Melahirkan tanpa sakit ?

4 12 2008

Dear netters,

dua hari ngga ngeblog nih…. kebetulan banyak deadline yang harus dikejar. Dan kebetulan juga belum ada inspirasi tulisan. Tapi pagi ini aku mendapatkan pertanyaan dari netters di Makassar (yang kemaren sempet ketemu juga di sana) mengenai anestesi spinal (dan epidural) buat ibu yang pingin melahirkan tanpa rasa sakit.

Hmm… ngomong-omong tentang melahirkan, aku sudah 3 kali lho hehe… Alhamdulillah semuanya normal, dan pake sakit. Tapi rasa sakit itu semua langsung terbayarkan ketika si kecil hadir di muka bumi ini dengan selamat dan sehat. Oya, sedikit sisa cerita dari Makassar, selama di sana ada beberapa kali orang nggak percaya aku dah punya anak 3. Katanya aku kelihatan masih muda ….. I looks younger than my real age !! hehe… Alhamdulillah kalau gitu. Mungkin posturku yang imut-imut mendukung image demikian. Namun demikian postur yang imut ini juga sempat membuat ragu ….. “Anak kecil kalau hamil kaya apa ya? hehe…”

epidural-procedure-part-1-picture1Nah, kembali ke masalah melahirkan, jika ada yang benar-benar tidak bisa menahan sakit atau takut menjadi trauma melahirkan, maka memang boleh saja orang mencari cara untuk menghilangkan sakit. Teknik melahirkan tanpa sakit kini banyak ditawarkan dengan teknik anestesi spinal dan epidural. Kedua tehnik ini harus dilakukan oleh dokter ahli anestesi. Teknik analgesia epidural dianggap sebagai teknik yang paling efektif untuk mengatasi rasa nyeri persalinan, mulai saat kala pembukaan sampai penjahitan karena pengguntingan, sehingga ibu bersalin menjadi lebih tenang dan turut aktif berperan serta selama proses melahirkan. Teknik analgesia epidural ini juga terbukti dapat mempersingkat waktu persalinan. Secara fisiologis, pemberian analgesia dapat menurunkan kebutuhan oksigen ibu, mengurangi kadar keasaman darah yang meningkat pada ibu dan janin, menstabilkan kerja jantung dan pembuluh darah serta mengurangi curah jantung yang meningkat akibat nyeri persalinan sehingga beban jantung berkurang. Tetapi harus diingat bahwa teknik analgesia epidural ini mempunyai kelemahan atau komplikasi, seperti tekanan darah rendah, kelumpuhan otot pernapasan, atau robeknya rahim karena tidak terdeteksinya rasa nyeri di bagian bawah rahim.

Dalam sebuah milis yang membicarakan pengalaman menggunakan anestesi epidural, beberapa orang menyampaikan pengalamannya bahwa kadang dengan teknik epidural pada saat mengejan agak susah karena memang tidak merasakan, jadi hanya berdasarkan perintah dokter atau susternya saja. Dan ada dokter ahli Obsgyn bilang bahwa teknik epidural itu juga mungkin akan mempengaruhi bayinya, di mana score APGAR-nya menjadi lebih rendah, karena bayinya cenderung kurang aktif atau lemas jika ibunya di-epidural. Tapi ibu lain menyampaikan bahwa teknik epidural yang dialaminya tidak berpengaruh apa-apa pada bayinya. Dan masalah mengejan juga tidak masalah, malah bisa lebih kuat karena tidak sakit.

Bagaimana dengan teknik analgesia spinal atau ILA (Intrathecal Labor Analgesia)?

Teknik analgesia spinal atau ILA (Intrathecal Labor Analgesia) merupakan teknik yang lebih murah dan lebih mudah dari pada operasi caesar, di mana nyeri selama persalinan dapat di atasi dengan baik, tanpa efek sampingan yang berbahaya baik bagi ibu melahirkan, maupun pada janinnya. Pada teknik ini, obat anestesi disuntikkan di ruang intratekal, yaitu sebuah ruang di dalam sumsum tulang belakang , tempat lewatnya serabut syaraf spinal yang berperan merasakan sensai nyeri. Obat akan memblok syaraf nyeri tersebut. Obat anastesi lokal lainnya dapat menghambat syaraf rasa nyeri, tetapi syaraf motoriknya tetap bekerja, sehingga ibu bersalin masih dapat merasakan gejala peregangan ketika bayi akan keluar tanpa rasa nyeri. Efek samping yang mungkin timbul pada teknik ini adalah gatal-gatal, mual, muntah, rasa mengantuk, gemetar, retensi urin, hipotensi, dan bradikardi (denyut nadi lambat). Sedangkan kekurangannya adalah digunakan pada awal kala I dengan masa kerja selama 12 jam, sehingga kurang efektif bagi persalinan yang lama.

Teknik Gabungan

Teknik gabungan dari teknik analgesia epidural dan analgesia spinal, memungkinan proses kerja yang cepat dengan kualitas analgesia yang lebih baik, dosis awal dan total lebih kecil, penghambatan syaraf sensorik lebih selektif, penghambatan syaraf simpatis dan motorik minimal, sehingga tidak mengganggu mobilisasi. Analgesia gabungan dapat dilakukan sejak awal pembukaan sampai akhir. Dari penelitian itu ditemukan bahwa para ibu yang menggunakan metode ILA, 66 persen melahirkan spontan, 28 persen kelahiran dibantu alat, 6 persen melahirkan dengan operasi caesar. Operasi masih terjadi karena kondisi bayi yang tidak memungkinkan lahir normal, misalnya bayi terlilit ari-ari. Penggunaan anestesi lokal ini pun tidak berdampak terhadap bayi, karena bayi memperoleh makanan dan unsur-unsur lain lewat plasenta. Dengan teknik dan obat analgesia yang tepat sesuai dengan indikasinya, maka proses melahirkan secara spontan dan normal tidak perlu ditakuti lagi serta tanpa perlu jeritan kesakitan.

Nah, sekarang tinggal pilih yang mana…  Tapi kalau menurut saya sih, selama masih normal, sakitnya melahirkan itu adalah bagian dari perjuangan seorang ibu, dan Insya Allah ada pahalanya hehe…. Selama masih bisa normal dan menahan sakit, sebaiknya tidak perlu menggunakan anestesi. Dan ternyata, pengalaman melahirkan itu satu dengan yang lain bisa sangat bervariasi, bahkan pada satu ibu, pengalaman melahirkan 3 anak bisa berbeda-beda.

Tapi yang jelas sama adalah doanya. Kalau menurut saya, doanya ibu mau melahirkan itu mirip doa mau naik haji. Karena mereka sama-sama akan mengalami sesuatu yang sulit diprediksikan akan berjalan seperti apa. Seorang yang akan berhaji selalu mohon diberi kemudahan, kelancaran, dan semoga menjadi haji yang mabrur. Ibu yang akan melahirkan juga pasti mohon kemudahan, kelancaran, hanya bedanya doa terakhir adalah semoga anaknya sehat, sempurna, dan kelak menjadi anak sholeh/sholehah.

Oke, semoga bermanfaat.

(sebagian besar informasi diambil dari http://indonesiasehat.org/index.php?option=com_content&task=view&id=20&Itemid=52)


Aksi

Information

3 responses

19 09 2010
cristina

caranya dapat melahirkan tampa sakit itu susah ya????

13 06 2010
joyo

Mbak, istriku mau melahirkan merasakan sakit n nyeri dpinggang yg luar biasa, dpakai tdur jg tdk nyaman, kasih solusinya donk? suwun

Jawab:
wah, kalau sedang hamil sebaiknya tidak menggunakan banyak obat. Perlu diperiksakan dulu penyebab sakitnya, saya ngga berani memberi solusi kalau tidak tau persis penyebabnya.

24 02 2009
sulis.p

Mbak zulis kalau aku boleh nanya, bagaimana cara menghindari agar tidak terjadi hipotensi pada spinal anestesi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: