Dear kawan,
Seorang kawan dekat baru-baru ini didiagnosa mengalami sindrom nefrotik, yaitu salah satu penyakit gangguan ginjal. Turut prihatin, jeng….. semoga tetap diberi kekuatan dan jalan kesembuhan. Amien. Tulisan ini mencoba mengangkat tentang sindrom nefrotik, semoga bisa menambah wawasan. Ok, … mari kita awali dulu dengan mengenal fungsi ginjal dan strukturnya…
Apa sih fungsi ginjal?

Ginjal, terdiri dari miliaran nefron. Setiap nefron tersusun dari jaringan pembuluh kapiler membentuk glomerulus
Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin/air seni, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Ginjal memiliki struktur yang unik, yaitu pembuluh darah dan unit penyaring. Proses penyaringan terjadi pada bagian kecil dalam ginjal, yang disebut nefron. Setiap ginjal memiliki sekitar satu miliar nefron. Pada nefron ini terdapat jaringan pembuluh darah kapiler (disebut gromerulus) yang merupakan organ filtrasi, yang saling jalin menjalin dengan saluran-saluran yang kecil, yaitu tubulus. Tubulus-tubulus ini pertama kali menerima gabungan antara zat-zat buangan dan berbagai kimia hasil metabolisme yang masih bisa digunakan tubuh. Ginjal akan ‘memilih’ zat-zat kimia yang masih berguna bagi tubuh (natrium, fosfor, dan kalium) dan mengembalikannya ke peredaran darah dan memasukkannya lagi kembali ke dalam tubuh. Dengan cara demikian, ginjal turut mengatur kadar zat-zat kimia tersebut dalam tubuh. Gangguan sindrom nefrotik terdapat pada pembuluh darah kapiler pada gromerulus.
Apa itu sindrom nefrotik?
Apa penyebabnya?
Sindrom nefrotik disebabkan oleh adanya kerusakan pada pembuluh darah kapiler pada glomerulus ginjal yang bekerja menyaring “sampah-sampah” tubuh dan kelebihan air pada darah dan mengirimkannya ke kandung kemih sebagai urin. Bila glomerulus bekerja dengan benar, mereka akan menjaga protein tetap berada dalam darah dan tidak bocor ke dalam urin. Ginjal sehat memungkinkan < 1 gram protein untuk dikeluarkan melalui urin dalam sehari. Pada sindrom nefrotik, glomerulus yang rusak bisa menyebabkan 3 gram atau lebih protein “bocor” ke dalam urin selama periode 24-jam. Sebagai akibat dari kehilangan protein, darah kekurangan jumlah normal protein darah yang diperlukan untuk membantu mengatur cairan di seluruh tubuh. Protein bertindak seperti spons untuk menyerap cairan ke dalam aliran darah. Ketika protein dalam darah menjadi rendah, cairan akan terakumulasi di jaringan tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan.
Sindrom nefrotik dapat terjadi karena berbagai penyakit. Pada orang dewasa, penyebab paling umum adalah nefropati diabetik (suatu komplikasi penyakit diabetes) dan nefropati membran. Namun demikian, penyebab sindrom nefrotik seringkali tidak diketahui. Kondisi ini juga dapat terjadi sebagai akibat infeksi (seperti radang tenggorokan, hepatitis, atau mononucleosis), penggunaan obat-obatan tertentu, kanker, gangguan genetik, gangguan kekebalan tubuh, atau penyakit yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh termasuk diabetes, lupus eritematosus sistemik, beberapa myeloma, dan amiloidosis. Hal ini dapat menyertai kelainan ginjal seperti glomerulonefritis, glomerulosclerosis fokus dan segmental, dan glomerulonefritis mesangiocapillary.
Sindrom nefrotik dapat mempengaruhi semua kelompok umur. Pada anak-anak, kejadian yang paling umum adalah pada usia 2 sampai 6 tahun, dan umumnya merupakan suatu penyakit gangguan system imun. Gangguan ini terjadi sedikit lebih sering pada laki-laki daripada perempuan. Aku pernah membimbing satu penelitian thesis mengenai penyakit ini pada anak-anak dan pengobatannya, dan pada penelitian tersebut dijumpai bahwa sebagian besar adalah merupakan penyakit auto-imun dan semua pasien mendapatkan obat golongan kortikosteroid sebagai imunosupresan dalam jangka waktu lama. Sangat memiriskan……!
Apa saja gejalanya?

Seorang gadis dengan sindrom nefrotik. Terlihat ada pembengkakan wajah (foto kiri), dibanding kondisi normalnya (kanan).
Gejala yang paling umum adalah terjadinya pembengkakan. Ini mungkin terjadi di wajah dan sekitar mata (pembengkakan wajah), pada lengan dan kaki, terutama pada kaki dan pergelangan kaki, dan di daerah perut (perut bengkak). Gejala lainnya antara lain adalah : urin nampak berbuih, peningkatan berat badan, nafsu makan berkurang, dan tekanan darah tinggi. Untuk memastikan, biasanya akan dilakukan beberapa uji laboratorium, antara lain : pemeriksaan kreatinin serum (umumnya akan tinggi), Blood urea nitrogen (BUN), albumin darah (mungkin rendah), dan urinalisis utk melihat kadar protein dalam urin. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kadar kolestrol dan trigliserida darah. Biopsi ginjal mungkin juga diperlukan.
Bagaimana pengobatannya?
Tujuan pengobatan sindrom nefrotik adalah untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi dan menunda kecepatan/progresivitas kerusakan ginjal. Pengobatan terhadap gangguan penyebab kondisi ini juga diperlukan untuk mengendalikan sindrom nefrotik. Pengobatan mungkin diperlukan seumur hidup. Mengontrol tekanan darah merupakan hal yang paling penting untuk menunda kerusakan ginjal. Tujuannya adalah untuk menjaga tekanan darah pada atau di bawah 130/80 mmHg. Obat anti hipertensi seperti Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau angiotensin receptor blocker (ARB) adalah obat yang paling sering digunakan dalam kasus ini. ACE inhibitors juga dapat membantu mengurangi jumlah hilangnya protein ke dalam urin. Kortikosteroid dan obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh juga dapat digunakan. Tingkat kolesterol yang tinggi juga harus ditangani untuk mengurangi risiko masalah jantung dan pembuluh darah. Namun, diet rendah lemak dan rendah kolesterol biasanya tidak begitu bermanfaat bagi orang-orang dengan sindrom nefrotik. Obat untuk mengurangi kolesterol dan trigliserida mungkin diperlukan, obat yang paling sering digunakan adalah golongan statin (misalnya simvastatin).
Pasien dengan sindrom nefrotik juga perlu diet rendah garam untuk mengurangi penahanan cairan tubuh oleh natrium yang menyebabkan pembengkakan di tangan dan kaki. Kadang diperlukan obat diuretik (pelancar air seni) untuk membantu mengurangi cairan tubuh.
Bagaimana prognosis atau kemungkinan kesembuhannya?
Hasil pengobatan bisa sangat bervariasi, sindrom nefrotik ada yang bersifat akut dan jangka pendek, dan ada yang kronis dan tidak responsif terhadap terapi. Macam penyebab dan adanya komplikasi juga mempengaruhi hasilnya. Komplikasi yang dapat terjadi pada sindrom nefrotik antara lain adalah : Aterosklerosis dan penyakit jantung terkait, trombosis vena ginjal, gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronis, Infeksi, termasuk pneumonia pneumokokus, malnutrisi, gagal jantung kongestif, dan edema paru.
Penutup
Hm..keliatan agak menyeramkan ya,….. tapi kalau kita kembalikan pada Sang Empunya Hidup, semua yang dialami manusia itu pasti ada pelajarannya. Penyakit bisa jadi adalah suatu bentuk peringatan Allah kepada umatNya untuk menjadi lebih baik dan sujud kepadaNya. Mungkin ada hal-hal dalam hidup kita yang harus kita perbaiki. “ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” QS: 42, Asy Syuura: 30. “Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah” (QS: 42, Asy Syuura: 31)
Jadi tidak perlu berkecil hati dan berputus asa dari rahmatNya, karena ada Dia sebagai penolong kita, dan Dia akan mengampuni dan mengabulkan doa hambaNya yang bersungguh-sungguh.. ….. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. ….. (QS: 40, Al Mu’min : 60) …Dan dia memperkenankan (doa) orang2 yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh ….. (QS: 42, Asy Syuura: 26).
Dan aku juga meyakini bahwa Allah tidak membebani ummatNya lebih dari kemampuannya…“….Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya…. (QS:2, Al Baqoroh: 286).
Demikian kawan, semoga bermanfaat. Dan semoga kawanku yang sedang menerima ketetapan ini tetap selalu kuat dan bersyukur, dan Insya Allah diberikan kesembuhan yang terbaik. Amien. (didedikasikan utk jeng QQ)
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya sekarang kena penyakit ini. Memang penyembuhan untuk penyakit ini membutuhkan pengobatan dengan jangka panjang. Saya sekarang berada di Jepang. Di jepang apabila kena penyakit ini harus dirawat dirumah sakit, dengan jangka waktu 8 minggu yang mana jangka ini merupakan salah satu keputusan pihak kesehatan di negara ini. Saya sekarang sudah 8 minggu berada dalam masa perawatan di RS, dengan meminum obat kortikosteroid ini. Dengan obat ini dapat menahan penyakit ini walau butuh waktu lama dengan kadar obat yang sudah ditentukan sesuai dengan gejala yang di alami. Memang penyakit ini setelah nanti keluar dari rumah sakit saya harus minum obat terus, sampai kadar obat ini berkurang dan juga dilihat juga gejala gejala nya. Karena penyakit ini bisa kambuh lagi. Obat kortikosteroid plus 2 macam obat lain yang saya minum setiap hari ini dimasa perawtan mempunyai efek efek dari obat tersebut. Misalnya bagi yang tergolong usia muda timbulnya jerawat, atau ada yang sulit tidur dan juga kata dokter bahwa obat ini membuat juga tulang lemah, makany setiap seminggu sekali ditambah lagi satu macam iniobat untuk tulang.
Dalam pengobatan di jepang tentang penyakit ini yang harus dirawat di rumah sakit dengan jangka waktu yang lama. Karena harus dikontrol terus. Tiap hari air kencing ditampung di salah satu mesin penampung, dan juga periksa darah seminggu sekali disini. Obat yang saya minum kortikosteroid ini awalnya berkadar 60 gram ini selama 4 minggu lalu menjadi 50 gram selama 4 minggu, setelah menjadi 40 gram saya sudah bisa keluar dari RS, itupun harus lanjut minum obat ini terus dikurung terus bertahap tahap, karena obat ini termasuk obat keras tidak bisa tiba tiba diberhentikan kata dokter. Harus dirawat dirumah sakit juga karena makanan juga harus dikontrol setelah kena penyakit ini. Baik dari segi protein, koresterolnya dan lain lain, saya tidak tahu gimana system pengobatan di negara kita dengan penyakit ini.
Saya selama disini, sudah 2 bulan tidak balik keruma dan juga tidak pernah turun dari lantai 11 tempat perawatan saya sekarang ini, karena dilarang ama dokter. Karena dengan mengkomsumsi kortikosteroid ini gampang tertular penyakit lain. Makanya kalau ada yang berkunjung usahan make masker. Ginilah jepang negara nya bener bener taat peraturan dan disiplin, apalagi yang menyangkut kesehatan. Saya harap di negara kita bisa lebih teliti, waspada atas penyakit ini.
Sekian maaf kalau ada kata atau kalimat yang salah.
Wassalamualaikum Wr. Wb dan salam dari negeri sakura moga moga yang terkena penyakit ini juga bisa sembuh. Amin
Saya sangat senang membaca tulisan Prof, apalagi dikaitkan dengan agama. saya juga punya teman yang sakit SN, dan saat bertemu selalu saya beri motivasi, “setiap penyakit pasti ada obatnya, jika obat itu sesuai dengan penyakitnya, maka penyakit itu sembuh dengan izin Allah” ( Hadist ) Hadist ini memberi suatu harapan bagi kita, bahwa pasti ada obat, hanya saja ada yang ketemu, ada yang belum diketahui. Dan yang kedua, sakit adalah tanda sayang dan cinta Allah kepada hamba, karena bila si hamba bersabar, maka Allah akan mengampuni dosanya, dan mengangkatnya ke derajat yang tinggi, bukankah ini suatu rahmat? Saya selalu menghiburnya, bila sakit ini akan menjadi jalan ke syurga buat si hamba, apakah si hamba tidak akan rela? Semoga temannya tetap semangat.
Artikel yg sangat bermanfaat sekali,,,,,, Meski dalam hati ada rasa takut,, karna jujur ini pertama kalinya Sy tahu ada penyakit seperti ini,,,,,,,,,,,, Smg Qt smw senantiasa dalam lindungaNya,,, Amin,,,,
kakak lelaki saya telah bertahan dg sindrom nefrotik, selama 16 th. Perjuangannya akhirnya selesai, 27 januari 2012, kakak saya berpulang ke rahmatullah dalam usia 29 th. Semoga Allah menempatkannya dalam tempat terindah.
Terimakasih Infonya, Apapun itu, kembalikan semua Kepada-Nya…
Tewima kasih atas informasinya, sungguh sangat bermanfa’at agar kita bisa berlaku lebih hati-hati…
terima kasih atas infonya bu.
mengenai sn, saat ini sy msi konsumsi obat prednison, cellcep,prazotec.
yang sy mau tanyakan apakah dengan obat ini sdh cukup untuk mengobati sn sy ini?
mohon balasannya.
Jawab:
Prednison dan Cellcept (mycophenolate mofetil) memang biasa digunakan untuk SN, utk menekan respon imun yang berlebihan yang terjadi pada SN. Sedangkan untuk Prazotec, saya kurang paham megapa digunakan karena saya tidak tau persis semua gejala yg Anda alami. Prazotec merupakan obat yg biasa digunaka untuk menekan pengeluaran asam lambung. Bisa jadi obat ini ditujukan utk melindungi lambung dari efek samping penggunaan predison.Pr
terima kasih
anet
ya allah~
terimakasih infonya bu, sy jd ngerti betul tentang sn.
Tadinya aq mau nyari tau tentang fungsi obat methylprednisolone yg di kasih oleh dokter yg mendiagnosa istri saya yg menderita sn yg sudah akut,
riwayat medis istri sy gini bu
–Awal mei 2001 sy menikah(mf ini bukan termasuk riwayat medis)
–akhir mei 2001 istri saya menjalani operasi kencing batu.
–Mei 2008 istri sy terinfeksi di vaginanya setelah melahirkan anak sy.
–dan des 2011 istri sy menderita sn akut
ini Hasil test lab 20/12/2011
Kimia darah
Kolesterol=342mg
Protein=3,3gr
Albumin=1,1gr
Ureun darah=24mg
Triglceride=287mg
Creatnin=1,0mg
Urine
Warna=kuning
Kejernihan=jernih ph 7,0
Protein=+3
Reduksi,urobilin,bilirubin=(-)
Leukosit=1-2
Sel epitel=2-4
Sy mau tanya bu apakah penyakit istri sy dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat
-Methilprednisolone
-folic acid
-furosemide
-ciproflokacin
-dan vitamin B?
Jawab:
Untuk memastikan kesembuhannya tentu saya tidak bisa, tapi berdoa saja semoga sembuh. Saya tidak tau persis apa penyebab SN pada istri Anda, apakah karena terpicu karena infeksi atau karena gangguan imunitas. Yang jelas metilprednisolon memang merupakan salah satu obat untuk terapi SN, yang berfungsi sebagai anti radang dan menekan sistim imun supaya tdk bereaksi berlebihan menghasilkan respon peradangan. Ciprofloksasin adalah antibiotik, mungkin dokter melihat adanya tanda-tanda infeksi pada pasien. Furosemid adalah pelancar air seni, karena umumnya pasien dengan gangguan ginjal memiliki gangguan pengeluaran cairan tubuh. Asam folat dan vit B adalah suplemen untuk membantu metabolisme tubuh. Semoga saja istri Anda bisa segera membaik, ya…. Jangan lupa untuk selalu kontrol dan patuh dengan penggunaan obatnya.
Alhamdulillah…blog ini mulai mencerahkan saya, baru2 ini anak saya chiko umur 2th 11 bln mengalami SN…
Sekarang ini saya terkena syndrome nefrotik, yang ingin saya tanyakan, adakah larangan atau anjuran yang harus dikonsumsi oleh penderita syndrome nefrotik, setelah cek laboratorium ( esbach ), protein saya keluar 4,6 g/24 jam, syndrome yang saya derita ini sdh masuk dalam tahap akut, atau msh ringan atau bahkan kronis? Mohon info jelasnya, dengan penjelasan yang dapat dimengerti, karena kadang penjelasan dengan istilah2 kedokteran tanpa pengertian jelas, membuat pembaca tidak paham. Terima kasih
Jawab:
dear Eka,.. untuk penderita syndrom nefrotik, karena umumnya terjadi penimbunan cairan dalam tubuh, maka disarankan untuk diet garam, supaya tidak menyulitkan pengeluaran cairan tubuh. Untuk istilah akut dan kronis, saya masih sering menjumpai kesalahan persepsi pada masyarakat. Istilah akut dan kronis sebenarnya mengacu pada lamanya kejadian penyakit. Akut itu artinya terjadi dalam waktu cepat atau singkat, sedangkan kronis berarti terjadi dalam waktu lama. Serangan akut umumnya menggambarkan serangan penyakit secara mendadak, dan memang biasanya kondisinya berat. Tentu sulit saya menjawab apakah sakit Anda tergolong akut atau kronis jika tidak mengetahui riwayat medisnya. Namun saya juga perlu menyampaikan bahwa saya bukanlah dokter, saya apoteker, sehingga mengenai penyakit dan diagnosanya, saya tidak berkompeten menjawabnya. Maaf kalau tidak bisa banyak membantu yaa
selamat malam
saya denny …………….baru2 nih sya didiagnosis menderita penyakit SN
apakah penyakit saya bz sembuh??????? Dan mmakanan pantangan buat saya apa saja????????????
Mohon balasannya ya
thanks.
jwab:
saya tidak bisa memastikan bhw penyakit SN bisa sembuh atau tidak, tergantung dari keparahannya dan penyebabnya. Yang jelas memerlukan pengobatan dalam waktu yang relatif lama. Untuk makanan, hindarkan yang asin2 yg dapat meningkatkan penumpukan cairan tubuh..
Terima kasih atas infonya. saya sudah hampir 3 tahun belum pernah lepas dari methylprednisolone karena sering kambuh. Apa aja sih sebenernya yang harus di jaga atau dihindari oleh penderita SN ini?
Ijin share ya bu,,, trimakasih.
Terima kasih atas kepedulian Ibu dalam memberikan pencerahan tentang SN. Sya termasuk salah satu penderita SN tpi saya sndri ga tau sdh sejak kapan hanya baru ketahuan sejak akhir tahun 2007 yg lalu. Selama itu saya terus jalani perawatan intans karan bawaannya terhadap peningkatan kolestrol (LDL) & trigliserida. Kbrhasiln proses perawatan hanya berthn hingga 2 tahun & hingga skarang (pertengahan thn 2011) sdh 2 x rileps. Terakhir saya disarankan untuk melakukan biopsi & dirujuk di RSCM (saat ini belum) untuk mengetahui kondisi ginjal saya. Pertanyaannya: (1). Seberapa jauh peluang kesembuhannya ? (2). apakah proses biopsi merupakan solusi terbaik untuk pendeteksiannya ? (3). Sejauh mana keberhasilan penanganan SN berdasarkan hsl biopsi ? Saya sangat mengharapkan penjelasannya Ibu Sulis, terima kasih & salam hormat selalu…..
jawab:
1. Peluang kesembuhan tentunya tergantung dari keparahan kondisi ginjalnya. Mungkin bisa ditanyakan nanti ke dokter setelah hasil biopsinya keluar.
2. Biopsi adalah salah satu cara utk deteksi gangguan ginjal, utk memastikan di mana letak masalahnya. Jadi memang diperlukan utk menunjang diagnosa yang tepat.
3. Jika hasil biopsinya sudah benar, tentu penanganannya akan disesuaikan. Untuk keberhasilannya tentu saya tidak bisa memprediksikan. Keberhasilan terapi tergantung pada macam terapi yang diberikan. biopsi hanya sebagai penunjang diagnostik saja.
Demikian, semoga Anda mendapat terapi yang tepat dan menyembuhkan. AMien
Alhamdulillah saya sudah semuh dari penyakin SN yg meyerang ku sjak kelas 5 SD – kelas 2 SMA
* Sy pernah punya pengalaman yaitu : Sy mempunyai seorang putri : “Revi komalasari” dia terkena penyakit (SN) dr umur 19 bln, krg dr 2 thn, Pd thn 2003. Putri ku berobat terus menerus n tiada henti meminum obat kortikosteroid (prednison) n sering keluar masuk Rumah Sakit, biasa di RS. Psr. Rebo, Jkt. Dokter mendiagnosis umurnya “pendek” n benar sj di usia 8 thn putriku meninggal dunia di Ruang HCU di RSPR Jkt. Dia adalah putri satu2nya yg ku miliki ketika itu, dia anaknya pintar di sekolah, Thx
kalu baca literatur tentang syndrome nefrotic sprt nya negri, soal nya istri saya mengalami nya seakarang lag pengobatan. pertanyaan saya apa bisa di sembuhkan.
Terima kasih atas informasinya, karena anak saya terkena sindrom Nefritik sejak berumur 18 bulan dan sekarang berumur 12 tahun (kls VII)
Blog favorite saya,,,
Semua isinya bermanfaat,,,
Tulisan menarik, ijin share Bu.
jawab:
silakan, semoga bermafaat
Terimakasih atas info yang Ibu berikan. Smoga menjadi tabungan ilmu yang bermanfaat, pahala yang tak terputus. Aamiin.
Semoga kuat dan sembuh, dgn izin-Nya… Amien.