Operasi amandel anakku

19 11 2008

Pagi ini saya mendapat komentar terhadap posting lama tentang “mendengkur menyebabkan anak jadi bodoh?” (trims ibu Theresia atas tanggapannya).

Ibu Theresia dan yang lain, yang saya tulis itu terinspirasi dari pengalaman pribadi dengan keadaan anak kami, Afan, yang waktu itu mengalami OSA, sehingga dokter menyarankan untuk operasi amandel. Jangan kuatir dengan operasi amandel, ibu-ibu… Alhamdulillah, operasi Afan berjalan lancar, dan hanya operasi kecil saja. Waktu itu umurnya baru 5 tahun, masih TK. Tentunya kita nggak perlu bilang ke anak bahwa dia akan dioperasi. Afan dioperasi amandel di sebuah RS khusus THT di Jogja. Dokter meminta kami datang kesana sekitar jam 19an malam, karena operasi akan dilakukan malam hari menjelang tidur. Jadi trik-nya adalah, anak kita kasih mainan yang dia suka, dan kita temani sampai ngantuk. Waktu itu kami sudah ditempatkan di ruangan utk menginap. Sewaktu dia mulai tertidur (waktu itu sekitar jam 21 malam), langsung perawat datang, menyuntiknya dengan obat bius. Jadi diapun tidak takut karena ketika disuntik obat bius ia dalam keadaan tidur. Setelah terbius, segera dibawa ke ruang operasi. Operasi berlangsung cepat, mungkin sekitar 30-an menit, dan anak dibawa kembali ke kamar tidur dan dalam keadaan tertidur sampai pagi (karena malam kan memang waktunya tidur). Pagi hari, anak bangun seperti biasa. Mungkin memang agak sakit. Baru saat itu kami ceritakan bahwa dia habis diambil amandelnya, supaya nggak jadi penyakit. Dan dia malah senang, karena salah satu menunya pagi itu adalah es krim (padahal maksudnya utk lebih mempercepat pembekuan darah). Dengan berada semalam di RS THT, dokter bisa memantau keadaan anak pasca operasi, apakah ada hal-hal yang terjadi di luar yang diinginkan, seperti pendarahan berlebihan, atau yang lain. Alhamdulillah, jam 8 pagi kami sudah bisa pulang ke rumah dengan dibekali obat antibiotika utk mencegah infeksi dan analgesik untuk penghilang rasa sakit. Untuk dua hari pertama anak diberi makan yang halus-halus seperti bubur. Hari ketiga Afan malah sudah minta mie goreng kesukaannya. Saya tanya, tenggorokannya masih sakit tidak, katanya tidak. Ya syukurlah. Dan perkembangan Afan sampai sekarang baik-baik saja, tidak gampang sakit, kecuali alergi rhinitis yang memang bawaan sejak kecil. Keluarga kami ini memang ada bakat alergi.. (bakat kok alergi ya, mbok bakat nyanyi gitu …. hehe..). Saya sendiri dioperasi amandel waktu umur 9 tahun waktu itu, dan alhamdulillah… sehat-sehat saja sampai sekarang, bahkan masih bisa menulis posting ini….

Jadi, mengapa takut…??

Iklan

Aksi

Information

One response

9 04 2013
Ibunya Akhdan

Anak aq jg diharuskan operasi amandel, krn menganggung jalan nafasnya. Takut banget, tp rada berkurang setelah baca tulisan Mbak. Makasih infonya ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: