Melawan mabuk jalan saat mudik Lebaran…

31 07 2013

Dear kawan,

motion sickness 2Makin dekat Lebaran, pasti banyak yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.  Untuk sebagian orang, perjalanan mudik lebaran tentu hal yang menyenangkan. Tapi buat sebagian lain yang sering mengalami mabuk jalan, perjalanan jauh bisa menjadi penderitaan. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih sering mengalami mabuk perjalanan. Yuk, kita kenali tentang mabuk perjalanan dan bagaimana mengatasinya. Sebuah tulisan recycle dari artikel lamaku, tapi ngga ada salahnya dibaca lagi…

Apa itu mabuk jalan alias “motion sickness”?

Jika  mengacu dari istilahnya dalam bahasa Inggris yaitu “motion sickness”,  di mana motion  artinya gerakan, maka mabuk jalan ini adalah suatu sickness (penyakit, gangguan) yang disebabkan oleh adanya gerakan. Gangguan ini ditandai dengan rasa mual, pusing, atau bahkan muntah ketika berada dalam perjalanan. Penyakit ini merupakan gangguan yang tejadi pada telinga bagian dalam (labirin)  yang mengatur keseimbangan, dan disebabkan karena adanya gerakan yang berulang, seperti gerak ombak di laut, pergerakan mobil, perubahan turbulensi udara di pesawat, dll. Beberapa orang bisa mengalami mabuk perjalanan jika menumpang mobil, bus, kapal, atau pesawat udara. Atau jangan-jangan ada yang mabuk jalan saat naik becak? hehe…. ngga keren banget.. Gangguan ini umumnya akan berhenti sendiri jika gerakan juga berhenti.

Mengapa gerakan bisa menyebabkan mabuk perjalanan?

Adanya gerakan akan dirasakan oleh otak melalui 3 jalur pada sistem saraf, yang akan mengirim signal dari telinga bagian dalam (berupa perasaan terhadap gerakan, percepatan, gravitasi), dari mata (penglihatan), dan jaringan lebih dalam pada permukaan tubuh manusia (yang disebut proprioceptors). Ketika tubuh digerakkan dengan sengaja, misalnya kita jalan, input dari ketiga jalur tadi akan dikoordinasikan oleh otak. Pada beberapa orang tertentu, ketika terjadi gerakan tidak sengaja seperti ketika mengendarai mobil, kadang otak tidak bisa mengkordinasikan ketiga input tadi dengan baik. Adanya konflik dalam koordinasi 3 input tadi diduga menyebabkan orang merasa mabuk jalan atau motion sickness. Konflik input dalam otak ini diduga melibatkan beberapa senyawa penghantar saraf  yaitu histamin, asetilkolin, dan norepinefrin. Karena itu, obat yang bekerja melawan motion sickness adalah obat yang mempengaruhi atau menormalkan lagi kadar senyawa pengantar syaraf ini di otak atau dengan memblok reseptornya.

Bagaimana pengatasan mabuk perjalanan?

Jika Anda termasuk yang gampang mabuk perjalanan, ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah mabuk jalan:

1. Naiklah kendaraan di bagian di mana mata Anda akan melihat gerakan yang sama dengan yang dirasakan oleh tubuh (jadi jangan duduk menghadap ke belakang misalnya, atau di samping, yang tidak searah dengan gerakan mobil). Kalau di mobil atau bus, duduklah di depan dan lihat ke depan. Sebagian orang akan mengalami mabuk perjalanan jika menumpang mobil, tapi tidak mabuk ketika menyopir. Mengapa? Karena pada saat menyopir pandangannya bisa fokus ke satu arah. Kalau di kapal, pergilah ke dek dan melihat gerakan horizon. Kalau di pesawat, duduklah dekat jendela dan melihat keluar. Juga duduklah di bagian dekat sayap, di mana gerakan terasa paling minimal. Jika di kereta api, pilihlah tempat di bagian depan dan dekat jendela.

2. Jangan membaca di kendaraan yang sedang berjalan, ini bisa memicu mabuk jalan. Termasuk juga main game menggunakan tablet atau iPad. Lebih baik mendengarkan lagu dengan mata tertutup.

3. Jangan melihat atau bicara dengan orang lain yang juga gampang mabuk jalan. Kadang mabuk jalan ini bisa “menular”

4. Hindari bau-bauan yang kuat yang bisa memicu mual

5.  Hindarkan makan makanan berat, berbumbu tajam dan berlemak, terutama sebelum dan selama perjalanan.

6. Gunakan obat anti mabuk. Obat yang paling sering dipakai untuk mengatasi mabuk jalan adalah golongan antihistamin. Obat ini bekerja memblok reseptor histamin di otak yang berada di chemoreceptor trigger zone (CTX) yang mengkoordinasikan input2 tadi. Obat ini bisa mencegah mual, muntah, dan pusing akibat mabuk jalan. Antihistamin yang sering dipakai adalah dimenhidrinat (ada berbagai nama paten) atau meklizin. Obat sebaiknya diminum sebelum perjalanan dimulai. Ada studi melaporkan bahwa jahe bisa mengurangi mabuk jalan, jadi bisa juga dicoba minum wedang jahe atau mengulum permen jahe, walaupun mungkin hasilnya akan bervariasi antar orang.

Demikian cara-cara menghindarkan dan mengatasi mabuk perjalanan. Namun tetap jangan lupa membawa plastik untuk tempat muntah jika semua cara di atas kurang berhasil. Jika menggunakan mobil pribadi/keluarga, mintalah hentikan mobil sementara sampai mabuk reda. Selamat mudik lebaran…





Rhinitis alergi

2 12 2010

Dear kawan,

Paparan alergen dapat memicu rhinitis alergi

Pernah ngga kalian bersin-bersin dengan hidung meler ketika menghirup sesuatu misalnya debu, serbuk sari, atau bulu binatang? Kemudian mungkin hidung dan mata terasa gatal? Hidung buntet? Mata berair? Kalau iya, mungkin Anda menderita rhinitis alergi. Apa itu rhinitis alergi? Tulisan di bawah ini membahas tentang rhinitis alergi.

Apa itu rhinitis alergi?

Rhinitis berasal dari kata “rhino” yang artinya hidung, dan “itis” yang artinya peradangan. Jadi rhinitis adalah gangguan peradangan pada selaput mukosa/lendir hidung. Sedangkan alergi adalah penyebabnya. Jadi rhinitis alergi adalah peradangan selaput lendir hidung karena alergi. Istilah lainnya dalam bahasa Inggris adalah “hay fever”. Apa ada rhinitis yang bukan karena alergi? Ya, ada. Rhinitis bisa juga disebabkan karena hipersensitivitas saraf-saraf di sekitar hidung, misalnya terhadap perubahan cuaca, perubahan kelembaban udara, dll. Rhinitis jenis ini disebut rhinitis vasomotor. Rhinitis jenis ini tidak mempan diobati dengan obat anti alergi.

Apa yang terjadi pada rhinitis alergi?

Rhinitis alergi diawali dengan proses alergi, di mana ketika seseorang secara tidak sengaja menghirup suatu alergen (misalnya serbuk sari bunga, debu, jamur, bulu, dll), maka tubuh akan berespon menghasilkan senyawa kimia yang disebut histamin dari sel mast. Histamin akan beraksi pada reseptornya yang berada di saluran nafas (hidung) dan sekitarnya, menyebabkan gejala-gejala seperti tersebut di atas.

Apakah rhinitis alergi bersifat menurun? Hm…. sifat alergi sendiri bersifat menurun. Tetapi jenis alergi yang diturunkan bisa bervariasi. Seorang dengan rhinitis alergi mungkin akan memiliki anak dengan alergi kulit (eksim), atau asma, atau alergi yang lain.

Bagaimana mengetahui apakah kita alergi atau tidak?

Seorang dengan riwayat alergi mungkin bisa mengidentifikasi kapan atau pada kondisi apa ia mengalami reaksi alergi. Umumnya ketika diperiksakan ke dokter, dokter akan menanyakan apakah ada riwayat alergi keluarga, macam alergi yang dialami, dan macam alergen yang diketahui. Selain itu, untuk memastikan apakah seseorang benar menderita alergi, akan disarankan pemeriksaan dengan skin test. Skin test adalah suatu uji dengan menyuntikkan di bawah kulit atau menggoreskan beberapa jenis alergen pada kulit. Biasanya dilakukan pada kulit lengan bawah atau punggung (untuk anak-anak). Kemudian diperiksa apakah pasien memberikan respon positif terhadap alergen tertentu. Dari test itu, sekaligus bisa dipastikan macam alergen yang sensitif bagi pasien. Jika dokter menentukan bahwa Anda tidak dapat menjalani tes kulit, tes darah tertentu juga dapat membantu diagnosis. Tes ini mengukur tingkat zat tertentu yang terkait dengan alergi, yang disebut imunoglobulin E (IgE). Hitung darah lengkap (Complete Blood Count), khususnya jumlah eosinofil, juga dapat membantu mengungkapkan ada-tidaknya alergi.

Apa pengobatannya?

Pengobatan terbaik adalah untuk menghindari alergen. Mungkin tidak bisa untuk sepenuhnya menghindari semua alergen yang memicu, tapi setidaknya kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi paparan alergen. Selain menghindari alergen, ada berbagai obat tersedia untuk mengobati rhinitis alergi. Obat mana yang diresepkan dokter tergantung pada jenis dan beratnya gejala, usia, dan apakah ada kondisi medis lain (seperti asma). Obat-obat untuk rhinitis alergi antara lain adalah:

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan baik untuk mengobati gejala alergi, terutama bila gejala tidak sering terjadi atau tidak berlangsung lama. Antihistamin terdapat dalam berbagai jenis dan merk, dan dapat digolongkan menjadi antihistamin generasi pertama dan kedua. Antihistamin generasi pertama contohnya CTM, prometazin, difenhidramin, mepiramin, yang bersifat sedatif (menyebabkan kantuk). Obat-obat ini bisa dibeli tanpa resep, dan dapat digunakan untuk gejala ringan sampai sedang. Pemberian obat golongan ini perlu dipertimbangkan jika pasien harus berada dalam keadaan waspada/terjaga, misalnya anak-anak yang harus belajar di sekolah, atau orang yang bekerja sebagai sopir atau menjalankan mesin, karena obat-obat ini bisa mengganggu pekerjaannya dengan sifatnya yang membuat kantuk. Antihistamin yang lebih baru, yang digolongkan generasi kedua, relatif tidak menyebabkan kantuk, atau sedikit menyebabkan kantuk. Beberapa ada yang bisa dibeli bebas, sebagian ada yang harus dibeli dengan resep dokter. Contoh obat-obat golongan ini antara lain fexofenadine, terfenadin, setirizin, loratadin, desloratadin, dll, dengan berbagai nama paten. Ada pula antihistamin dalam bentuk semprot hidung, yang berisi azelastin.

Kortikosteroid

Untuk rhinitis alergi yang berat, kadang diperlukan lebih dari antihistamin, yaitu obat golongan kortikosteroid. Kortikosteroid dalam bentuk semprotan hidung merupakan pengobatan yang paling efektif untuk rhinitis alergi. Obat ini digunakan dalam jangka panjang untuk mencegah kekambuhan, tetapi juga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih singkat. Banyak merek yang tersedia, dan cukup aman untuk anak-anak dan orang dewasa.

Dekongestan

Dekongestan adalah golongan obat untuk mengatasi gejala-gejala seperti hidung tersumbat. Obat ini terdapat dalam bentuk semprotan hidung, misalnya adalah nafazolin, tetrahidrozolin, oksimetazolin, dll, tetapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari 3 hari. Hati-hati dengan semprotan hidung yang mengandung pengawet benzalkonium klorida, karena dapat memperburuk gejala. Dekongestan oral yang bersifat sistemik juga bisa digunakan, seperti fenilefrin, pseudoefedrin, atau fenilpropanolamin.

Imunoterapi

Jika obat-obat tadi sifatnya hanya mengurangi gejala (tidak bisa menghilangkan sama sekali sifat alerginya), maka imunoterapi adalah pengobatan yang bersifat menghilangkan sifat sensitivitas tubuh terhadap alergen. Caranya, tubuh disuntik dengan larutan alergen secara teratur dengan dosis yang makin meningkat, sampai tubuh bisa beradaptasi terhadap alergen dan tidak lagi memberikan respon alergi. Namun terapi semacam ini membutuhkan komitmen yang tinggi, karena memerlukan waktu yang panjang, ketekunan menjalani terapi, dan biaya yang cukup besar.

Gitu dulu ya, kawan…. sekedar pencerahan tentang rhinitis alergi.





Melawan mabuk perjalanan…

1 01 2010

Dear kawan,

Selamat tahun baru yaa…… Wish the best for you all…

Tulisan ini menjadi tulisan pertamaku di tahun 2010. Dan aku yakin pasti banyak yang lagi liburan dan mengisinya dengan perjalanan ke tempat wisata atau ke rumah saudara yaa… . Aku sendiri hari ini akan melakukan perjalanan ke Purwokerto nih, my home town, menjemput anak-anak yang lagi liburan di rumah eyangnya.  Sebelum berangkat aku sempatkan menulis ini sebentar.

Ngomong-ngomong tentang perjalanan, ada tuuh..yang  jadi musuh. Iya, … mabuk kendaraan atau mabuk perjalanan. Aduh, sebel banget kan kalo punya kebiasaan mabuk kendaraan alias motion sickness.

 Apa itu mabuk jalan alias motion sickness?

Kalau mengacu dari istilahnya dalam bahasa Inggris, motion = gerakan, maka mabuk jalan ini adalah suatu sickness (penyakit, gangguan) yang disebabkan oleh adanya gerakan. Penyakit ini merupakan gangguan yang terjadi pada telinga bagian dalam (labirin) yang mengatur keseimbangan, dan disebabkan karena gerakan yang berulang, seperti gerak ombak di laut, pergerakan mobil, perubahan turbulensi udara di pesawat, dll.

Mengapa gerakan bisa menyebabkan motion sickness?

Gerakan dirasakan oleh otak melalui 3 jalur pada sistem saraf, yang akan mengirim signal dari telinga bagian dalam (perasaan terhadap gerakan, percepatan, gravitasi), dari mata (penglihatan), dan jaringan lebih dalam pada permukaan tubuh manusia (yang disebut proprioceptors). Ketika tubuh digerakkan dengan sengaja, misalnya kita jalan, input dari ketiga jalur tadi akan dikoordinasikan oleh otak. Ketika terjadi gerakan yang tidak disengaja, seperti ketika mengendarai mobil, kadang otak tidak bisa mengkordinasikan ketiga input tadi dengan baik. Adanya konflik dalam koordinasi 3 input tadi diduga menyebabkan orang merasa mabuk jalan atau motion sickness, dengan gejala mual, pusing, sampai muntah. Konflik input dalam otak ini diduga melibatkan level neurotransmiter yaitu histamin, asetilkolin, dam norepinefrin. Karena itu, obat yang bekerja melawan motion sickness adalah obat yang mempengaruhi atau menormalkan lagi level neurotransmiter ini di otak.

Bagaimana pengatasan motion sickness?

Walaupun ada 3 neurotransmiter yang terlibat, tetapi saat ini obat yang paling sering dipakai untuk mengatasi mabuk jalan adalah antihistamin. Obat ini bekerja memblok reseptor histamin di otak yang berada di chemoreceptor trigger zone (CTX) yang mengkoordinasikan input2 tadi. Obat ini bisa mencegah mual, muntah, dan pusing akibat mabuk jalan. Antihistamin yang sering dipakai adalah dimenhidrinat (ada berbagai nama paten), namun demikian bisa juga digunakan obat antihistamin lainnya. Obat sebaiknya diminum sebelum perjalanan dimulai. Bisa juga sih menggunakan antimuskarinik seperti beladonna atau scopolamin, tapi ini adalah obat lama yang sudah jarang dipakai.

Bagaimana caranya mencegah atau meminimalkan motion sickness?

Jika Anda termasuk yang gampang mabuk perjalanan, ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah mabuk jalan:

1. Naiklah kendaraan di bagian di mana mata Anda akan melihat gerakan yang sama dengan yang dirasakan oleh tubuh (jadi jangan duduk menghadap ke belakang misalnya, atau di samping, yang tidak searah dengan gerakan mobil). Kalau di mobil atau bus, duduklah di depan dan lihat pemandangan. Kalau di kapal, pergilah ke dek dan melihat gerakan horizon. Kalau di pesawat, duduklah dekat jendela dan melihat keluar. Juga duduklah di bagian dekat sayap, di mana gerakan terasa paling minimal.

2. Jangan membaca di perjalanan

3. Jangan melihat atau bicara dengan orang lain yang juga gampang mabuk jalan

4. Hindari bau-bauan yang kuat, makanan yang berbumbu tajam, terutama sebelum dan selama perjalanan.

5. Gunakan obat anti mabuk. Ada studi melaporkan bahwa jahe bisa mengurangi mabuk jalan, jadi bisa juga dicoba minum wedang jahe atau mengulum permen jahe, walaupun mungkin hasilnya akan bervariasi antar orang.

Demikian, selamat berjalan-jalan….

Jangan lupa oleh-olehnya yaa….





Alergi dan pengobatannya

22 11 2008

allergy-skin-test1Alergi pada umumnya memang bukan penyakit mematikan, tapi sungguh menganggu dan mengurangi kualitas hidup. Ketika yang lain boleh menikmati enaknya udang goreng saus tiram, si penderita alergi terpaksa harus gigit jari karena sekali makan udang, sekujur tubuhnya akan bentol-bentol dan gatal. Udang termasuk bahan makananyang cukup sering memicu reaksi alergi bagi orang yang sensitif.

Apa sih alergi itu ? Bisakah disembuhkan ? Apa obatnya ? Tulisan ini mencoba mengupas sedikit tentang alergi dan obatnya. Alergi adalah suatu gangguan pada sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Pada orang yang sehat, sistem imunitas berada dalam keadaan setimbang yang memberikan perlindungan maksimal terhadap gangguan benda-benda asing dari luar tubuh dan meminimalkan reaksi tubuh yang berbahaya terhadap adanya gangguan tersebut. Tetapi pada orang yang alergi, terjadi ketidakseimbangan, sehingga reaksi yang  dimunculkan oleh tubuh menjadi berlebihan, atau dengan kata lain disebut hipersensitif.  Karena itu, alergi disebut juga penyakit hipersensitivitas.

Alergen dan mekanismenya
Penyebab alergi bisa bermacam-macam dan disebut alergen. Pada kasus alergi pada saluran pernafasan, alergen bisa berupa tengu debu, kutu kucing atau anjing, jamur, dll. yang terhirup melalui udara pernafasan. Pada alergi makanan, berbagai macam makanan yang mengandung protein tinggi seringkali menjadi penyebab alergi, seperti udang, telur, atau susu. Obat atau senyawa asing bagi tubuh juga bisa menjadi alergen bagi orang yang hipersensitif. Sulitnya, ketika pertama kali alergi terjadi, seringkali kita tidak bisa dengan cepat menentukan jenis apakah sang alergen tersebut. Selain harus dengan mencermati si alergen, biasanya perlu dilakukan test alergi pada kulit untuk memastikan penyebab alerginya.

Ketika suatu alergen pertama kali masuk ke dalam tubuh kita, ia akan memicu tubuh untuk membuat antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). IgE ini kemudian akan terikat pada sel mast yang banyak tersebar di bagian tubuh kita terutama pada tempat-tempat yang sering kontak dengan lingkungan seperti selaput lendir hidung, saluran nafas/bronkus, kulit, mata, mukosa usus, dll. Sel mast adalah salah satu sel tubuh manusia yang memproduksi dan bisa melepaskan suatu senyawa yang disebut histamin. Pada kondisi ini tubuh kita dikatakan “tersensitisasi”. Pada paparan alergen berikutnya, alergen akan mengikat antibodi IgE yang sudah menempel pada sel mast. Ikatan alergen dengan IgE yang menempel di sel mast ini lalu memicu pelepasan histamin, dan histamin inilah yang kemudian bekerja menyebabkan berbagai reaksi tubuh seperti gatal, bentol, bengkak, sesak nafas (pada penderita asma), batuk, dll., bahkan sampai pada reaksi yang terberat yaitu hilangnya kesadaran yang disebut syok anafilaksis. Syok anafilaksis terjadi karena histamin yang dilepaskan sedemikian banyak sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga terjadi penurunan tekanan darah yang drastis dan menyebabkan pingsan/syok.

Mengatasi alergi
Apakah alergi bisa disembuhkan ? Pada sebagian orang mungkin bisa, ketika sistem imun bekerja semakin baik, contohnya penyakit asma alergi pada anak-anak umumnya bisa sembuh setelah mereka dewasa. Tetapi, sebagian besar penyakit alergi sulit disembuhkan kecuali dengan terapi desensitisasi. Yaitu, terapi yang membuat tubuh semakin kurang sensitif terhadap alergen dengan cara mengeksposnya terhadap alergen dengan dosis yang makin lama makin besar sampai penderita kebal terhadap alergen tersebut. Tetapi terapi ini butuh waktu lama dan cukup mahal. Cara lain yang murah adalah dengan menjauhi pemicunya.  Kalau alergi udang ya tentunya jangan makan udang. Kalau alergi debu ya jangan bermain di tempat yang berdebu dan harus menjaga kebersihan rumah. Lha, kalau sudah terlanjur muncul gejala alergi bagaimana ?

Obat-obat anti alergi yang bisa dijumpai secara bebas di apotek atau toko obat adalah golongan antihistamin. Obat ini bekerja dengan cara memblokir reseptor histamin sehingga histamin tidak bisa bekerja lagi menyebabkan reaksi-reaksi alergi. Obat ini hanya bisa menyembuhkan gejala alergi, tetapi tidak bisa menyembuhkan alergi. Artinya, walaupun sekarang sudah hilang gatal-gatalnya, tetapi jika suatu saat terjadi kontak lagi dengan alergen, maka reaksi alergi bisa timbul lagi. Obat antihistamin yang paling banyak digunakan adalah klorfeniramin maleas atau CTM (chlor tri methon). Obat ini bisa diperoleh dalam bentuk tunggal atau kombinasi dengan obat-obat lain. Pada komposisi obat flu atau obat batuk, sering sekali dijumpai adanya CTM, mungkin karena sebagian kejadian flu atau batuk dapat dipicu oleh reaksi alergi. Obat antihistamin lain adalah : prometazin, difenhidramin, dan deksklorfeniramin. Obat-obat ini termasuk antihistamin generasi pertama yang memiliki efek samping mengantuk. Karena itu, jika menggunakan obat-obat ini sebaiknya tidak mengemudi atau menjalankan mesin-mesin berat. Obat ini dapat dibeli secara bebas di apotek atau toko obat. Antihistamin generasi yang lebih baru adalah antihistamin yang tidak berefek sedatif (mengantuk), contohnya : loratadin, terfenadin, triprolidin, setirizin, dan ketotifen. Obat-obat ini biasanya harus diperoleh dengan resep dokter.

Semua obat-obat antihistamin ini aksinya mirip satu sama lain, tetapi berbeda lama aksinya. Loratadin dan terfenadin misalnya, lama aksinya lebih dari 12 jam, sehingga cukup diminum sehari sekali atau dua kali, sedangkan prometazin dan difenhidramin aksinya hanya 4-6 jam, sehingga harus diminum 3-4 kali sehari. Obat-obat antihistamin bisa diperoleh dalam bentuk tablet, sirup, atau salep. Penggunaannya disesuaikan dengan macam alerginya dan kemudahan pasien menggunakannya. Jika reaksi alerginya hanya bersifat lokal di permukaan kulit, penggunaan salep cukup efektif. Tetapi jika reaksinya luas di seluruh tubuh, penggunaan obat per-oral (yang diminum) lebih disarankan.

Yang penting, amatilah dengan seksama pada saat apa Anda mengalami reaksi alergi, sehingga Anda dapat mengenali benda apa saja yang menjadi alergen bagi tubuh Anda, dan sedapat mungkin hindarilah.

Begitulah, semoga bermanfaat.





Morning sickness…

19 11 2008

Halo para wanita,

Pernahkah Anda mengalami “morning sickness”?

morningsicknessMorning sickness adalah istilah yang merujuk pada gangguan mual muntah pada kehamilan, yang biasanya dialami wanita hamil pada trimester pertama. Istilah ini sebenarnya tidak begitu tepat, karena faktanya gangguan mual ini kadang tidak cuma terjadi pada pagi hari. Bahkan ada pula yang mengalaminya sepanjang hari. Apa sebenarnya penyebab “morning sickness” ?

Walaupun informasi tentang kejadian morning sickness sudah terdokumentasi sejak 2000 tahun sebelum Masehi, patofisiologi pasti mengenai kejadian morning sickness masih belum sepenuhnya diketahui. Para ahli belum memiliki kesamaan pandangan menganai hal ini. Baru-baru ini dalam sebuah publikasi dalam majalah sains Science News bulan Mei 2008, Flaxman, seorang ahli dari Universitas Colorado menyatakan bahwa morning sickness dipicu oleh situasi tertentu, seperti pandangan, bau-bauan, dan rasa dari makanan (daging atau sayuran) yang mungkin akan membawa bahaya untuk janin, termasuk terhadap rokok atau alcohol. Artinya, sesungguhnya morning sickness adalah suatu bentuk mekanisme pertahanan diri baik bagi ibu maupun janinnya. Hal ini umumnya terjadi pada minggu ke-6 sampai 18 kehamilan, yang merupakan periode paling rentan bagi janin terhadap ketidak seimbangan kimiawi.

Jadi, wahai para wanita… janganlah mengeluh jika Anda merasa mual atau bahkan muntah ketika hamil muda, karena itu justru akan melindungi dari paparan makanan/minuman yang mungkin akan berbahaya. Dan ini adalah bagian dari perjuangan seorang ibu, jadi ada pahalanya loh hehe……

Aduh… tapi lemes dong kalo nanti mual dan muntah terus.

Ya, memang morning sickness ini bervariasi bentuknya dari yang ringan sampai berat. Jika sampai terlalu berat dan berlama-lama hingga lewat dari bulan keempat, mungkin perlu penanganan tersendiri. Kejadian mual muntah berlebihan pada waktu hamil disebut ”hiperemesis gravidarum”, yang mungkin dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan), gangguan keseimbangan elektrolit, dan kurangnya asupan nutrisi. Untuk keadaan seperti ini tentu memerlukan penanganan medis, umumnya menggunakan obat antimual dan perlu istirahat total. Jika terjadi dehidrasi mungkin diperlukan cairan infus untuk mengganti cairan yang hilang.

Jika morning sickness masih ringan, bisa diatasi dengan tambahan vitamin B6, baik dari susu khusus atau dengan suplemen vitamin. Bisa juga menggunakan obat golongan antihistamin yang biasa dipakai untuk mengatasi mabuk perjalanan. Obat ini relatif aman bagi kehamilan. Wedang jahe atau sediaan jahe dalam bentuk lain (permen, biskuit, dll) dilaporkan bisa mengurangi mual muntah kehamilan dibandingkan dengan plasebo. Upayakan makan sedikit-sedikit tapi lebih kerap, supaya lambung tidak dalam keadaan kosong namun juga tidak terlalu penuh. Dan manjakan diri dengan makanan yang enak-enak yang ingin Anda santap (tapi yang sehat), karena pada masa ini kadang ibu hamil juga kehilangan selera makan. Kurangi makanan yang berlemak, gantilah dengan sayuran atau jus buah. Hindarkan dari bau-bauan yang mungkin memicu mual muntah. Ada juga lho, yang mual muntah kalau mencium bau suami … hehe… Nah, ini mungkin tanda bahwa pada trimester pertama ini  si janin tidak perlu sering-sering ditengok dulu oleh bapaknya, karena sexual intercourse pada hamil muda juga dapat memicu kontraksi rahim yang bisa menyebabkan janin yang belum kuat pegangannya itu bisa lepas.

Nah, siap hamil/dihamili?








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 458 pengikut lainnya.