Mozaik hidup di Jepang (6): Mabuk yang “berkelas”….

27 12 2008

 

minuman di Jepang

Tahun baru identik dengan pesta-pesta. Aku jadi teringat dengan pesta-pesta di Jepang dulu. Orang Jepang termasuk suka pesta juga, setidaknya orang-orang yang ada di lab-ku waktu itu. Beberapa kali aku ikut acara party di sana. Dan party buat orang Jepang tentu tidak lepas dari acara minum-minum, karena mereka memang bangsa peminum. Selain o-sake, tentu juga aneka alcoholic drink lainnya, beer, wine, etc.

 

Uniknya, pestanya orang Jepang itu seringkali harus BDD, alias bayar dewe-dewe. Tapi untungnya sih beberapa kali ikut party di sana, aku gak pernah bayar sendiri hehe……. Biasanya dibayarin lab, atau ada teman yang traktir (mungkin mereka tau keadaan keuangan perantau miskin seperti aku).

Sebagai seorang muslim, aku kadang agak repot dengan party-party demikian. Tau sendirilah…. di samping aneka minuman beralkohol tadi, kadang juga ada babi. Kalaupun ada hidangan ayam, atau daging sapi, atau kambing, kita tak tau bagaimana cara disembelihnya, sehingga tak berani jamin kehalalannya. Untungnya di sana banyak sea food. Jadi biasanya kami pilih makan sea food saja, seperti sashimi, sushi, dan aneka makanan yang berasal dari mahluk penghuni laut lainnya.

Aku pelajari bahwa kalau kita konsisten dalam bersikap, sebenarnya teman-teman Jepang sangat menghargai prinsip kita. Kalau lagi party, aku sampaikan bahwa kami tidak minum alkohol, juga tidak makan hidangan berasal dari sapi, atau ayam, atau daging lainnya. Memang kadang-kadang mereka heran, mengapa aku tidak mau minum alkohol. Sampai-sampai pada suatu party, senseiku pernah tanya, “Ikawati-san,… are you sure your husband doesnt like drinking alcohol? “ …. Apa di Indonesia tidak ada alcoholic drink? “ hehe……  Mungkin dia pikir pria Jepang itu kan suka sekali minum, masak orang Indonesia tidak. “Banyak sih, Sensei…. tapi kami Moslem people memang tidak boleh minum alkohol dan sejenisnya,” begitulah secara singkat aku jelaskan. Aku nggak bilang sih kalau di Indonesia itu banyak orang minum-minum, dan mabuk, dan mabuknya sereemm…… bisa sampe nusuk orang.

 

Aku ingat, ada satu temanku si Hayashi-kun, dia paling perhatian mencarikanku makanan-makanan yang bisa kumakan. “Ikawati-san, ini terbuat dari ikan, cobalah….! ” atau “Aku cek dulu ya, oh… bukan, itu bukan ayam! Kamu boleh makan”… begitulah perhatian dari teman-teman. Mereka bahkan ikut menjaga.

 

Nah, yang menarik terkait dengan judul tulisan ini adalah kebiasaan mabuk ketika party. Dengan berjalannya waktu pesta, tentu deh para teman-teman Jepangku (termasuk Profesorku) mulai pada jadi “drunken masterhehe….  Mukanya memerah, omongannya makin rame (yang seringnya aku gak paham, karena Nihon-go-ku terbatas)……. Tapi anehnya, mereka tetap terjaga….. apa karena sudah biasa ya?

 Yah, aku kan nggak pernah mabuk hehe…. jadi ngga tau persis sebenernya orang mabuk itu kaya gimana kejadiannya. Yang sering aku lihat di TV, atau dengar beritanya, biasanya orang mabuk disini sering bikin onar, keributan, sampai bisa bunuh orang. Tapi kalau di Jepang, yang aku lihat tuh mereka mabuk, tapi kok beda ya…… Lebih bertanggung-jawab gitu. Karena mereka sadar bahwa mereka bakal mabuk setelah party, maka biasanya mereka berangkat party dengan kendaraan umum (densha atau takushi). Tidak ada yang mau bawa kendaraan sendiri. Atau sebaliknya, jika mereka memang bawa kendaraan sendiri, maka dalam party mereka membatasi diri untuk tidak minum minuman beralkohol.

Di Indonesia, profesor mabuk minuman beralkohol kayaknya aneh, tak bermoral…. di Jepang, profesor mabuk itu biasa….  Tapi gimana ya, mabuknya tuh kelihatan lebih “berkelas” gitu lho….. hehe…..   Biasanya kalau malamnya habis mabuk, esok paginya di lab Sensei datang agak siang, “Sory, masih agak drunken nih…”. Tapi yah, siangnya sudah kerja keras lagi sampai malam, menghasilkan penelitian-penelitian berkelas juga…..

 

Tapi jangan coba-cobalah…. aku sama sekali tidak menganjurkan untuk minum-minum  loh….!!

Ini sekedar cuplikan pengamatanku di negeri Sakura dulu.

Iklan

Aksi

Information

2 responses

15 03 2012
devi

Penasaran coba sake dari jepang…
pengin juga ngrasain mabuk yang berkelas nih..
thx infonya

3 01 2009
Enade

Mabuk yang ber-“kelas”. Istilah yang asyik Bu. Jadi ingat mabuk ber-“kelas”-nya Prof. Timmerman. Kapan-kapan aku liput di blog DosenGila lengkap dengan foto-fotonya juga. Thanks atas inspirasinya. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: