu, yang belum kena hipertensi, sebaiknya dilakukan usaha-usaha pencegahan dengan perbaikan pola makan (diet garam), olahraga, dan hindari merokok/minum alcohol. Namun memang, ada hipertensi yang sulit dihindarkan karena disebabkan oleh adanya penyakit lain. Untuk hipertensi yang demikian (disebut hipertensi sekunder), perlu pengobatan juga terhadap penyakit penyebabnya.

Apa maksudnya  pengontrolan hipertensi?

Maksudnya, tekanan darah diupayakan berada pada rentang normal. Target terapi untuk hipertensi adalah mencapai tekanan darah sama atau dibawah 140/90 mmHg. Khusus untuk mereka yang juga menderita diabetes dan gangguan ginjal, targetnya adalah sama atau di bawah 130/80 mmHg.

Bagaimana caranya ?

1. Perubahan life style

Pengobatan tidak akan banyak membantu jika gaya hidup masih berisiko meningkatkan tekanan darah. Beberapa hal dalam pola hidup yang harus dilakukan oleh penderita hipertensi dan siapapun yang tidak ingin menderita hipertensi adalah :

– jaga berat badan menuju ideal. Kalaupun tidak bisa mencapai BB ideal, pada orang yang kegemukan, penurunan berat badan sampai 4,5 kg bisa mengurangi tekanan darah secara signifikan dan atau mencegah hipertensi

– Jaga pola makan, jangan makan yang banyak mengandung kolesterol dan garam. Makanlah banyak sayuran dan buah berserat. Kurangi makanan asin-asin atau ber MSG. (MSG = monosodium glutamat, mengandung Natrium yang bisa menyebabkan retensi cairan tubuh dan meningkatkan tekanan darah)

– Perbanyak olah raga, terutama yang bersifat aerobik, misalnya jalan cepat 30 menit setiap hari..

– Tentunya hindari merokok dan alkohol

2. Dengan obat-obatan

Obat anti hipertensi banyak sekali macamnya, dan semuanya harus diperoleh dengan resep dokter. Ada beberapa golongan obat anti hipertensi, antara lain : diuretik, Beta bloker, ACE inhibitor, Calcium Channel Blocker, Angiotensin Receptor Blocker, vasodilator, Alfa blocker, dll. Tergantung dari berat ringannya hipertensi, maka seseorang mungkin bisa mendapat pengobatan tunggal, atau kombinasi beberapa obat. Dan sangat penting bagi pasien untuk patuh pada pengobatan dan sering kontrol tekanan darahnya. Sering terjadi, jika pasien sudah merasa enakan, terus berhenti minum obat. Maka sangat mungkin tekanan darah pasien tau-tau sudah naik tinggi, bahkan mungkin sudah muncul komplikasi penyakit lain.

3. Pendekatan spiritual

Nah….. yang ini agak sedikit lain, kawan. Aku ingin memperkenalkan pendekatan spiritual a la ”Bengkel Hati”, yang setiap Minggu pagi (dan Senin) tayang di TPI jam 04.30-06.00, dengan asuhan Ustadz Dhanoe. Sudah pernah aku postingkan dulu-dulu tentang konsep penyakit menurut Ustadz Dhanoe yang dipahaminya dari Qur’an (bukan ngarang sendiri). Dengan pengalamannya yang sangat panjang dan karomah yang dikaruniakan Allah kepadanya berhubungan dengan hal-hal metafisika serta didasarkan pada pendalamannya terhadap ayat-ayat dalam Al Quran, Ustadz Dhanoe sampai pada kesimpulan bahwa ada hubungan antara akhlak/perilaku dengan kejadian penyakit. Seperti yang sering aku sitir dalam beberapa posting sebelumnya, musibah (termasuk penyakit) adalah disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri. Musibah (termasuk penyakit) adalah bentuk azab kecil sebelum datangnya azab yang lebih besar di hari akhir, sebagai bentuk peringatan agar manusia kembali ke jalan Allah. Tapi Allah pun Maha Penyayang. Ia akan mengampuni sebagian besar dosa manusia, jika ia memohon dengan sungguh-sungguh. Dan jika Ia mengampuni, Allah akan menurunkan rahmatnya, antara lain dengan kesembuhan penyakit.

Hipertensi, terkait dengan sifat dan perilaku emosional, baik yang disimpan jadi jengkel atau yang dikeluarkan. Selain itu, juga mungkin terkait dengan keinginan-keinginan yang menggebu yang kadang disertai emosi untuk mencapainya.

Hmm….. jangan membantah dulu. Mungkin ada baiknya direnungkan, apa-apa perilaku kita yang masih kurang terjaga, sehingga Allah mengingatkan kita dengan musibah berupa penyakit. Dan setelah itu tentunya mohon ampun pada Allah dan mohon kesembuhan. Insya Allah, jika Allah menghendaki menurunkan rahmatNya, kita akan diberi kesembuhan. Bahkan kesembuhan ini Insya Allah bisa bersifat permanen, karena telah menghilangkan akar masalahnya. Dan ini tidak berlaku hanya untuk hipertensi saja….   Bukankah dengan dokter yang paling hebat, dan obat-obat yang paling mahal sekalipun,  jika Allah belum mengijinkan, kesembuhan masih hanya angan-angan dan harapan?

Aku sendiri meyakini hal ini. Sebuah pengingat yang kutujukan pada diriku sendiri, untuk menjaga hati…. supaya tidak emosional, tidak mudah berburuk sangka, mau introspeksi diri…… …

“Ketahuilah bahwa di dalam jasmani manusia ada segumpal darah. Jika baik segumpal darah itu, maka akan baik pula jasmaninya. Sebaliknya, jika rusak, maka akan rusak pula jasmaninya. Segumpal darah itu adalah Hati.” (HR Bukhari dan Muslim).

Karenanya… Jagalah hati, Insya Allah kita akan sehat. Amien….

Iklan

Aksi

Information

4 responses

4 11 2015
fajat mulana

Insya Allah

8 10 2013
prie

terkait dengan pernyataan “Kurangi makanan asin-asin atau ber MSG” dengan pernyataan di artikel
FAQ tentang monosodium glutamat (MSG)
“MSG hanya mengandung sepertiga dari jumlah natrium dari garam meja (NaCl) yaitu 13% (versus 40% pada garam meja), dan digunakan dalam jumlah yang lebih kecil. Jika digunakan dalam kombinasi dengan sejumlah kecil garam meja, MSG dapat mengurangi jumlah sodium yang diperlukan dalam sebuah masakan hingga 20-40%, dengan tetap menjaga rasanya.”

apakah akan lebih baik kalau kita meningkatkan penggunaan MSG agar garam meja kita konsumsi lebih sedikit?

Jawab:
ya ngga perlu ditingkatkan, digunakan sewajarnya saja.

1 08 2011
eni

hati yang bersih adalah pangkal kesehatan dan kebahagiaan……. dan kebahagiaan hanya ada di dalam jiwa yang bersyukur.

2 03 2009
jaiman1

yang juga penting adalah makanan yang berujung di perut. karena sumber makanan sumbernya di sana, ok salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: