Seputar autisme (Bag penutup: Terapi spiritual)

11 12 2008

dhika6Dear temans,

Bagaimana kisah terapi spiritual untuk Dhika? Aku lanjutkan kisahnya, dan merupakan bagian penutup dari kisah seputar Autisme ini.

Perasaanku biasa-biasa saja melihat hasil pemeriksaan Dhika, mungkin karena aku sudah siap-siap mental sebelumnya apapun hasilnya. Tapi mungkin yang lebih penting dari itu adalah aku semakin meyakini konsep penyakit seperti yang diajarkan guru spiritual kami Ustadz Dhanoe, bahwa penyakit adalah salah satu bentuk peringatan Allah atas kesalahan manusia, dan jika Allah mengampuni dan mengijinkan, maka semua bentuk penyakit apapun pasti akan bisa sembuh. Itu yang terus kupegang dan kuyakini.

Aku memang membaca bahwa penyebab autis itu bermacam-macam. Banyak teori yang didasari oleh beberapa penelitian ilmiah telah dikemukakan untuk mencari penyebab dan proses terjadinya autis. Beberapa teori penyebab autis antara lain adalah : teori Kelebihan Opioid, teori Gluten-Casein (celiac), Genetik (heriditer), teori Kolokistokinin, teori Oksitosin dan Vasopressin, teori Metilation, teori Imunitas, teori Autoimun dan Alergi makanan, teori Zat darah penyerang kuman ke Myelin Protein Basis dasar, teori Infeksi karena virus Vaksinasi, teori Sekretin, teori kelainan saluran cerna (Hipermeabilitas Intestinal/Leaky Gut), teori paparan Aspartame, teori kekurangan Vitamin, mineral nutrisi tertentu dan teori Orphanin.

Perdebatan yang terjadi terakhir adalah berkisar pada kemungkinan penyebab autis yang disebabkan oleh vaksinasi anak. Peneliti dari Inggris Andrew Wakefield, Bernard Rimland dari Amerika mengadakan penelitian mengenai hubungan antara vaksinasi terutama MMR (measles, mumps rubella ) dan autisme. Banyak penelitian lainnya yang dilakukan dengan populasi yang lebih besar dan luas memastikan bahwa imunisasi MMR tidak menyebabkan Autis. Namun beberapa orang tua anak penyandang autisme tidak puas dengan bantahan tersebut. Bahkan Jeane Smith seorang warga negara Amerika bersaksi didepan kongres Amerika bahwa: kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi, dia dan banyak orang tua anak penderita autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autis disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi.

Tapi aku lupakan semua teori itu, dan aku lebih menyakini konsep penyakit dari ustadz Dhanoe, karena aku toh juga akan sulit memastikan apa penyebab gangguan perkembangan Dhika. Dan kadang kupikir, alhamdulillah, Allah masih berkenan memperingati kami dengan penyakit/gangguan yang belum ada obatnya. Kalau saja aku mendapat penyakit yang banyak obatnya, mungkin aku akan lebih sulit memahami konsep ini, karena aku mungkin akan bilang bahwa kesembuhan penyakit ini adalah karena obat. Aku akan mudah lupa bahwa kesembuhan itu semata-mata datangnya atas ijin Allah, obat hanya sebagai perantara saja. Dengan peringatan berupa gangguan perkembangan Dhika, akhirnya kurasakan benar bahwa tak ada lagi tempat berlari kecuali kepada Allah. Tiada satu penolongpun kecuali Allah.

Sehingga, sejalan dengan terapi behavioral yang kami upayakan (sampai Pak Fredi pamit), kami juga secara berkala membawa Dhika ke klinik amC untuk mendapatkan terapi secara psikologis, terutama bagi kami sendiri orangtuanya, karena Dhika masih kanak-kanak. Menurut suamiku, terapi inilah yang utama, karena ini lebih mengarah pada menghilangkan penyebab penyakit, bukan sekedar mengurangi/mengontrol gejala saja. Di klinik amC kami menemui Gus Min, orang kepercayaan Mas Dhanoe yang diserahi tugas untuk penyembuhan penyakit. Gus Min juga memiliki kemampuan yang berhubungan dengan urusan metafisik. Ketika melihat Dhika, beliau melihat secara metafisik bahwa ada semacam bayangan hitam yang ada di pelipis-pelipis Dhika, yang mestinya tidak ada. Itu terhubung dengan sikap cueknya atau kesulitannya berinteraksi dengan orang lain. Dan untuk kami, itu juga peringatan terhadap sifat-sifat serupa yang mungkin kami miliki, terutama sekali justru dalam kehidupan keluarga. Kuakui, kadang kalau aku lagi asyik kerja di rumah dengan laptopku, aku jadi cuek dengan sekitarku, termasuk mungkin dengan suami yang juga pingin diperhatikan. Hal kecil-kecil semacam ini yang harus kukoreksi. Kelak ketika Dhika sudah lebih bisa berinteraksi dengan orang lain dan diamati lagi oleh Gus Min, bayangan hitam itu sudah kelihatan menipis.

Gangguan kemampuan bicara Dhika dilihat oleh Gus Min secara metafisik dengan adanya semacam ikatan yang ada di sekitar tenggorokan Dhika. Yang ini nampaknya terhubung dengan kemampuan komunikasi kami dalam keluarga yang kadang terganggu karena berbagai sebab. Maklum kan, Teman,… dengan dua kepala berbeda yang kadang punya pendapat sendiri-sendiri, kadang kami terlibat dalam komunikasi yang tidak mulus. Ini pun harus kami koreksi. Istri jangan suka ngeyel pada suami dan merasa bener sendiri, dan suami juga harus bisa mengarahkan dengan halus tapi tegas, dengan dasar-dasar yang benar. Tapi juga jangan kemudian jadi diam dan dipendam saja hanya untuk menghindari keributan, karena itu juga bukan solusi yang benar. Jadilah kami perlu introspeksi terhadap cara kami berkomunikasi. Dengan bercanda kusampaikan pada suamiku, bahwa inlah repotnya punya istri yang sedikit pintar (dan sering sok pintar) hehe..  Dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan lain yang nampaknya kecil, namun telah terakumulasi dan bisa menjadikan Allah mengingatkan kita. Tapi tak perlulah aku sampaikan di sini semua dosa-dosaku, Teman…. hehe… malu. Itu rahasia perusahaan.

Kalian pasti sepakat denganku, teman…. bahwa kalau sekedar menjalankan sholat 5 waktu, atau puasa bulan ramadhan, atau berzakat, itu masih bisa dikatakan mudah bagi seorang muslim. Tapi menjaga ahlak mulia, mengelola emosi, memaafkan orang yang bersalah kepada kita, bersikap jujur, rendah hati dan tidak sombong, dll, sungguh sangatlah sulit. Buktinya? Banyak orang yang menjalankan sholat, tapi masih tetap korupsi, berbuat zina, berbuat aniaya terhadap orang lain. Itu artinya…. sholat itu gampang, tetapi menjaga ahlak itu bukan main sulitnya…

Kami disarankan untuk memohon ampun atas semua kesalahan, banyak menambah amalan-amalan baik untuk menghapuskan dosa-dosa kami, dan memperbaiki ahlak kami. Salah satu amalan yang tinggi nilainya adalah sholat tahajjud, di mana saat itu juga kita bisa memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah. Kalau dalam pekerjaan aku sudah bisa mengumpulkan kum banyak-banyak untuk kenaikan pangkat dan jabatan sampai hampir mencapai jabatan akademik tertinggi, maka dalam hidup pun kita pun harus mengumpulkan kum kebaikan banyak-banyak untuk mengimbangi dosa-dosa kita, dan untuk mencapai derajat manusia yang dimuliakan Allah sehingga Allah mau mengabulkan semua permohonan kita. Selain itu, kami juga dibekali obat semacam kapsul dan madu untuk dikonsumsi Dhika setiap hari, katanya untuk mempercepat penyembuhan. Sebagai apoteker, aku tau isi kapsul itu yaitu beberapa ekstrak tanaman, antara lain: ekstrak ginseng merah, Ling Zhi, greges otot, kunir putih, dan kunyit. Yah, sejauh tidak toksis, kurasa aku lebih baik percaya saja…..

Oya, urusan berdoa, menurut ustadz Dhanoe ada adabnya, lho…. Yang pertama, mohon ampun atas semua kesalahan, sejak kita baligh hingga sekarang, dosa besar maupun kecil, dosa kepada orangtua, suami/istri, anak, dan ummat Allah yang lain. Yang kedua, bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, termasuk nikmat iman. Yang ketiga baru mohon apapun kebutuhan kita, perlindungan, kesembuhan dari penyakit, kelancaran rezeki, dll.

Urusan mohon ampun juga ada tuntunannya. Allah akan menerima taubat/permohonan ampun seseorang jika orang itu sungguh-sungguh mohon ampun, berusaha memperbaiki kesalahan dan menggantinya dengan kebaikan, serta menyebarkan kebenaran, seperti firman Allah :

” kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan, dan menerangkan kebenaran, maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS Al  BAqoroh 160).

Dan tulisanku ini, adalah salah satu usahaku untuk menyebarluaskan kebenaran yang kuyakini. Jika ada kebenaran, Insya Allah ini datangnya dari Allah dan atas petunjuk Allah.

Oya, Teman…. kalau boleh kusampaikan, jika sakit, janganlah kesembuhan itu menjadi tujuan utama, karena itu nanti akan menjerumuskan kita untuk mencari kesembuhan dengan segala cara, yang mungkin justru bertentangan dengan ajaran Allah. Kalaupun sembuh, mungkin hanya sementara. Tapi carilah ampunan Allah. Yakinlah bahwa kesembuhan akan datang dari Allah, jika Allah sudah ridho kepada kita. Usaha-usaha secara medik tentu boleh saja sebagai upaya pendukung kesembuhan, tapi jangan lupakan bahwa itu hanya perantara. Sebagai apoteker misalnya, kami tetap wajib memberikan informasi tentang cara menggunakan obat yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang sesuai, dll. Tapi apakah obat-obat itu nanti akan berefek, sungguh hanya berpulang kepada Allah.

Bagaimana perkembangan Dhika sekarang ?

Dhika akan genap tiga tahun pada tanggal 21 Desember 2008 besok. Kami tidak memberinya obat apa-apa selama ini, kecuali kapsul dari klinik amC. Terapi behavioralnya juga tidak kami teruskan, kecuali mengajarinya sendiri dalam kegiatan sehari-harinya, misalnya ngajari nyanyi, bicara, bermain, dll. Setelah kami menuruti nasihat Gus Min untuk memperbaiki diri, mohon ampun, dan perbanyak sholat malam, alhamdulillah, Dhika telah banyak kemajuan. Kami tidak mau takabur bahwa kami telah menjadi orang yang lebih baik,…. karena sungguh aku pribadi masih merasa sangat jauh dari baik, masih ”leda-lede”, ”pecicilan”, kata orang Yogya. Tetapi walaupun kami masih jauh dari level yang seharusnya dicapai seseorang, mungkin Allah telah melihat kesungguhan kami, sehingga secara bertahap mengabulkan doa-doa kami untuk perkembangan Dhika. Memang belum sesempurna untuk anak seusianya, tapi ciri-ciri autis telah jauh dari diri Dhika. Interaksi sosialnya makin baik, ia sudah bisa bermain dengan orang di sekitarnya, tatap matanya ceria dengan senyum manisnya, perbendaharaan katanya makin meningkat walaupun komunikasi verbalnya masih terbatas , emosinya mulai lebih tertata tidak lagi fluktuatif tanpa sebab. Ia sudah hafal huruf alfabet dari A sampai Z, menghitung sampai 20, walau dengan lafal yang masih kurang jelas. Ia mulai menirukan kata-kata atau potongan-potongan lagu. Kemaren ia bahkan berhasil menyelesaikan satu lagu ”Topi saya bundar”. Ia sudah kooperatif ketika diajak ke tempat pertemuan yang banyak orang. Suatu kali ia terjatuh dan bilang ” sakiit ! ”, aku malah senang hehe….. Karena artinya ia paham kata-katanya, dan ia bisa merasakan sakit. Katanya seorang autis itu tidak merasakan sakit karena kelebihan zat endorfin di otaknya, yang bisa bersifat analgesik (penghilang rasa sakit). Ia juga mulai suka memperhatikan sekelilingnya. Pernah suatu kali ada tukang di rumah kami memperbaiki bak mandi yang bocor, dia kelihatan antusias sekali memperhatikan pekerjaan sang tukang. Mungkin hal-hal ini bukan apa-apa bagi anak lain seusianya, tapi pada Dhika, bagiku itu satu perkembangan yang melegakan.

Aku selalu menyukai saat-saat kubentangkan tangan padanya dan ia berlari ke pelukanku dengan senyumnya ketika aku pulang kantor……  Alhamdulillah… ! terimakasih ya Allah. Hanya padaMulah hamba berserah diri dan memohon pertolongan. Engkau Pencipta yang Maha Sempurna, maka sempurnakanlah penciptaanMu terhadap anak kami Dhika ya Allah… Amien.

Kami masih punya PR banyak untuk memberi pendidikan terbaik untuknya untuk mengejar ketertinggalannya. Tentunya kami juga punya PR untuk diri kami sendiri untuk menjadi hamba yang lebih sujud kepadaNya, karena kami hanyalah manusia yang lemah dan mudah jatuh tergoda. Mohon doa restunya…..

 

Iklan

Aksi

Information

6 responses

26 02 2017
Maria

Asalamualaikum…Halo ibu, boleh saya tau bagaimana kabar Dhika saat ini? Anak saya umur 2.5 tahun…Saya berterimakasih atas energi positif ibu dalam tulisan ini…Membuat saya optimis untuk masa depan anak saya.

26 07 2012
rina

SAYA MEMILIKI ANAK AUTIS SEKARANG BERUMUR 6 TAHUN, BERDASARKAN CERITA IBU KAYAKNYA IBU SEORANG DOSEN, KEBETULAN SAYA JUGA SEORANG DOSEN YANG INGIN SAYA TANYAKAN APAKAH ANAK IBU DITITIP DI PENITAPAN ANAK + TARAPI ATAU DIRUMAH, TERAPISNYA DATANG KERUMAH ATAU ANAK IBU NGGAK TERAPI TAPI HANYA PENGOBATAN SPIRITUAL SAJA. ATAS JAWABAN IBU SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH.

jawab:
Anak saya sekarang masuk TK B, di TK yang umum. Untuk terapinya, kami datang ke tempat terapisnya seminggu 3 kali. Ada 3 macam terapi yang dilakukan, terapi wicara, terapi okupasi, dan terapi edukasi.

11 09 2010
osaka

aslm.. maaf ibu, saya mau tanya. td saya baca disalahsatu blog seseorang. disitu byak comment yg mengatakan bahwa berobat di ustadz danu byrnya mahal, berjuta-juta,..trus ada yg bilang tentang kejelekan beliau jg, yg katanya membuat santrinya bercerai atau entahlah..pokoknya santrinya itu seakan-akan tdk mau menafkahi keluarganya, tp lebih tunduk pd beliau. Ada jg yg berobat, tp malah mendapat perkataan yg tdk baik, katanya begitu. Saya tdk mau percaya begitu saja dgn pernytaan tsb krnnya saya mencoba mencari tahu kebenarannya. Maaf, menurut sepengetahuan ibu selama berobat disana, apakah pernyataan itu benar? apkh biaya berobatnya mahal? sebelumnya saya ucapkan terima kasih..

Jawab:
Maaf, mbak, mungkin pengalaman saya agak berbeda dengan yang lain karena kebetulan suami saya adalah “santri” ustadz Dhanu, yang sering mengantar beliau jika beliau memberi tausiyah kemana-mana (terutama di daerah DIY-Jateng). Jadi saya lebih sering mendengar cerita yang positif dan langsung dari yang melihat (suami) mengenai ustad Dhanu. Prinsip pengobatan ustad Dhanu memang tidak ‘sekedar” menyembuhkan, tetapi memerlukan “partisipasi aktif” dari pasien, karena ustad Dhanu lebih mencoba mengidentifikasi penyebab penyakit yang pada umumnya terkait dengan perilaku, sehingga jika pasien belum bisa menjadi lebih baik, penyakit mungkin juga belum bisa sembuh sepenuhnya. Masalah harga saya kira relatif. Jika pada pengajian, pasien dpt konsultasi gratis. Tapi di luar itu, memang dikenai tarif, yang sebenanrnya tujuannya lebih sebagai “pengatur” waktu mas Dhanu, karena jika semuanya harus dilayani, bisa dibayangkan kapan mas Dhanu bisa melakukan aktivitas lainnya (beliau juga bekerja sebagai pengusaha, dan aktivitas lainnya). Jika ada yg mendapat kata-kata yg keras, ada yg bilang bhw itu mungkin dari asistennya, karena setau saya mas Dhanu bahkan tidak pernah marah. Kalaupun berkata agak keras, sifatnya untuk mengingatkan. Tapi biasanya kan orang (termasuk saya sendiri) lebih sering sulit menerima peringatan…. begitu saya kira yg bisa saya jawab, mbak.

22 05 2009
goomse

assalamualaikum,
boleh saya minta email mas danu atau gus min? mohon dikirim ke email saya. terima kasih

Jawab:
Saya tidak tau persis e-mail beliau berdua, karena biasanya saya bertemu langsung. Tapi silakan buka website amC yaitu di : http://akhlakmuliacenter.com . Semoga bermanfaat

3 01 2009
supriyadi marsan

assalamu alaikum..
ibu Zullies bisa tolong saya alamat dari Gus Min?utk terapi dasar anak autis ibu bisa email saya yaditerapi@yahoo.co.id nanti saya jabrkan anjuran dan metode terapi yg Insya Allah jika telaten ditangani sendiri dlm 6 bln akan memberi dampak/hasil.Jika saya yg terapi BI IZDNILLAH bisa 2 bulan

Jawab:
Wa’alaikumusalam
Alamat Gus Min di Klinik Psikoterapi Jl Wijilan 37 Yogyakarta.

22 12 2008
chumaidi

anak itu hanya titipan bu. dia selain sebagai anugrah tapi juga sebagai cobaan atau ujian. yang penting kita dah berusaha untuk menjaga, memelihara, mengembangkan dan mengaktualisasikan dia, terus kemudian kita bertawakkal. سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ اْلمَسِيْرُ
nggih, nderek, insya Allah kulo usahaake, nannging mangke nek menawi kulo mboten saget nyuwun pangapunten njih………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: