Selembar kertas sakti….

24 02 2009

Akhirnya selembar kertas sakti itu datang juga. Kawanku si Along pernah bercanda menyampaikan, “Nanti kau tulis di blog-mu yah….. !”.

Hmm, ….. ingatanku melayang pada saat 14-15-an tahun yang lalu. Saat aku masih mahasiswa farmasi tingkat akhir. Hampir lulus S-1. Dekan saat itu melalui Kepala Bagian, menawariku posisi untuk menjadi dosen. Dari hasil konsultasi dengan ayah (alm) dan ibu, akhirnya aku menerima tawaran beliau. Menurut ayah, pekerjaan dosen itu cocok untuk seorang wanita, karena lebih fleksibel mengatur waktunya. Bagaimanapun, wanita yang kelak berumah-tangga, tentu ada lebih banyak tuntutan untuk mengurus rumah tangganya, ketimbang pria yang memang lebih dituntut untuk bekerja mencari nafkah. Bandingkan jika harus bekerja di Industri farmasi misalnya, yang mungkin memiliki jadwal kerja yang lebih ketat, dan pada umumnya berlokasi di Jakarta, mungkin waktu untuk mengurus rumah lebih sedikit. Kalaupun bisa, harus berjumpalitan lebih keras. Appreciate buat teman-teman putri yang bisa mengatur waktu antara kerja dan rumahtangga, di sela-sela jadwal yang ketat !

Alhamdulillah, pilihanku tidak salah. Aku menikmati pekerjaan ini. Dengan bantuan dan dorongan senior-senior di fakultas, aku pun mengalir bagai air. Bak sungai, banyak kelokan-kelokan, yang memperkaya aliran airku. Pengalaman yang dipetik dari senior-senior, dorongan dan ‘encouragement’-nya, serta pengalaman-pengalaman yang kualami sendiri, akhirnya membuat sungaiku makin lebar ketika mendekati muaranya. (Terimakasih, Bapak-ibu).

Hari ini, aku menerima berita dari bagian kepegawaian fakultas, katanya….. SK-ku sebagai Guru Besar sudah turun. O,o….. jadi kertas sakti itu datang juga akhirnya. Sebelumnya seorang seniorku sempat mencandai… katanya sebenarnya SK itu sudah sampai di UGM, tapi dibalikin lagi oleh Rektor ke Mendiknas, karena SK-nya salah…. yang tertulis “Guru Besar”…. padahal aku kan kecil, dan masih “kecil”…., jadi mestinya “Guru Kecil”….. haha……

Sungaiku mencapai muaranya. Tapi muara ini bukanlah akhir perjalanan, karena airku akan masuk ke dalam lautan ilmu yang maha luas, yang justru membuatku merasa semakin kecil. Inilah tahap baru dari penyelaman di dunia ilmu tak terbatas. Mestinya mendekati muara, sungai makin lurus dan tenang (demikian kata seorang seniorku), sebagaimana seseorang semakin matang dan bijak dengan bertambahnya usia dan kekayaan pengalamannya. Namun, rentang waktu 16-17an tahun mungkin belumlah waktu yang cukup lama untuk mencapai kematangan pribadi seseorang, setidaknya demikianlah yang terjadi padaku. Apalagi dengan gelar yang cukup berat pertanggung-jawabannya. Karenanya,  jangan berharap terlalu banyak dulu, aku pun belum tahu apa yang bakal terjadi kemudian. Terus terang, sebenarnya aku belum pe-de dengan pencapaian ini. Belum mature benar. Tapi di sisi lain ada semacam “tantangan”…. “Kamu bisa!”. Syukur-syukur bisa menginspirasi teman-teman muda yang lain……

Tentu aku bersyukur kepada Allah, telah memberikan kesempatan ini. Terimakasih, ya Allah. Sungguh anugerahMu yang besar. Sayang ayah (alm) tak sempat menyaksikan, beliau tentu bahagia medengarnya. Terimakasih, Ayah-ibu, yang selalu tulus mendukung dan mendoakan. Terimakasih, suamiku tersayang dan anak-anak tercinta, atas pengertian dan dorongannya. Terimakasih Bapak ibu seniorku di fakultas, yang telah melapangkan jalan. Terimakasih semuanya yang telah membantu. (wah,… ini mestinya kusampaikan di pidato pengukuhan nih hehe…… tapi rasanya aku tidak sabar mengucapkan terimakasih ini, karena aku sungguh berhutang budi kepada semua yang telah mendorong dan membantuku selama ini. Tulisan ini adalah ungkapan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasihku kepada semua yang telah membantu).

Kata suamiku, pencapaianku untuk kum (credit point) di dunia untuk urusan pekerjaan sudah pol, aku bahkan bisa melenggang tanpa kum sampai golongan IV/e nantinya. Maka sekarang, waktunya untuk tidak lupakan kejar kum untuk urusan akhirat. Mohon doa restunya dari kawan-kawan, semoga gelar ini bisa memberi manfaat bagi lebih banyak orang. Amien.


Aksi

Information

11 responses

15 06 2010
arisanty arifuddin

selamat ya ibu yg cantik…
ibu pastilah tdk mengenali saya, dan sayapun baru sekali bertemu ibu waktu seminar genomik di makassar maret 2010. tapi masuk ke blog ibu dan membaca catatan2 ibu sungguh telah menginspirasi saya akan banyak hal. jadi walopun saya tdk pernah tercatat sbg mhs ibu namun rasanya banyak skali ilmu yg ibu transfer ke saya (ga tauk nih otak saya muat nampung ato tdk), thanks to internet connection
sekali lagi selamat ya bu…

Jawab:
terimakasih juga, Mbak cantik

8 03 2009
lia

Selamat ibu….
sungguh luar biasa bu, Ibu sungguh menginspirasi kami semua.
ibu, bagaimana cara agar kita selalu semangat dan ‘passionate’ pada apa yang kita lakukan, seperti ibu sekarang ini?

6 03 2009
dedi

ikut senang atas pengangkatan bu Zullies sebagai guru besar, semoga semakin bertambah banyak kebaikan yang bisa Ibu berikan. selamat ya Bu…

2 03 2009
ratih

Bener-bener kecil-kecil cabe rawit,nih. Kamu bisa konstan dengan prestasimu dari dulu. Turut bangga, deh. btw……… Ngomong ngomong, bagi resep dong untuk selalu berprestasi n selalu the best. Barangkali kalau buat aku udah expired, paling tidak bisa aku bagikan untuk anak-anak ku kelak. Selamat….tetep membumi ya

Jawab:
Dear Ratih, aku masih di bumi kok hehe…..

2 03 2009
hanayasmin

Selamat ya Prof. Zullies,
saya salut dan sangat kagum sama Ibu, sudah cantik, pinter, hajjah, sekarang tambah profesor… eh masih gaul lagi,
kapan ya saya bisa meniru Bu Zullies (mimpi kali ye???)
Salam saya (teman sejawat di Farmasi UGM)

Jawab:
Wah..wah, baju saya jadi sesak nih karena ge-er. Itu semua semata-mata atas ijin Allah. Mbak Dwi Endarti pasti bisa juga. Insya Allah.

1 03 2009
Ridho

proficiat ya bu… waduh..waduh… jadi profesor rasanya gmn ya? hehehhe…

Jawab:
Trims, mas Ridho. Rasanya masih percaya gak percaya gitu…. dan belum pede. Masih campur adux..hehe..

28 02 2009
bidarani

selamat Bu Zullies..
Ibu sangat menginspirasi kami..
Semoga menjadi jauh lebih baik..

Jawab:
terimakasih, amien.

25 02 2009
Enade

Selamat …. Hore..hore..

25 02 2009
Yus

Selamat ya atas pengukuhannya sebagai Guru Besar, wah udah Profesor ya. Bayangan kita biasanya Profesor pasti sudah agak sepuh, tapi yang ini baru berumur 40 tahun lebih 2 bulan ditambah lagi katanya orangnya kecil dan imut imut ya (maklum lama ngga lihat mungkin lebih dari 25 tahun). Sekarang saya jadi punya teman seorang Profesor he he he. Semoga ilmu yang dimiliki bisa berguna bagi orang lain.

Jawab:
maturnuwun, amien.

25 02 2009
Farizah

Selamat atas keberhasilan ibu. Saya sangat salut atas prestasi dan kesuksesan yang telah ibu capai. Saya adalah pengagum berat ibu & telah lama menjadi pembaca setia blog ibu.
Semoga apa yang telah ibu capai menjadi inspirasi bagi semua perempuan….

Jawab:
Terimakasih, dik. Semoga bisa bermanfaat.

24 02 2009
Portal Apoteker

Selamat atas pengangkatannya sebagai Profesor. Sebagai sesama orang Purwokerto saya ikut bangga dengan prestasi akademik tertinggi yang berhasil sejawat raih. Kapan dikukuhan ?

Jawab:
terimakasih, Mas Dani. Insya Allah tahun ini, tapi belum ditentukan waktunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: