Musibah Luka Bakar : pertolongan pertama

14 03 2010

Dear kawan,

Hari ini ada musibah kecil di rumah, tapi sempat bikin panik dan sedih. Dan tambah sedihnya lagi adalah karena itu akibat kelalaianku. Aduuh, maafkan ibu, nak….

Ya, tadi siang kaki putriku Hanisa (7 tahun) tersiram minyak panas. Ceritanya tadi aku mau menggoreng lauk untuk Afan (kakaknya) makan siang. Tapi dasar pelupa,… ketika kompor sudah kunyalakan dengan wajan berisi minyak, sambil nunggu minyak jadi panas, aku sempatkan nengok laptopku yang masih terbuka, karena sedang hiruk pikuk juga menyiapkan bahan untuk mengisi Pelatihan untuk SDM Hospital Akademik UGM hari Jumat depan. Sekalinya nengok laptop, terus lupa deh….. tau-tau Hanisa teriak-teriak. Dan ya Allaaah….. dapur sudah berasap, wajan sudah ada di lantai dengan minyak tumpah, dan sebagian minyak panas ternyata menyiram kakinya. Rupanya ia akan menjadi pahlawan kami siang tadi…  Ketika melihat dapur berasap, dia pergi ke dapur dan mematikan kompor. Katanya wajannya sudah berapi, dan ia ambil untuk menyelamatkan dari kebakaran. Dan yah…….ia kepanasan dan wajan pun jatuh. Ya Allaaah, … bisa dibayangkan tadi perasaanku, antara menyesal, bersalah, sekaligus panik…. Langsung nggak bisa mikir, dan segera ganti baju dan kularikan ke dokter terdekat. Ndilalah, bapaknya juga sedang ada tugas di luar kota.

Bener deh, karena panik aku ngga bisa mikir harus diapakan tadi. Aku cuma menyiramnya dengan air dingin sebentar, langsung berpikir membawanya ke dokter. Bagian yang terkena lumayan luas, di daerah punggung kaki dekat jari-jari, yang lebih parah terutama di kaki sebelah kiri. Saat ini Hanisa sedang bobo, maka aku sempatkan menulis ini sebentar untuk berbagi pengalaman, mungkin ada manfaatnya. Tadi Dokter membersihkan lukanya dengan Rivanol, lalu meresepkan salep Burnazin (maaf nyebut merk) yang memang untuk luka bakar dan mencegah infeksi. Dokter menyarankan untuk jangan sampai kotor dan terinfeksi. Yang sedih, ia menangis merintih-rintih kesakitan… aduh, rasanya jadi tambah nggreges.. Karena itu, dokter juga meresepkan analgesik (parasetamol) dan penenang (diazepam) supaya tidak terlalu sakit dan bisa istirahat. Sepulang dari dokter, aku kompres sedikit luka bakarnya dengan Rivanol biar terasa dingin, lalu aku salepkan obat yang diperoleh tadi. Analgesik dan penenangnya pun aku minumkan. Diazepam separuh tablet rupanya tidak cukup menenangkan dan membuatnya tidur karena kesakitan. Setengah jam dia masih merintih-rintih, sampai akhirnya kutambah setengah tablet lagi.

Setelah dia tidur, kucoba searching informasi tentang pengobatan luka bakar dan tips untuk pertolongan pertama pada musibah luka bakar (kena minyak panas, air panas, knalpot, dll). Yang yah,… sayangnya karena panik, sebagian tadi tidak aku lakukan.

Ada beberapa informasi yang bisa dibagikan:

1. Dinginkan dengan air mengalir! Logikanya, luka bakar kan panas (karena terkena benda panas). Air yang mengalir (dari keran atau dispenser air minum) bisa menetralisir kulit yang terkena panas itu. Caranya, anggota tubuh yang terkena luka bakar dialiri air mengalir sekitar 10-20 menit terus menerus, hingga rasa nyeri akibat luka itu berkurang. (dari: http://tianarief.multiply.com/journal/item/1293).  Selain itu juga untuk mencegah meluasnya kerusakan akibat luka bakar.

2. Dapat dilakukan kompres dengan susu. Rendam daerah luka dengan susu selama 15 menit atau lebih. Bila kesulitan merendam, bisa menggunakan handuk yang telah dibasahi susu untuk menutup daerah yang terbakar. Lemak yang terdapat dalam susu akan menyejukan daerah yang terbakar dan mempercepat penyembuhan. Yang ini sih tadi tidak aku lakukan.

3. Cairan lidah buaya juga bisa mempercepat penyembuhan luka bakar dan meredakan nyeri dengan rasanya yang dingin. Madu juga bisa digunakan. Mungkin nanti bisa dicoba setelah 2-3 hari.

4. Beberapa alternatif salep yang bisa digunakan untuk perawatan luka bakar, antara lain: Burnazin (yang sekarang dipakai Hanisa), Bioplacenton, Darzyn (hampir sama dengan Burnazin), dan satu lagi andalan ibuku adalah Nutrimoist (produk CNI).

5. Dokter tadi juga menyarankan untuk banyak minum vitamin C untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Oya, bagaimana dengan odol atau kecap yang sering kita dengar untuk pertolongan pertama pada luka bakar?

• Diolesi pasta gigi: tidak disarankan. Alasannya, pasta gigi memang terasa dingin di kulit, karena mengandung mentol. Tapi jika dioleskan pada kulit yang terkena luka bakar, pori-pori kulit akan tertutup pasta gigi itu. Saat diobati, paramedis di rumah sakit akan kesulitan untuk membersihkan luka, guna mencegah infeksi.

• Diolesi kecap atau minyak rem: tidak disarankan. Kecap dan minyak rem memang cairan yang bersifat mendinginkan. Tapi tahukah anda, berapa banyak kandungan bahan kimia di dalamnya? Tentu sangat berbahaya, dan bisa memperlambat proses penyembuhan luka, bahkan memperparah.

• Diolesi salep Bioplacenton atau salep untuk luka bakar lainnya: dibolehkan. (dari: http://tianarief.multiply.com/journal/item/1293)

Demikian sekilas saja, sekedar berbagi pengalaman. Mudah-mudahan tidak ada yang perlu mengalami lagi, dan mohon doanya semoga Hanisa cepat sembuh. Amien.

About these ads

Aksi

Information

12 tanggapan

22 11 2013
zainal

assalamualaikum wr.wb.
buat hanisah oom berdo’a agar kamu cepat sembuh dan bisa ceria kembali ya nak..buat ibu nya hanisah terima kasih telah meng share ini ke publik, sebab ini juga bisa membantu semua orang, termasuk saya. saat sekarang ini anak ku tersiram minyak goreng panas tepatnya hari kamis malam jam 20.00 wib. pada saat itu aku langsung panik dan menyiramkan dengan kecap. setelah itu aku langsung beli bio placenton dan beli altalgin dan amoxicilin, namun tetanggaku mengatakan mendingan di bawa ke rumah sakit aja.lalu aku membawa anakku ke sana, setelah itu anakku diberikan burnazin untuk salepnya dan obat makan juga. akhirnya aku sedikit lega karena anakku sudah ditangani oleh pihak medis rumah sakit.
Nah, yang aku masih bingung adalah apakah ada pantangan dari makanan yang akan ia konsumsi. buat ibunya hanisa mohon info makanan apa saja yang bisa ia makan. dan sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada ibunya hanisa, buat yang lain tolong dijaga anak-anaknya sebab anak adalah buah hati yang paling berharga buat kita -kita semua..
Terima kasih

salam
zainal medan

JawabL
Bapak Zainal, terimakasih perhatiannya. Kejadiannya sudah lama sekali kok, dan Hanisa sudah sembuh. memang ada sedikit bekas belang di kakinya, tapi lama-lama pudar. Untuk makanan, menurut saya todak ada pantangan makan. Banyakkan saja protein, untuk perbaikan sel-sel yang rusak.

18 04 2013
nita

Dapat dicoba menggunakan putih telur dalam jumlah yang cukup banyak. Ambil telur, pisahkan yang kuning dengan yang putih, lalu oleskan yang putihnya pada luka bakar.

14 03 2012
krisnawan

makasih infonya, kalo habis kesiram minyak panas trus diguyur air mengalir 10-15 menit … trus minyaknya kan masih nempel tuh bu di kulit, boleh ga kalo dikasih sabun ??? thanks

8 05 2011
ahmad

trimaksih infonya bu, kaki sy barusan kna knalpot, tmn sy mngjurkn pkai pasta gi2, tp sy smpet dgr kalu pkai itu bks luka bkal mmbekas, sy cb bli Bioplacenton, brhbg sdh mlm apotek smua pd tu2p, sy coba klik google&ktmu blog ini, sy cb gnakan resep rendam pkai susu, walau sdikt agk ragu, krn sblmny sy g prnh kna lka bakar. Saat d rndam tdk trasa skit sdikitpn, tp stlhnya agk prih sdikit.

3 06 2010
Yosafat

Saya ikut prihatin, atas kejadian yang menimpa ibu, namun saya juga salut atas tindakan ibu, karena dalam kekalutan yang sedang ibu alami, ibu masih mau men ‘share’ kejadian ini, dimana ini saya pikir akan sangat berguna bagi kita semua, terutama yang mempunyai anak kecil ( seperti saya ).

Terima kasih,
Salam
Yosafat Tan

15 03 2010
HIFARMA

klu di keluarga aku senengnya pake parutan bengkoang. klu derajatnya gak parah (belum melempuh) aku sendiri pake garam bubuk, tetapi rasanya tambah panas. klu gak ada apa2 aku siram pakai air kran sampai rasa panas hilang.

semoga cepat sembuh.

15 03 2010
Hartati Nurwijaya

Jeng, si mbok yang bantu kemana?
Ikut prihatin dengan Hanisa yang lucu dan gemesin.
Semoga Hanisa cepat sembuh.
SyafakaAllah.

jawab:
Amien. makasih, Mbak…. ALhamdulillah, udah mendingan sekarang

14 03 2010
mir'ati f

semoga cepat sembuh ya bu putrinya.. dulu waktu saya seumuran hanisah juga pernah bu,, tapi kesiram air panas..
karena jaman dulu belum tw benar salahnya,, pakelah pasta gigi..
he he baru tahu salah setelah kuliah di farmasi…
tapi kebiasaan tersebut masih banyak dijumpai.. bahkan teman teman sendiri..

14 03 2010
Dunia Iendaw

Saya termasuk sering mengalami kejadian luka bakar ini Bu… yang jadi pelakunya adalah knalpot motor… maka dari itu,, saya selalu sedia Bioplacenton di dalam tas… siap sedia memang perlu…

Buat dek hani,, cepat sembuh ya… ^_^

14 03 2010
Wyellinee M

hmm… I gt such experience too, but not me, is happen to my mother few years ago… burnt at her right foot specifically, is at the ankle, its done by fresh boiled hot water (~10L)!
remedy with aloe vera is the best coz of it’s healing purpose + reduce the scar (or bisa juga hilangkan?), but may feel the irritant when drying up…

14 03 2010
superkecil

Semoga dek Hani cepet sembuh ya Bu..
lidah buaya lumayan cepat menyembuhkan luka kok Bu..
hehee.. sudah dicoba kalo yang ini..

14 03 2010
diah retno w

Mmg dlm kepanikan kita bingung, so mmg siap obat luka bakar d KOtak P3K akan membnt dlm konds emergency..smg Hanisa lekas sembuh, minum jus jambu yg ktnya jg vit C nya tinggi..istirahat n tidur nyenyak agar cpt pulih, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 378 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: