Mengenali penyakit wanita, pria perlu tahu juga: endometriosis, myom, dan kista

8 04 2012

Dear kawan,

apa kabar? semoga semuanya baik-baik saja ya… hidup tidak mungkin selalu mulus, sesekali ada riak kecil atau bahkan gelombang besar. Tapi semoga kita semua bisa menjalaninya dengan baik dan kuat. Amien. Termasuk di saluran reproduksi wanita. Tidak selalu normal dan mulus, kadang ada yang benjol-benjol akibat adanya gangguan. Secara kebetulan dalam waktu yang berdekatan ada beberapa kawan yang menanyakan tentang keluhannya..  yang satu tentang endometriosis, yang satu tentang kista ovarium, dan yang satu tentang myoma. Karena itu, kupikir ada manfaatnya untuk mengangkat topik ini dalam tulisanku kali ini…  Aku yakin masyarakat awam kadang masih belum bisa membedakan antara ketiganya. Dan biarpun ini penyakit wanita, pria perlu tau juga loh….. 

Apa bedanya endometriosis, myoma dan kista?

Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan yang mirip dengan lapisan dinding rahim (yang mestinya hanya berada di dalam rahim) ditemukan atau tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid.

Lesi endometriosis dapat ditemukan di manapun di rongga panggul, seperti  pada ovarium, saluran tuba, dinding panggul (peritoneum), ligamen uterosakral,  atau sekat antara vagina dan rektum, dll. Bahkan bisa juga dijumpai pada luka bekas operasi Caesar, bekas luka  laparoskopi / laparotomi, di kandung kemih, usus buntu, dan usus besar. Bahkan pada kasus yang lebih jarang, endometriosis dapat ditemukan di dalam vagina, kulit,  tulang belakang, paru, bahkan otak.

Sedangkan myoma, tepatnya myoma uteri atau disebut juga uterine fibroid, adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), serta submukosa (menonjol ke arah rongga rahim). Mioma bervariasi dalam ukuran dan jumlahnya, kebanyakan tumbuh lambat dan biasanya tidak menimbulkan gejala. Mioma yang tidak menyebabkan gejala tidak perlu diobati. Hanya sekitar 25% dari mioma yang akan menimbulkan gejala dan perlu perawatan medis.

Mioma mungkin tumbuh sebagai nodul tunggal atau dalam kelompok dan terdapat dalam berbagai ukuran, dari 1 mm sampai lebih dari 20 cm. Mioma adalah tumor yang paling sering didiagnosis pada panggul wanita dan merupakan penyebab tersering wanita menjalani histerektomi. Meskipun mereka sering disebut sebagai tumor, mereka tidak ganas dan bukan kanker.

Sementara, kista ovarii adalah berbentuk suatu kantung berisi cairan,  yang bisa kental seperti gel (mucus/lendir), atau bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Jenis kista yang paling sering dijumpai adalah kista follicular. Pada wanita terdapat ovarium seukuran kenari yang terletak pada setiap sisi uterus. Satu ovarium menghasilkan satu sel telur setiap bulan, dan prosesnya mengawali siklus bulanan menstruasi wanita. Telur itu terdapat  dalam kantung yang disebut folikel. Telur tumbuh terus di dalam ovarium, dan pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan untuk implantasi telur yang dibuahi sehingga terjadi kehamilan. Siklus ini terjadi setiap bulan dan biasanya berakhir ketika telur tidak dibuahi, dan jadilah menstruasi.
Dalam gambar USG, kista ovarium menyerupai gelembung. Kista hanya berisi cairan dan dikelilingi oleh dinding yang sangat tipis. Kista jenis ini juga disebut kista fungsional. Kista terbentuk jika folikel gagal melepaskan telur, dan cairan tetap ada di dalam. Ini biasanya terjadi di salah satu ovarium. Kista kecil bisa dijumpai dalam ovarium normal ketika folikel sedang terbentuk. Sebagian besar kista ovarium dianggap fungsional (atau fisiologis). Ini berarti mereka terjadi secara normal dan bukan merupakan bagian dari proses penyakit. Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak, yang berarti mereka bukan kanker, dan kebanyakan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu tanpa pengobatan. Namun, sebagian kista memang ada yang dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium. Jika kistanya berkembang dari endometrium disebut kista endometrium, atau kista coklat.

Apa gejala endometriosis, kista dan myoma?
Gejala penyakit-penyakit wanita ini hampir mirip satu sama lain, yang paling umum adalah nyeri panggul dan perut bawah. Rasa sakitnya sering berkorelasi dengan siklus menstruasi, namun seorang wanita dengan endometriosis juga mungkin mengalami rasa sakit pada waktu lain selama siklus bulanannya. Pada sebagian wanita, walaupun tidak semua orang, rasa sakitnya bisa cukup berat, sehingga membuatnya tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari.
Nyerinya bisa dirasakan sebelum, selama, atau setelah menstruasi; selama ovulasi,  ketika buang air kecil, selama atau setelah hubungan seksual, dan di daerah punggung bawah. Selain itu mungkin juga ada gejala lain seperti : diare atau sembelit (khususnya sehubungan dengan menstruasi), perut kembung (khususnya sehubungan dengan menstruasi), perdarahan berat dan tidak teratur, serta kelelahan.

Gejala yang terkenal lainnya yang berhubungan dengan endometriosis adalah infertilitas. Diperkirakan 30-40% perempuan dengan endometriosis mengalami kekurang-suburan. Untuk memastikan adanya gangguan-gangguan ini diperlukan pemeriksaan USG atau laparoskopi.
Apa penyebabnya?

Penyebab pastinya tidak diketahui, diduga terkait dengan faktor genetik.  Tapi semuanya terkait dengan hormon estrogen, di mana mereka terjadi pada usia reproduktif wanita dan terutama pada saat-saat kadar estrogen meningkat, seperti saat ovulasi, atau saat kehamilan. Myoma dapat turut membesar pada saat hamil, dan mengecil kembali saat melahirkan.

Bagaimana terapinya?

Sebenarnya bisa dikatakan bahwa penyakit-penyakit ini tidak ada obatnya secara khusus. Dalam keadaan tertentu, disarankan dilakukan pembedahan/operasi, misalnya pengambilan rahim (histerektomi), pengambilan kista atau myoma. Namun jika pasien masih menginginkan memiliki keturunan, umumnya dilakukan dulu upaya-upaya lain seperti pengobatan dengan hormon. Karena diketahui bahwa penyakit2 ini terkait dengan peningkatan kadar estrogen, maka pengobatannya adalah bertujuan menekan produksi estrogen dalam tubuh.

Ada beberapa obat yang dapat mengatur level estrogen, yang terkait dengan penyakit2 ini, misalnya : Pil kontrasepsi oral, hormonProgestin/progesteron, GnRH-analog, dan Danazol. Sedangkan untuk nyerinya digunakan obat-obat analgesik. Pada tulisan kali ini hanya akan dikupas 4 macam obat terapi hormonal

1. Pil kontrasepsi atau pil KB

Pil KB terdapat dalam beberapa jenis, bisa merupakan kombinasi atau berisi zat tunggal. Umumnya berisi estrogen sintetik dosis rendah dengan progestagen (progesteron). Obat ini relatif murah dan cukup aman dipakai oleh wanita. Namun seperti semua terapi hormon lainnya, pil KB tidaklah menyembuhkan endometriosis. Ia hanya turut meredakan rasa sakit endometriosis dengan cara menekan menstruasi dan menghambat pertumbuhan endometrium. Karena setiap orang merespon secara berbeda terhadap dosis yang berbeda dari hormon, kadang perlu dilakukan “coba-coba” dengan beberapa jenis pil KB sampai diperoleh jenis yang terbaik efeknya.

Pil KB bisa digunakan dengan cara seperti untuk mencegah kehamilan (dipakai 3 minggu lalu isirahat 1 minggu, dan diteruskan lagi seperti itu), atau diminum setiap hari sampai sekitar 3-4 bulan, diikuti istirahat 1 mnggu. Hal ini tergantung dari gejala dan petunjuk dokter. Secara teoritis, minum pil terus menerus  untuk 3-4 bulan akan lebih efektif menekan endometriosis daripada jika dipakai dengan cara seperti pada pencegahan kehamilan.  Tapi tentunya dengan penggunaan pil KB, kemungkinan untuk hamil menjadi kecil. Jika ingin hamil, obat-obat ini perlu dihentikan.

Pil KB bisa menyebabkan beberapa efek samping, seperti perdarahan vagina yang tidak teratur, retensi cairan, perut kembung, peningkatan berat badan, nafsu makan meningkat, mual, sakit kepala, nyeri payudara dan depresi. Mual dan nyeri payudara biasanya menetap setelah 1-2 bulan pengobatan. Efek samping yang tersisa biasanya hilang dalam beberapa minggu setelah Anda berhenti minum pil, dan Anda biasanya akan mulai berovulasi dan mengalami menstruasi lagi dalam waktu 4-6 minggu setelah minum tablet terakhir.

Pil KB juga bisa digunakan untuk mengatasi kista, dengan cara mengatur siklus menstruasi, mencegah pembentukan folikel yang dapat membentuk kista, dan mungkin mengurangi ukuran kista yang sudah ada. Pada myoma, pil KB tidak mengurangi ukurannya, tetapi membantu mengurangi perdarahan yang berlebih pada menstruasi.

2. Progesteron/progestogen

Progestin adalah kelompok obat yang berperilaku seperti hormon progesteron wanita. Mereka telah digunakan sejak pertengahan 1950-an untuk mengobati gejala endometriosis.  Progestin tersedia dalam beberapa bentuk yang berbeda, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Progestin secara luas dianggap sebagai pengobatan yang efektif untuk gejala endometriosis meskipun tidak semua diindikasikan untuk pengobatan penyakit ini. Namun, seperti semua obat yang digunakan untuk endometriosis, mereka mungkin memiliki efek samping, yang mungkin tidak bisa ditoleransi pada bbrp pasien.  Efek samping ini bervariasi antara berbagai jenis progestin, membuat beberapa lebih cocok untuk terapi jangka panjang daripada yang lain. Ini berarti bahwa  jika satu jenis progestin tidak cocok, bisa digunakan jenis yang lain.

Obat ini bekerja meringankan endometriosis dengan cara menekan pertumbuhan endometriosis. Pada dosis biasanya digunakan untuk endometriosis, kebanyakan wanita akan berhenti ovulasi dan menstruasi selama pengobatan. Dalam 3-6 bulan pertama, banyak wanita akan mengalami spotting, tetapi beberapa mungkin mengalami perdarahan berat atau berkepanjangan. Kemudian, kebanyakan wanita akan mengalami menstruasi yang lebih ringan dari sebelumnya, dan beberapa tidak mengalami.

Kebanyakan wanita mengalami ovulasi dan menstruasi lagi dalam waktu 4-6 minggu setelah menghentikan pengobatan. Pada penggunaan depot medroksiprogesteron asetat, wanita tidak akan mulai berovulasi dan mengalami menstruasi lagi sampai obat telah sepenuhnya hilang dari tubuh mereka. Pada penggunaan suntikan aksi panjang, wanita mungkin akan mengalami penundaan menstruasi yang panjang, dan ada yang mungkin tidak menstruasi selama lebih dari satu tahun setelah suntikan terakhir mereka. Jadi mereka yang masih ingin hamil, tidak dianjurkan menggunakan obat ini.
Efek samping progesterone umumnya tidak serius secara medis, dan sangat tergantung pada jenis obat, dosis, dan respon pengobatan individu. ESO itu antara lain adalah : jerawat, kembung, perdarahan, ketidaknyamanan payudara, depresi, pusing, retensi cairan,  sakit kepala, perdarahan tidak teratur, kelesuan, kemurungan, mual, perdarahan berkepanjangan, bercak,  muntah, dan kenaikan berat badan.

3. Agonis GnRH (Gonadotropin releasing hormone)

Agonis GnRH adalah kelompok obat yang telah digunakan untuk mengobati endometriosis selama lebih dari 20 tahun. Obat ini adalah modifikasi dari hormon alami gonadotropin releasing hormone. Gonadotropin releasing hormone adalah hormon yang memicu sekresi follicle-stimulating hormone (FSH), and luteinizing hormone (LH), yang membantu mengontrol siklus menstruasi. Semua agonis GnRH sangat mirip secara kimia, tetapi mereka terdapat dalam berbagai bentuk, bisa berupa injeksi 3 bulanan, injeksi perbulan, dan injeksi harian.
Pada pemberian agonis Gn-RH secara kontinyu, maka agonis Gn-RH tersebut akan menduduki reseptor di hipofisis anterior, dan mengurangi sensitifitas hipofisis terhadap rangsangan agonis Gn-RH , sehingga terjadi penurunan sekresi LH dan FSH. Akibatnya produksi estrogen dan progesteron oleh ovarium pun akan berkurang (receptor down-regulation).  Wanita  yang mendapat terapi agonis GnRH tidak memproduksi estrogen karena kedua ovarium tidak mendapatkan rangsang gonadotropin yang adekuat; akibatnya kadar FSH dan LH sangat rendah. Aksi agonis GnRH pada terapi endometriosis adalah dengan menekan kadar estrogen dan menyebabkan amenore, sehingga mencegah pertumbuhan endometriosis.

Pada awal pemberian terjadi stimulasi reseptor dan dengan sendirinya terjadi pengeluaran LH dan FSH dalam jumlah besar, sehingga terjadi pemicuan sintesis estrogen dan progesteron di ovarium (flare up). Ikatan reseptor agonis Gn-RH ini sangat kuat (slow reversibility), sehingga meskipun pemberiannya telah dihentikan namun efeknya terhadap tubuh manusia masih ada berbulan-bulan. Karena cara kerjanya yang menimbulkan flare up, dan mengurangi sensitivitas hipofisis anterior, maka analog Gn-RH jenis ini disebut pula sebagai agonis Gn-RH.
GnRH agonist dapat diberikan intramuskuler, subkutaneous atau intranasal tergantung jenis obat yang dipakai. Terapi diberikan berupa suntikan tiga bulanan, satu bulanan dan harian atau semprotan intranasal. Semua agonis GnRH bekerja dengan cara yang persis sama. Bila digunakan terus menerus untuk jangka waktu lebih dari 2 minggu, mereka menghentikan produksi estrogen dengan serangkaian mekanisme. Kebanyakan wanita akan terhenti perdarahannya dalam waktu 2 bulan setelah mulai pengobatan. Namun, beberapa diantara meraka akan mengalami 3-5 hari pendarahan vagina atau spotting sekitar 10-14 hari setelah pengobatan awal. Lama pengobatannya adalah sekitar 3-6 bulan. Beberapa contoh nama obat golongan agonis GnrH adalah buserelin, nafarelin, tripoterelin, leuprorelin, dan goserelin.

Kembalinya ovulasi dan menstruasi sangat bervariasi. Kebanyakan wanita akan mengalami menstruasi dalam waktu 4-6 minggu setelah semprotan terakhir buserelin atau nafarelin, atau dalam 6-10 minggu setelah suntikan terakhir goserelin, Leuprorelin atau triptorelin.

4. Danazol (Danocrine)

Danazol telah digunakan untuk mengobati endometriosis sejak 1970-an dan merupakan obat yang paling umum digunakan pada awal tahun 1980, namun penggunaannya menurun tajam setelah pengenalan agonis GnRH di akhir 1980-an dan 1990-an.  Danazol adalah androgen sintetik. Androgen adalah hormon yang diproduksi oleh testis pria. Mereka bertanggung jawab untuk fungsi sistem reproduksi pria dan perkembangan karakteristik pria, seperti rambut wajah dan suara pria.  Ovarium juga menghasilkan sejumlah kecil androgen.

Danazol adalah pengobatan yang efektif untuk endometriosis, dan memiliki efektivitas yang sama dengan terapi hormon lainnya. Namun, memiliki banyak efek samping androgenik (mirip pria), termasuk berat badan, rambut tubuh meningkat dan jerawat. Adanya efek samping yang tidak menyenangkan dan kecenderungan untuk mempengaruhi kolestrol darah menyebabkannya tidak menjadi pilihan pertama pengobatan untuk endometriosis.

Seperti semua terapi hormon lain, danazol tidak menyembuhkan endometriosis secara permanen, namun ia menekan pertumbuhan dan pengembangan sementara, sehingga penyakit bisa kambuh setelah pengobatan.

Danazol memiliki banyak efek pada tubuh. Gabungan efek-efek Danazol menghasilkan kadar androgen yang tinggi dan estrogen yang rendah dalam tubuh, sehingga menekan pertumbuhan endometriosis. Kebanyakan wanita akan berhenti menstruasi dan berovulasi dengan bulan kedua pengobatan, meskipun ini mungkin tergantung pada dosis yang digunakan. Gejala-gejala endometriosis biasanya mulai berkurang pada akhir bulan kedua. Kebanyakan wanita akan mulai ovulasi lagi dan menstruasi dalam waktu 4-6 minggu setelah pengobatan dihentikan.

Bagaimana dengan terapi herbal?

Terus terang aku sering bingung kalau ditanya tentang terapi herbalnya, karena sejauh yang kutahu belum ada yang diteliti secara klinis pada manusia, dan baru berdasarkan pengalaman empirik, yang mana satu dengan yang lain bisa bervariasi. Salah satu yang pernah ditanyakan adalah apakah ekstrak daun sirsak yang lagi booming saat ini bisa untuk mengatasi myom? Aku kira ini pertanyaan logis, karena penyakit2 tadi seringkali dikonotasikan sebagai penyakit kanker, sehingga obat-obat yg dipromosikan sebagai antikanker diduga bisa menjadi obat-obat endometriosis, kista, atau myom.  Maaf, aku belum bisa menjawab dengan pasti, tetapi begini kawan….. prinsipnya gangguan penyakit tadi adalah disebabkan karena level estrogen yang tinggi, sehingga obat apapun, baik dari herbal atau sintetik, perlu memiliki efek anti-estrogenik untuk bisa mengatasi/mengurangi penyakit2 tersebut. Jadi, herbal-herbal yang memiliki efek anti-estrogenik mungkin bisa digunakan, sebaliknya perlu berhati-hati mengkonsumsi obat-obat yang memiliki kandungan fitoestrogenik karena mungkin bisa memicu kekambuhannya.

Demikian kawan, sekilas tentang penyakit-penyakit wanita.  Semoga bermanfaat yaaa…..

Sumber bacaan:

http://endometriosis.org/

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000914.htm

http://www.emedicinehealth.com/ovarian_cysts/article_em.htm


Aksi

Information

18 tanggapan

3 02 2013
Reza

adakah dampak operasi mioma dengan perlengketan yang terjadi pada usus ?

jawab:
Maaf, saya bukan dokter dan tidak kompeten dalam hal ini. tetapi menurut saya, itu tidak ada dampaknya, karena itu berada pada lokasi yang berbeda. Mohon maaf jika jawaban kurang memuaskan.

24 01 2013
Wedara

Sy sdng mengandung ank ke 3,tp krn suami Sama sekali blm mendapat kerjaan, Saya tidak dapat emeriksakan kandungan Saya.apa dampaknya dok jk hingga lahir nanti Tidak pernah ada pemeriksaan kehamilan Saya?

Jawab:
Pemeriksaan kehamilan adalah untuk memastikan apakah janin tumbuh sehat dan ibunya juga sehat, sehingga jika ada masalah di saat hamil, bisa dilakukan pengatasan. Yang penting asupan makanan harus cukup bergizi. Jika tdk pernah ada pemeriksaan, yah..kita tidak yakin apakah semuanya normal..

16 01 2013
dhika

Bu Zullies….sya sdh menikah kurang lebih 3thn,sya pernah hamil tp trs dikuret krn diluar kandungn,apakah kuret sya ini ada hbngannya dgn endrometriosisi krn sya pernh periksa ad endometriosisnya?
Apakah endometriosis ini bsa tumbuh lgi krn smpe skg sya klo dtg bulan selalu merasakan sakit yang hebat?

jawab:
endometriosis bisa tumbuh lagi, mbak, terutama saat hormon estrogen tinggi. Coba konsultasikan saja ke dokter obsgyn utk pengatasannya.

29 10 2012
tyass

Dear Prof Zullies, menarik sekali ulasannya mengenai endometrium, myom, dan kista. Sekedar sharing saja, sekitar 8 tahun yang lalu, saya pernah terkena myom. Ketauannya saat USG karena saya rutin GCU setiap tahun. Namun menurut beberapa dokter Obsgyn yang saya datangi, myom tersebut tidak perlu diobati atau tindakan khusus karena dianggap letaknya tidak berbahaya dan saya tidak pernah kesakitan saat menstruasi serta siklusnya juga tetap normal.
Namun yang mengkhawatirkan, selama 3 tahun berturut2, myom tersebut terus berkembang dan bahkan di tahun ke-3 ukurannya menjadi 4×2.5cm.
Alhamdulillah saya mendapat informasi dari salah seorang ulama pada saat menunaikan ibadah umroh, untuk minum antioksidan setiap hari.
Di sana saya melihat peserta lainnya minum dan mengusapkan air zam-zam ke perut di depan kabah, sambil berdoa supaya cepat memperoleh anak. Hihihi saya juga ikut-ikutan sambil berdoa supaya myomnya lenyap :)
Setelah 3 bulan rajin minum antioksidan, saya melakukan USG ke 2 dokter obsgyn yang berbeda dan hasilnya myom saya sudah lenyap sama sekali…..sampai dengan saat ini tanpa bekas. Alhamdulillah….
Saya tidak tau mana yang lebih berpengaruh menghilangkan myom, antioksidan itu atau air zam-zam disertai doa saya di depan kabah. Mungkin juga karena kombinasi dua-duanya ya… Wallahu a’lam…..

16 10 2012
Rizky Amalia Permata

bu zullies .. saya baru berumur 17 tahun , kadang perut bagian kanan bawah terasa nyeri , selain itu perut bagian tengah juga nyeri ,kira-kira itu disebabkan karena apa ya bu ?

Jawab:
wah, saya ngga bisa mengira-ira, mbak.. lagipula saya ngga kompeten untuk mendiagnosa. Lebih baik diperiksakan ke dokter saja sekiranya dirasa mengganggu.

14 10 2012
Wulan

Maaf mba,sy mau tnya
sya bru brumur 17thn, tp skrng sy sdng dipusingkan dgn haid yg brkepanjangan,sy bngung bru x ini sya haid smpe 13hr dn blm selesai smpe skrng..kira” knpa y mb?

Jawab:
wah, diperiksakan ke dokter aja, Mbak…untuk dipastikan penyebab dan pengatasannya

25 09 2012
Chandra

salam kenal, mav bu, saya ingin menanyakan tentang keluhan ibu saya, umur beliau sekitar 49 tahun, saat ni ibu saya sedang dipusingkan masalah menstruasinya yang tidak teratur, dlm artian, ketika sudah mendapati waktu menstruasi hnya berlangsung tdk lebih dari 5 hari dan cenderung sedikit”, tapi ketika sudah dianggap selesai ternyata dalam beberapa hari akan menstruasi kembali, begitu seterusnya, hal ini sering terjadi, sudah pernah cek di RS, dari RS 1 dengan yg lain mempunyai beda hasil lab, pemeriksaan pertama disarankan untuk diangkat kandungannya, namun ketika dicek ulang di RS yg berbeda, melalui USG, tidak ditemukan sesuatu yg berbahaya,, sehingga tdk perlu dilakukan pengangkatan rahim. Pada intinya diketahui bahwa rahim ibu saya itu terkena infeksi, dan sempat dilepas alat kontrasepsi spiralnya. namun, hingga saat ini, siklus menstruasi seperti ini masih berlangsung, dan sejauh ini hanya konsumsi obat yg diberikan dokter, walau tak kunjung memberikan perubahan. Apakah mungkin karena spiral tersebut shingga lebih baik mengganti jenis alat kontrasepsi atau bagaimana sebaiknya. mohon saran dan pendapatnya, bu? Terima kasih.

Jawab:
bisa jadi itu akibat alat kontrasepsinya, Mbak. Kadang jika tidak cocok atau mungkin memasangnya kurang tepat, bisa terjadi hal semacam itu. Semoga saat ini sudah mendapat penanganan yang tepat ya.

31 08 2012
Mirda giantina

Ass….bu saya wanita 28 th,sy menikah blm 1 th tp langsung hamil,tpbg bertahan lm sy lagsung kegugran.stlh keguguran haid sy g lancar bhkn sering cm flek coklat aja,kadang sy berfikir hamil tp stlh d cek cmmkelainan hormonal kt dokter.tp td siang sy d usg dlm dan kata dokter sy kena kista dg ukuran 3,79 cm.sy sndr td tau kista jenis apa krn dokter td bilang.sy msh bimbang apa itu kista atau janin soalna bentuknya lain seperti gumpalan darah kt dokternya.sy d beri obat vitamin dan pelancar haid.menurut ibu gmn ya?soalnya temen sy d vonis kita tp sebukan kemudian d periksa lg ternyata malah sudh hamil.

Jawab:
Jika Anda ragu apakah Anda hamil atau tidak, coba juga dlakukan test urin sendiri. DI apotek banyak alat test urin yg cukup sensitif. Kemudian, jika Anda ragu dengan hasil USG dokter Anda, Anda juga bisa minta second opinion pada dokter obsgyn yang lain.

27 07 2012
Farmatika

ulasannya sangat lengkap bu…
izin mengutip ulasan herbalnya ya bu..
bangga nih pernah jadi mahasiswa bu zullies :)

27 07 2012
teguhoed

Selamat pagi bu.. setuju dengan judul artikel ini. Semalam di telpon anak perempuan saya (24th) yang sudah kerja dan belum menikah, yang menangis karena habis periksa ke dokter dan diberitahu bahwa dari hasil USG dia ada “endometriosis”. Yang saya tahu bu, selama ini kalau haid dia sering mengeluh kesakitan (yang mana dianggap biasa, karena mamanya waktu muda juga begitu. dan saya sebagai laki-laki tahunya juga begitu untuk banyak perempuan mungkin begitu).Reaksi pertama saya adalah menenangkannya, agar bisa pulang kost dan beristirahat, sambil bertanya apa itu “endometriosis”, Dia menambahkan bahwa dokternya memberikan obat (gak sempat tanya obatnya apa) , jika sebulan tidak sembuh diminta periksa kembali. Pikiran saya tertuju pada kesehatan reproduksi semacam kista. Maka saya lalu mencari tahu ke “mbah Google”. Memang pintar sekali mbah Google ini, ada banyak link termasuk dalam sumber bacaan yang ibu kutip dan akhirnya yang bahasa “dewek: blog bu Zullies. Yang mau saya tanyakan ke ibu sebagai bapak: 1. Appendixnya sudah diambil karena keluhan sakit di sekitar perut bawah. Apakah karena karena penyakit ini ya bukan akibat usus buntu yang umum? 2. Mungkin yang ditakutkan anak saya adalah akibatnya terhadap kehamilan. Apakah obat-obatan yang diberikan dokter akan dapat mematikan endomtriosis, atau hanya menghilangkan sakit saja? Dan apakah obat-obatan tersebut berdampak pada fertilitas dia nantinya? Terima kasih dan salam.

jawab:
Salam, bapak. Terimakasih sudah membaca blog saya. To the point saja. Saya kurang paham maksud pertanyaan bpk yg pertama. Tapi setahu saya tidak ada hubungannya endometriosis dengan penyakit usus buntu. Utk pertanyaaan kedua, mungkin saja putri bapak mengkuatirkan ttg dampak penyakit ini terhadap kemampuan hamilnya. Ya, saya tidak tau persis obat apa yang diberikan dokter, tapi memang pada umumnya adalah untuk mengecilkan (istilahnya bukan mematikan, ya) endometriosis, yang umumnya berupa obat-obat penekan estrogen. Obat-obat ini memang menekan kesuburan, tapi bukan berarti tidak bisa hamil. Saya sarankan untuk selalu kontrol ke dokter utk terapinya dan jika menikah nanti berkonsultasi ttg rencana kehamilannya. Jika obatnya hanya sejenis penghilang sakit, tentu tidak mempengaruhi fertilitasnya. demikian, bapak, semoga bermanfaat.

2 05 2012
Rianti

maaf sy tambahkan lg bu,
awal sy usg pd juni 2011.stelah itu rutin tiap 2bln skali.trlihat bentuk kista sperti kantung.dokter bilang itu kista simpel.pd awal jnuari ada prubahan baik besar & bentuknya yg sdikit bersekat.slama januari-awal april sy biarkan kista tanpa pngobatan apapun.2bulan trakhir haid hanya flek coklat n sdikit darah.lalu sy konsumsi kapsul daun sirsak slama 3minggu n baru hari ini jam 19.00 sy usg lg kista sy mengecil. apa efektif jika sy meminum pil KB YAZ n kapsul daun sirsak? trims.

Jawab:
Saya kira tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi kapsul daun sirsak dan pil KB, hanya saja baiknya jangan bersamaan. Jika pil KB digunakan pagi hari, maka kapsul sirsaknya sore hari, supaya tidak ada interaksi, walaupun saya juga belum tau persis ada tidaknya interaksinya.

20 04 2012
Anita

Assalamu’alaikum Ibu Zullies, maaf saya ingin bertanya. Mungkin ini tidak menyangkut endometriosis tapi saya rasa yg saya tanyakan ini ada kaitannya.. Bu saya gadis 20 tahun, siklus haid saya tidak teratur & ini sudah saya rasakan semenjak menarche hingga sekarang. Kebetulan saya adlh salah satu mahasiswa Farmasi Univ. Swasta di Malang dan kemarin baru saja saya mendapat kuliah mengenai reproduksi bu. Dari penjelasan dosen tersebut saya berasumsi kalau ketidakteraturan siklus haid saya adalah seperti termasuk “amenore sekunder”. apa keadaan ini berbahaya bu? saya mohon penjelasannya. terimakasih. Wassalam.wr.wb

Jawab:
dear Anita, amenore sekunder adalah tidak terjadinya haid karena adanya suatu gangguan pada sistem reproduksi. Saya kira untuk memastikan penyebab ketidakteraturan haid Anda, perlu diperiksakan lebih teliti kepada ahlinya, dokter spesialis obsgyn. Mengenai bahayanya, saya kira tidak ya…. tapi umumnya mereka yg mengalami amenore akan mengalami gangguan reproduksi, misalnya jadi sulit hamil, dll. Saya sarankan diperiksakan saja ke dokter.

18 04 2012
Martha

selamat pagi, bu..
saya punya tante yang didiagnosa terkena myom, beberapa bulan yang lalu sudah pernah dilakukan operasi, tetapi sekarang sudah tumbuh lagi myomnya sebesar kepalan tangan. kenapa kok bisa yah, bu? sudah diambil tapi bisa tumbuh lagi. lalu sebaiknya apa yang harus dilakukan? saran dokter, harus dioperasi lagi, dan kemungkinan tidak akan memiliki keturunan. mohon bantuan infonya, bu.. trims

jawab:
dear Martha, sifat myoma satu orang dengan yang lain sangat bervariasi. Mungkin pada tante Anda, jaringan otot rahimnya sangat sensitif terhadap faktor pertumbuhan, sehingga mudah tumbuh lagi dan cukup besar. Tergantung bagian mana yang dioperasi, jika yang diambil adalah rahimnya, memang ada kemungkinan tidak akan memiliki keturunan. Saya kira dokter lebih tahu apa yang terbaik untuk tante Anda.

12 04 2012
Nurjannah

Asslmlkm Bu Zullies sy jg di diagnosa olh dr endometriosis ukurannya 4,6 cm apakah bs mengecil dg mengkomsumsi pil KB kombinasi sy takut operasi dan jg umur sy sdh hampir menopouse skg ini sy minum obat noretisteron utk menahan haid krn klw haid sakit hebat apakah obat yg sy minum ini bs jg mengecilkan endometriosis mhn jawaban ibu tq sebelumnya

Jawab:
Ibu Nurjannah,..saya tidak bisa memastikan apakah endometriosisnya bisa mengecil atau tidak, tapi selama tidak terjadi peningkatan estrogen, maka paling tidak endometriosis tidak akan membesar. Obat yang ibu gunakan sudah benar. Apalagi ibu juga menjelang usia menopause, sehingga saya kira nanti keluhan endometriosis akan berkurang. Saya kira ibu tidak perlu berpikir untuk harus mengecilkan ukurannya, selama keluhan sakit haid dan gejala lain teratasi, saya kira dijalani saja, bu, jika ibu memang tidak berani operasi. Tapi lebih baik ibu konsultasikan lagi ke dokter, apakah memang harus dibuang atau tidak.

9 04 2012
lala

bu zullies, 2 bulan lalu saya terbukti memiliki kista di rahim sebelah kiri dan setelah 2 kali menstruasi saya diminta datang kembali ke dokter tersebut dan kistanya masih ada tapi tidak membesar maupun mengecil. dokter menyarankan saya untuk operasi, tetapi saya kemudian periksa ke dokter lain dan dokter tersebut tidak menyarankan operasi melainkan saya diminta mengusahakan hamil karena memang saya belum pernah hamil(1 tahun menikah) dan memberi saya vitamin untuk menambah kesuburan. apakah memang kista pada kasus saya ini tidak perlu dioperasi? apakah kista ini dapat menyebabkan sulit hamil?

jawab:
Dear mbak Lala… saya kira mbak sudah melakukan yang benar yaitu berkonsultasi ke dokter spesialis. Tentu dokter yang lebih tau keadaannya, termasuk jenis kistanya. Saya hanya bisa menambahkan sedikit, bhw salah satu penyebab terbentuknya kista adalah karena folikel gagal melepaskan telurnya, krn berbagai sebab. Hal ini berarti tidak ada telur yang siap dibuahi. Karena itu memang menjadi sulit hamil. Karena itu saya sepakat dengan dokter kedua untuk mengusahakan hamil, semoga nanti kista akan mengecil.

9 04 2012
rani_tea

Mau tanya :
klo wanita terkena kista ukurannya sudah memebesar, seperti orang hamil 3 bulan, apa masih bisa punya keturunan..? adakah obat2 yg bisa menyembuhkannya, selain operasi..?klo dioperasi, apakah masih bisa punya anak..?

Jawab:
Saya kira tergantung jenis kistanya dan operasinya. Jika yang dioperasi/diambil ovariumnya, tentu akan sulit punya anak, karena tidak ada yang menghasilkan telur untuk dibuahi. Tapi kalau masih ada satu ovarium, Insya Allah masih bisa hamil, walaupun kesempatannya tentu lebih sedikit daripada yg punya 2 ovarium. Untuk obatnya saya kira tidak ada. Jika sudah terlalu besar, mungkin dokter akan menyarankan operasi saja.

8 04 2012
metha, apt

saya pernah banyak mendengar dan mendapat bukti dr teman2 juga bahwa kondisi2 tersebut erat kaitannya dgn infeksi TORCH, tidak ada salahnya jika juga melakukan skrinning TORCH.

8 04 2012
Lathifa Bidarani

Bu zullies..kebetulan beberapa bulan lalu ibu saya diketahui trdpt myoma dg diameter 9cm namun dokter tdk menyarankan operasi. Ibu hanya diberi resep Glisodin 1 tab sehari yg isinya ekstrak melon. Ibu juga menginsumsi teh daun sirsak namun tdk bersamaan dg glisodin penggunaannya. Bagaimana terapi ini menurut Bu zullies?

Jawab:
Dear Fafa,
Saya ngga bisa komentar terlalu banyak, tapi setahuku efek glisodin adalah sebagai antioksidan kuat. Mungkin efeknya tidak secara spesifik pada myom-nya, tapi pada kesehatan secara umum. Saya bahkan menemukan informasi bahwa Glisodin juga dipakai untuk osteoartritis. Sekali lagi, myome bukanlah kanker. Selama tidak sangat mengganggu dan sakit, mungkin memang tidak perlu ada tindakan. Apalagi jika usia sudah menjelang menopause, penurunan level estrogen saat menopause akan mengecilkan ukuran myom dengan sendirinya. Jadi ya diteruskan saja tidak apa-apa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 376 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: