Mozaik hidup di Jepang (1): The meaning of “erection”……

14 11 2008

japan1
Bahasa Inggrisku sebenernya pas-pasan saja, tapi di Jepang aku jadi kelihatan jago, karena orang Jepang tidak terlalu fasih berbahasa Inggris. Aku malah sering jadi tempat bertanya tentang bahasa Inggris oleh mahasiswa Jepang S1 yang lagi magang di lab. Bagaimana tidak, tiap hari aku mesti ngomong dengan bahasa Inggris karena bahasa Jepangku belum lancar, dan mau ngomong Jowo nanti gak ada yang mudheng…..  hehe. Dan pronounciation mereka dalam berbahasa Inggris agak payah…

Memang sih ada satu-dua yang pronounciation-nya bagus, tapi yang banyak adalah yang agak aneh di telinga. Makanya bersyukurlah orang Jawa yang lidahnya fleksibel, karena kosa-katanya sangat kaya, mulai huruf hidup yang lengkap : A, I, U, E, O, dan E’ (seperti pada emas), dan huruf mati yang sangat variatif. Ada “to”, tho”, “do”, “dho”, dll. Orang jepang tidak mengenal huruf L dan F/V pada kosa katanya, sehingga mereka agak kesulitan melafalkan “L” atau “V/F”. Aku pernah sangat bingung sekali ketika awal aku di lab, Sensei (profesorku) menjelaskan tentang penggunaan suatu alat dan ia sesekali menyebut istilah yang kudengar seperti “barius”. Dahiku cukup berkerut mencari arti “barius”….. yang kemudian setelah agak lama aku baru sadar, maksudnya ternyata “ values”….  Walah! Dan contohnya masih banyak lagi ..

Orang Jepang juga suka menyerap kata bahasa Inggris untuk dijadikan kotakasa Jepang, tetapi uniknya mereka suka memotong kata-kata tersebut. Department store mereka sebut “depato”. Supermarket menjadi “supa”. Air conditioner (AC) menjadi “eakong”. Convenient store jadi “kombini”. Aneh-aneh aja.

Satu pengalaman menarik adalah ketika suatu kali seorang mahasiswa Jepang kenalanku bertanya dengan lafal yang kudengar seperti ini, “ Ikawati-san, what is the meaning of “erection” ?”  What??! Aku agak terperangah, tapi aku coba untuk memastikan apa yang ingin dia ketahui. “ Let’s give me an example when the word is used!” kataku. Dia bilang “ For example …. “presidential (dia lafalkan “presidenciaru”)  erection”   Walah, walah…… ternyata maunya adalah “election” yang berarti pemilihan, tapi karena dia tidak bisa pronounce “L”, jadinya “erection”.  Lhah, itu kan artinya beda sekali ??……


Aksi

Information

4 responses

13 03 2013
ygdt

gubrak…tak kira bu zullies meh cerita saru e

13 03 2013
Lonk Ana

hahaha lucu juga’ cerita mu ,, aqu jd ketawa sendiri baca nya ,,😀

14 03 2011
IKHSAN

gmana si cara yg mudah kenegeri sakura saya pingin bgt ke sana apa aja saya lakukan tuk pergi kesana

23 11 2009
Ridho

hahahahaha… baru baca ini. wah2 bersyukur aku jadi orang jawa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: