Sehat di usia paruh baya

3 11 2008

paruhbayaYang dimaksud dengan usia paruh baya adalah usia 50-65 tahun, sedangkan usia di atas 65 tahun sudah tergolong lansia (lanjut usia). Pada usia paruh baya, manusia mulai mengalami beberapa perubahan degeneratif fisiologis yang berkaitan dengan kemunduran fungsi tubuh. Perubahan ini dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap penyakit atau terhadap penggunaan obat.

 

Beberapa perubahan fisiologis yang terjadi berkaitan dengan meningkatnya usia adalah antara lain:

1. Perubahan penampilan fisik dan fungsi organ secara umum

  • Terjadi perubahan komposisi antara massa otot dan lemak, di mana volume otot akan berkurang dan akan digantikan oleh jaringan lemak > fungsi dan kekuatan otot menurun
  • Jaringan pendukung kulit berkurang sehingga menyebabkan kulit kering, keriput, dan tidak elastis lagi
  • Rambut mulai memutih karena berkurangnya pigmen melanin rambut, dan juga rambut mulai rontok
  • Cairan tubuh juga berkurang, seringkali dikuti dengan berkurangnya elektrolit tubuh seperti kalium
  • Massa tulang juga berkurang kira-kira 1 % diikuti dengan berkurangnya kalsium > meningkatkan kemungkinan osteoporosis (tulang keropos) dan mudah patah
  • Kepadatan tulang mencapai puncaknya pada sekitar usia 40 tahun, dan kemudian terjadi penipisan secara bertahap pada pria maupun wanita. Penipisan terjadi lebih besar pada wanita menopause, sehingga menyebabkan tulang keropos. Penipisan tulang meningkatkan resiko patah tulang, terutama pada tulang belakang, pergelangan tangan dan pinggul.
  • Perubahan kemampuan lensa mata untuk fokus pada jarak yang berbeda-beda > presbiopi > perlu kacamata
  • Sistem jantung-pembuluh darah (kardiovaskuler) juga berubah. Kekuatan mesin pompa jantung berkurang. Tekanan darah meningkat, peningkatan sistolik > diastolik.
  • Terjadi pengapuran pembuluh darah akibat meningkatnya kadar kalsium pada pembuluh darah dan penebalan jaringan kolagen pembuluh darah > pembuluh darah menjadi tebal dan kurang elastis (arteriosklerosis) > dapat meningkatkan tekanan darah
  • Jika kadar kolestrol tinggi atau mengidap Diabetes Melitus > mudah timbul penggumpalan darah, trombosis > stroke. Lemak juga dapat menempel pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis) > menyumbat pembuluh darah > stroke
  • Terjadi penurunan reflex baroreseptor > hipotensi postural
  • Kebutuhan kalori akan menurun sekitar 5 persen pada usia 40-49 tahun dan pada usia 50-59 tahun serta 60-69 tahun > perlu pengaturan diit yang baik
  • Sebaiknya: perbanyak protein nabati, kurangi lemak, perbanyak karbohidrat berserat tinggi,  tambah dengan vitamin A,D,E untuk mencegah penyakit degeneratif (antioksidan), vitamin B12, asam folat, dan B1 untuk mencegah penyakit jantung, konsumsi makanan yang kaya besi (Fe), Zn, Selenium, dan Kalsium untuk mencegah anemia dan osteoporosis
  • Terjadi penurunan fungsi hepar/hati dan ginjal > proses metabolisme dan pembuangan obat menjadi lebih lambat > efek obat dapat meningkat > hati-hati dalam penggunaan obat

 

2.   Perubahan farmakokinetik
Yang dimaksud perubahan farmakokinetik adalah perubahan respons tubuh terhadap obat, berkaitan dengan proses absorpsi (penyerapan), distribusi (penyebaran), metabolisme (peruraian) dan ekskresi (pengeluaran) obat.

Perubahan ini signifikan secara klinis utamanya pada proses metabolisme dan ekskresi, yang disebabkan karena berkurangnya fungsi hepar dan ginjal sebagai organ tempat metabolisme dan ekskresi obat. Metabolisme adalah proses peruraian obat menjadi bentuk tidak aktif, yang kemudian dielimininasi oleh ginjal melalui urin. Jika kegiatan metabolisme dan eliminasi obat berkurang, maka zat aktif obat menjadi lebih lama berada dalam tubuh, efeknya menjadi meningkat. Jika peningkatan efek tersebut melebihi ambang terapetik maksimum, maka akan mengakibatkan efek yang berbahaya/toksik.

Karena itu, dosis obat yang digunakan pada golongan usia lanjut umumnya harus diturunkan/ disesuaikan menurut kondisi liver dan ginjalnya. Selain itu, penggunaan obat yang banyak (karena komplikasi penyakit) juga harus diwaspadai karena dapat memberatkan kerja liver dan ginjal.

 

3.   Perubahan khusus pada pria dan wanita
Perubahan ini berkaitan erat dengan perubahan hormonal, yaitu berkurangnya produksi masing-masing hormon sex, yaitu berkurangnya produksi estrogen & progesteron pada wanita dan testosteron pada pria.

 

Wanita

Pada usia 50-an, sebagian wanita telah mengalami menopause, yaitu berhentinya haid. Ini menandai berakhirnya kemampuan wanita untuk memproduksi dan hal ini merupakan kejadian normal dalam kehidupan setiap wanita.

 

Gejala-gejala : Sebagian besar wanita mulai mengalami gejalanya pada usis 40-an dan puncaknya tercapai pada usia 50 tahun. Kebanyakan mengalami gejala kurang dari 5 tahun dan sekitar 25% lebih dari 5 tahun.

  • Gejala vasomotor  : Muka merah, keringat malam hari, sulit tidur,berdebar-debar, nyeri kepala.
  • Perubahan emosi    : Gelisah, mudah marah, mudah lupa, sulit konsentrasi, depresi, rasa lelah.
  • Saluran kencing   : Nyeri pada saat bersenggama, kegairahan seks menurun, vagina kering, sering kencing.
  • Kulit & Rambut     : Kulit kering dan tipis, rambut kering, rambut rontok.

 

Penyebab

Menopause terjadi akibat menurunnya kadar hormon estrogen, yaitu satu dari 2 macam hormon yang diproduksi indung telur pada masa reproduksi wanita. Pada saat wanita mendekati menopause, produksi ke dua hormon indung telur tersebut, yaitu estrogen dan progesterone menurun secara bertahap.

 

Yang dapat anda lakukan

Pertahankan hidup sehat dengan olah raga teratur dan makanan sehat.

 

Pengobatan Pengganti Hormon :
Menopause disebabkan rendahnya kadar estrogen. Penggantian hormon ini akan membantu menghilangkan gejala. Tidak seperti pil KB, kebanyakan hormon yang digunakan pada pengobatan tersebut merupakan hormon alamiah. Bahkan mereka yang tidak tahan pil KB, dapat menerima pengobatan ini karena efek sampingnya yang minimal. Cara pemberian estrogen adalah dengan ditelan, melalui kulit (plester & gel) melalui vagina (dapat berupa krem, alat berbentuk mangkuk atau tablet), atau bentuk susuk. Estrogen merupakan hormon yang terpenting dalam regimen pengobatan pengganti hormon. Wanita yang telah diangkat rahimnya, biasanya tidak memerlukan hormon lain, tetapi bagi mereka yang masih mempunyai rahim harus mendapat tablet progesterone selama 14 hari untuk setiap siklus haid. Alasan utama penambahan progesteron adalah untuk mengurangi konsekuensi pengobatan estrogen saja yaitu timbulnya haid tidak teratur dan kanker endometrium (lapisan bagian dalam rahim).

 

Pria

Pada pria, fenomena universal yang dijumpai pada usia 50-an adalah pembesaran kelenjar prostat, yang terjadi dengan bertambahnya usia dan berubahnya keadaan hormon. Kelenjar prostat yang semula kurang dari 20 gram, menjadi lima hingga enam kali lipat lebih besar. Pembesaran dimulai pada usia sekitar 40-an dan terus berlangsung sampai usia 70-an. Pada saat itu, 90% laki-laki mungkin telah mengalami pembesaran kelenjar prostat. Namun, gejala akibat pembesaran prostat hanya muncul pada kira-kira 50% laki-laki saja.

 

Kelenjar prostat mengelilingi urethra, jadi pertumbuhannya yang bertahap mempersempit urethra. Pada saatnya, aliran dari air kemih menjadi tersumbat. Sebagai akibatnya, otot-otot dari kandung kemih menjadi besar dan lebih kuat mendorong air kemih untuk keluar. Meskipun demikian pria dengan pembesaran prostat jinak ini bila berkemih, tidak akan sampai kandung kemihnya kosong sama sekali. Akibatnya, air kemihnya tertahan di kandung kemih, membuat penderita mudah terinfeksi dan membentuk batu. Penyumbatan yang lama dapat merusak ginjal. Pada pria dengan pembesaran prostat jinak ini, obat yang mengurangi aliran air kemih, seperti antihistamin, dapat membuat penyumbatan.

 

Apa tanda-tanda Hipertrofi Prostat Jinak (HPJ)?

  • Sering buang air kecil atau merasa ingin buang air kecil
  • Nokturia (buang air kecil pada malam hari)
  • Sering ingin buang air kecil namun kekuatan dan kaliber alirannya berkurang
  • Pada bagian akhir buang air kecil, urin keluar dengan menetes
  • Rasa masih adanya sisa urin di dalam kandung kemih
  • Mungkin teraba adanya pembesaran kandung kemih
  • Infeksi saluran kemih yang berulang

 

Pemeriksaan

Untuk memastikan apakah pembesaran prostat tersebut jinak atau ganas, perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar prostate specific (PSA), yang juga membantu ditegakkannya diagnosis, juga dapat dilakukan biopsy jarum untuk mengambil contoh jaringan prostat.

 

Deteksi dini

Deteksi dini menjadi hal yang amat penting oleh karena:

  1. Makin dini kanker berhasil ditemukan makin besar kemungkinan sembuhnya.
  2. Kanker prostat seringkali tak menampakkan gejala-gejala sampai sel-sel kankernya merajalela ke bagian tubuh lainnya.
  3. Walaupun tidak cukup sering, kanker prostat kadangkala memberi gejala yang mirip dengan HPJ. Bukan pula hal yang tidak mungkin, jika kedua kelainan ini terjadi bersamaan. Dan, sekalipun HPJ merupakan hal yang lebih sering terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun, pemeriksaan untuk membedakan dua hal di atas perlu dilakukan.
  4. Colok dubur, suatu prosedur pemeriksaan yang sangat sederhana akan memberikan informasi yang cukup tentang kondisi prostat Anda (dilakukan oleh dokter). Colok dubur mesti dikombinasi dengan sebuah pemeriksaan darah pengukur PSA (prostate-specifik antigen), bahan yang diproduksi oleh sel-sel kanker prostat yang kemudian mengalir ke dalam darah. Dua jenis prosedur ini mesti dikerjakan lebih dini, mulai usia 35 tahun, jika seorang saudara atau ayah Anda memiliki riwayat kanker prostat.

 

Pengobatan

  1. Pembedahan, baik untuk HPJ maupun kanker prostat yang masih terlokalisir
  2. Penyembuhan alternatif: khususnya untuk HPJ, misalnya minum jamu, pijat refleksi, berlatih Yoga, terapi akupunktur, dan shiatsu. Mengkonsumsi vitamin E, suplemen seng, diit rendah lemak, membatasi teh, kopi, dan alkohol, adalah nasihat yang direkomendasikan.

 

Hal-hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi HPJ:

  • Latihan kegel– untuk melatih otot dasar panggul. Dilakukan 5-6 kali sehari.
  • Pemijatan – pemijatan prostat yang dilakukan setiap minggu dapat membantu sebagian penderita HPJ.
  • Nutrisi – makan rendah lemak, rendah kolesterol dan berupa diet vegetarian.
  • Hindari konstipasi – makanlah makanan yang mengandung banyak serat.

 

PENUTUP

Menjadi tua adalah suatu proses yang tak dapat dihindari, tetapi dapat diperlambat dengan cara hidup yang sehat :

  • Makanan sehat (plus vitamin dan mineral secukupnya)
  • Olah raga teratur
  • Hindari penggunaan obat berlebihan
  • Pemeriksaan kesehatan (medical check up) yang teratur

 

(tulisan ini pernah disampaikan pada sebuah diskusi panel di Jogja 2002).

 


Aksi

Information

2 responses

19 11 2008
pengobatan alternatif kanker rahim

artikel yang menarik dan bagus…saya nantikan yang selanjutnya ya

7 11 2008
sehat alami

artikel yang menarik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: