Penyakit “misteriusku” : arthritis (radang sendi)

3 09 2010

Dear kawan,

Baru kali ini kusempatkan dan kuberanikan menulis lagi di blog kesayangan ini, setelah beberapa hari belakangan aku dilanda cemas. Yah, aku sempat cemas akan suatu penyakit yang “menyeramkan”.., namun alhamdulillah, terimakasih ya Allah, sekarang sudah lebih tenang, dan mudah-mudahan Allah masih melindungiku dari penyakit yang kutakutkan dan aneka marabahaya lainnya. Amien.

Alhamdulillah, sebenarnya selama ini staminaku cukup terjaga, walaupun aktivitas tiada hentinya.  Memang kuakui, aku jarang olahraga secara khusus sih, tapi aku upayakan makan yang sehat dan istirahat cukup. Kadang aku sempatkan menggunakan multivitamin  dan madu jika daya tahan sedang terasa menurun.  Apalagi semester ini load pekerjaan lagi meningkat. Dalam seminggu, ada 4 hari yang harus kuliah jam 7 pagi, dan dalam sehari ada yang harus memberi kuliah lebih dari 1 bahkan 2 mata kuliah.  Belum lagi urusan lain-lain, penelitian, bimbingan skripsi/thesis/disertasi, urusan pengelolaan program Magister, IMHERE, dll.  Tapi sebenarnya asal badan sehat saja, semua itu Insya Allah tidak masalah, karena sudah terbiasa. Kalau kelamaan bengong, jangan-jangan malah jadi sakit hehe….

Nah, hari Senin tanggal 30 Agustus lalu aku pergi ke Makasar untuk menyelesaikan urusan penelitianku yang melibatkan subyek/probandus dari Makassar. Setelah sempat tertunda beberapa kali karena Merpati “ingkar janji” alias membatalkan penerbangan, barulah aku sempat pergi hari Senin itu. Itu pun berangkatnya pada hari Minggunya, take off jam 21 malam dari Yogya. Sampai Makassar sudah menjelang tengah malam WITA. Ngga terasa capek sih… sampai sana segera istirahat setelah menyempatkan sholat trawih. Nah, gejala mulai muncul ketika bangun pagi di Makassar. Sendi-sendi tangan kiri, terutama telunjuk, terasa kaku dan sakit jika ditekuk.  Aku pikir “Ah… paling-paling karena lama tidak bergerak, jadi kaku, siang nanti pasti reda”. Aku pun beraktivitas seperti yang direncanakan di Makasar. Alhamdulillah, banyak dibantu teman-teman di Makassar (trims buat Ochank dan bu Titi yang mengantar dan menemani). Pergi ke Univ Negeri Makassar menjumpai rekan yang telah membantu mengumpulkan subyek penelitian (trims, Pak Oslan), ke Prodia Makassar menyelesaikan urusan pemeriksaan subyek, lalu ke FK Unhas menemui Prof Nasrum dan mengambil hasil ekstraksi DNA, sekaligus sempat “training” ekstraksi DNA di sana. Urusan semua berjalan lancar-lancar saja, alhamdulillah, tapi kekakuan sendiku kok belum berakhir.  Bahkan siang harinya nambah pegal dan kaku di persendian kaki dan punggung kaki. Hmm… kenapa yaa?

Malamnya aku pulang ke Jogja dengan sedikit menahan pegal, sambil berpikir-pikir kenapa. Bangun tidur di pagi hari Selasa di Yogya, kembali kaku-kaku pada jari tangan kiri, dan sekarang nambah yang kanan. Aku mulai cemas, dan berpikir jangan-jangan asam uratku tinggi (walaupun selama ini tidak pernah punya masalah dengan asam urat, dan juga tidak makan makanan yang “aneh-aneh” karena selama di Makassar aku juga tetap puasa). Tapi karena penasaran, saat sahur aku coba-coba minum  ibuprofen untuk radangnya. Bela-belain deh  jam 03.30 pagi pergi ke apotek untuk beli ibuprofen, karena tidak punya persediaan di rumah.

Hari Selasa. Aku mencoba menjalani kegiatan seperti biasa, ada kuliah, rapat, dll.  Kekakuan dan pegel (ngga terlalu sakit sih) sendiku masih terasa. Aku mulai mikir yang enggak-enggak. Hm…kok simetris yaa? Kanan dan kiri. Tangan, kaki, dan kadang seperti terasa di bahu dan lengan. Jangan-jangan……. hmm… apakah rheumatoid arthritis yaa?.  Aduhh,.. aku mulai tambah cemas. Aku kan masih relatif muda (sok muda nih ye….), wanita,….. dan itu memang mirip dengan informasi tentang prevalensi penyakit RA yang lebih banyak dijumpai pada wanita, usia produktif…  Oya, sebelum lebih jauh cerita tentang penyakitku, aku paparkan dulu ttg RA, sehingga kalian bisa tau mengapa aku cemas… (itulah susahnya, kalau tau ttg penyakit, malah jadi lebih cepat kuatir yaa…. hehe..).

Rheumatoid arthritis (RA)

Sebenernya aku pernah menulis sekilas tentang penyakit ini di Blog ini, karena aku pernah memberi materi tentang pengobatan penyakit ini di sebuah seminar di Solo tahun lalu. Tapi mungkin tak ada salahnya aku ulang lagi. Rheumatoid arthritis atau kita kenal sebagai penyakit rematik adalah gangguan sendi yang dicirikan dengan adanya inflamasi dan merupakan penyakit auto imunitas. Sistem imun di dalam tubuh gagal membedakan jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga sistem imunnya akan menyerang jaringan tubuh sendiri, khususnya jaringan sinovial dan jaringan ikat. Penyakit ini bersifat menahun dan sistemik, dan seringkali progresif/terus berkembang. Sebagian besar pasien dengan rematik artritis ini tubuhnya membentuk antibodi yang disebut rheumatoid factor (faktor rematoid). Faktor ini menentukan agresivitas/keganasan dari penyakit.

Berbeda dengan osteoartritis (OA) yang sifatnya lebih lokal, yang umumnya hanya mempengaruhi salah satu atau sebelah saja dari sendi-sendi tubuh, RA ini bersifat sistemik, dan nyeri sendinya bersifat simetris. Hampir semua persendian bisa dipengaruhi. Selain itu, jika OA lebih mempengaruhi tulang rawan, maka RA ini mempengaruhi juga tulang keras, sehingga bisa menyebabkan jari-jari menjadi bengkok. RA yang cukup berat dapat menyebabkan disabilitas (kecacatan) bagi penderitanya, dan sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Nah loo….. serem kan? Penyakit ini merupakan penyakit gangguan imunitas dan umumnya akan berlangsung seumur hidup. Untuk mengatasi ini harus digunakan obat-obat untuk menekan sistem imun agar mereka tidak bereaksi berlebihan, misalnya dengan metotreksat, sulfazalasin, prednison, dll, yang mereka juga bukan bebas dari efek samping yang berat. Makanya aku takut benar…

Back to my story…

Kembali ke ceritaku yang tadi yaa… Selasa berlalu tanpa perbaikan yang berarti. Malam Rabu aku sulit tidur, dan kecemasan meningkat. Sempet nangis juga loh…. dan memohon pada Allah, semoga dihindarkan dari penyakit yang mengerikan itu. Kata suamiku, penyakit itu adalah peringatan dari Allah supaya manusia kembali ingat dan memohon ampun atas segala kesalahannya. Semuanya itu terjadi atas ijin Allah, dan jika Allah menghendaki, akan mudah sekali juga menghilangkan penyakit itu. Asal kita memang sujud kepadaNya. Kekakuan sendi itu mungkin merepresentasikan “kekakuan” kita dalam berperilaku, atau mungkin kekakuan hati dalam menerima nasihat kebenaran. Yah, mungkin juga ya…… aku memang masih banyak salah, sering berjalan dengan semaunya sendiri, sulit menerima nasihat….. astaghfirullohal’adziim… Aku jadi lebih pasrah… dan hanya bisa berdoa semoga Allah berkenan menyembuhkan dan menjauhkan dari penyakit. Semoga dengan itu, aku akan menjadi hambaNya yang lebih sujud. Amien.

Namun bagaimanapun, aku merasa perlu untuk memeriksakan diri ke dokter, untuk memastikan penyakitku dan menghilangkan kekuatiran. Aku mencoba mengontak Dr. Nyoman Kertia, beliau ahli rematologi. Pertama aku sms beliau, menanyakan apakah masih ingat padaku, karena kami pernah bersama-sama mengisi sebuah seminar di Solo. Alhamdulillah, beliau masih ingat, bahkan bilang bahwa beliau hadir pula waktu pidato pengukuhanku. Aku jadi lebih lega. Singkat cerita, sorenya diantar suamiku, aku berkonsultasi dengan beliau di tempat prakteknya, dan kusampaikan kekuatiranku. Beliau menanyakan apakah ada gejala lain yang aku alami, seperti demam, mual, diare, atau yang lain. Dan kukatakan tidak ada, karena memang gejalanya semata-mata hanya kekakuan sendi itu. Aku bilang “ Saya kuatir, karena simetris, dok, jangan-jangan RA”… Beliau menanyakan seberapa lama waktunya dari mulai muncul gejala di tangan kiri terus ke tangan kanan, terus ke kaki. “sekitar setengah hari, Dok” kataku. “Wah, itu terlalu cepat….kalau RA tuh tidak seperti itu, biasanya sifatnya lambat,  butuh waktu sampai sebulan untuk bisa simetris gejalanya. Kalau ini sifatnya akut. ”   Bisa jadi karena virus, kata beliau. Cuma memang masih sulit diperkirakan virus apa, atau penyebabnya apa. “Periksa darah di lab saja ya, untuk memastikan,” begitu saran beliau.

Begitulah, akhirnya segera saja sepulang dari dokter aku menuju sebuah lab klinik untuk pemeriksaan darah. Pemeriksaannya cukup lengkap, mulai dari hematologi rutin, fungsi hati (SGOT, SGPT), fungsi ginjal (BUN, serum kreatinin), fungsi jantung (CK, LDH), asam urat, dan fungsi imunitas meliputi rheumatoid factor (RF, penanda rematoid) dan CRP (C-reactive Protein, penanda inflamasi).   Hasilnya bisa diambil malam itu juga sebenernya, tapi ngga sempat, jadi baru aku ambil paginya. Malamnya sampai beberapa kali aku bermimpi tentang hasil labnya hehehe…… yang terutama sekali adalah hasil tentang rheumatoid factor (RF)nya. Aku bermimpi  bahwa RF-ku negatif atau normal.

Hasilnya?

The dream comes true… (lebay banget…), alhamdulillah… semua parameter hematologi, fungsi hati, ginjal, jantung, asam urat, semua berada dalam rentang normal. Dan yang lebih penting, nilai RF-ku normal, di bawah < 8 U. Tapi memang nilai CRP-ku tinggi, yakni 24 mg/L dari yang seharusnya < dari 6 mg/L. Segera saja aku searching informasi tentang CRP. CRP adalah suatu protein yang meningkat kadarnya pada keadaan peradangan di dalam tubuh, namun memang tidak bersifat spesifik menunjukkan jenis penyakit tertentu. Semua jenis peradangan dalam tubuh, misalnya karena infeksi atau penyebab lain, dapat meningkatkan kadar CRP. Sorenya ketika konsultasi lagi dengan dokter, beliau bilang bahwa kemungkinan besar sih bukan RA, tapi memang ada peradangan sendi yang belum diketahui penyebabnya. Di sisi lain, aku merasa sudah lebih baik walaupun masih sedikit terasa kaku dan sakit jika ditekuk. Tetapi hati sudah lebih tenang. Hari itu aku sengaja tidak minum obat apa-apa untuk mengamati progres penyakitku, yang alhamdulillah mulai berkurang. Mudah-mudahan akan makin baik lagi dan recovered seperti sedia kala, Amien. Oya, dokter Nyoman ngga mau dibayar…aduh… jadi ngga enak nih. Makasih banyak, ya, Dok.

Tentang Sari dan RA-nya

Oya, … ada potongan peristiwa menarik ketika aku antri nunggu giliran dokter pada hari Kamis sore itu. Waktu itu datang seorang pasien, masih muda, wanita, dengan langkah pelan agak terpincang-pincang, terlihat lemah, duduk di salah satu bangku di ruang tunggu. Seorang di sebelahnya bertanya, “Sakit apa, Mbak?”.Rheumatoid arthritis, Bu”…. Wah, langsung deh aku tertarik untuk mengetahui lebih lanjut pengalamannya. Ketika ibu yang di sebelah mbak pasien tadi dapat giliran masuk ruang praktek, aku segera menghampiri gadis tadi dan “mewawancarainya”…hehe. Inilah hasilnya.

Jari-jari tangan Sari, sudah mulai bengkok karena RA

Namanya Sari. Usianya sekarang 29 tahun, sudah menikah 3 thn yang lalu. Ia menderita RA sejak sekitar 7-8 tahun yang lalu, katanya setelah lulus kuliah/sekolah. Gejala awalnya adalah bengkak pada lutut. Ketika pemeriksaan cukup lengkap, akhirnya ia didiagnosis RA. Sejak itu ia rutin harus berobat, sempat berobat dengan obat suntik, tapi belakangan sudah tidak lagi, cukup dengan obat minum. Pernah mendapat obat metotreksat, tapi tidak tahan efeknya. Saat ia datang ke dokter kemarin pun gara-gara ia merasa sesak nafas, yang diduganya akibat obat. Bahkan beberapa hari sebelum ini ia harus opname di RS karena rasa sesaknya itu. Selain itu, dadanya sering terasa panas. Tubuhnya kurus. Aku melihat jari-jarinya sudah mulai bengkok. Aku menanyakan bagaimana dengan kakinya. Ia bilang bahwa kakinya pun juga sudah tidak terlalu lurus lagi, sehingga ia tidak bisa normal berjalan. Ia cukup terbuka bercerita dan pasrah dengan penyakitnya. Aku malah jadi terharu, dan mencoba membesarkan hatinya bahwa ini adalah takdir yang harus diterimanya. Katanya, “ iya, Mbak… saya sih pasrah saja, dan saya ikuti semua aturan dan saran dokter untuk kesembuhan penyakit ini”.  Aku malah sempat meminta ijin untuk memotretnya, terutama tangannya, dan ia mengijinkan ( insting “wartawan”ku muncul hehe…. dengan tujuan mau ditulis di blog)… Trims, ya, Sari, atas share-nya. Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk kesembuhanmu. Amien.

Demikianlah, kawan…

Saat aku menulis ini, kaku-kaku di jari tangan kiri dan kananku masih ada sedikit, terutama pada jari telunjuk. Dokter meresepkanku obat herbal yang berisi kurkumin. Tapi mudah-mudahan, Insya Allah, semuanya akan baik-baik saja. Oya, aku katakan misterius, karena sampai sekarang aku dan dokter-pun belum tau apa penyebabnya, kok tiba-tiba ada serangan radang sendi akut ini. Namun betapapun aku masih meyakini bahwa penyakit adalah peringatan Allah kepada ummatNya, untuk kembali ke jalanNya. Semoga hamba bisa menjadi hambaMu yang lebih baik dari hari ke hari, ya Allah. Amien. Terimakasih doa teman-teman di FB yang sudah turut melegakanku. Aku menulis ini untuk berbagi saja, siapa tau ada manfaatnya.

About these ads

Aksi

Information

52 responses

20 08 2014
Tedy Irwansyah

thanks mbak sangat informatif ceritanya…

9 08 2014
shinta

Thanks mbak buat sharingnya..
Gejala suami saya mirip kaya mbak,tapi ada ruam seperti digigit nyamuk sangat banyak mulai dari pangkal paha sampai dengan kaki..apa ada ciri spt itu juga untuk RA atau mgkn itu jenis peradangan lain?
apakah ada email mbak?
thanks

Jawab:
Saya tidak bisa memastikan mengenai jenis peradangan suami Mbak. Untuk menegakkan diagnosa RA memerlukan pemeriksaan lab lengkap terkait dengan beberapa antibody seperti Rhematoid factor dan CCP. Bisa jadi karena jenis peradangan yang lain. Untuk RA biasanya ditandai dengan bengkak pada persendian.

14 07 2014
成光

sebelumnya terima kasih atas penjelasan yang sangat bermanfaat ini, bisa di beri saran ke dokter mana harus saya konsultasi masalah penyakit ini

Jawab:
untuk nyeri-nyeri sendi, sebaiknya duperiksakan ke dokter spesialis penyakit dalam dengn subspesialisasi rematologi

13 07 2014
Inna

Sy mau share yg sedang sy alami skrng mba Zullies. Kemarin swaktu sy bangun saur sy merasakan sakit di pergelangan tangan kanan yg terasa smpai ke jari2, tp itu msh bs sy abaikan krn sy merasa tdk trlalu mengganggu walaupun pd saat salat subuh sy tdk bs bertumpu pd telapak tangan sy sblh kanan saat sujud krn sakitnya terasa. Stlh itu sy melanjutkn tidur.
Swaktu sy bangun trnyata sakitnya makin menjadi dn bagian2 tubuh sy yg lain jg ikut kena. Pergelangan tangan sy sebelah kanan sakit seperti terkilir, klo sy putar sakitnya minta ampun dn sy tdk bs memegang apapun dng tangan kanan sy. Jari telunjuk tangan kiri sy sakit sekali dn terasa sakit jg di pergelangan tangannya walaupun tdk trasa sprti terkilir. Bagian pinggang sebelah kanan belakang sakitnya jg sampe sy ga bs brgerak utk bangun dr tempat tidur dn bikin dada sy terasa sakit saat sy brusaha bangkit. Sy jdi sprti robot saat berjalan krn nahan sakit. Sorenya sy terkena demam hebat, bdn menggigil, kepala rasa berputar, susah brgerak krn rasa sakit dibagian2 yg sy sebutkn td, tp sy msh melanjutkn puasa krn mrasa tanggung kalo dibatalkn. Akhirnya sy hanya mengkonsumsi obat Paracetamol dn Neurodex -hasil ikhtiar sendiri- krn sy ga pergi ke dokter. Proses sembuhnya sih lama krn sampe sy nulis komen yg panjang ini sy msh tergolek di tmpt tidur, lemas krn demam yg turun naik, tp rasa sakit dibagian tubuh yg sy sbtkn diatas berangsur reda walaupun msh ada rasa sakitnya, tp mendinganlah. Menurut mba, sy terkena sakit jenis apa ya?

jawab:
Berapa lama sudah sakitnya, Mbak? maaf saya bukan dokter, jadi tidak punya kompetensi untuk menjawab jenis sakit mbak. Tapi setahu saya, spt yg disampaikan oleh dokter saya dulu, kalau kejadiannya cuma sekitar 1-2 minggu, artinya bukan kronis/jangka panjang, bisa jadi kena serangan virus saja. Tapi jika kejadiannya berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, ada kemungkinan gangguan rematoid artritis atau sejeninsya. Mudah2an segera sembuh yaa…. Jika tidak sembuh, sebaiknya diperiksakan ke dokter ahlinya, khususnya rematologi

11 07 2014
Murti Andrini

Assalamualaikum wr.wb
Dear mbak Zullies
Saya membaca artikel mbak…mirip seperti yang ku alami saat ini, sendi2 saya terasa kaku semua terutama pd saat bangun tidur, tdk peduli pagi,siang maupun malam, bahkan bangun dr dudukpun rasanya sakit sekali. Saya sudah sering ke dr umum, waktu itu sy diberi obat, nyerinya sembuh setelah diberi obat. Nanti 2-3 minggu kemudian nyerinya kambuh lagi. Akhirnya sy putuskan untuk pergi ke lab, menurut sy mungkin kolesterol atau asam urat sy tinggi ( krn dulu th 2010 waktu periksa lab LDL sy agak tinggi) ternyata benar LDL sy 296 HDL sy cuma 35 ( Sy seorang ibu berumur 50 Th). Akhirnya sy pergi ke dr specialis dalam dan diberi obat untuk diminum selama 10 hr, tp rs nyeri pada persendian sy belum berkurang sama sekali.
Mbak zullies sebaiknya sy periksa ke dr apa?
Terima kasih sebelumnya.
Wasallamualaikum wr wb.

Jawab:
Dear Ibu Murti, saya sarankan untuk memeriksakan pada dokter spesialis penyakitd alam subspesialis reumatologi. Anda berdomisili di mana? Coba cari di RS yg besar, biasanya sudah ada ahli rematologi.

10 07 2014
Dessy Ratnasari

salam kenal saya dengan Dessy Ratnasari, saya mengalami yang sama…dan saya dah ada sekitar 3 mg sesudah saya periksa darah…tigleserid 462, asam urat, kolesterol…alhamdulillah semuanya turun…cm kaki dan tangan saya pada sakit kaki seperti yang mba bilang, d obat sudah, d terapi sudah….balas k cantik.cy80@gmail.com. Mksih

jawab:
Semoga sekarang sudah sembuh, ya mbak Dessy…

8 07 2014
dhani halimanti

Menarik mba.. lengan kiri saya kaku gak bisa gerak.gerak dikit aja ngilunya ampun2. Serba salah apalagi buat tiduran sakitnya luar biasa. Apa sy mengidap seperti embak? Makasih. Oya baiknya sy ke dokter spesialis apa.

Jawab:
Dear mbak Dhani, jika rasa ngilunya bertahan lama, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Lebih bagus lagi jika dokter spesialis penyakit dalam ahli rematologi.

3 07 2014
Vitria Khanza

ass…. sekedar share aja saya juga punya penyakit radang sendi, semua sendi ruas2 jari tangan dgn jari kaki, lutut sakit semua dan ngilu apalagi kalo di pegang sangat hebat sakitnya” akhirnya saya ke dokter umum puskesmas di aknosa atritis saya di kasih obat2an tapi setelah saya minum kurang ada perubahan, udah tes darah juga rekomendasi dari dokter tapi semua darah di cek normal sampaih menghabiskan uang 700ribu di prodia, setelah 3 bulan saya memutuskan untuk minum obat herbal, saya cari2 di internet obat herbal untuk nyeri sendi, alhamdulullah nyeri sendi saya ada perubahan sedikit2 ilang sakitnya dan obat herbal yang saya minum adalah Jelly gamat gold, bahan dasarnya katanya dari tripang hewan laut rasa obatnya juga ngak enek kaya rasa daun pandan dan sekarang alhamdu sakit saya dah ilang tapi nanti kalo sakit lagi ya saya beli obat itu lagi, abisnya saya cape ke dokter di kasih obatnya banyak banget, udah abis nanti di coba lagi dengan obat lain jadi males minumnya”, sampai saat ini saya blm tau kepastian sakit saya, hanya terkaan dokter saja atritis. yg sekarang saya lakukan adalah mempertebal keimanan dan yakin pada 4JJI bahwa semua penyakit pasti ada obatnya.

18 02 2014
ucha rioninda

Assalamu alaikum mbak…
Sy dr sulsel tepatx di kota tambang Soroako.
Pengen curhat jg nih ttg RA.
Kebetulan sy panderita RA.2 tahun lalu sy di vonis oleh dokter menderita RA.
Betul yg dibilang sm dokter Nyoman, sbelum mengalami nyeri sendi, selama 2 bulan sy demam,mual dan diare. Sy bawa ke RS kata dokterx sy terkena thypus, tp obat yg dikasih koq gak mempan jg yah…malah sy sdh minum obat2an herbal u/penyakit thypus Łάþi tetap gak sembuh. Setelah 2 bulan itu muncul nyeri pada sendi kaki dan tangan. Ruas2 jari sy bengkak dan merah. Sampai pada akhirnya sy tidak bs brjalan, telapak kaki sy nyeri hebat saat menyentuh lantai. Besoknya sy konsul ke dokter internis, sy di suruh tes lab. Dokterx curiga kalo sy mengidap RA, akhirx sy dikirim ke makassar untuk hasil yg lebih meyakinkan. Setelah ktemu prof Edu di RS sy di kasih metotreksat dan bnyk obat lainx. Kata prof edu, syukurlah perobatan ibu ditanggung sm perusahaan krn pengobatan untuk RA sangatlah mahal. Sy menangis dan sy baru sadar seberapa brbahayanya penyakit sy. Sy langsung ingat sm keluarga kecilku yg sy tinggalkan di soroako.
Prof Edu tetap memintaku semangat menjalani hidup. Krn smua sdh digariskan Allah SWT.
Akhirx sy pulang ke soroako.
Sy konsul lg sm dokter di RS, dia bilang sy gak boleh hamil selama sy mengkonsumsi metotreksat.Sy bingung jadix. Di satu sisi sy masih mau hamil krn anak sy baru satu. Di sisi lain saya butuh obat ini. 6 bulan mengkonsumsi metotrexat sy brhenti total, krn ada teman sy yg menyarankan u/minum produk K-Link namax epicor yg gunax u/menekan imun jgn smpai meningkat. Alhamdulillah…sy tidak perlu lg mengkonsumsi obat2 kimia brbahaya.
Nyeri2 sendi masih sering tp gak terlalu mengganggu.
Mudah2an teman2 lain yg pnya penyakit sperti saya, tetap semangat menjalani hidup, ikhlas menerima setiap cobaan dan musibah yg datang. Insya Allah, kesabaran dlm menghadapi penyakit sebagai penghapus dosa kita. Amiiinn..

Salam,
Ucha di Soroako..

2 01 2014
rina

Selamat pagi mba…
Saya mengalami sakit di belakang lutut dan belakang siku sejak berumur 5 tahun…sebelumnya sy pernah periksa kedoktr katanya cuma kecapean…skrg umur saya 24 tahun dan sejak setahun yg lalu setiap bagun tidur bahu saya akan terasa sakit.. Akhirnya saya memeriksakan diri kedokter rheumatologi,,saya diminta untk tes hema lengkap,jantung,hati,ginjal,RF,CRP,ANA,Anti DNA dan CCP..hasil RF saya memang tinggi,ANA saya juga positif,laju endap darah juga melebihi normal..krn itu dokter memvonis sy RA dan diminta untk tes CCP akan tetapi hasilnya negatif.. Selain itu saya tidak pernah mengalami pembengkakan pada jari dan yg selalu terasa sakit hanya bahu,lutut dan siku… Mohon infonya mba apa gejala RA memang bisa seperti yang saya alami..
Terimakasih…

Jawab:
Dear mbak Rina, maaf saya bukan dokter, jadi tidak punya kompetensi utk mendiagnosa. Test CCP memang cukup selektif utk menentikan diagnosis RA, namun bbrp pasien RA kadang ada juga yg CCP-nya negatif. Dengan ANA positif, ada kemungkinan mengarah ke Lupus, Mbak, walaupun harus dipastikan lagi dengan test anti Smith antibody dan anti-double stranded DNA, serta gejala yg lain. Gejala RA memang berkembang perlahan, dan lama-lama nanti menyebar ke berbagai pesendian secara sistemik/menyeluruh. Bisa jadi memang saat ini memang baru pada bahu, lutut, dan siku. Semoga bisa segera mendapatkan ketetapan diagnosa yang tepat dan pengobatan yang sesuai, Mbak.

1 01 2014
Rina

Sakitx disertai demam gak?
Soalnya saya berp hari ini lengan kiri saya sendinya sakit bngt menyebar ke jari lengan kanan dan kaki serta demam.

jawab:
saya dulu tidak disertai demam, Mbak..

29 11 2013
erlina

salam kenal mbak zulies…. gmn kbr kaku2nya skrng? smg sdh membaik ya….
saya saat ini sdg mengalami hal yg sama, usia saya 32 th, ibu rumah tangga dg 1 anak balita…. sdh 2 minggu mengalami radang sendi… minggu pertama periksa ke dokter blm ada diagnosa, jd hanya diberikan vitamin dan obat penahan rasa nyeri. minggu kedua setelah obat habis, nyeri itu msh ada, saya kembali periksa dg dokter yg brbeda, belom ada diagnosa jg, cm dokter kali ini menjelaskan tentang autoimun yg mungkin menyerang persendian saya, dokter jg bilang bisa jd krn saya alergi cuaca yg saat ini bs dibilang ekstrim…. saya ,hanya diberikan obat pereda nyeri lg, dan disecarik kertas untuk test lab jika obat habis tp nyeri msh trasa…. saat saya baca, disitu ada diagnosa smntara yaitu RA, test yg hrs dilaksanakan adl serologi ; CRP, RAF dan ASTO. krn obat belom habis jd belom dilaksanakan…
saya langsung googling apa itu RA, hasilnya…. wow ngeri jg ya penyakit ini. penyebab belom jelas, obatnya pun belum ada…. na’udzubillahi mindzalik, smg qt dijauhkan dr berbagai macam penyakit. amin….
yg ingin asaya tau, brapa lama sih radang sendi ini berkembang dan bisa benar2 didiagnosa RA… mungkin saja hasil konsultasi mbak Zullies dg doktr Nyoman bs membantu rasa penasaran saya…
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak trimakasih…
salam….
erlina

Jawab:
Dear Mbak Erlina,
Bagaimana hasil lab-nya sekarang? semoga tidak ada masalah ya.. perkembangan radang sendi untuk bisa didiagnosa RA mungkin bisa sampai bulanan ya.. Tapi jika hasil lab sudah ada, dokter bisa dengan lebih cepat memastikan penyakitnya. Untuk RS, pemeriksaan yang lebih khusus adalah dengan anti-CCP. Cobalah anda tanyakan ke dokter mengenai pemeriksaan ini.

18 11 2013
Mirra

Selamat sore, bolehkah saya mengunakan tulisan diatas sebagai referensinsaya di Academic Writting saya. Trimakasih :)

Jawab;
Silakan, tapi jangan lupa cross check dengan literatur ilmiah yg relevan..

27 10 2013
Lusye Marda

Dear mba zullies

mba, sy mengalami juga radang sendi.di mata kaki seblah kiri sy bengkak dan kemerahan. Kalo dipake jalan makin lama makin bengkak.sy sh kr dokter tulang dan sendi (krna awalnya sy pikir ada mslh dgn sendi sy) tp dr hsl konsultasi dan hsl rontgen sendi di mata kaki sy dlm keadaan normal…dokter hnya menganjurkan tes alergi..oya selain bengkak di mata kaki juga ada benjolan dr bawah kulit yg berwarna merah dan perih jika disentuh…oleh krna melihat itu dokter menganjurkan sy tes alergi..tp stlh 3 hri sy minum obatnya dan ga ada perkembangan malah kaki sy makin bengkak krna sy msh rutin kerja,maka sy berhenti minum obat dr dokter. Akhirnya sy coba ke dokter spesialis penyakit dalam..sy minta agar dokter melakukan pemeriksaan darah sy tapi dokter hanya memberikan obat anti radang dan anti nyeri yg hrs sy hbskan dlm 5 hari..stlh hbs barulah sy disuruh balik ke doktet…tapi krna sy kecewa pd dokternya dan sy ragu utk balik maka sy ga balik lg ke dokter itu..kira kira sebaiknya sy ke doktet spesialis apa ya mba?
Makasib mba bt shrae nya di blog…sgt bermanfaat

Jawab:
bagaimana hasil tes alerginya, mbak? saya malah belum melihat hubungan antara gejala radang yg Mbak alami dengan alergi. Jika masalahnya adalah persendian, anda bisa konsultasi ke dokter ahli penyakit dalam subspesialisasi rheumatology. Untuk pemeriksaan lab, anda bisa periksa atas keinginan sendiri tanpa harus diperintahkan dokter. Mungkin dokter belum menganggap perlu dan akan melihat dulu hasilnya setelah diberi antiradang bagaimana. Menurut saya, coba diminum dulu antiradangnya, dan setelah 5 hari seperti anjuran dokter, amati bagaimana perkembangannya. Tapi jika Anda kepengin segera periksa lab, dan “mencurigai” kemungkinan adanya penyakit radang seperti rheumatoid artritis, anda bisa minta cek lab utk cek darah lengkap, rhematoid factor antibody, dan anti-CCP antibody. Dari situ baru hasilnya dikonsultasikan ke dokter.

21 10 2013
Ikawati Sannang

Assalamu alaikum mbak….
Alhamdulillah saya bisa membaca blog ini. Mertua saya berumur 60 tahun punya penyakit diabetes. Semenjak 4 bulan yg lalu mengalami nyeri tulang kaki dan panggul semakin hari semakin parah dan terkadang sampai menangis karena menahan sakit. Untuk pengobatannya sy harus bawa ke dokter spesialis apa dan tolong mbak rekomendasikan klo ada dokter kenalan mbak di makassar. Atas perhatiannya sy ucapkan terima kasih
Hormat saya:ikawati sannang

Jawab:
Maaf, saya tidak banyak kenalan di Makasar. Tapi sebaiknya Anda pergi ke dokter ahli penyakit dalam khususnya bidang rematologi. Mungkin di RS Wahidin ada, coba ditanyakan saja.

6 10 2013
sri setyowati

Ass, mbak anakku umur 6thn didiagnosa RA. Sdh periksa lab hslnya menunjukkan penyakit tersbt. Awalnya jari-jari kakinya mengalami penebalan kulit, pecah kemudian infeksi dan pd saat sembuh jari2nya bengkok. Seringkali anakku mengalaami bengkak dikaki dan tangannya dan sifatnya simetris. Tp yg membuat sy bingung, anak sy dua kali mengalami patah tulang di pahanya tanpa adanya benturan, attau kejadian yg signifikan. Tiba2 saja patah. Dokter mulai ragu apakah AR bisa menyebabkan patah tulang? Oya adakah obat yg bs digunakan utk memperlambat proses RA?

Jawab:
Turut prihatin, Mbak… tapi sebaiknya diagnosanya ditegakkan dulu dengan melihat perkembangannya. Bisa jadi mungkin RA tapi jenis yang lain, karena banyak sekali jenis arthritis, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Jika sudah pasti, tentunya dokter yang akan menetapkan pengobatannya. Pada RA sih biasanya tidak sampai patah tulang, karena itu perlu didalami dulu penyakitnya oleh dokter sebelum ditetapkan diagnosanya. Jika benar RA, obatnya nanti golongan penekan sistem imun, karena pada penyakit ini sistem imun bekerja berlebihan.

2 10 2013
irfan jelin batee

Waduh mba serem juga sama penyakit RA :(
Oh iya mba,sya punya teman sekelas yg mengalami RA dan dia baru duduk di kelas 1 SMA.
Katanya sih emg penyakit dari kecil.
Sampai saat ini dia jarang masuk sekolah :/

Bersyukur bgt ya buat kesehatan kita yg skrg :)

7 09 2013
Hasniza khairy

Salam,

Saya Puan Hasniza dari Malaysia.. Saya merupakan seorang “indipendent distributor” shaklee.. Saya ingin mencadangkan beberapa suppliment yg boleh membantu ibu.. Kesan nya boleh dilihat seawal 5 hari.. Mohon email pada saya jika berminat di hasniza@kamiterra.com ya

7 06 2013
Dyah bunder

Saat ini saya jg merasakan sendi jari2 tangan kaku,kaki rasanya capek dan sakit smua..bingung knp tiba2 ky gni,apa krn saya lg flu dan kena virus yg menyebabkan seluruh bdn saya bercak kemerahan..apa memang brhubngan?

28 03 2013
Key

Salam hangat.
Saya mahasiswa jurusan desain produk dan sedang menyelesaikan skripsi membahas masalah artritis untuk membuat suatu produk yang dapat mempermudah orang yang mengalami artritis melakukan kegiatan sehari-hari.
Jika sekiranya ada yang mengalami artritis dan bermurah hati untuk berbagi dengan saya, bisa menghubungi saya di 089640257776
Saya akan sangat berterima kasih.

21 02 2013
Rachma

blog ny keren,saya jg smpe detik ini mengalami RA awal ny saya ke dokter cm diksh obat pereda nyeri n antibiotik.dan lm2 lambung saya yg kena,akhirnya sy putuskan stop obat2an kimia,sy coba browsing obat herbal di web,alhamdulillah saya coba minum gamat,hari pertama n kedua g ad perubahan berati.hari ke 3 pergelangan kaki kanan kiri dan lutut kiri berkurang sakit ny ,perlahan saya minum trs pergelangan kaki kanan n kiri udh bener2 g sakit.tggl sakit dikit2 di lutut,alhamdulillah sy bs jalan normal lgi.skrg tggl pergelangan tangan ,jari2 dan bahu,emg sih mahal harga ny.tpi alhamdulillah g ad efeksamping

11 02 2013
Otiadasya

Ibu, bolah sYa minta alamat praktek dr nyoman? selain di betsdha, selama ini sy brobat dbetsdha tp dr nyoman hanya praktek 1hr dlm seminggu, sy Didiagnosa lupus, adakah obat herbal untuk penyakit ini? apakah ibu tau informasi ttg luppus yg cukup mudah di pahami? terimakasih sebelumny

jawab:
coba telpon saja langsung di : 0819 1551 4005. Untuk penyakit lupus, searching aja, Mbak. Insya Allah lain kali saya akan tuliskan tentang Lupus

22 01 2013
anggi

Kalau mengalami nyeri sendi, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis apa ya?

jWab:
ke Ahli Penyakit Dalam, subspesialis Rematologi

22 01 2013
anggi

Kebetulan saya mengalami nyeri sendi. Pertama kali di pergelangan lengan, pergelangan paha lalu pergelangan kaki, dan pergelangan tangan kanan hanya dalam waktu beberapa hari. Klo mau konsultasi ke dokter sebaiknya ke dokter spesialis apa ya? Makasih…

2 01 2013
Sholihin

saya menyimak apa yang mba` tulis, saya senang dan skaligus sedih,
sebab kemarin saya habis berkunjung ke orang tua, sedihnya ketika saya melihat ibu saya jari- jari tangannya bengkok, umur ibu saya 65 tahun, senangnya banyak penderita penyakit iini yang ingin berbagi resep dan keluhnya disini. Aadakah orang yang bisa aku hubungi untuk bercerita banyak tentang penyakit ini ? klo ada no hp sy 082332613838,

Sekian dan terima Kasih

8 12 2012
yahya firsad

Maaf, sekedar berbagi….bagi yang sudah mencoba berobat kemana2 dan belum juga sembuh, jangan putus asa. Kini sudah ditemukan obatnya berupa ”molekul pintar” yang mampu mendidik, menyeimbangkan, dan menenangkan sisitem autoimun kita. Sehingga dapat menyembuhkan penyakit2 autoimun seperti Rheumathoid Arthritis, Lupus, Alergi, Diabetes, dll…Sudah diterapkan dan berhasil di berbagai RS dan Klinik di Rusia. Klik http://www.transferfactorresearch.com. Saya siap berbagi pengalaman, hub saya : Yahya Firsad 0811282944 Jl. Wonosari Km.8 Perum Cepoko Indah Blok-C-07 Yogyakarta.

7 12 2012
Yahya Firsad

Sekedar berbagi bahwa Rheumathoid Arthritis (RA) sebenarnya adalah penyakit autoimun yaitu antibodi yang menyerang tubuh kita sendiri. Kini sudah ditemukan obatnya berupa ‘molekul pintar’ yang mampu mendidik, menyeimbangkan, dan menenangkan antibodi kita namanya ”transferfactor” yang sudah resmi digunakan di RS-RS dan klinik2 di Rusia. Kami punya pengalaman pribadi, karena istri saya sembuh dari RA berkat molekul pintar tersebut. Kami siap berbagi pengalaman dan bisa dihubungi di no Hp. 0811282944 (Yahya Firsad)

4 12 2012
dcsfe

Kalao nulis blog, jangan kayakn novel. bertele-tele.

jawab:
suka-suka yang nulis lah…. kalau tidak suka ya ngga usah dibaca..
weblog itu kan sebenernya diary seseorang yang dipublikasikan… jadi mau nulis apa saja boleh
yang penting tidak menghina orang, tidak memfitnah, tidak SARA…

26 11 2012
heru

hi mbak, thanks ya sharing nya. btw sy mau coba biocurliv nya, bisa minta info sehari berapa tablet dan berapa kali? berapa hari konsumsi obat ini terasa manfaatnya?
ditunggu ya jwbannya.
thx n rgds
heru

Jawab:
bisa 3 kali sehari. Utk berapa harinya tidak bisa diperkirakan, karena ini obat herbal, biasanya perlu agak lama. Mungkin sekitar seminggu.

15 10 2012
akismet-1e09f27511cd29d12dae69c07a690ff7nd

baca blog ini awalnya lumayan deg-deg an, karena sakitnya saya simetris di kedua tumit, kedua lutut, dan satu pergelangan tangan kanan…. persis seperti di gambar RA blog ini… konsumsi ibuprofen+paracetamol (neo rheumacyl) berkurang sakitnya, tapi kambuh parah ketika bangun tidur, bahkan sakit untuk jongkok, pakai obat oles glukosamin nggak terlalu berpengaruh, dan juga obat tablet bonic juga nggak terlalu berpengaruh…. hari pertama , tumit kanan , pergelangan tangan kanan dan lutut kanan yang sakit, hari kedua , lutut kiri bahu kiri dan tumit kiri…. hmm, mudah2an bukan RA karena simetrisnya hanya dalam waktu singkat… saya memang lagi di rantau prapat, dan pindah2 penginapan, mungkin tidak steril dan ada virus ntah apa.. (tp blm diperiksa apapun), rencana akan saya periksa darah setelah pulang ke bandung…. thanks banget atas sharingnya sist….

8 10 2012
habib

saya mengalami musibah kecelakaan dari motor di Batam 16 ags 2011, kaki kanan patah tulang kira-kira 5cm diatas lutut, dua bulan dirawat dialternatif (sinshe ), setelah berlatih berjalan saya merasa agak lega meski masih berat, saya pulang dari sinshe dan rawat sendiri di rumah dg konsumsi obat herbal, urut, dan teraphi, hasil terakhir sampai skrg adalah lutut kaku sendi tdk bs jongkok hanya menyiku saja, dan aneh lagi jari-jari tangan kanan juga kaku sendi, pangkal lengan kiri dan kanan susah di gerakkan jika dipaksakan terasa nyeri seperti terkilir, saya coba konsultasi dg dokter sepesialis tulang, jawabanya sungguh mengejutkan yaitu tidak bisa, kecuali operasi. (jelas gak mampu biayanya)
begitulah kisah dan kegelisahan yang saya alami belum ada tanda berahir, hanya berharap ada solusi yang terbaik.
ini email saya: habibsoleh@yahoo.co.id

23 09 2012
Risa Firman

Iyaa saya jg merasa seperti itu, karena saya sama sekali tidak sakit kepala. Tapi suami menyarankan untuk mengikuti dulu saran dari dokter di UGD tersebut spy besok CT scan kontras. Biar lebih aman katanya. Terimakasih atas sharingmya mbak. Seharian saya merasa sedih sekali dan takut. Insyaallah yaa baik2 saja seperti mbak dan saya bisa kembali beraktifitas lagi seperti biasa. Doakan yaa mbak smoga saya cepet sembuh. Amiiien yra….Makasih :)

23 09 2012
Risa Firman

Ass. Mba, kebetulan sekali gejalanya sama dgn yg saya derita saat ini. Kebetulan saya lg searching eehh ngeliat website mba.
Saya jg org kesehatan tp bekerja di bidang farmasi, usia saya masih muda 28 thn dan sdh memiliki 2 anak yg masih kecil yg satu 4 thn dan yg satu lagi masih 1 tahun. Saya jg seperti itu gejalanya jari2 tangan kaku dan sendi kaki jg. Lalu ke UGD RS. Setelah dicek semuanya hasilnya normal. Saya jg heran knp bisa seperti itu saya jg merasa itu RA tp kok normal.
Kebetulan saya kenal dgn dokter UGD ini, lalu dokterku cerita dia pernah menangani kasus yg sama sepertiku dikiranya asam urat meningkat atau kolesterolnya ternyata hasilnya normal semua. Lalu saat itu tdk dikasih obat apa2 pasien tersebut. Dan kebetulan pasien tersebut adalah perwat ICU di RS tersebut. Lalu sebulan kemudian pasiennya dateng ke IGD tidak sadarkan diri. Masuk ICU kmdian di CT scan kontras ternyata ada infeksi pd selaput otak alias Meningitis. Tidak lama kemudian meninggal.
Maka dari itu, dokter UGDnya menyarankan saya supaya cek CT Scan Kontras besok pagi dan sudah didaftarkan untuk ke dokter syaraf. Saya mau tanya dok, apakah perlu saya mengikuti instruksi dokter tersebut? Karena saya sebetulnya takut sekali dgn hasilnya, dan saat ini jari2 saya masih kaku. Menurut dokter bagaimana? Apakah betul itu Meningitis?

Jawab:
Kalau kasus saya, alhamdulillah sembuh dan ngga pernah kambuh lagi, Mbak. Kalau tentang perawat yang kebetulan meninggal karena meningitis, saya tidak tau apakah ada hubungannya dengan nyeri sendi atau tidak. Mungkin saja terjadi secara kebetulan. Setahu saya gejala meningitis lebih kepada sakit kepala parah, kaku kuduk (bukan sendi tangan/kaki), dan juga demam. Tapi kalau memang mbak mau CT scan kontras, silakan saja. Menurut saya sih lebih baik mengetahui lebih dini, ada atau tidaknya gangguan ke arah meningitis. Ngga usah takut, Mbak… periksa atau tidak, jika memang meningitis kan akan terjadi juga, jika Allah sudah menetapkan begitu. Lebih baik diketahui supaya segera mendapat penanganan sebelum terlambat. Sebaliknya, jika memang tidak ada meningitis, paling tidak mbak akan merasa jauh lebih lega, dan penanganan nyeri sendinya juga akan lebih fokus dan tepat sasaran. Berdoa saja untuk diberikan ketetapan terbaik, Insya Allah Dia tidak akan membebani kita suatu beban yg kita tidak bisa memikulnya.

4 08 2012
Angely M

Asslamu’alaikum wr. wb
saya mengidap penyakit rheumatoid arthristis sejak berumur 9 tahun dan tahun ini genap 6 tahun saya mengidap penyakit ini. umur saya masih 15 tahun, dan saya telah mengalami kecacatan pada sendi jari tangan bagian jempol, telunjuk, dan kelingking&sendi jari kaki bagian jempol.lalu jg menyerang siku, dan pergelangan tangan. apakah penyakit saya ini dapat disembuhkan? dan apakah kecacatan saya ini akan bersifat permanen? terima kasih:)maaf jika terlalu telat karena saya baru membaca artikelnya.

Jawab:
dear Angely,
saya turut prihatin dengan penyakit Anda. Memang agak sulit untuk mengharapkan kesembuhan sempurna dari penyakit ini, tetapi seorang kawan yang saya ceritakan di sini (namanya Sari) sekarang bisa hidup relatif normal dan menikah. Kondisi setiap pasien RS sangat bervariasi. Yang penting, tetap semangat dan mematuhi pengobatan.

25 05 2012
alicia

saya juga ngalamin,,,
nyeuri dan bengkak di jari tangan kanan dan kiri,,
awalnya saya fikir karena musin dingin(saya tinggal di seoul)dan pekerjaan saya yang menuntut jemari dan telapak tagan bergerak cepat tanpa henti 8 jam sehari..
rasa nyeuri itu sangat terasa begitu saya akan terlelap tidur,,yang akhirnya saya jadi tidak bisa tidur,,,rasa nyeuri baru reda setelah direndam air panas,,dan kalau bangun tidur tangan bengkak dan kaku,,setelah dipanaskan baru bisa digerakan perlahan,dan ini sudah berlangsung 5 bulan,,sampai sekarang,,padahal 1 minggu ini saya sedang tidak bekerja,,tapi tetap saja tangan ini kaku setiap bangun tidur..
kenapa ya?

Jawab:
Wah, diperiksakan saja ke dokter deh….. sulit untuk memperkirakan penyebabnya…

13 11 2011
leli

makasih share nya.. sy penderita hbsag + tp tertarik jg dgn share ini. smoga bermanfaat.

27 04 2011
Anthony G.

Salam kenal,
Kalau boleh tau, obat herbal yang mengandung KURKUMIN, nama produknya
apa ya Bu, dan dapat dibeli dimana, karena saya tinggal dijakarta, mohon informasinya, apakah itu juga cocok untuk penyakit radang sendi / arthritis. terimakasih.

Wassalam,
Anthony

Jawab:
salah satunya adalah Biocurliv, silakan dicoba saja… mungkin cocok utk artritis, karena punya efek antiradang juga.

21 02 2011
ivan susanto

Salam kenal,
Saya mau minta tolong, apakah ibu tahu tempat praktek dr. Nyoman Kertia. Saya coba hubungi RS. Bethesda ternyata hari rabu ini sudah penuh, padahal saya dari luar kota dan hanya punya waktu pada minggu ini. Saya berencana pergi ke praktek dr. nyoman kertia di rumah/tempat praktek pribadi.

Terima kasih.

jawab:
Silakan kontak dokter Nyoman kertia, di no HP 081915514005

8 01 2011
desiyanti

assalamualaikum, mba saya merasakan hal yang sama pada jari2 dan pergelangan tangan kiri saya, alhamdulillah hasil darah saya juga tidak mengarah pada RA .Saya juga sudah konsul ke Prof DZULJASRI DI RS.Premier Jatinegara, saya hanya diberi obat dolofenac,kalo boleh tahu obat apa yang diresepkan untuk mba Lies..Apakah sekarang mba sudah terbebas dari sakit tersebut?Terimakasih , mohon balasannya, smoga mba pulih kembali..

jawab:
saya juga cuma dikasih obat analgesik saja dan obat herbal yg berisi curcumin… Alhamdulillah, udah ngga pernah sakit sendi lagi… mungkin dulu karena virus atau apa…

4 09 2010
sebamban

thanks infonya …

4 09 2010
achmadsakimin

semua hanya alloh yang maha tau. dan insyaalloh kalo kita sering memohon padanya pasti akan mendengarkan doa kita amin….

4 09 2010
Gömbèl Tögél

Hmmm..

4 09 2010
sangpelembuthati

salam hangat.
terkadang memang kita harus mensyukuri nikmat yang sudah.

http://sangpelembuthati.wordpress.com/2010/08/28/kita-ada-karena-kontribusi/

4 09 2010
ensiformis

terima kasih tulisaan,sangat bermanfaat,krn ada saudaraku yang kena RA juga.thanks

4 09 2010
mury desi

ibu numpang share.
kemarin waktu say hamil 8 bulan jari-jari tangan saya kaku. yg pertama jari manis tangan kanan dan kiri. serasa kaku sekali setiap bangun pagi, dan kalau siang pun masih terasa, walau tidak se kaku pada saat pagi hari. kata dokter itu karena pada ibu hamil lemak dalam tubuh meningkat jadi, urat dalam lengan saya terikat oleh lemak.
setelah melahirkan ko jari saya masih tetap kaku, bahkan jari tengah saya oun sudah mulai kaku juga,,,saya pun bingung samapi sekarang, apa mungkin saya terkena reuamtik. ,,,??? atau apa ??
tapi alhamdulillah,,sudah sebulan ini penyakit resebut sudah berkurang.

Jawab:
Apa mungkin setelah melahirkan juga masih banyak lemak karena kan juga harus tetap menjaga asupan makanan karena memberi ASI? sehingga mungkin kekakuannya masih, Mbak. Tapi syukurlah kalau sudah berkurang. Semoga tidak apa-apa.

4 09 2010
Nasrullah15

Nice info, silahkan berkunjung http://www.nasrullah15.wordpress.com

3 09 2010
lina

sepertinya sy jg pnh merasakan hal yg sama. Tp hny 1kaki d daerah lutut smpe pgkal paha n punggung bgian bwh. Gjalany jg sdkt dmi sdkt. Trsa agk kaku skt nyeri gt wkt kaki mau dtekuk ato mau dlurusin. Smpt brpkr mcm2 jg. Tp alhamdulillah sktr 1mgu dah pulih ky bysny lg. Smoga gak lg merasakan skt spt itu. Amin

3 09 2010
ika sayekti rachmaningrum

asslmkm. Mbak Lies, makasih tulisanx bermanfaat bgt. Semoga mbak makin sehat & tetap bisa menebar manfaat bagi umat. Amin…
kalo ke Mkssr lg kabar/i ya. Aku teman Nik di psi 92 :o)

Jawab:
sama-sama, dik. Oke, Insya Allah… :)

3 09 2010
novi

makasih dah nulis di blog bu.temen saya ada yang kena RA juga. selamat juga bu karena tidak jadi kena RA.mudah mudahan tetap sehat dan dapat terus berkarya.

3 09 2010
Elida

Alhamdulillah,bukan RA.

Teringat tahun 2007, saat dokter mendiagnosa `radang sendi`. Tapi kenapa tak ada saran untuk pemeriksaan darah? Sempet tanya ke dokter `apakah perlu pemeriksaan darah atau apalah yang dapat melegakan hatiku. Tapi, `dokter bilang tidak perlu. Cukup dengan obat saja karena perkembangan semakin baik`. Entah apa maksudnya. Bahkan dalam diri ini sempat meyakini `aku RA`, berarti siap bahwa suatu saat lumpuh dan tergantung dengan orang lain. Meski hati ini masih merasa ada sesuatu yang janggal. Tahun 2009 lalu, rasa nyeri mulai menghinggapi karena terpapar hawa dingin secara terus-menerus. Wah…kambuh nih. Dari Purbalingga pulang menuju Karanganyar tercinta. Periksa ke salah satu rumah sakit swasta. Tak ketemu dengan dokter yang senantiasa menemani perjalanan penyakitku. Tak dapat menahan nyeri, akhirnya ganti.
Curiga pada saraf kelima…..MRI. Ya Allah….bising banget. Sudah selesai MRI, ulang lagi. Meski waktu itu juga sih….(Eh ya, biaya MRI didiskon lho…. Pas HUT RS. Alhamdulillah….. ).
Hasil MRI menyimpulkan bahwa tak ada tumor, alhamdulillah….(emang nggak kepikir ke arah situ sih…..)
Tentang saraf ? Yah, benar. Ada pergesekan antara pembuluh darah dengan trigeminus nervus yang menyebabkan rasa nyeri. Ploooooongggg….2 tahun rasa penasaranku terobati saat itu juga.

Mohon maaf Bu Zulies, sekedar share….semoga dengan doa, keyakinan, keikhlasan dan usaha dapat mmberikan manfaat untuk orang2 sekitar kita, terutama keluarga.
Jazzakillah.

Jawab:
terimakasih juga share-nya, Mbak… semoga bermanfaat bagi orang banyak..

3 09 2010
alamazharian

moga kita selalu di beri kesehatan oleh Sang Pemberi kesehatan… :)

3 09 2010
sonhadji

Assalamu’alaikum..
Ikut bersyukur alhamdulillah kalo ternyata bukan FA.
Juga trima kasih Prof. atas informasinya..
Sy 10 tahn lalu mengalami gejala sepeti itu, ketika bangun tidur jari tengahku nggak bisa ditekuk..
dan kalo ditekuk ga bisa diluruskan..
sy ke dr spesialis reumatic di Reumatic Center Tebet.
di suntik di pangkal jari tengah.. ga tau obat apa..? dan diberi obat selebrex utk diminum, karena sy punya sakit lambung.
Alhamdulillah, sampe sekarang sehat.

Jawab:
iya, alhamdulillah, terimakasih. kesehatan memang sangat terasa berharga ketika kita sakit ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 431 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: