Mozaik hidup di Jepang (2): Berburu “gomi”…

17 11 2008

sampah31Sistem pengelolaan sampah (bhs Jepang: gomi) di Jepang sudah sangat teratur. Di setiap kota atau daerah sudah ada jadwal pembuangan sampah. Ketika pertama kali kami masuk apartemen di Matsuyama, kami mendapat jadwal pembuangan sampah untuk setahun dalam bentuk seperti kalender. Dalam kalender itu digambarkan sampah jenis apa saja yang masuk dalam kategori sampah tertentu. Seingatku, hari Selasa dan Jumat setiap minggunya adalah jadwal membuang sampah dapur. Hari Rabu sampah plastik. Hari Kamis sampah gelas/kaca dan kaleng. Dan seterusnya, persisnya aku agak lupa. Sampah-sampah itu kami kumpulkan dalam plastik terpisah utk setiap jenisnya, dan dibuang pada jadwal yang ditentukan, yang kami letakkan di depan apartemen di tempat yang telah disediakan. Setiap hari akan ada petugas yang mengambil sampah-sampah tersebut. Rasanya nyaman bisa teratur seperti itu. Tak pernah kami lihat ada tempat pembuangan sampah yang penuh dengan aneka sampah seperti di negara kita.

Nah, yang menarik adalah… dalam setahun ada 4 kali jadwal pembuangan sampah besar. Maksudnya barang-barang besar yang dirasa tidak ingin dipakai lagi bisa dibuang pada hari itu, seperti kulkas, rice cooker, microwave, TV, sampai karpet, coverbed, dan alat-alat rumah tangga lainnya, termasuk baju, sepatu, seprei, tas, dll. Wah, buat perantau miskin dari Indonesia seperti kami, jiwa pemulung kami mulai terpanggil hehe…… Barang-barang buangan itu kebanyakan masih bagus, hanya mungkin mereka ingin memperbaharui miliknya dan me-recycle yang lama. Biasanya orang Jepang akan meletakkan barang-barang buangannya di tempat yang telah disediakan (untuk satu luasan areal tertentu ada tempat yang telah disediakan untuk membuang barangnya ) pada siang sampai sore hari. Pagi-pagi sekali nanti akan diangkut oleh petugas. Jadilah kami selalu siap berjaga-jaga jika hari memulung tiba… hehe… Malam-malam, ketika sudah tidak terlalu banyak orang, kami (saya dan suami) bersepeda menuju tempat pembuangan barang, dan memulung barang-barang yang masih bagus dan bisa dipake. Tapi jangan dikira cuma kami pemulung miskinnya lho, hehe….. ternyata orang Jepangpun ada yang suka ikut mencari barang bekas yang masih bisa dipakai. Benar-benar penghematan !! Kami pernah mendapatkan karpet yang masih bagus, microwave, vacuum cleaner, dll. Yah, lumayanlah……. bisa mengurangi pengeluaran. Sebenernya pengen juga sih memulung barang-barang dari lab, tapi kok malu… mempertaruhkan nama bangsa Indonesia je….

Tapi ketika kami kembali ke tanah air, jiwa pemulungku terpaksa harus kupendam dalam-dalam …. Kasihan nanti pemulung yang asli harus bersaing dengan kami hehe….


Aksi

Information

One response

17 11 2008
giyztar

pengalaman hampirsama waktu awal ke jepang ..tp sekarang malah ikut buang sampahnya apato penuh je..sayang banget ma sound sistem sony nih apa boleh buat cb bisa dibawa pulang ke Indo bisa buat sounsistem mantenan di kampung halah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: