Memilih obat turun panas dan analgesik untuk anak-anak

18 11 2009

Dear kawan,

Sory nih… dah lama belum sempat nulis lagi …… Belakangan lagi banyak nongol di radio setelah debut pertama di Geronimo FM dulu hehe…. (Ceritanya bisa dibaca di sini).  Setelah di Geronimo, aku dan mbak Hartati (penulis Buku Bahaya Alkohol) diwawancara telepon oleh Farhan dari Delta FM Jakarta, dan oleh Bahana FM Jakarta. Lalu yang terakhir ini, atas kebaikan hati mas Sukir (makasih nggih…) aku dapat kesempatan ngocol di Unisi FM Yogya dan Trijaya FM Yogya. Semuanya masih terkait dengan topik bahaya alkohol, sebagai bagian dari promo buku kami dan juga kepedulian terhadap bahaya alkohol. Ternyata asyik juga tuh siaran….. bisa nih dilestarikan kalau ada yang mau ngajakin lagi…. Sayangnya yang dua siaran terakhir ngga sempet difoto-foto hehe… narsis banget!

Nah kali ini aku mau ngomongin masalah lain ya…..

Beberapa waktu lalu aku mendapat pertanyaan dari seorang pembaca blog ini, aku kutipkan sesuai aslinya :

First choice nyeri dan demam kan parasetamol. yang paling aman juga parasetamol. Tapi kenapa di obat demam untuk anak seperti bodrexin, contrexyn, inzana, isinya aspirin dan glisin semua? kalau apoteker ingin memilihkan obat demam untuk anak, pilih sirup yang isinya parasetamol atau obat2 tadi yang (diiklankan) memang untuk anak2?

Kemudian disambung oleh yang lain dengan postingan berita di Kompas seperti ini:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah riset independen Retail Audit Nielsen, Indonesia Urban mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen konsumsi obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia adalah mengandung asam asetilsalisilat (acetyl salicylic acid). Asam asetilsalisilat adalah jenis bahan aktif yang tidak sesuai untuk konsumsi anak-anak karena diduga dapat menyebabkan sindroma Reye.

Well, kawan….. Ada apa dengan asam asetil salisilat atau asetosal? Apa benar bukan pilihan yang tepat untuk obat penurun panas atau penghilang nyeri pada anak-anak? Aku pernah menulis di blog ini tentang bagaimana memilih analgesik yang pas… (bisa dilihat di sini). Tapi tulisan itu masih agak luas, yaitu menguraikan berbagai jenis obat penghilang rasa sakit dan radang. Asetosal  termasuk obat yang banyak dipakai untuk mengatasi radang, sakit, dan demam. Nah, tulisan kali ini akan menyoroti asetosal saja, dan ada sedikit tambahan tentang parasetamol.

Bagaimana kerja asetosal sebagai obat turun panas dan penghilang nyeri (analgesik)?

Asam asetil salisilat atau asetosal banyak dijumpai dalam berbagai nama paten, salah satunya yang terkenal adalah Aspirin. Seperti halnya obat-obat analgesik yang lain, ia bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin. Prostaglandin sendiri adalah suatu senyawa dalam tubuh yang merupakan mediator nyeri dan radang/inflamasi. Ia terbentuk dari asam arakidonat pada sel-sel tubuh dengan bantuan enzim cyclooxygenase (COX). Dengan penghambatan pada enzim COX, maka prostaglandin tidak terbentuk, dan nyeri atau radang pun reda.

Prostaglandin juga merupakan senyawa yang mengganggu pengaturan suhu tubuh oleh hipotalamus sehingga menyebabkan demam. Hipotalamus sendiri merupakan bagian dari otak depan kita yang berfungsi sebagai semacam “termostat tubuh”, di mana di sana terdapat reseptor suhu yang disebut termoreseptor. Termoreseptor ini menjaga tubuh agar memiliki suhu normal, yaitu 36,5 – 37,5 derajat Celcius.

Pada keadaan tubuh sakit karena infeksi atau cedera sehingga timbul radang, dilepaskanlah prostaglandin tadi sebagai hasil metabolisme asam arakidonat. Prostaglandin akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus, di mana hipotalamus akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal). Adanya peningkatan titik patokan ini disebabkan karena termostat tadi menganggap bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan suhu tubuh di atas normal karena memang “setting” hipotalamus yang mengalami gangguan oleh mekanisme di atas inilah yang disebut dengan demam. Karena itu, untuk bisa mengembalikan setting termostat menuju normal lagi, perlu menghilangkan prostaglandin tadi dengan obat-obat yang bisa menghambat sintesis prostaglandin.

 Efek samping asetosal?

Selain memiliki efek utama sebagai obat anti radang dan turun panas, asetosal memiliki beberapa efek lain sebagai efek samping.  Efek samping yang pertama adalah asetosal dapat mengencerkan darah. Kok bisa? Ya…., karena asetosal bekerja secara cukup kuat pada enzim COX-1 yang mengkatalisis pembentukan tromboksan dari platelet, suatu keping darah yang terlibat dalam proses pembekuan darah. Penghambatan sintesis tromboksan oleh asetosal menyebabkan berkurangnya efek pembekuan darah. Sehingga, asetosal bahkan dipakai sebagai obat pengencer darah pada pasien-pasien pasca stroke untuk mencegah serangan stroke akibat tersumbatnya pembuluh darah.

Apa implikasinya? Karena dia memiliki efek pengencer darah, maka tentu tidak tepat jika digunakan sebagai obat turun panas pada demam karena demam berdarah. Bayangin,… pada demam berdarah kan sudah ada risiko perdarahan karena berkurangnya trombosit, kok mau dikasih asetosal yang juga pengencer darah…. Apa ngga jadi tambah berdarah-darah tuh….. !!

Efek samping yang kedua dari asetosal atau Aspirin, dan sering menimpa anak-anak, adalah terjadinya  Sindrom Reye, suatu penyakit mematikan yang menganggu fungsi otak dan hati. Gejalanya berupa muntah tak terkendali, demam, mengigau dan tak sadar. Banyak studi telah menunjukkan adanya hubungan antara kejadian syndrome Reye pada anak-anak dengan penggunaan aspirin. Memang sih, angka kejadiannya tidak terlalu banyak, tapi sekali terjadi akibatnya sangat fatal. Sehingga, aspirin direkomendasikan untuk tidak digunakan sebagai turun panas pada anak-anak.

Efek samping asetosal yang ketiga sama dengan obat analgesik golongan AINS lainnya, adalah gangguan lambung, dan pernah dibahas di posting ini.

Hmm…. efek samping berikutnya adalah risiko kekambuhan asma bagi mereka yang punya riwayat asma. Aspirin atau asetosal termasuk salah satu analgesik yang sering dilaporkan memicu kekambuhan asma, sehingga perlu hati-hati juga untuk pasien yang punya riwayat asma.

Kekuatiran lain dari penggunaan asetosal adalah seringkali mereka ditampilkan dalam bentuk seperti permen jeruk. Okelah,…. memang tujuannya supaya anak tidak merasa sedang minum obat, karena seperti makan permen. Tapi justru bisa jadi, karena dianggap permen, anak-anak bisa minta lebih dari dosis yang seharusnya. Jika menyimpannya tidak hati-hati, anak-anak bisa cari sendiri “permen” tadi dan mengkonsumsinya tanpa sepengetahuan ortunya. Sehingga bisa dibayangkan jika asetosal dikonsumsi dalam dosis lebih dari seharusnya…..

Wah, lalu gimana dong?

Obat pilihan untuk turun panas pada anak-anak

Sampai sejauh ini, obat pilihan untuk analgesik dan antipiretik (turun panas) pada anak-anak masing dipegang oleh parasetamol. Obat ini relatif aman dari efek samping seperti yang dijumpai pada aspirin jika dipakai dalam dosis terapi yang normal. Efek sampingnya berupa gangguan hati/liver dapat terjadi hanya jika dipakai dalam dosis yang relatif besar (> 4 gram sehari). Namun perlu diketahui bahwa parasetamol tidak memiliki efek anti radang seperti aspirin atau analgesik OAINS lainnya.

Mengapa parasetamol relatif lebih aman dari efek samping?

Yups….. ada sedikit perbedaan mekanisme aksi parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik. Ternyata, selain ada enzim siklooksigenase COX-1 dan COX-2 yang mengkatalisis pembentukan prostaglandin di jaringan, ada pula COX-3, yang lebih banyak terdapat di otak dan sistem saraf pusat. Nah, parasetamol ini ternyata lebih spesifik menghambat COX-3 yang ada di otak tadi, sehingga menghambat produksi prostaglandin yang akan mengacau termostat di hipotalamus tadi. Kerja ini menghasilkan efek menurunkan demam. Selain itu, karena prostaglandin juga terlibat dalam menurunkan ambang rasa nyeri, maka penghambatan prostaglandin dapat memberikan efek anti nyeri atau analgesik. Karena spesifik pada COX-3, tidak menghambat COX-2, maka efeknya sebagai anti radang di jaringan jadi kecil. Di sisi lain, karena juga tidak menghambat COX-1, maka efeknya terhadap gangguan lambung juga kecil karena tidak mempengaruhi produksi prostaglandin jaringan yang dibutuhkan untuk melindungi mukosa lambung. Juga tidak memiliki efek mengencerkan darah. Jadilah,… parasetamol relatif aman terhadap efek samping lambung, perdarahan, asma, dan juga syndrom Reye, dan merupakan pilihan yang aman dan tepat untuk obat turun panas dan analgesik pada anak-anak.

Demikianlah kira-kira pemilihan obat analgesik dan antipiretika yang tepat untuk anak-anak. Semoga bermanfaat.

About these ads

Aksi

Information

24 responses

31 10 2014
syahrul

Salam sejahtera prof. Baru baca ini tulisannya. Saya mau nanya prof, kadang2 anak saya demam tinggi walaupun sdh diberika obt demam merek Paten “p#####n”. Sehingga saya berikan lg obat yg dicolok ke anus yg mengandung diclofenac sodium 12.5 mg. Baru demammnya turun. Apakah ada efek sampinya bila terlalu sering diberikan . Trimakasih ats penjelasannya.

Jawab:
Pak Syahrul, saya kira jika memang diperlukan, boleh saja diberikan obat yang melalui anus, karena potensinya memang lebih besar. Efek sampingnya tidak terlalu signifikan. Efek samping obat seperti diklofenak umumnya adalah iritasi lambung, yaitu jika diberikan melalui mulut (diminum), tapi jika per rektal/anus, tidak apa-apa. Tapi sebaiknya justru perlu diperhatikan mengapa sering demam, apakah sering terkena infeksi atau hal lain. Sebaiknya perlu dijaga agar tidak sering demam.

18 03 2014
novri

Prof , bgmn dengan ibuprofen ? Mohon penjelasannya. Terima kasih .

Jawab:
Ibuprofen masih tergolong NSAIDs, tetapi profil keamanannya relatif paling baik di antara obat-obat lain pada golongan NSAIDs, jadi bisa digunakan untuk anak-anak, tetapi perlu kehati-hatian.

18 03 2014
novri

Salam kenal Prof..
Terima kasih atas informasi nya.sgt bermanfaat buat kami masyarakat awam utk lebih berhati-hati menggunakan obat. Terutama utk anak2.

18 03 2014
yani

Prof anak sy umur 3 thn kmaren demam trus sy ksh bodrexin. Agak mendingan sÍh tp msh hangat badannya. Ternyata dia batuk dan pilek. Udah ke dokter katanya radang tenggorokan. Tp obatnya blm di minum krna anak sy ga mau minum obat. Maunya obat yg manis yg bisa dikunyah kyk bodrexin. Sedangkan ternyata bodrexin berbaha y buat anak2 jd gmna y prof sebaiknya. Sy jg sdh beli kurma madu dan vitamin C apa aja itu sdh cukup y buat meringankan sakitnya? Terimaksih prof atas penjelasannya.

Jawab:
Batuk pilek pada anak-anak paling sering disebabkan oleh virus, dan bisa sembuh sendiri. Yang penting dikuatkan daya tahan tubuhnya dengan makanan bergizi dan vitamin yang cukup. Penurun panas yang aman berbentuk sirup cukup banyak tersedia dengan rasa yang enak. Jika memang panas dan sakit, bisa dicoba dan dilatih menggunakan obat bentuk sirup.

18 03 2014
saputra

Asssalamualaikum prof, trima kash postingannya super sekali., saya baru tau kalau ada cox 3 dan yg selektif di cox 3 itu adlh pct.,mantap

9 12 2013
Obat Pengecil Perut

terimakasih infonya sangat menarik

27 09 2013
tria saputra

assalamualaikum prof. terima kasih atas infonya prof kebetulan judul TA saya tetg analgetik, inflamasi sehingga sngat brmanfaat sekali postingan dari prof ini..sukses prof

1 05 2013
Icha

Prof., baru beberapa hari yang lalu teman sekolah anak saya (TK) meninggal dunia setelah didiagnosa terkena Reye’s sydnrom.
Ketika dokter yang menangani menanyakan riwayat konsumsi obat, mamanya bilang kalau selama ini, jika putranya (alm) demam, diberikan obat penurun demam yang di jual bebas bahkan tersedia di warung-warung yang mengandung asam asetosal ini.
Kenapa ya Prof., meskipun indikasi di kemasan obatnya jelas disebut kontradidikasinya gagal hati dan ginjal dan tidak disarankan untuk anak-anak, kenapa obat ini digolongkan obat bebas?
Terimakasih Prof.

jawab:
Wah, itu informasi yang berharga, Bu.. memang kejadian Reye’s Syndrome sangat jarang, mungkin itu yang menyebabkan kurangnya perhatian mengenai hal ini. Memang jika digunakan sesuai dosis dan tidak ada kontraindikasi atau hipersensitifitas, obat ini masih relatif aman, sehingga digolongkan sebagai obat bebas. Sebaiknya dilaporkan BPOM dalam lembaran Monitoring Efek samping obat.

20 02 2013
Zaldy

Kalau boleh saya bertanya prof, apakah penggunaan metamizole dengan parasetamol bisa diberikan bersamaan? Apakah efektif jika pemberian salah satu obat diatas bersamaan dgn antibiotik? Karena kmrn sy diresepkan dokter metamizole dgn amoxsan krn demam anak sy sampai 40 derajat c. Terima kasih sekali atas informasi yg sangat bermanfaat ini prof, wasalam

jawab:
Metamizole dan parasetamol sebenarnya hampir sama efeknya, yaitu sebagai obat turun panas dan penghilang rasa sakit. Kalau saya pribadi cenderung memilih salah satu saja. Untuk penggunaan bersama dengan antibiotik saya kira tidak masalah, tidak ada interaksi yang merugikan. Tapi saran saya, antibiotik harus diminum sampai habis, sedangkan metamizol cukup diberikan sampai demam sudah turun dan gejala radang/sakit berkurang.

15 01 2013
Nuniek aulia

alhamdulillah setelah membaca artikel ini jadi lebih paham krn bahasa tulisan yang mudah dipahami dan tdk njelimet.saya mau tanya bu, bibi saya menderita hipertensi dan asma ketika berobat dia beri resep yang salah satu obatnya adalah aspirin 100 mg. setelah membaca artikel di atas saya jd berfikir apa pengobatannya tidak rasional krn sdh jelas bibi saya tsb menderita asma.lalu bagaimana bu saya mengkomunikasi kan dengan dokter internist yg merawat beliau ? takut dkira sok tewu…

jawab:
Dear mbak Nuniek, sebenarnya tidak semua penderita asma sensitif terhadap aspirin. Jika selama ini Bibi Anda baik-baik saja, tidak pernah kambuh asmanya selama menggunakan aspirin, berarti dia termasuk yang tdk sensitif, dan berarti aman. Pada kasus bibi Anda, aspirin digunakan sebagai pencegahan pembekuan darah yang bisa menyebabkan stroke, karena bibi Anda menderita hipertensi yang merupakan faktor risiko stroke. Aspirin memang termasuk pilihan yang terbaik saat ini, jika tdk ada kontraindikasi. Alternatif lain ada, tetapi harganya relatif lebih mahal.

9 08 2012
iyus

saya kemana aja ya…. ko baru nemu nih tulisan keren begini…
ijin share ya bu.. semoga jadi amal ibadah yang tak terputus.. aamiin…

28 05 2011
sartika putri

Assalamu’alaikum bu zullies, saya tika dari FKG UGM ingin menanyakan bagaimana sih peresepan NSAID yang benar? benarkah bila peresepan NSAID menggunakan S.prn atau digunakan bila nyeri saja bu? saya masih agak bingung dan belum menemukan referensinya, terima kasih sebelumnya bu :)

Jawab:
Dear Tika,
Sprn itu singkatan dari Signa pro renata, artinya tandailah bila perlu. Obat NSAID bersifat simtomatik, dan memang diberikan hanya untuk meredakan nyeri, jadi diberikan bila nyeri saja (kecuali untuk nyeri kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, walaupun itu juga tidak disarankan karena risiko efek sampingnya pada lambung). Jadi Sprn untuk NSAID itu pengertiannya sama aja dengan bila nyeri. Gitu setahu saya..

9 11 2010
ALI

Bu, sy penggemar blog anda terima kasih atas artikelnya khususnya mengenai obat2xan yg sering dijual bebas seperti batuk & analgetik/antipiretik membantu masyarakat awam spt saya untuk lebih selektif memilih/memakai obat2xan. Kalau bisa artikel obat2xan yg sering dipakai untuk anak kecil diperbanyak juga buat referesensi pembelajaran … Oya kok artikel mengenai obat2xan sakit perut/pencernaan belum ada ya, misalnya carbon aktif, obat imodium dll yg kadang bingung juga kapan pakai serta efeknya. Thanks so much

jawab:
trimakasih apresiasinya. Oke, insya Allah akan saya tuliskan kalau sempat ya… ttg diare pernah ditulis tentang suplemen zinc dan oralit formula baru.. silakan cek..

23 06 2010
syaiful

Thx alot Prof, sangat membantu sekali pencerahannya dan izin tuk share ya…

7 02 2010
Rusly

Salam kenal bu… tidak sengaja saya jumpa blog ibu pas googling.
Wah bagus sekali penjelasannya, sangat mudah dimengerti dan dapet penjelasannya, daripada saya harus membaca penjelasan ngejelimet dari Betram Katzung. hehehe
Terima kasih, bu …

6 01 2010
Ani

Bu prof…mhn ijinnya untuk share yaa

jawab:
silakan, mbak. It’s my pleasure..

18 12 2009
18 12 2009
A.J.I

ijin copy di blog saya ya prof,disini http://farmatika.wordpress.com terimakasih

jawab:
silakan, trims atas apresiasinya

18 12 2009
A.J.I

artikel mata kuliah yang diringkas dengan kenyataan di lapangan dibungkus dengan bahasa yang menarik terimakasih prof, saya sangat menunggu artikel farmasi seperti ini

27 11 2009
dokterdita

trims prof. Artikel2-nya mencerahkan & membantu saya sebagai klinisi. Karena terus terang sampai sekarang saya belum menemukan (mungkin malas mencari) site yg tepat utk mencari referensi obat2-an. Biar ga kalah sama rep (Medical representative). Boleh tidak artikelnya saya copy paste di blog saya? Tentu dengan menuliskan sumber & link ke blog ibu prof

JAwab:
tentu, dok. It’s my pleasure… bisa kenalan dengan Anda. semoga artikel saya bermanfaat.

21 11 2009
Fithry elfikry

Makasih prof. tulisan yang tegas, lugas dan cerdas utk mengambil keputusan tepat terapi nyeri dan deman…Ada pertanyaan yg masih bergelayut di benak saya dan sampai sekarang sy belum menemukan jawaban yg tepat..bagaimana dgn analgetik gol.pirazolon seperti metamizole injeksi masih sangat sering digunakan sebagai drug of choice anti nyeri, dan ada juga xylodella (kombinasi methampyron dan….. lali e prof..) digunakan utk px yang panas tinggi dan nyeri, pdhl yg saya tau obat gol itu udah dilarang penggunaannya di amerika sana karena efek sampingnya..sedangkan di indonesia masih laris manis bak kacang goreng aja. pertayaan saya terapi penggantinya di sana atau boleh juga sampel di jepang apa bu utk menggantikan peran metamizole dan kawan2nya ini..mks bu atensinya…do’a kami selalu utk kebaikan ibu…

Jawab:
dear Mbak Fithry,
hal itu juga menjadi pemikiran saya, dan sekarang menjadi slaah satu topik thesis mahasiswa MFK bimbingan saya….. kita tunggu aja hasilnya…. apakah memang efek samping itu tidak terjadi di Indonesia karena perbedaan genetik sehingga masih aman dipakai ??…..

19 11 2009
feri

trims infonya..jadi lebih tahu bahwa pake obat tidak bisa sembarangan

19 11 2009
khoti

tulisannya terang banget,mdh dipahami.makasih,prof..:)

18 11 2009
nina

wah.. Trimakasih tulisannya prof..,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 492 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: