Oralit formula baru dan suplemen Zinc untuk diare

16 12 2008

diareDear netter,

Wah, lama nih nggak ngeblog….. asisten rumah tangga-ku
alias pengasuh anakku sejak hari Minggu kemaren pulang kampung karena ayahnya sakit. Lumayan repot di rumah. Handling anak-anak, terutama si bungsu yang masih needs full attention karena masih harus mandiin, nyuapin, nemani main…
Tapi alhamdulillah, situasi masih aman terkendali. Aku sampai perlu mendatangkan bantuan luar negeri, alias meminta ibuku dari Purwokerto datang untuk menemani anak-anak karena pekerjaan tidak bisa ditinggalkan. Untunglah, nggak ada yang sakit, misalnya diare….

Hm… kali ini aku akan angkat topik tentang diare saja…….. (Kok  nggak nyambung sama introduction-nya, ya… haha…..biarin!)

Ada yang belum pernah diare? Pasti hampir semua sudah pernah ya… Diare nampaknya penyakit sepele, tapi pasti sangat menganggu. Bayangkan kalau kita pas lagi perjalanan keluar kota, naik bus umum yang tidak ada fasilitas toilet, eh.. pas di tengah jalan perut kita mules dan kebelet….. Ugh,…setengah mati deeh..!

Tapi jangan sepelekan diare, apalagi jika terjadi pada bayi atau anak-anak. Jika diarenya lumayan hebat, yang ditandai dengan frekuensi BAB (buang air besar) yang sering dan konsistensi feses yang sangat cair, itu bisa mengakibatkan dehidrasi atau kekurangan cairan,  juga kekurangan nutrisi.

Apa tandanya dehidrasi yang berat ? Dehidrasi berat dapat dilihat dari tanda-tandanya antara lain: bayi/anak telihat sangat mengantuk/diam saja, atau bahkan tidak sadar, matanya cekung, tidak bisa minum atau minum sangat sedikit, jika dicubit, kembalinya kulit ke keadaan normal sangat pelan (lebih dari 2 detik). Kalau seperti ini tentu harus dibawa ke UGD dan mendapat terapi cairan secepatnya menggunakan infus. Tapi untungnya sebagian besar diare itu merupakan self limiting disease, artinya dapat sembuh sendiri, dan terutama disebabkan karena virus yaitu rotavirus. Karena disebabkan oleh virus, maka penggunaan antibiotika sebenarnya tidak diperlukan.
Bagaimana membedakan antara diare karena virus dengan diare karena bakteri yang
butuh penanganan dengan antibiotika? Secara sederhana diare yang disebabkan karena bakteri dapat ditandai dengan adanya darah pada feses/tinja. Karena itu,  jika Anda atau anak Anda kena diare dan mengandung darah pada fesesnya, segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nah, bagaimana pengatasan diare sebagai pertolongan pertama di rumah?
Jika si kecil buang air besar lebih kerap daripada biasanya dengan konsistensi feses yang lebih cair, maka kemungkinan besar ia mengalami diare. Jika belum terlalu berat dan baru sebentar, dapat dilakukan beberapa pertolongan di rumah :

Berikan cairan oralit sebagai pengganti cairan yang hilang, ditambah dengan makanan-makan yang berkuah seperti sop, sayur bening, atau air tajin. Jika masih minum ASI, perkerap memberikan ASI, atau berikan susu yang lebih encer dua kali dari konsentrasi biasanya. Usahakan tetap memberikan makanan pada anak, untuk mengganti nutrisi yang terbuang. Makanan sebaiknya diberikan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, dengan bentuk yang mudah dicerna. Hindari dulu makanan terlalu manis karena dapat meningkatkan keparahan diarenya. Oralit dapat dibeli di apotek, dan sebaiknya disediakan di rumah. Jika tidak ada oralit, bisa digantikan dulu dengan larutan gula-garam. Cara membuatnya, setengah liter air matang ditambah dengan sejimpit garam dan satu sendok teh gula. Aduk rata dengan sendok yang bersih. Sebaiknya dicicipi dulu, kira-kira rasanya adalah seperti airmata. Jadi waktu buat perlu sambil nangis hehe….. supaya ada airmata untuk digunakan sebagai larutan pembanding.

Jika ada, berikan suplemen Zinc. Mulai tahun 2004, WHO-UNICEF merekomendasikan suplemen Zinc untuk terapi diare karena diketahui dapat mengurangi keparahan dan lamanya diare. Banyak uji klinik yang melaporkan bahwa suplemen Zinc sangat bermanfaat untuk membantu penyembuhan diare. Zinc sebaiknya diberikan sampai 10-14 hari, walaupun diarenya sudah sembuh. Sayangnya suplemen Zinc ini belum banyak beredar di apotek di Indonesia. Di beberapa RS besar di Indonesia telah menggunakan suplemen Zinc dalam bentuk suspensi untuk penatalaksanaan diare akut.

Oralit formula baru
Mulai bulan Februari 2004, WHO-UNICEF merekomendasikan larutan rehidrasi oral (oralit) dengan formula baru. Mengapa formula ini dikembangkan? Yah, penyakit diare ini pada dua dekade silam merupakan salah satu penyebab kematian 5 juta orang setahunnya di dunia. Sejak dikembangkannya oralit sebagai terapi diare untuk mencegah dehidrasi, kematian akibat diare dapat ditekan sampai 2 juta orang. Namun demikian, pada ahli diare masih belum puas, karena faktanya larutan oralit yang lama ini tidak bisa menghentikan diare atau mengurangi lamanya episode diare. Hal ini karena ternyata, oralit lama dikembangkan dari kejadian outbreak diare di Asia selatan yang terutama disebabkan karena disentri, yang menyebabkan berkurangnya lebih banyak elektrolit tubuh, terutama Natrium. Sedangkan diare yang lebih banyak dijumpai belakangan ini dengan tingkat sanitasi yang lebih baik adalah diare karena virus, dimana berkurangnya elektrolit tidak seberat pada dysentri. Karena itu, para ahli diare mengembangkan formula baru oralit dengan tingkat osmolaritas yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa efikasi (kemanjuran) oralit pada anak-anak dengan diare akut meningkat dengan mengurangi konsentrasi Natrium menjadi 75 mEq/L (yang semula 90 mEq/L) dan mengurangi kadar glukosa menjadi 75 mEq/L. Jika larutan oralit lama memiliki osmolaritas 311 mOsm/L, larutan baru memiliki osmolaritas lebih rendah yaitu 245 mOsm/L. Osmolaritas larutan baru lebih mendekati osmolaritas plasma, sehingga kurang menyebabkan risiko terjadinya hipernatremia (tingginya kadar Natrium dalam darah). Oralit formula baru ini mungkin juga belum banyak dijumpai beredar di pasaran. Namun demikian, oralit formula lama juga tetap boleh digunakan.
Mudah-mudahan di masa mendatang banyak industri farmasi yang mulai memproduksi oralit dengan formula baru.

Oke, semoga bermanfaat….

Iklan

Aksi

Information

4 responses

10 05 2015
Eman

Malam bu. Saya iseng searching google, nemu blog ini, BAGUS & BAIK sekali pemaparannya utk kita orang awam.
Begini bu… Anak saya terkena diare. Tgl 18 Maret dan kemaren-8 Mei.
dikasi obat yg sama oleh dokter yaitu :
lacto-b dan neo kaominal yg mengandung kaolin dan pektin.
– diare yg pertama saya berikan pisang setiap hari dari pertama kali diare. (katanya bagus utk diare). dan sembuh dalam 3 hari.
– diare yg sekarang belum saya berikan pisang, dan blm berkurang diarenya dalam 2 hari ini.
Yg mau saya tanyakan:
1. obat yg diberikan apakah bener2 aman bu? (Lacto-B dan Neo kaominal)
2. pengaruhnya apa ya si pisang itu..?? hehe… ada penjelasan ilmiahnya bu?
terima kasih.

Jawab:
Sebenarnya lacto-B dan neo kaominal aman-aman saja. Lacto-B berisi probiotik yang bisa menyeimbangkan proporsi bakteri jahat dan baik di usus, sedangkan kaominal berisi kaolin yang akan menjerap toksin-toksin di usus yg mneyebabkan diare. Mereka bekerja lokal di usus, jadi relatif aman. Untuk yg pisang saya kurang tahu, mungkin berisi zat-zat yang bisa bersifat adstringen, menciutkan pori-pori usus sehingga mengurangi cairan ke usus yg menyebabkan diare.

9 01 2014
ARhie ARma Winanda

kok gk ada referensi nya disitu mbak?

3 12 2011
yani

anak saya umur 5bln masih asi eksklusif tkena batuk pilek demam kmd ada diare cair,apakh krn virus flunya?bgmn pemberian oralit untuk bayi?apakh supl zinc bisa diberikn tanpa pemberian oralit krn bayi saya masih kuat menyusu. tks..

Jawab:
Saya kira baik sekali kalau bayi masih kuat menyusu. Tetap disusui saja, dan supl zinc bisa diberikan tanpa pemberian oralit. Yang penting perbanyak cairan (frekuensi minum susu) untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare.

5 02 2011
rita

suplemen zinc itu contohnya apa?mohon japri merek jika ada,mksih

Jawab:
sudah ada di apotek, tanyakan saja, Zinc tablet atau suspensi. generik, tanpa merk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: