Travel medicine

20 11 2008

travelmedicineDengan kemajuan zaman sekarang ini, tidak aneh  jika seseorang yang sedang di London dalam hitungan beberapa jam saja sudah berpindah tempat ke gurun Sahara atau hutan belantara Kalimantan. Atau besoknya pergi ke benua lain lagi. Dari situlah kemudian berkembang disiplin ilmu kedokteran yaitu Travel medicine.

Travel medicine adalah  disiplin ilmu kedokteran yang memfokuskan perhatian pada hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dalam kaitannya dengan suatu proses perjalanan (travelling) ini. Perkembangan ini sejalan dengan mobilitas manusia modern yang sangat tinggi.

Jadi misalnya seseorang dari Jakarta mau ke Los Angeles, atau dari Perancis mau ke pulau Belitong seperti Andrea Hirata, maka menurut ilmu Travel medicine perlu dilakukan persiapan-persiapan kaitannya dengan kesehatan. Dua hal khusus yang menjadi dasar dalam travel medicine adalah promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Ada beberapa yang harus diperhatikan secara khusus yaitu pengenalan penyakit yang ada pada daerah yang dituju, pendidikan mengenai pencegahan penyakit, perubahan perilaku, imunoprofilaksis, dan kemoprofilaksis. Hal khusus lain yang menjadi perhatian adalah malaria (dan penyakit tropis lain), infeksi, HIV/AIDS dan penyakit menular seksual, diare, hepatitis, gangguan pernapasan, dan kecelakaan.  Misalnya daerah yang dituju itu sedang ada serangan malaria atau merupakan daerah endemik untuk hepatitis B, maka harus traveller harus siap dengan vaksinasi dulu. Kalau dari sisi penggunaan obat,  mungkin yang perlu mendapat perhatian adalah jadwal minum obat bagi orang yang harus minum obat secara teratur. Hal ini bisa terjadi jika terdapat perbedaan waktu yang besar antara tempat awal dan tempat yang dituju. Misalnya biasa minum obat 3 kali sehari pada jam 7 pagi, 2 siang dan 9 malam, jika selisih waktu sampai belasan jam (seperti Indonesia dengan Amerika) maka bisa jadi akan kacau jadwalnya. Untuk itu, mungkin perlu diperhatikan tentang selisih waktu minum obat. Untuk mempertahankan kadar obat dalam keadaan “steady state” dalam darah, obat musti diminum secara teratur dengan selang waktu yang hampir sama dalam sehari. Jika selang waktu terlalu dekat, bisa jadi kadar obat akan terlalu tinggi dan bisa over dosis, sementara jika selang waktu kepanjangan, mungkin kadar obat menjadi terlalu kecil untuk bisa berefek. Jadi kalau ada kasus serupa, perlu dilakukan adjustment waktu, dan harus tetap diperhatikan selang waktu minum obat.

Begitulah kira-kira sekilas info !

Siap melakukan perjalanan ??

Iklan

Aksi

Information

One response

22 12 2011
risna f.

oke. lalu gmana dg tenaga medis? apa di perlukan untk scr lngsung menemani traveller?

trims infonya sngt bermanfaat.^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: