Manfaat dan risiko obat asma

9 09 2009

Dear kawan,

Apa kabar?….

Duh, maafkan aku……. lamaa sekali aku tidak nulis lagi di blog-ku ini….. Terus terang aku rindu menulis di sini, tapi entahlah, mood menulisku sedang tidak begitu bagus sebulan terakhir ini ….. Ada aja deh.. yang lagi dipikirkan dan cukup mengokupasi perhatianku..  Selain itu, sekarang lagi eranya Face Book…, jadi sebagian ekspresi sudah dimunculkan di sana, sehingga blog tidak lagi menjadi sumber penyampaian ekspresi utama lagi. Kalau dulu dikit-dikit nulis di blog, sekarang sebagian sudah “dilampiaskan” di Face book… hehe.

Tapi syukurlah, lewat Face book juga aku diberi tau oleh seorang teman, kakak kelasku SMA dulu, bahwa aku muncul di Majalah Info Obat (thanks, mbak Uti… bisa  jadi inspirasi ngisi blog..).  Sebelum itu, teman yang lain cerita bahwa aku muncul juga di Trans TV utk acara Akar Pinang…  Wah, kalau yang ini sih aku nggak merasa…. tapi mungkin saja itu rekaman waktu aku jadi moderator di Launching Ceremony-nya World Conference tg 12 Agustus kemaren.. karena kebetulan salah satu pembicaranya adalah Pak Haji Agus, pengisi acara Akar Pinang. Nampaknya itu adalah rekaman tentang beliau tetapi akunya jadi ikut terekam dan nongol di TV hehe….

Nah, daripada blog-ku ini kosong, aku tampilkan saja hasil wawancara Majalah Info Obat (Rika) denganku mengenai Manfaat dan Risiko Obat Asma. Di bawah ini adalah tulisannya……..

Manfaat dan Risiko Obat Asma

inhaler

inhaler

Bicara mengenai obat asma, tak lepas dari berbagai pilihan jenis obat yang tersedia. Mulai dari golongan obat, tujuan penggunaan, maupun bentuk sediaan. Beda golongan obat akan menunjukkan efek yang berbeda pula. Efek yang berbeda akan mempengaruhi tujuan penggunaan, apakah obat digunakan untuk mencegah atau untuk mengatasi saat asma kambuh. Sedangkan bentuk sediaan mempengaruhi onset (waktu yang dibutuhkan dari obat dikonsumsi sampai obat berefek) dan efektivitas obat sehingga biasanya menyesuaikan dengan tujuan pengobatan dan kondisi pasien. Namun yang namanya obat selain memiliki manfaat, tentu tak lepas dari risiko efek samping yang ditimbulkan. Untuk mengetahui lebih jauh, Info Obat berbincang-bincang seputar manfaat dan risiko obat asma bersama Prof.Dr. Zullies Ikawati, Apt, salah satu staf pengajar di Fakultas Farmasi UGM.

Zullies memulai penjelasan mengenai obat golongan steroid. Contoh obat golongan steroid antara lain budesonide, beclometason dan deksametason. Obat lini pertama dalam terapi asma ini umum digunakan untuk tujuan pencegahan kambuhnya asma. Kendati dapat pula untuk mengatasi keadaan saat asma kambuh. Pada terapi pencegahan yang mengharuskan pasien mengkonsumsi obat secara rutin sebaiknya menggunakan bentuk sediaan inhalasi atau lebih dikenal dengan sebutan metered dose inhaler (MDI). Penggunaan inhalasi memiliki memiliki onset lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan per oral (obat diminum sehingga melewati saluran cerna). Efek samping pun bisa diminimalisir karena obat hanya bekerja di seputar saluran pernapasan. Mengenai isu gangguan pertumbuhan anak dan timbulnya osteoporosis akibat penggunaan steroid terus-menerus, Zullies menambahkan belum ada fakta selama obat asma digunakan dalam bentuk sediaan inhalasi. Selain dalam bentuk sediaan inhalasi, tetap tidak tertutup kemungkinan menerima obat golongan steroid dalam bentuk sediaan per oral. Efek samping dari obat golongan steroid antara lain meningkatkan tekanan dan kadar gula darah, sehingga penggunaan steroid pada pengidap hipertensi dan diabetes mellitus (DM) perlu mendapat perhatian khusus. Obat golongan steroid juga memiliki efek sebagai imunosupressan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Sehingga sebaiknya tetap menjaga kondisi dan stamina tubuh selama penggunaannya. Sedangkan penggunaan steroid untuk ibu hamil dan menyusui cukup aman selama obat diberikan atas rekomendasi dokter. Bahkan sebelum melahirkan kerap dilakukan suntikan intravena obat golongan steroid untuk mencegah kekambuhan asma saat ibu melahirkan. Yang perlu diperhatikan adalah saat pasien menerima terapi pencegahan yang mengharuskan penggunaan steroid secara rutin. Selama terapi tubuh menerima steroid dari luar/eksogen yang mengakibatkan sistem endogen (hormon) dalam tubuh tidak memproduksi steroid. Karena itu, penggunaan steroid tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba, dan dosis harus diturunkan perlahan untuk memberi waktu pada sistem endogen agar bisa kembali bekerja memproduksi steroid.

Untuk mengatasi serangan akut, obat golongan beta-agonist misalnya salbutamol menjadi obat lini pertama yang bekerja sebagai bronkodilator (merelaksasi bronkus). Obat golongan ini pun sudah banyak tersedia dalam bentuk inhalasi sehingga bekerja lebih efektif dalam mengatasi serangan akut. Pada keadaan darurat dimana pasien mengalami kesulitan bernapas yang parah digunakan metode pemberian obat secara nebulisasi. Nebulisasi merupakan metode semacam pengasapan obat yang diberikan pada pasien sehingga obat dapat masuk ke saluran nafas dalam kondisi sulit bernafas sekalipun. Sayangnya tidak semua sarana kesehatan memiliki alat nebulizer karena relatif mahal. Di samping penggunaan short acting, ada juga obat golongan beta-agonist yang bekerja long acting, misalnya salmeterol atau formeterol, yang memiliki onset dan durasi efek yang lebih panjang dibanding salbutamol. Biasanya untuk terapi pencegahan kambuhnya asma. Efek samping golongan beta-agonist cukup beragam seperti: tremor/gemetar pada tangan, sakit kepala, hipokalemia (kekurangan kalium), dan takikardi (percepatan denyut jantung). Namun efek samping tersebut tidak selalu terjadi tiap kali penggunaan obat. Muncul atau tidaknya efek samping tergantung kondisi klinis masing-masing individu. Apabila obat beta-agonist digunakan dalam jangka panjang dan secara berlebihan dapat menurunkan efektivitasnya. Hal ini disebabkan karena terjadinya desensitisasi reseptor obat, sehingga reseptor menjadi kurang peka. Karenanya perlu dosis yang lebih besar untuk memperoleh efek yang sama. Untuk itu dokter akan mempertimbangkan dosis yang paling tepat untuk pasien sesuai dengan keadaan klinisnya.

 Terapi obat beta-agonist terkadang dikombinasikan dengan obat golongan antikolinergik untuk mencapai efek yang lebih baik. Sama dengan beta agonis, obat golongan antikolinergik misalnya ipratropium bromida bekerja dengan merelaksasi bronkus. Umumnya digunakan untuk mengatasi serangan akut. Efek samping yang timbul antara lain: mulut kering, mengantuk, dan gangguan penglihatan. Terutama pada penggunaan inhalasi dimana pasien melakukan teknik penyemprotan yang kurang tepat. Dalam beberapa saat mata dapat menjadi kabur. Zullies menyarankan agar pasien mengetahui teknik penggunaan inhalasi yang tepat misalnya dengan bertanya pada dokter atau apoteker. Satu lagi obat yang akrab dalam terapi asma, yaitu teofilin. Teofilin tergolong obat ’tua’ dalam arti sudah digunakan untuk terapi sejak lama. Teofilin memiliki jarak dosis terapi dan dosis toksik yang sempit. Hal ini dapat membahayakan jika pasien mengkonsumsi dosis yang berlebihan. Gejala keracunan teofilin antara lain: insomnia, sakit kepala, mual, dan takikardi. Oleh sebab itu saat ini teofilin sudah banyak ditinggalkan dalam terapi asma. Namun kadang-kadang masih tetap dipakai misalnya pada keadaan darurat, teofilin diberikan dengan menyuntikkan dalam bentuk aminofilin. Pemakaian teofilin ini dipertimbangkan karena harganya yang ekonomis. Teofilin pun masih terdapat sebagai salah satu bahan aktif obat asma yang dijual bebas. Setelah mengulas berbagai jenis obat asma, Zullies menyimpulkan bahwa obat-obat asma tersebut cukup aman. “Saya sarankan untuk penggunaan inhalasi, karena efeknya lebih cepat, sesuai sasaran karena langsung ke saluran nafas, efek sampingnya pun minimal jika dibandingkan penggunaan oral sehingga cukup aman. Dan teknik penggunaan inhalasi yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan terapi.”, imbuh Zullies menutup perbincangan. [Rika]

Thanks for Rika. Good job!

About these ads

Aksi

Information

128 responses

24 11 2014
rika

Says IBU rumah tangga USIA 32 tahun, Beberapa bulan ini asma says mkn parah, dulu says cukup dgn pakai seretide, tapi Sekarang klo kambuh awalnya pake ventolin minimal 3 hisapan kadang sampe 12 hisapan Gak berapa lama Gak enak lg pake ventolin lg sample diulang 3 Kali klo masih lom enak juga akhirnya nebu ventolin kadang 1/2 atau 1 ampul klo masih Ttterakhir minum methylpredisolone, sore harinya gt lg Dan malem says terbangun krn sesek jam 10-12-3 pagi, bener2 melelahkan tiap hari harus seperti ITU, boro2 mikirin SL ingin cepet hamil, bust bernafas saja saya berjuang mati2an Dan berjuang sendiri, tolong saya harus bagaimana?

Jawab:
dear Ibu Rika, nampaknya asma Anda sudah cukup parah ya dan kurang terkontrol. Saya sarankan Anda menggunakan obat asma secara teratur, walaupun sedang tidak sesak. Sebaiknya diperiksakan ke dokter saja, untuk mendapatkan resep yang sesuai kebutuhan. Seretide sebetulnya cukup baik sebagai terapi pengontrol, tetapi jika Anda kurang cocok menggunakannya, Anda bisa menggunakan jenis yang lain. Tanyakan kepada dokter untuk pilihan terbaiknya.

19 11 2014
fikayboe

Assalamualaikum
Anak saya umur 10 thn. Dr umur 3 tahun sudah menderita ashma. Setiap pagi mau berangkat sekolah atau malam menjelang tidur harus selalu minum obat DEXTEEM PLUS dan TEOSAL, Karena kalau tidak minum obat dulu pasti akan sesak. Bila sudah terlanjur sesak biasanya saya kasih VENTOLIN INHALER, tapi kadang tidak ada reaksinya. Dan akhirnya tetap harus mengeluarkan nebulizer dengan menggunakan cairan ventolin dan beberapa tetes nacl.
Pertanyaannya… Apakah aman dexteem plus dan teosal di konsumsi tiao hari?
Apakah sudah benar cara2 yg sudah saya lakukan diatas?
Bagaimana solusi terbaiknya ya bu?
Terimakasih

Jawab:
Dear Ibu Fitri, saya tidak menyarankan penggunaan Dexteem secara terus-menerus setiap hari, karena DExteem mengandung steroid yang banyak efek samping jika digunakan secara rutin dalam bentuk obat minum. Saya sarankan steroid dalam bentuk inhalasi saja sebagai terapi rutinnya, Insya Allah lebih aman. Jika sudah terkontrol (tdk sering kambuh), tidak perlu juga minum teosalnya. Jika sesak, sudah benar menggunakan Ventolin, bisa inhaler atau nebulizer.

8 11 2014
Rita Zahara

Assalamu alaikum , wr, wb. terima kasih atas penjelasan nya bu, Alhamdulillah sejauh ini memamg tidak ada gejala yg spesifik, tp udah dua minggu ini bayi saya batuk terus, udah dua kali saya bawa ke puskesmas tp batuk nya tak kunjung berhenti, bu! sementara terkadang saya juga masih mengkonsumsi obat obatan asma tersebut krn kadang kadang masih suka kambuh, pake inhaler aja juga kadang nggak mempan harus di bantu obat juga.. gimana solusi nya ya bu?. terima kasih.

jawab:
Dear ibu Rita,.. penyakit asma biasanya disebabkan karena alergi, dan sifat alergi tersebut bisa menurun ke anak. Jadi jika ibu punya riwayat asma, memang putra ibu bisa beresiko kena asma juga atau alergi yang lain, Bisa jadi batuknya adalah karena alergi. Tentunya obat-obatnya perlu disesuaikan. Untuk asma ibu sendiri, perlu dikontrol supaya tdk sering kambuh. Hindarkan pemicu asma, jangan stress karena bisa memicu kekambuhan asma. Jika obat-obatan inhaler belum mempan, artinya ibu memerlukan dosis yang lebih tinggi, atau cara pakai inhalernya masih belum tepat sehingga tidak mencapai sasaran. Coba perhatikan dan pastikan bhw cara pakainya sudah benar. Jangan segan konsultasi dokter untuk memastikan dosis yang tepat.

8 11 2014
fitness yg efektif | Fitness Tips and Health Tips

[…] Manfaat dan risiko obat asma | zullies ikawati’s weblog […]

5 11 2014
Rita Zahara

Assalamualaikum wr, wb. Bu, saya penderita asma dan megkonsumsi obat metylpredisolone, retaphyl,cetirizine,ambroxol, sejak hamil sampai usia anak saya sekarang 10 bln . apa resiko pada bayi saya?

Jawab:
Apa ada gejala spesifik pada putra ibu? jika tidak ada, tidak perlu kuatir dulu.

17 10 2014
tina

Asslm Dr
Dr saya mau tanya,
Saya punya asma dari kecil, sekarang saya sedang hamil tiap hari asma saya kambuh. Saya bingung harus menggunakan obat asma apa kalau sadang hamil takut kenapa-kenapa ma debaynya. Kalau sebelum saya hamil, saya pakai sabutamol.
Tolong kasih infonya ya Dr obat apa yang harus saya gunakan yang buat saya dan kandungan saya ?
Terima kasih Dr

Jawab:
Mbak Tina, saya bukan dokter, tetapi apoteker. Untuk obat asma yang aman, saya sarankan bentuk inhalasi (obat hirup). Isinya masih salbutamol, tetapi dalam bentuk inhaler akan lebih aman untuk bayi karena sedikit sekali yang masuk ke saluran sistemik. Jadi coba periksakan ke dokter dan minta diresepkan obat asma bentuk inhalasi. Yang penting nanti cara pakainya harus benar agar efek obat bisa tercapai.

4 08 2014
Nama Obat Semprot Untuk Sinusitis | Obat Herbal Untuk?

[…] Manfaat dan risiko obat asma | zullies ikawati’s weblog […]

1 08 2014
ita

Dear ibu zullie
Sy punya seorang putri umur 11 tahun kl sdh batuk dan flu dia pasti langsung sesak napas..kl sdh sprti itu harus diuap(nebulizer). Masalahnya di tempat sy rumah sakit yg menyediakan nebulizer sangat jauh. Apakah salbutamol tablet juga bs menolong anak sy kl sedang sesak nafas? Trimakasih

jawab:
dear Ibu Ita, salbutamol tablet sebenarnya bisa juga untuk meredakan sesak nafas, tetapi efeknya lebih lama tercapainya, karena dia harus menjalani proses absorpsi dan distribusi dulu di dalam tbuh sebelum sampai ke saluran nafas. Jika memang sering sesak nafas, ibu bisa mencoba menggunakan jenis inhaler. Minta ke dokter putri Anda untuk meresepkan. Penggunaannya memang sedikit sulit dan memerlukan latihan, tapi anak usia 11 tahun saya kira sudah bisa belajar menggunakannya. Tanyakan pada apoteker Anda mengenai cara pakainya.

20 07 2014
dwie

Asskum mbak.
Maav saya mau tanya.
Saya juga terkena asma kurang lebih udh 2thun.
N bkan asma bawak an dri lahir.
Saya pernah di rwat di RS dlam 1blan 4x masuk RS.
Tpi stlah itu asma saya tidak kambuh slma kurang lbih 5blan.
Ttapi stiap cuaca dingin,terkena asap tokok dll,trus capek asma saya kembali kambuh.
Hingga pada suatu hari saya diberi obat teosol.
Mmg asma saya mulai berkurang stlah mnum teosol mbg.
Tpi saya takut memakai obat teosol untuk jangka panjang dpat merusak organ tubuh yg lain.
Krna saya sering berdebar kencang jantungna,mual n merasa sdkit pusing.
Karna sdah hmpir 2blan ini saya hampir stiap hari kambuh asmanya n di awali dgan batuk” ..

Saya mau tanya obat yg tepat untuk asma yg saya derita ini apa mbg.
Karna saya takut pemakaian obat jangka panjang.
Dada suka sakit.
Tolng mbg pencerahan n sdkit infonya.
Obat apa yg bagus untuk saya n untuk organ tubuh saya untuk dkonsumsi jangka panjang.
Trimakasih.

Jawab:
Mbak Dwie, saya sarankan menggunakan obat asma bentuk inhaler yang dihirup melalui mulut. Efek sampingnya relatif lebih kecil daripada Teosal, apalagi jika dipakai dalam jangka panjang. CObalah periksakan ke dokter, dan minta direspkan obat bentuk inhaler. Ada yg harus dihirup pada saat sesak saja, ada juga yg dihirup setiap hari jika asmanya termasuk yang sering kambuh. Merk-nya macem-macem. Memang harganya relatif lebih mahal daripada obat minum, tapi itu sepadan dengan kecilnya efek samping.

10 06 2014
gilang

Assalamu’alaikum Buk Zullies
saya karyawan mipa-uii, saya sering mengkonsumsi salbutamol, baik tablet maupun serbuk (ventolin inhaler) tanya apa efek negatifnya jika sering konsumsi obat tersebut, makasih atas jawabannya, sihono

Jawab:
Pak Sihono, jika ANda menderita asma, memang pilihan terapinya pada saat serangan adalah salbutamol. Jika dipakai sesuai anjuran sebenarnya aman saja. Beberapa orang ada yang berdebar jika mengkonsumsinya. Saya sarankan pemakaian inhaler yang efek samping sistemiknya lebih kecil.

14 05 2014
liny kurniaty

Saya menderita alergi ASAP,debu dll,setiap kali terkena debu ASAP rokok atw minum Es,tenggorokan terasa gatal,hidung meler Dan bersin2,kdg2 sesak nafas ,Dan klo jalan agak cepat,nafas terasa sesak jg,Apakah itu ßîs̤̈α di bilang asma,Karna klo saya batuk atw masuk angin nafas jg sesak,saya minum metyl prednisolon ,Apakah itu aman
Mhn di jawab bu
Terimakasih

jawab:
metilprednisolon bisa saja digunakan utk alergi. Jika digunakan sesuai aturan relatif aman.

13 05 2014
Artikel Obat Wasir Di Apotek | Obat Herbal Untuk?

[…] Manfaat dan risiko obat asma | zullies ikawati’s weblog […]

2 05 2014
Ryan H

Siang buk.
Nama saya Ryan, mahasiswa berumur 21 tahun. Saya menderita astma turunan dari umur 3tahun, dan sering masuk IDG karna astma. Saya dulu menggunakan ventolin inhaler untuk pereda astma. Setelah beberapa bulan terakhir saya memakai Seretide Diskus 500, 2 kali semprotan sehari, dalam 2 bulan astma saya benar2 tidak ada kambuh lagi, tapi, ketika saya telat membeli seretide, utk pemakaian berikutnya, astma saya kambuh dan parah lagi, hampir setiap bekerja dan malam hari. Oleh karena itu saya segerakan membeli seretide lagi.

Yang saya tanyakan,
– Apakah sertide itu membuat penderita menjadi ketergantungan ?
– Berapa dosis bagus untuk penderita astma parah seperti saya ? Dan
– Setelah berapa lama pemakaian bisa dihentikan, atau
– jika tidak bisa langsung dihentikan. Dosisnya bisa dikurangi jadi berapa dok ?

Mohon bantuannya.

Jawab:
Seretide tidaklah menyebabkan ketergantungan, tetapi asma anda itu yang cukup parah sehingga memang harus dikontrol dengan obat. Pada kondisi parah memang bisa dibilang harus digunakan selamanya. tetapi jangan kuatir, karena asma itu bersifat dinamis juga. selama terjaga dari paparan pencetus kekambuhan, maka kekambuhan berkurang. Jika sudh jarang kambuh, dosis seretide-nya bisa dikurangi pelan-pelan. Pengobatannya sangat tergantung kondisi asmanya. Jika memberat lagi, ya dosis perlu ditingkatkan.

24 04 2014
ria andriani

anak saya berumur 5 th.udara dingin napasnya sesak dan ada batuk batuk .apakah tepat kalau saya kasi obat salbutamol sama ambrokxol

Jawab:
Menurut saya sesak nafas dan batuk cukup tepat diberi salbutamol dan ambroxol

18 04 2014
abdul oktario

bu… saya mau bertanya
saya punya penyakit asma tiap malam kalau udaranya dingin Asma saya sering kambuh..
Terus saya minum obat Neo Napacin…
dalam waktu 15 menit asma saya berkurang tetapi setelah minum obat itu perut saya jadi terasa sangat laper terus perut saya mual2. Apakah itu Efek dari Obat!??

Jawab:
Ya, mungkin saja itu adalah efek samping dari obatnya. Neo napacin mengandung teofilin yang pada beberapa orang bisa menyebabkan gangguan lambung sehingga terasa mual-mual. Saya sarankan gunakan bentuk inhaler saja, efek sampingnya lebih kecil.

14 04 2014
Tri Kebumen

Yth Ibu Zullie,

Istri saya sudah lama mengidap astma dan saat ini jika gejala astmanya kambuh, dia minum teosal (obat dari resep dokter). Kegiatan ini sudah berlangsung kurang lebih setengah tahun.
Adakah dampaknya jika mengkomsumsi obat ini dalam jangka panjang ?

Terimakasih.
Salam
Tri

Jawab:
Pak Tri, jika obat tersebut hanya diminum saat kambuh saja, dan pada saat minum itu tidak ada efek-efek yang tdk diinginkan seperti jantung berdebar, mual, sulit tidur, dll, maka dampaknya tidak terlalu signifikan. Tetapi jika digunakan terus-menerus, mungkin ada dampak yang kurang baik bagi tubuh, walaupun dampak ini bersifat individual. Untuk lebih amannya, saya sarankan menggunakan bentuk inhalasi/hirup.

9 04 2014
nurie

Akhirnya ngerasa bukan satu2nya didunia yg kena asma…minggu ini 3 kali kedokter 3 kali juga di inhalasi..karena batuk berdahak….coz berat di ongkos akhir nya td siang beli nebulizer nya….cmn bingung pake obat apa ya….setiap inhalsi di rs pake ferbivent inhaler isi nya salbutamol juga….itu ternyata buat kalo asma akut bgt…kira2 pake apa yg selain pake ferbivent…?
kalo kambuh ringan paling minum salbutamol…..dl sempet berobat ke kuala lumpur dikasih singular…itu bagus tapi ga tau nyari dimana diindo…
skrg dikasih euphyllin isinya teofilin…

onething yg bikin bersyukur bgt…apa yg aku alami bnyk yg ngalamin…..apa lagi baca tulisan mba….thanks ya

31 01 2014
Aryanto

Bu,apakah salbutamol(tablet) boleh digunakan bersamaan ambroxol 30mg?mksh

Jawab:
Boleh saja

27 01 2014
shanti

mau tanya apa bedanya veontolin,flixotide, dan combivent pada penggunaan nebulizer.terima kash

Jawab:
Cara penggunaannya sama, sesuai aturan dosis masing-masing. Bedanya adalah isi obatnya. Ventolin berisi salbutamol/albuterol, biasanya untuk mengatasi serangan asma. Combivent berisi salbutamol dan ipratropium bromid, ini juga untuk mengatasi serangan asma. Sedangkan flixotide berisi fluticason, yg digunakan sebagai terapi kontrol.

18 12 2013
yayan

Mau nanya bu, bapak saya kena asma udah lama, trus udah parah, hmpir tiap hari kambuh asmany bu, rencanany sih mau pake obat kontrol yg symbicort atau seretide diskus, menurut ibu boleh nggak soalny bapak saya juga kna diabetes bu, trus kalo symbicort kan ada dosis budesonide yg atau 80 dan 160? Mohon sarannya, trims

Jawab:
Kalau sudah kambuh hampir setiap hari, sebaiknya memang pakai obat kontrol. Pilihannya bisa symbicort atau seretide. Sebaiknya digunakan dengan dosis terendah dulu. Untuk efek samping diabetes, memang obat steroid berisiko meningkatkan kadar gula darah, tetapi dalam bentuk inhalasi efek tersebut relatif kecil. Sebaiknya nanti kadar gulanya juga dipantau secara rutin. Jgn lupa periksakan dulu ke dokter utk memastikan kondisi asmanya, obat-obat inhalasi harus dibeli dengan resep dokter

6 12 2013
ika

asma saya sering kmbuh tiap hari 4smpe5 kali. setiap kambuh saya gunakan inhaler birotec sampe 3 kali semprot tdk bisa. bahkan smpe tidak bisa nafas sama sekali seperti orang tercekik n biru. saya sdh mengkonsumsi obat dari dokter setiap hari. bagaimana ya bu??? obat yg saya minum teosal,spiriva 2ksl

Jawab:
dear Ika, asma kamu sudah agak berat ya… sampai kambuh 4-5 kali sehari. Berotec sebenarnya sudah tepat untuk mengatasi kekambuhan asma. Namun jika kurang mempan, sampaikan ke dokter, agar dokter bisa memberikan alternatif yang lebih baik, misalnya Berodual yg merupakan obat kombinasi. Untuk terapi jangka panjangnya, menurut saya lebih baik menggunakan inhalasi yang mengandung steroid, seperti Seretide, yang juga dikombinasikan dengan obat pelega nafas aksi panjang. Sebaiknya diskusikan dengan doktermu mengenai kondisimu dan efek pengobatan yang belum terasakan, karena obat-obat tadi hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

6 12 2013
ananda

kalau mulut berjamur apa bisa dihilangkan ? Lalu apa akibat dari mulut berjamur tersebut ? Saya sudah sekitar setahun ini konsumsi obat seperti itu tetapi tidak kumur :(

jawab:
ya nanti dikasih obat anti jamur. akibatnya ya ngga enak, mungkin gatal, ada bercak-bercak putih..
Ya sebaiknya mulai sekarang kumur setelah menghirup obatnya

4 12 2013
ananda

bu, saya menderita asma sejak usia 10 tahun, skrng sudah 17 tahun. Bbrapa bulan ini saya mengkonsumsi Meptin Swinghaler, kemudian oleh dokter diganti Obucort apakah tidak apa ?
Kemudian saya seringkali menggunakan obat tersebut tanpa berkumur, apakah efek sampingnya ? Terima kasih

jawab:
Dear Ananda, tentu dokter Anda tau yang terbaik. Meptin berisi procaterol, suatu obat pelonggar nafas. Sedangkan Obucort berisi budesonid, suatu obat anti radang utk saluran nafas. Meptin lebih tepat dipakai saat terjadi serangan akut, sedangkan Obucort dipakai secara teratur sebagai terapi pemeliharaan utk mencegah kekambuhan. Tentu Ananda sendiri yg bisa merasakan, apakah menjadi lebih baik tidak dgn pergantian obat tersebut. Jika menjadi lebih baik, jarang kambuh, maka berarti obat tersebut cocok. Sebaiknya berkumur setelah menggunakan obat Obucort, karena jika tidak, dapat menyebabkan rongga mulut rentan terhadap infeksi jamur maupun flora normal di mulut.

28 11 2013
Ovy

Ass. Mbak saya punya asma sejak umur 12th. Awalnya saya hanya alergi dan sinusitis dan tdk memiliki asma. Sy d beri resep obt salbutamol dan 3th yg lalu. Dan asma sy sudah jarang kambuh. Tetapi 8bln yg lalu asma sy kmbuh lg. Dan sy meminum salbutamol tiap malam. Biasanya akn segera reda asma dan tdk kambuh lg. Tetapi skrg obat tsb tdk memberikan efek yang berarti. Sy d sarankan dokter utk tdk minum air dingin dan jg coklat. Tetapi meski sy tdk memakan makanan tsb asma sy tetap kambuh. Biasanya pd mlm hari. Tapi skrg siang hari juga kdg suka kambuh. Apa ada saran utk mengatasi asma sy? Atau ada obat selain inhaler yg dapat d rekomendsikan? Terimakasih.

Jawab:
Halo, Mbak Ovy… sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter mengenai pilihan obat inhalasinya. Untuk saat kambuh, saya sarankan inhalasi yang berisi golongan beta agonis, seperti Ventolin atau Berotec. Sedangkan jika perlu terapi pencegah kekambuhan, sebaiknya yang berisi steroid, seperti Seretide. Tapi obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter, Mbak… selain itu pelajari teknik penggunaannya (tanyakan pada apoteker di apotek) agar anda mendapatkan hasil yang optimal.

21 11 2013
ade

bu usia saya 21 th saya suka meroko walaupun tidak aktif .kira kira 4 tahun belakangan saya mulai menderita sesak nafas yang mulanya jarang terjadi sampai sekarang paling 1 sampai 2 kali seminggu itu pun jika sehabis begadang/kelamaan tidur & makan sembarangandll setelahnya/esok paginya akan terdengar suara mengi dan dilanjuti dengan sesak ringan sampai parah jika tidak saya obati dengan minum obat teosal dulunya sih sya minum neo napasin itu pun sewaktu masih jarang terjadi sesak nafasnya tapi setelah saya bekerja, sesaknya suka kambuh dan saya dianjurkan tetanggga saya minum teosal daripada napasin lebih aman katanya tapi terkadang misalkan saya malamnya tidur terlalu sore dan harus terbangun di tengah malam karena sesak saya, segera minum teosal dan ketika saya bangun paginya masih terdengar suara mengi walau tidak terlalu sesak tapi saya harus meminumnya lagi sebelum kerja agar tidak kambuh/lebih parah di tempat kerja dan itu sering terulang belakangan ini ..
Pertanyaan saya Apakah teosal tidak berbahaya jika saya minum 1 dan minum 1 lagi paling hanya berselang waktu 5jam ,bagaimana agar saya bisaa terhindar dari situasi ini ..
Oh ya bu kalau obat semprot yang cocok untuk saya apa dan berapa yah harganya..
terimakasih sebelumya

Jawab:
Obat semprot/inhaler untuk asma harus diperoleh dengan resep dokter. Sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter dulu utk mendapatkan obat yang sesuai dengan dosis yang tepat. Penggunaan teosal terlalu sering juga bisa menyebabkan efek samping, seperti jantung berdebar, insomnia, dll.

21 11 2013
shanti

salaam…. menarik info astma yg ibu tulis sangat bermanfaat……….
saya asma dari umur 14thn, saya sekarang berumur 28 thn dan memiliki 2 orang putri.
awalnya saya pakai bricasma turbohaler, tapi kurang lebih tahun 2006 ato 2007, saya pindah ke ventolin inhaler, karena bricasma turbo ditarik dr peredaran,-itu kata apotik yg biasa sy beli-.
sampai saat ini saya memakai ventolin, tapi yg sy rasa saya kurang cocok, saat dipakai pasti saja ada batuk ringan dan terasa geli ditenggorokan. ada teman yg menyarankan memakai symbicort….
apakah bricasma sama dengan symbicort? atau memang itu memang gantinya bricasma, mengingat produsennya sama dari Astra….
trima kasih atas penjelasan ibu

jawab:
Dear Mbak Shanti,
Bricasma berisi terbutalin, biasanya digunakan jika sesak nafas kambuh. Demikian pula Ventolin, yang berisi salbutamol, digunakan pada saat kambuh. Sedangkan Symbicort, isinya budesonid dan formoterol, lebih sesuai untuk terapi pemeliharaan, yaitu untuk mencegah kekambuhan, yang digunakan secara teratur walaupun tidak sedang serangan.
Demikian, Mbak..

19 11 2013
yahya

assalamu’alaikum bu,
sy usia 33thn,penderita asma sejak usia 9thnan.
sdh 2 minggu ini asma kambuh 4-5 kali serangan,dan 4-5 kali pula saya pakai ventolin inhaler.
dan mengapa penggunaan antihistamin tidak begitu ibu rekomendasikan daripada steroid.

terima kasih…

Jawab:
Antihistamin tidak direkomendasikan pada saat serangan akut asma, karena memang tidak efektif. Pada saat serangan asma, yang lebih penting adalah melonggarkan saluran nafas dengan suatu obat pelega (bronkodilator). Sedangkan untuk terapi pemeliharaan, karena ada dasarnya asma adalah penyakit inflamasi, maka pilihan obat yang lebih poten adalah steroid inhalasi. Beberapa uji klinik ada yang menunjukkan potensi ketotifen (suatu antihistamin) untuk mencegah asma, tapi kalah poten dengan steroid, makanya kurang direkomendasikan.

17 11 2013
Yanuar esti

Saya penderita asmatikus, setiap hari asma saya selalu kambuh dan saya hampir setiap hari menggunakan nebuliser
bagaimana efek samping nya bagi saya?

Jwab:
Efek samping nebulizer relatif ringan karena bersifat lokal di saluran nafas. Beberapa org mungkin ada yang mengalami efek-efek yang kurang enak, tapi jika dibandingkan keuntungannya, maka risikonya relatif kecil dibandingkan dengan kambuhnya asma jika obat ini tdk digunakan.

16 10 2013
panca

assmlkm Bu Zullies,
sya mau bertanya , apakah aman setelah meminum obat batuk sirup berbahan paling aktif Ammonium Chloride , Sodium Citrate terus langsung memakai obat asma inhaler Ventolin?, sebab jika sedang kena batuk-batuk karena masuk angin kadang asma saya kambuh,, makasih Bu, mhon jawabanya

Jawab:
saya kira ngga masalah untuk minum obat batuk kemudian hirup Ventolin.

11 10 2013
Muhammad Yunus

Assalamu’alaikum, mbak, saya punya kkak penderita asma. Penyakit asma sudah dirasakan sejak umur 7 thn. Tetapi jarang kambuh, bahkan hanya terjadi sekali kali saja. Biasanya obat yg dikonsumsi adalah Neo Nafasin. Saat ini kkak saya sedang dalam masa menyusui, dan asma nya kambuh lagi. Jadi saya mau tanya obat asma apa yang aman untuk ibu menyusui? Terimakasih sebelumnya.. :)

Jawab:
saya sarankan obat untuk serangan asmanya bentuk inhaler, bisa ditanyakan di apotek. Insya Allah tidak mempengaruhi ASI

1 10 2013
rika

Apakah fungsi seretide dgn symbicort sama? Bolehkah ganti inhaler tanpa rujukan dokter? Saya sudah menggunakan inhaler teratur untuk pencegahan 2×2 semprot dan diulang jika kambuh atau ada gejala kambuh dan sudah menghindari makanan dan hal2 lain pencetus alergi! Tapi tetep dalam sehari ada 1 atau 2 kali kambuh atau hanya gejala, saya ingin ganti symbicort dgn seretide mengingat harganya yg mahal. Trus klo dikombinasikan dgn nebu isi ventolin 1 tetes gmn aturan pakainya? Haruskah dikonsumsi tiap hari seperti halnya symbicort? Mksh

Jawab:
Seretide dan Symbicort fungsinya sama, mbak, sebagai terapi kontrol asma, hanya beda isinya. Saya kira jika Anda sudah biasa pakai inhaler, bisa mencoba ganti tanpa rujukan dokter, tetapi Anda perlu amati sendiri apakah dengan pergantian tersebut asma Anda masih bisa terkontrol atau tidak. Jika bisa, bahkan lebih baik, Anda bisa teruskan. Kalau Ventolin sebenarnya lebih tepat jika digunakan saat serangan, karena dia punya aksi cepat. Jadi penggunaannya bila perlu. Coba dulu Seretide-nya, jika masih kurang terkontrol bisa ditambah nebu ventolin jika kambuh.

10 09 2013
Inel

Bu apakah asma it menular?

jawab:
Asma bukan penyakit menular, tapi menurun… jika orang tua punya riwayat asma, ada kemungkinan keturunannya mengidap asma juga, walau tidak selalu.

8 09 2013
lheeya

ass..bu saya ingin brtanya saya memiliki pnyakit asma dr umur 7th,saya slalu mengkonsumsi obt stiap hri,saat ni umur saya 24th dan saya sdng hamil 1bln saya masi mengkomsusi obt terbutaline sulphate dan inhaler apakah aman untk janin saya apabila dkonsumsi trus menerus? Bgaimana cra mengatasinya agar saya brhnti minum obt? Terimakasih

Jawab:
Asma memang harus dikontrol dengan pengobatan, apalagi jika termasuk asma yang menetap/persisten. Selama hamil, saya sarankan Anda menggunakan jenis inhaler saja, yang berisi steroid dan beta agonis sebagai terapi kontrol asma, yang relatif lebih aman untuk janin daripada obat yang diminum. Selama asma Anda sering kambuh, sebaiknya tidak berhenti minum obat. Sebaiknya hindarkan pemicu serangan asma, jangan stress, dll, jika serangan asma anda sudah berkurang, anda bisa mengurangi dosis penggunaan obat dengan konsultasi dulu dengan dokter/apoteker. Jika tidak pernah serangan lagi, anda bisa berhenti minum obat.

14 08 2013
Ari Lasso

ass,bu sy penderita asma sjak umur 6th smpai skrang umur 30th,sjak 5th blakang sy menkonsumsi aminopilin,ctm,an pretnison,mf klo salh penulisan nya.yg mau sy tanyakan:
1>apa ada obat minum yg lbih bagus dr yg tsbut tdi bu?asma saya klo kambuh 2hr sekali lebih sering dipagi hari, diawali dgn gtal berlebihan pd tenggorokan dan diawali jg dgn bersin2 dan hdung meler?soalnya skrg sy menderita efek sampingnya yaitu DM dan katrak serta wajah bulat.
2>dan apa obat yg baik untuk dm dan katrak sy serta wajah bulat saya bu..?
3>dan kalo lebih aman jenis obat inhaler,apa kombisi inhaler atau rekomendasi inhaler terbaik dri ibu untuk penyakit asma sy,klo bs hrganya yg murah bu?trims

Jawab:
Obat minum yang Anda gunakan, terutama Prednison, memang dapat menyebabkan efek samping DM dan wajah bulat (moon face). DM sendiri bisa berkomplikasi pada katarak. Sebaiknya menghentikan obat minum tersebut, dan menggantikan dengan obat inhalasi. Untuk efek samping wajah bulat, mungkin dapat hilang jika prednsion dihentikan. Untuk DM dan kataraknya, tentu perlu pengobatan tersendiri. Tapi tentu saya sarankan Anda periksakan dulu ke dokter untuk memastikan seberapa berat keparahan asma Anda, sehingga obatnya bisa disesuaikan, karena dosisnya tentu tergantung keparahan asmanya. Jika asma ringan, obatnya cukup dipakai bila perlu, tapi jika sudah berat/menetap, obatnya perlu digunakan secara rutin. Obat inhalasi relatif lebih aman daripada obat minum dari sisi efek samping, tapi memang harganya lebih mahal. Tapi saya kira harga ini masih sebanding dengan risiko efek samping dan perlu nya obat lain (obat DM, katarak) jika anda menggunakan obat minum.
Untuk obat inhalernya, tersedia beberapa macam. Biar dokter nanti yang menentukan jenisnya. Yang penting juga adalah cara menggunakan inhaler, nanti harus ditanyakan sampai betul teknisnya, agar hasilnya optimal.
Demikian, semoga bisa membantu ya..

5 08 2013
arianto yudi

selamat pagi Bu,saya mau tanya ibu begini:
setahun yg lalu menurut diagnosa dokter saya sakit asma bronkial, yg ingin saya tanyakan:
1.bisakah penyakit saya itu sembuh total,tidak hanya sekedar di kendalikan?
2.menurut ibu,mana yg lebih baik antara terapi lewat pengobatan herbal ataukah medis?
3.sudah tepatkah jika saat ini saya memakai obat berodual (metered aerosal)?
terimakasih sebelumnya ibu

jawab:
Dear Ariyanto,
asma bronkial adalah penyakit kronis yang biasanya disebabkan karena alergi atau hipersensitivitas sistem imun. Mohon maaf karena saya harus bilang bahwa penyakit ini umumnya bersifat menetap dan tidak bisa sembuh total. Memang ada bbrp yang beruntung bisa sembh total karena sistem imunnya membaik, tapi itu sulit diprediksikan. Makanya yang paling bijak adalah mengendalikan penyakit ini, baik dengan pengobatan atau dengan non-obat (olah raga, akupuntur, yoga, hindari stress, dll). Sejauh ini terapi herbal sifatnya adalah sebagai terapi tambahan (komplementer), tetapi jika digunakan pada saat serangan akut umumnya tidak cukup poten. Obat berodual yang anda gunakan sudah tepat. tergantung frekuensi serangannya, jika termasuk sering, maka perlu digunakan secara teratur. Tapi jika serangannya jarang-jarang, maka bisa digunakan bila perlu. Patuhi saja petunjuk dokter anda.

17 07 2013
hendri

Bu, tmn saya terkena asma. setelah k dokter diberikan obat. yaitu teosal, novaflox,pyradexon, flutamol. Pemakaian yang yang terus-terusan ada efek trhadap tubuh nggak bu??

Jawab:
Ya, tentu ada efeknya terhadap tubuh jika suatu obat dipakai terus-terusan. Untuk asma, mestinya ada obat yang dipakai jika kambuh saja. Jika asmanya berat memang perlu obat yang dpakai jangka panjang. Teosal dan Pyradexon sebaiknya dipakai pada saat kambuh saja sampai membaik. Novaflox adalah antibiotik yang penggunaannya juga hanya dalam jangkan waktu tertentu serta harus dipakai sampai habis. Flutamol adalah semacam obat flu biasa, dan sebaiknya dipakai jika ada gejala saja.

4 07 2013
taslini tarmizi

anak saya berusia 9,5 tahun, mengindap asma dari usai 2 tahun, kalo ke adaan cuacan dingin maka asmanya mulai kambuhh,anak saya belum pernah memakai obat isap asma (inhaler), apa bisa di beli bebas di beli di apotik dan apa merk yang aman untuk anak usia anak saya. terima kasih

Jawab:
Obat asma dalam bentuk inhaler harus diperoleh dengan resep dokter. Sebaiknya diperiksakan dulu ke dokter, dan bisa minta dokter untuk meresepkan obat bentuk inhaler, karena dokter nanti yang akan menentukan dosisnya sesuai dengan kondisi asmanya. Pastikan juga untuk bisa menggunakannya. Untuk ini bisa ditanyakan pada apoteker di tempat membeli inhaler tersebut. Jika sudah biasa menggunakan, selanjutnya bisa dibeli di apotek.

17 06 2013
Septy

assalamu’alaikum ibu..

bu saya mau tanya umur saya baru berumur 13 tahun,saya mengidap asma.. sudah cukup lama.yaitu 9 tahun.. waktu dulu saya menggunakan teosal.. tapi sekarang saya hanya menggunakan salbuttamol (ventolin) . saya menggunakan ventolin sudah 5 tahun.. apakah itu baik bu untuk saya? apakah efeknya?? karena jika sudah mnggunakan ventolin dada saya terasa lebih plong..dan lebih ringan..
terimakasih bu sebelumnya.. ditunggu jawaban nya.. terimakasih bu!!

jawab:
Dear Septy,
Saya kira yang kamu gunakan sudah tepat, yaitu menggunakan inhalasi salbutamol. Gunakan jika terjadi serangan. Bentuk inhalasi relatif lebih aman dari efek samping, tidak perlu terlalu kuatir.

11 06 2013
andriansyah

Assalamualaikumm…salam kenal bu,sy andriansyah,sy punya anak 2 org,yg besar umur 8thn,yg kecil 6 thn,dua2 nya sudah didagnosa asma oleh dokter spa.secara umum asma mereka kambuh kalau terkena flu dan batuk yg terus menerus,oleh dokter nya mereka di resepkan ventolin inhaler dan flixotide,menurut ibu,pemberian ventolin dan flixotide yg bersamaan berbahaya ngga buat mereka jika sering digunakan…terimakasih..

Jawab:
Pak Andriansyah, pemberian ventolin dan flixotide secara bersamaan tidak berbahaya. Sebaiknya Ventolin dan Flixotide diberikan jika sesak saja atau kambuh asmanya, kecuali jika sering sekali kambuh, flixotide bisa diberikan secara rutin untuk mencegah kekambuhan.

24 05 2013
Maysaroh

dok-sudah 4 bulan terakhir ini asma saya sering kambuh.setidaknya dalam 1 hari itu kambuh 1 kali.tiap malam kalau sayaa tidak meminum sebutir teosal maka tengah malam asma saya pasti kambuh.kira-kira efek samping nya apa ya dok kalau mengkonsumsi teosal dalam jangka waktu yang lumayan lama? apa bisa menimbulkan penyakit lain jika 1 hari 1 tablet bahaya ga buat saya- tolong dijawab ya dok-
terimakasih sebelumnya

Jawab:
Maaf sebelumnya, saya bukan dokter tapi apoteker. Asma anda nampaknya sudah cukup berat. Saya sarankan untuk menggunakan obat bentuk inhalasi yang lebih aman. Teosal berisi teofilin dan salbutamol. Teofilin umumnya membuat jantung berdebar, mual, sakitkepala, dll. Jika anda tidak mengalami hal tersebut, mungkin obat ini masih aman untuk anda. Tapi sekali lagi, penggunaan inhalasi lebih dianjurkan karena efeknya lebih bersifat lokal di saluran nafas, sehingga mengurangi efek samping secara sistemik.

23 05 2013
narsih

saya penderita asma hampir tiap hari kambuh,saya memakai nebulizer obat nya ditets ventolin plus air.apa aman untuk pemakaian jangka panjang

Jawab
penggunaan dengan nebulizer relatif aman untuk pemakaian jangka panjang

12 05 2013
Welmintje pah

Salam jumpa lg ibu Zulis,smg ibu&kel.sht2 saya ingin bertanya, asma sy hmpir tiap hr kambuh wlp tanpa pencetus,masuk kluar RS jk hbs nes tp msh sesk.jk sy lupa minum obt,mk akan sesk saat ketidurn mk akn trba ngun dg sesk,shg sy hrs nebu.dg combiven 1/2 ampl dg nacl 3cc yg dianjurkan Dr.SpD. Adapun obt yg dimi num Retaphil 1 x 1/2 pd mlm hr,salbuta mol 3×1,methyprednison 2×1 dg Barotec 3x2pf, tp setiap sy pakai ba rotec mk akn sesk yg luar biasa, shg sy pa kai jk sesk di kntor atau dlm perjlnan, apakah cr ini salah dg penggunaan obt yg dipakai?Bgmn dg pe nggunaan nebu yg trus menrus?Apakah dg keadaan sy ini sdh tdk tertolong lg&mninggal?bgmn obt2 yg sy pakai sdh tpat mnrut ibu?mohon pen jelasan ibu pakai obt yg terbaik utk kondisi spt sy? Tks ibu,smg Allah m’berkati ibu dg kel.

jawab:
Ibu Welmintje,
nampaknya asma ibu memang sudah cukup berat dan perlu terapi pemeliharaan jangka panjang. Jangan sampai lupa minum/menggunakan obatnya, Bu. Obat yang ibu konsumsi sebenernya sudah tepat. Apa ibu sudah tepat dalam teknik penggunaan inhaler-nya? apakah ibu sudah berusah amenghindarkan pemicunya? usahakan agar ibu lebih pasrah, jangan terlalu cemas dan banyak pikiran, karena itu juga akan memicu serangan asma. Penggunaan obat asma melalui nebu relatif aman, bu, karena efeknya lebih lokal, jadi tdk perlu kuatir. Saran saya, tetaplah menggunakan obat asma ibu sesuai aturan. Sampaikan pada dokter jika masih ada serangan, mungkin dosisnya perlu ditambah lagi. Begitu ya, Bu… semoga bermanfaat.

9 05 2013
venny puspita sari

ass,bu saya terserang asma sdh hampir 11 thn,skrg saya pake obat asma seretide diskus dosis 50/100 dan saat ini stiap hari psti kambuh,kl setiap mau tidur ga nyemprot obat dulu pasti tar pertengahan tidur psti kambuh,pertanyaan saya gmn supaya asma saya bs berkurang kambuhnya shingga bs terkontrol dgn baik+sembuh,dan apakah efek dari penggunaan seretide diskus dlm jangka panjang,terimakasih

jawab:
nampaknya asma Anda memang udah cukup berat ya, Mbak… dan memerlukan pengobatan secara teratur. Ya sudah dijalani saja pengobatannya secara teratur. Bisa ditambahkan dengan senam atau yoga, atau latihan pernafasan. hindarkan pencetus/alergen, jauhkan dari stress pikiran. Insya Allah akan lebih ringan. Penggunaan seretide diskus jangka lama relatif masih aman, karena efeknya lokal di saluran nafas. Tapi jangan lupa kumur setelah pakai, utk menghindarkan efek samping di sekitar rongga mulut.

27 04 2013
budi

mau tanya Seretide diskus 50/100 bsa dipakai untuk anak umur 4 tahun apa gak ya ?

Jawab:
bisa, tinggal dosisnya saja disesuaikan

23 04 2013
Welmintje pah

Salam jumpa ibu,smg ibu tdk bosan2dg se ring x saya bertanya. Bgni bu, sjk januari saya kambuh trus as ma x,oleh dr.ahli sy diberi obt inhalasi barotec,3 x1, 2 x smprtn tapi setlah semprot 4 ato 5jam kmdian akan sesak sekali shg hrs pakai Nebu obt yg dipakai combiven,retaphyl tblt 1 x 1/2 pd mlm hr,sal butamol 2×1/2 tblt,Me thylprednison 2×1/2 tblt pd pg&malm hr,jk sy pakai barotec ato selesai Nebu obt oral sy hentikan. Yg ingin tahu skl apakah aturn tsb sdh benar,ataukah inhaler barotec digan ti dg obt inhaler yg sifat x utk pencegahn jangka pnjang? Atau menrut ibu BAGAIMA NA YG TERBAIK bg sy? Sesudah diNebu apa boleh minum obt oral x?sb stlh diNebu nanti sesak lg? Tks ats jwbn yg terbaik bg saya,sa lam ma nis dr sy &kel.

jawab
dear Ibu Welmintje,
Sebenarnya jika terapi inhalasi sudah diberikan dan cukup efektif, tidak perlu menggunakan obat minum. Bentuk inhaler atau nebu prinsipnya sama, yaitu untuk dihirup, hanya beda caranya. Saran saya, bu.. pada saat sesak ibu pakai Berotec 2-4 semprotan ditambah methylprednisolon 2 x 1 tab. Atau bisa juga Ibu langsung pakai nebu atau inhaler Combivent ditambah methylprednisolonnya. Combivent lebih kuat efeknya karena merupakan kombinasi dua macam obat. Lalu untuk pencegahan jangka panjang, ibu bisa menggunakan secara teratur obat yang mengandung steroid dan bronkodilator aksi panjang, contonya Seretide. demikian, Bu, semoga bisa membantu. Tapi tetap saya sarankan untuk beronsultasi dengan dokter ahlinya.

20 04 2013
Welmintje pah

Slamat sore ibu Dr. Salm jumpa lg,saya asma ingn tanya,sela ma ini saya pakai inhe ler Barotec.tp stlh pe makaian sktr 5jam se sak,saya pakai lg akan lega,sesaknya,ttp pd pemakaian malm hr jk tertidurnya lwat 5-6 jam maka akan terba ngun dlm kondisi ssak yg luar biasa,shg hrs di Nebulize,stlh sele sai Nebu.hrs minum obt apa,atau sy hrs barotec lg?mengingat hal2diatas dimana setlh hirup barotec akn sesak setlh 5jam, obt apa yg hrs dimi num atau kembali in heler Barotec lg atau hrs ganti Barotecnya dg inheler lain yg lbh cocok dg kondsi sy? apa yg hrs sy lakukan? apa ada yg lbh cocok dg kndsi sy ini?umur sy 55 thn. Tks sblmnya smg Tuhan Allah snan tiasa memberkati ibu Dr.dg kel.krn melayani sesama tanpa batas.

Jawab:
Dear ibu Welmintje,
Maaf, saya bukan dokter, bu, saya apoteker. Tapi akan saya coba menjawab pertanyaan ibu. Ibu, nampaknya kondisi asma ibu sudah termasuk yang persistnm/menetap dan memerlukan terapi yang harus digunakan teratur. Bentuk sediaan inhaler merupakan bentuk sediaan yang terbaik untuk asma, apalagi jika dipakai jangka panjang, karena efek sampingnya relatif kecil. Berotec tetap bisa digunakan, Bu, jika sesaknya kambuh. Tapi Ibu juga perlu menggunakan secara teratur inhaler lain yang berisi kombinasi steroid dan bronkodilator yang aksinya lebih panjang. Untuk merk, saya tidak etis menyebut di sini, nanti dikira promosi. Sebaiknya ibu periksakan ke dokter karena untuk mendapat inhaler tersebut untuk pertama kali perlu dengan resep dokter, dan juga untuk penentuan dosisnya, disesuaikan dengan kondisi ibu.

17 04 2013
dian ratu

Pertama trimakasih bu infonya. Saya boleh nanya tentang anak saya yang sudah terdeteksi asma, usia 6 tahun. Satu tahun terakhir bobotnya tidak nambah, hanya 17kg, setelah periksa, rontgen dan mantoug, disimpulkan oleh dokter tidak ada flek. Trus dikasih obat hisab Obucort budesonide dan disuruh berhenti mengggunakan Berotec. Namun ketika sesak kambuh/masih sering, penggunaan obucort tidak berefek secepat berotec. Apakah tidak kedua obat itu tidak boleh digunakan bersamaan? Atau beriringan? Apa risikonya ya bu, terima kasih penjelasannya

jawab:
Dear Ibu Dian,
Obat Obucort dan Berotec memang berbeda dalam penggunaannya. Obucort berisi budesonid, yang biasanya digunakan sebagai terapi pencegahan asma, terutama jika sering kambuh, sifatnya sebagai anti radang. Sedangkan Berotec berisi Fenoterol yang sifatnya untuk melonggarkan nafas ketika terjadi serangan asma. Jadi kalau digunakan pada saat kambuh, memang efeknya lebih cepat Berotec. Cara penggunaan obat itu adalah Obucort dapat dipakai setiap hari sebagai pencegahan asma (terapi pemeliharaan), sedangkan Berotec digunakan saat asmanya kambuh. Digunakan bersama sebenarnya tidak masalah. Dalam obat lain malah ada yang dikombinasikan secara tetap dalam satu obat.

29 03 2013
sekar

selamat siang mba. saya sejak kecil sudah menderita asma. mungkin krn saya punya riwayat elergi debu. dingin. makanan yg mengandung pengawet, kacang, makanan laut. jika tanpa sengaja sy bersentuhan dgn hal2 tersebut pasti kambuh. saat saya hamil saya di beri salbutamol 2mg oleh dokter. tapi mba pertanyaan saya. kenapa setiap saya konsumsi obat flu biasanya kalau kena debu asma saya kambuh. obat flu apa yg cocok untuk saya. apalagi saya saat ini sedang menyusui.dan komponen obat flu apakah yg membuat asma saya kambuh. trimakasih sebelumnya mba

jawab:
Halo mbak Sekar.. sulit untuk memastikan komponen obat flu yang mana yang menyebabkan asma Anda kambuh. Sebaiknya Anda sendiri yang mengamati, pada saat pake merk apa kambuhnya. Coba diubah-ubah merk obat flu-nya, karena memang komposisi obat flu antar satu merk dengan yang lain tidak sama. DAn bisa juga, komponen penyebab alergi/asmanya bukan zat aktif obat flu tetapi komponen tambahannya dalam obat tersebut. Yang penting saat kambuh, segera hirup salbutamolnya.

27 03 2013
lya

assalamu’alaikum wr wb, mb/ibu? sy mau tny? sya sdng hamil 3bulan mau jln 4bln, sya mau tn. apakah obat TEOSAL atau VENTOLIN INHELER SALBUTAMOL itu aman untuk sya yg sdng hamil………. krna semenjak ini sya hmil asma sya sering kambuh sehari bsa 5kali memekai inhaeler. tolng beri jwbnny y mb/ibu? obat apa yg aman sya minum di saat sya hamil ini? krna sya jg tkut barangkali janin saya kenapa”. tlng beri sya jwbny?????? terimakasih. tlong bri jwbn ke facebook sya bla bsa [kholyasokamsagitarius@yahoo.com]

jawab:
Ventolin inhaler relatif aman untuk kehamilan. Secara umum, bentuk obat yang dihirup/inhalasi efek sampingnya relatif kecil, jadi jangan kuatir. Untuk Teosal, saya sarankan untuk tidak dipakai dulu selama hamil karena bisa berefek ke janin.

5 03 2013
fitri diana

assalamualaikum. saya punya anak umur satu tahun. awal bulan februari tiba2 saja anak saya susah bernafas. wajahnya pucat. dengan panik dan cemas langsung saya bawa ke dokter. kata dokter anak saya asma. karena di clinic dokter oksigennya habis’ lalu diberi dokter sabutamol dengan obat batuk. kata dokter jika siap makan obat ini tdk ada perubahan’ bawa ke puskesmas biar diberi oksigen. alhamdulillah siap minum obat ‘sesaknya berkurang.
dua hari yang lalu’ anak saya kembali sesak nafas. karena hari sudah malam saya berikan sabutamol sisa obat yang lalu. yang ingin saya tanyakan
1. apa benar anak saya mengidap asma?
2. apa yang harus saya lakukan jika sesak nafasnya kembali terjadi.
3. apakah obat sabutamol aman untuk anak umur satu tahun?
trimakasih banyak atas jawabanya..

jawab:
langsung saya jawab saja ya..
1. Ya, ada kemungkinan putra Anda menderita asma. Apakah ada riwayat alergi atau asma pada keluarga? kakek nenek ayah ibu? Jika iya, itu semakin mungkin. Tapi tentunya dokter yang akan lebih bisa mendiagnosa secara tepat.
2. Jika sesak nafas kambuh, tentunya harus dilonggarkan jalan nafasnya. Salah satu obatnya memang salbutamol. Salbutamol ada dalam beberapa bentuk, antara lain bentuk obat minum dan inhalasi (dihirup). Obat digunakan jika asmanya kambuh saja, jika sudah membaik tidak perlu lagi.
3. Sejauh ini cukup aman, apalagi jika digunakan sesuai aturannya. Obat inhalasi lebih aman lagi, hanya saja memerlukan teknik khusus untuk memberikannya.

28 02 2013
Arull

assalamu’ alaikum bu…
pertama makasih buat infonya.
saya penderita asma sudah 13 tahun, umur saya sekarang 24 tahun.
saat kambuh saya pakai napacin karna harga terjangkau, saya mau tanya adakah obat herbal yg dapat menyembuhkan secara total penyakit asma? apa faktor pemicu asma di pengaruhi musim juga ya? soalnya waktu saya bekerja saya jarang kambuh padahal ruang kerja ber AC, tapi ketika saya sering libur dan sering di rumah malah sering kambuh dan itu tiap hari.
apa ada rekomendasi obat2 herbal yg bagus untuk mengobati asma?
terus apa ada bahaya bagi tubuh apabila mengkonsumsi Napacin dalam jangka panjang dan rutin?
terima kasih atas jawabannya…

Jawab:
Dear Arull,
Asma adalah penyakit kronis dan kambuhan, sehingga sulit untuk memprediksi apakah bisa sembuh total atau tidak. Ada beberapa orang yg sisitem imunnya membaik sehingga lebih toleran terhadap paparan, sehingga asmanya sembuh. Tapi sebagian lagi akan mengalaminya sepanjang hidupnya. Saya sebenarnya tidak menyarankan penggunaan Napacin dalam jangka [anjang dan rutin, karena nantinya akan ada efek bagi tubuh. Lebih baik menggunakan obat bentuk inhalasi, tapi memang harganya lebih mahal. Obat-obat herbal untuk asma bermacam-macam, tapi efeknya bervariasi antar individu. Ada yg pakai sirih merah, jahe merah, dll.

28 02 2013
Anie

Selamat malam bu, anak saya umur 5th dan menderita asma. Sudah seminggu ini saya kasih seretide 50. Hasilnya asma anak saya lgs berkurang tp batuk n pileknya msh ada. Saya mau bertanya apakah aman jika anak saya memakai seretide 50 itu? Apakah bisa dipakai utk jangka waktu yg lama? Seretide 50 apakah bisa dipakai bersamaan dng obat batuk pileknya? Terima kasih atas infonya bu.

Jawab:
Seretide cukup aman untuk anak dalam jangka lama karena digunakan secara lokal/inhalasi. Namun tetap perlu diwaspadai jika ada efek samping yg muncul. Tidak papa diberikan bersama obat batuk pilekya.

23 02 2013
Welmintje pah

Mengapa obat asma Gold-G Sea Cucumber 320ml terkandung Po tassium Sorbate 0,0028 %apakah tdk berbahaya bagi kese hatan asma? Mohon pnjelasan…tks.

jawab:
Potassium sorbate itu sejenis pengawet makanan. Jika digunakan sesuai aturan, tidak berbahaya, kecuali buat mereka yang akergi atau hipersensitif terhadap pengawet makanan, sebaiknya menghindari.

19 02 2013
Thifa Latisya

asslkum…mb’ mau nnya ap sich perbedaan antara obat asma seretide inhaler dan seretide diskus, mhon pnjelsannya ya mb’, terimakasih..>

jawab:
Perbedaannya ada pada dosis obatnya, Mbak.
Seretide 50 dose inhaler: Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 50 mcg.
Seretide 125 dose inhaler: Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 125 mcg.
Seretide Diskus 100 : Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 100 mcg
Seretide Diskus 250 : Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 250 mcg.
Seretide Diskus 500 : Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 500 mcg

18 02 2013
nurlatifah

asslkm. bu mau nnya ap ya bedanya obat asma seretide diskus dengan seretide inhaler pdhal kandungn keduanya sma, mhon pnjlsannya ya bu…..

Jawab:
Perbedaannya ada pada dosis obatnya, Mbak.
Seretide 50 dose inhaler: Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 50 mcg.
Seretide 125 dose inhaler: Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 125 mcg.
Seretide Diskus 100 : Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 100 mcg
Seretide Diskus 250 : Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 250 mcg.
Seretide Diskus 500 : Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 500 mcg

18 02 2013
suci

assalamualaikum bu.
saat saya hamil 3 minggu saya mngkonsumsi neo napacin. saat itu saya tidak tau klo sedang hamil.
apkah obat ni aman untuk ibu hamil? adakah dampak untuk janin?
terimakasih bu sebelumnya?

jawab:
Dear mbak Suci,
Neo napacin berisi teofilin dan efedrin yang sebenernya tidak terlalu aman dipakai saat hamil. Tapi untuk trimester pertama sih tidak mempengaruhi janin, lebih banyak pengaruhnya pada trimester akhir. Saya sarankan selama hamil anda mengurangi penggunaan obat ini, dan jika ada kekambuhan asma akan lebih aman menggunakan bentuk inhaler, yang bersifat lokal dan tidak bepengaruh pada janin.

3 02 2013
ochie

Anak saya umur 13thn,dia menderita asma.tp seminggu terakhir ini serangan plg parah buat dia.walaupun sy sdh bawa ke dokter ttp aja tidak membaik.akhirnya pas malam hari,saya beliin ventholin inhaler.pertanyaan saya,amankah ventolin ini buat anak umur 13thn?

jawab:
Setahu saya Ventolin inhaler cukup aman untuk anak-anak.. Jika digunakan dengan teknik yang tepat akan sangat membantu meredakan serangan asma.

27 01 2013
ibu kadek martini

ibu kadek]
Sore mbak, Saya sudah asma sekitar 18 tahun ,tetapi baru terkontol kurang lebih 1 tahun terakhir karena memakai seretide diskus 500 mg selama 3 bulan dan diturunkan dosisnya memakai seretide 250 mg 1 puff sehari. hampir selama 1 tahun asma saya tidak pernah kumat. Sangat jauh berbeda saat saya belum memakai seretide diskus asma saya setiap hari kumat bisa memakai berotec inhaler 4 x ssehari. Saya sangat bersukur pada Tuhan. tetapi saya sangat takut dengan efek asmping obat karena pemakaian jangka panjang yaitu Osteoporosis dan DM karena ibu saya DM lalu saya pakai seretide yang mana efek sampingnya meningkatkan kadar gula dalam darah.MOhon masukanya,apa yang harus saya lakukan ? terimakasih

Jawab:
Jangan terlalu takut, ibu, efek samping steroid untuk bentuk inhalasi relatif lebih kecil. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya anda terapkan diet yang sehat, kurangi makanan manis dan perbanyak suplemen Calcium, untuk mencegah osteoporosis dan DM-nya. Asma ibu juga memerlukan kontrol yang baik dan sudah diperoleh dengan seretide, jadi tetap diteruskan saja. Jika ibu juga bisa menghindari pemicu asma, mungkin seretide bisa semakin dikurangi dosisnya, selama masih bisa mengontrol asmanya. Demikian semoga bermanfaat.

18 01 2013
afrizarozi

Assl….bu anak saya umur 6 tahn ada riwayat asma dan peradangan amandel gimana solusinya bu……

jawab:
diperiksakan ke dokter saja, Bu… amandel sebenarnya adalah bagian dari pertahanan tubuh. Pada usia kanak-kanak memang amandel sering kali meradang. Biar dokter nanti yang menentukan apakah perlu dilakukan pengambilan amandel yg meradang atau tidak. Utk asma, tidak ada hubungannya langsung dengan amandelnya. Apakah asmanya terkontrol? tdk pernah kambuh? jika tdk kambuh ya tdk ada masalah

12 01 2013
sylvia

Selamat malam Bu,
Bu, anak sya umur 3 tahunan sudah 1bulan lebih slalu batuk. Yang paling sering batuknya menjelang tidur dan bangun tidur. Kalau sya dengerin suara napasnya dr belakang badannya pada saat batuk terjadi kadang” terdengar bunyi seperti mendengung. Apakah itu asma Bu ? Obat apa yang bisa menyembuhkan batuk pada anak saya ♈ªªª?

jawab:
Bisa jadi itu batuk alergi, dan belum tentu asma. Ada baiknya anda periksakan ke dokter. Apakah keluarga Anda ada riwayat alergi? Jika ya, kemungkinan batuknya karena alergi. Coba dulu dengan obat batuk yang mengandung antihistamin. Coba tanyakan saja ke apotek untuk merknya.

11 01 2013
umar

assalamualaikum

belum lama ini saya beli kucing anggora, trus kebetulan musim ini musim ujan, saya pulang sekolah sering ke ujanan, nah kalo di rumah atau disekolah jadi sering sesek nafas, kalo gtu gmn sarannya ya? trus make ventolin maximal sehari kira kira brp kali? soalnya saya kalo make ventolin langsung enakan, ada efek jangka panjangnya nya ga kalo pake ventolin terus?

trimakasih wassalam..

Jawab:
Mungkin ada baiknya dipastikan Anda alergi apa dengan skin test. Atau jika Anda kenali penyebab seseknya, ya coba dihindari. Ventolin memang bisa melegakan, dan karena sifatnya lokal di saluran nafas, relatif aman dalam jangka panjang. Maximal seharinya sekitar 8 semprot, supaya tdk ada efek samping yg tdk diharapkan.

11 01 2013
John

Dear Bu Zullies,

saya seorang mahasiswa berumur 21 tahun, penderita asma karena faktor keturunan (kata ibu saya dari alm. kakek).
sekitar 2 tahun lalu untuk pertama kalinya saya mengalami serangan asma yg sangat parah, menyebabkan saya tidak bisa tidur semalaman. Setelah itu asma saya terus kambuh setiap hari, selalu batuk, kadang sesak nafas ringan kadang berat.
Setelah berobat kesana kemari, termasuk akupuntur yg tidak berpengaruh bagi saya, saya diberi obat inhalasi bernama Seretide Diskus oleh seorang dokter spesialis pernafasan. Saat pertama kali menggunakan saya dianjurkan untuk menghirup 2 kali sehari, dan kemudian setelah jauh berkurang menjadi 1 kali sehari.
setelah beberapa bulan, kebetulan obat saya habis, tapi saya pikir tidak apa2 toh asma saya sudah jauh berkurang.
tapi besok harinya saya langsung sesak nafas lagi, disertai batuk berdahak. awalnya asma ringan, tapi hari2 selanjutnya semakin sesak walaupun tidak separah dulu.
Sekarang saya tidak pernah lupa untuk memakai obat itu sebelum tidur, 1 kali sehari dan Alhamdulillah saya tidak merasa sesak seharian. Sehingga saya menyimpulkan bahwa saya mengalami ketergantungan terhadap Seretide Diskus.
Namun memang saya memiliki berbagai kebiasaan buruk seperti tidur larut malam karena mengerjakan banyak tugas dari dosen dan malas olahraga karena saya takut asma saya kambuh.

yang ingin saya tanyakan :
– Apakah obat ini berfungsi sebagai terapi atau hanya sementara seperti Ventolin ?
– Apakah penggunaan obat Seretide Diskus secara terus menerus dan jangka panjang dapat berakibat buruk pada tubuh saya suatu hari nanti?
– Apakah ibu bisa memberikan saya rekomendasi obat lain yg dapat digunakan sebagai terapi ?
Terimakasih sebelumnya bu Zullies.

Jawab:
Langsung aja ya… mungkin penyakit asma Anda termasuk yang agak berat, sehingga perlu terapi pemeliharaan. Seretide berisi steroid dan betaagonis aksi panjang yg ditujukan utk terapi pemeliharaan. Beda dengan Ventolin yang termasuk terapi fase akut pada saat terjadi serangan. Setiap obat memang pasti ada efek sampingnya, tapi dapat diminimalisir dengan pemberian yg lebih bersifat lokal, seperti inhalasi ini. Selain itu, perbandingan keuntungan dan kerugian perlu dipertimbangkan. Jika tanpa obat itu sakitnya menjadi lebih berat, artinya lebih untung menggunakan obat. Saya kira Seretide masih merupakan plihan yang baik. Tapi ada baiknya Anda konsultasikan kepada dokter utk plihan obat yang terbaik, disesuaikan dengan kondisi asma Anda.

5 01 2013
kumalahupi

assalamu alaikum mba.salam kenal dari ibu yang memiliki anak dengan diagnosa
penyakit asma.infonya sangat membantu.mksh…

23 12 2012
iqbal

Salam kenal bu…
Saya penderita asma berumur 25tahun, dulu menggunakan obat inhaler meptin dan inflamide (sekarang cman meptin untuk jaga2 ).. yg saya ingin tanyakan jenis obat pilek dan antibiotik apa yg aman dipergunakan? Ketika saya pillek hidung saya mampet dan kadang lendir menetes.. gangguan sinus juga kah?

Jawab:
untuk obat pilek pada umumnya aman-aman saja digunakan, tdk ada pilihan obat tertentu. Biasanya isinya pseudoefedrin atau fenilefrin, atau fenilpropanolamin. Utk antibiotik, sebaiknya menggunakan resep dan tdk dipakai sembarangan. Tentunya disesuaikan juga dengan macam infeksinya. Utk gangguan sinus, sebaiknya diperiksakan dengan detail, karena gejalanya memang mirip pilek biasa, dan mungkin sedikit lebih berat.

9 12 2012
utie fiant

siang mbak,,,,mau tanya…apakah aman saat hamil menggunakan obucort dan meptin swinghaler saat asma terasa mau kanbuh ??

Jawab:
Insya Allah aman, Mbak… karena sifatnya lokal (inhalasi), tidak banyak pengaruhnya thd janin.

7 11 2012
Riza

Assalammu’alaikum Wr hi Wb. Dear rekan2 penderita asma yg baru maupun yg sudah accut / lama, Saya mau sedikit berbagi nih, jika ada di antara rekan2, sodara, orang tua, anak, pacar, istri, atau siapa saja yg anda sayangi terkena penyakit asma. Insya ALLAH SWT, saya ada menjual ramuan nya, berupa serbuk / jamu seduhan. Alhamdulillah. saya sembuh total 100% dgn meminum ramuan sernuk / jamu ini. Sebab selama ini, saya telah puluhan tahun meng konsumsi obat dr medis / kedokteran dan di tambsh macam2 obat non medis, tetapi masih sering kumat asma saya. Dgn meminum ramuan ini, Alhamdulillah, hanya satu kali pengobatan / meminum ramuan ini, asma saya hilang total. Subhanallah, semua atas rahmat dan izin Mu Ya ALLAH, hamba bisa sembuh seperti skr, dan bisa ber aktifitas seperti dahulu kembali.
Jadi, kalau ada yg berminat, bisa menghubungi saya di nomor 0852 4615 4644 / 0857 53 0220 69

28 09 2012
silvia

bu sya mau tanya,apakah minum ambroxol 30 bersamaan dengan sabutamol itu boleh?thanks.

Jwab:
boleh saja

13 09 2012
yesmin

Salam kenal Bu..
Anak saya umur 4,5 tahun..6 bulan terakhir ini dia mengalami batuk terus menerus sampai muntah dan sesak nafas..oleh DSA dia didiagnosa asma krna memang riwayat keluarga, ibu dari suami saya adalah penderita Asma..setiap hari batuknya kambuh, setiap kambuh saya beri obat anti alergi Ozen 2hcl, dan di nebu saya pakai ventolin+ nacl klo ga pakai bisolvon..saya sdh konsultasi ke spesialis paru apakah bahaya klo anak saya minum anti alergi tiap hari, tp jawaban dr dokter sangat tdk memuaskan . Kt dokternya ” klo anak ibu ga mau minum anti alergis terus menerus, minum obat dr saya, tp setelah mnm obat dr dokter trsebut tetap aja ga sembuh2 dan akhirnya saya minum in Ozen lg dan di nebu sampai sekarang setiap hari…saya bingung kemana lagi harus konsultasi ttg penyakit anak saya bu? DSA atau DSP? Apakah efek samping dr minum anti alergi dan nebulisasi dgn obat2 diatas secara terus menerus? Mohon pencerahan nya Bu…makasih, dan assalamualaikum wr wb…

Jawab:
Dear bu yesmin, coba diamati, saat-saat bagaimana putra ibu kambuh asmanya. Usahakan dikenali dan dihindari kondisi yang bisa memicu kekambuhan batuk dan asmanya. Memang sulit. Jika harus menggunakan obat, bentuk nebulisasi termasuk yang relatif aman, karena efeknya lebih bersifat lokal. Apakah dia pasti sesak jika tidak menggunakan nebul-nya? bisakah mengurangi frekuensi penggunaan nebulnya hanya saat terjadi serangan saja? Untuk konsultasi dokter, mungkin ibu bisa mencari second opinion dengan dokter spesialis paru yang lain.

1 08 2012
marlen stevanie

selamat malam bu,
ayah saya penderita asma yang sering kambuh (setiap hari), dan inhaler yang digunakan adalh Ventolin, tetapi akhir2 ini sesak nafasnya tidak berkurang walaupun sudah menggunakan inhaler,kira2 apakah harus menaikkan dosisnya?atau mengganti dengan jenis steroid??atau apakah mungkin selain asma ayah saya terkena penyakit paru yang lain???terimakasih bu Zulies.

jawab:
dear Marlen, apakah ayah Anda perokok? Selain asma, ada penyakit gangguan sesak nafas yang mirip asma, yaitu Penyakit paru Obstruksi Kronis (PPOK). Kalau asma lebih disebabkan karena faktor alergi, PPOK disebabkan oleh merokok. Apakah diagnosa ayah Anda sudah tegak untuk asma? Jika Ventolin kurang berefek lagi, saya kira perlu dinaikkan dosisnya dulu. Tapi saya sarankan untuk konsultasi dokter utk dosis yg akan diberikan. Jika memang masih kurang, bisa digunakan obat inhaler yang lain, yang terkombinasi dengan steroid, atau dengan ipratropium bromida. Umumnya jika sudah agak parah memang perlu kombinasi obat, dan obatnya digunakan secara teratur.

12 07 2012
Ficka

askum bu,
menurut mitos,inhaler tu bs menyebabkan jantung bocor
apa benar bu? saya sudah 1,5 tahun terkena asma dan sampai sekarang masih takut memakai inhaler
malah sekarang ada 2 inhaler yg diresepkan dokter,berotec dan obucorp,tapi sampai sekarang belum saya pakai
terima kasih sebelumnya bu

jawab:
Dear Ficka, mitos bahwa inhaler itu menyebabkan jantung bocor adalah salah sama sekalli dan tdak masuk logika. Justru inhaler adalah cara pemberian obat yang paling disarankan untuk asma, karena sifatnya yang lebih terlokalisir ke saluran nafas, sehingga mengurangi efek samping ke bagian tubuh yang lain. Asal cara memakainya benar, efek obat inhaler akan lebih cepat daripada obat oral yang harus muter dulu ke seluruh tubuh sebelum mencapai target sasarannya. jadi jangan ragu menggunakan inhaler.

10 07 2012
david

bagaimana dengan methylprednisolone jika dikomsumsi terus menerus.

Jawab:
ada risiko efek sampingnya, seperti moon-face (muka jadi bulat), hipertensi, DM, osteoporosis, dll… sebaiknya tidak boleh dipakai dalam jangka waktu lama

8 07 2012
siti komariyah

saya mw ty ank sy berusia 3th,menderita asma,setiap bulan asmanya selalu kambuh,pertamanya di tandai batuk2 yg tiada henti trus akhirnya asma dan batuk yg d sertai dahak.

29 06 2012
Upe--Q

Ass,,Wr.Wb
bu mau konsultasi,,sy punya penyakit asma sekitar 6 blan yang lalu wktu itu bersamaan dengan penyakit Tipus,sy blum konsultasikan ke doktes spesialis tp ciri2 pnyakit asma sdh ad pd sy (mengi, batuk lbh 3 minggu, sesak) dan punya peyakit rhinitis dan gatal2 pd kulit, riwayat penykit adlah rhinitis mngkin dr faktor keturunan,,yang mau sy tanyakan obat yang cocok untuk sy dengan keadaan asma,batuk,rhinitis dan alergi kulit kira2 apa bu???
sy pernah kedokter umum wktu tipes sekalian minta obat asma yang cocok, diresep diberikan aminofillin, profilas,methyl prednisolon,dextrofed, rhinos, ambroxol, mucohexin,,apakah obat tersebut sudah cocok untuk sy?? riwayat pngobatan yg prnah sy konsumsi sblumnya salbutamol, tp tidak cocok, bikin sy tremor bu

Trima Kasih Sebelumnya…
salam

jawab:
maaf, baru sempat menjawab. Asma dan rhinitis adalah kawan baik, yang sering terjadi bersama-sama, karena penyebabnya adalah sama, yaitu alergi. Dan batuk adalah salah satu penanda asma. Nampaknya Anda memang berbakat alergi, termasuk alergi kulit ya. Secara umum obat yg bisa dipakai utk ketiga penyakit itu adalah golongan steroid. tapi tentunya bentuk sediaannya berbeda-beda. Utk asma, bentuknya adalah sediaan inhalasi steroid, untuk rhinits berupa obat semprot hidung, dan utk alergi kulitnya dalam bentuk salep. Obat anti alergi seperti antihistamin bisa juga digunakan, tetapi potensinya tidak sekuat steroid. Obat-obat yang Anda peroleh sebenernya sebagiannya sudah cocok, tetapi ada beberapa duplikasi obat. Aminofilin adalah utk pelega nafas jika ada serangan sesak, profilas adalah utk mencegah serangan asma, yang bisa juga berfungsi sebagai anti alergi. metilprednisolon adalah golongan steroid tadi. dekstrofed dan rhinos adalah utk batuk dan pileknya. Ambroxol dan mucoheksin adalah utk pengencer dahak, sebenernya cukup salah satu saja tidak ada-apa. Jika salbutamol mneyebabkan tremor, anda bisa mencoba dalam bentuk inhaler, mungkin efek samping itu akan lebih minimal.

28 06 2012
aris purwanto

tks…bu…artikelnya sangat membantu sekali…saya seorang penderita asma ( akibat alergi udara dingin, dan penyedap rasa..), terakhir kali saya berobat ke dokter saya dikasih seretide 125, dan di samping itu beliau menyarankan, dibawah ranjang tempat tidur saya ( jawa : amben ) dipasang lampu pijar 100 watt, dan alhamdulillah asma saya sudah jauh berkurang ( ..udah nggak tiap malam kambuh….), semoga bermanfa’at..!!!

21 05 2012
Chrissandy Eka P. (@chrissandy287)

Pagi bu…
Sy penderita asma sudah 11th, sy sdh mencoba berbagai jalan pengobatan, mulai konsumsi kelelawar, herbal, akupuntur serta medis tentunya. terakhir sy stop semua alternatif (karena pasrah rasanya) lalu sy berobat ke seorang dokter, bagus memang tapi mahal sekali utk sy, sy diberikan 3 jenis tablet oral dan swinghaler (obucort dan meptin, sehari 3x 2hisapan) namun sy merasa berdebar, tremor, lalu keringat dingin tp kepanasan, stlh obat oral habis, swinghaler tetap sy gunakan, tp sy tetap merasakan hal yg sama. apakah dosis sy terlalu tinggi? apa itu tidak apa2?
terima kasih

Jawab:
Dear Chrisandy,
asma memang penyakit kronis yang memerlukan ketelatenan untuk menjaga agar tdk kambuh. Apakah Anda sudah mengenali pencetusnya? jika ya, coba hindari sedapat mungkin. Untuk terapi pemeliharaan (mencegah kekambuhan), saya kira dokter sudah meresepkan obat yang tepat untuk Anda, yaitu inhalasi steroid (dalam hal ini Obucort) dan golongan beta-agonis yaitu Meptin. Obat gol beta agonis memang memiliki efek samping yg seperti anda sebutkan, ada tremor, berdebar, dll. Sebenarnya, obat golongan ini bisa diminum saat kambuh saja, karena efeknya adalah melonggarkan pernafasan. Obat Obucort biasanya tidak ada efek samping sperti tadi. Barangkali itu masih gejala sisa saja, karena mungkin masih ada sisa obat meptin dlam tubuh walau anda sudah menghentikannya. Saran saya, tetap saja meneruskan untuk inhalasi steroidnya. Jika Anda terlalu berat dengan harganya, coba konsultasikan ke dokter Anda untuk meresepkan obat merk lain yang isinya sama (Budesonid), yang harganya lebih terjangkau. Ada beberapa merk obat inhaler lain yg juga berisi budesonid. Semoga asma Anda bisa terkontrol ya..

16 05 2012
Ani

salam kenal, bu saya penderita asma oleh dokter saya disarankan memakai inflammide. Tapi sayangnya dikota Banyuwangi tdk apotik yg menjual obat ini. Kira-kira dimana saya bisa membelinya, kalau via online apa alamatnya. Saya minta tolong bantuannya bu. Terima kasih

jawab:
Mbak, Inflammide adalah obat asma yg berisi steroid jenis budesonide. Saya kira merk lain juga ada. Jika anda sulit mendapatkannya, coba konsultasikan pada dokter Anda untuk mengganti dengan merk lain. Saya tidak tau alamat pembelian online obat ini.

30 03 2012
Fbl-Viina Screamonice Cii'befoosee

ass ibuk :)
Saya lagi ada tugas dari kampus… baru smester 2 ni.
saya mau tanyak ?
Cara pembuatan Inhalasi d pabrik2 itu bgaimana yaa ?
dan bentuk sediaan yang bagaimana saja yang d jual d pasaran.
terima kasih….

30 03 2012
Fbl-Viina Screamonice Cii'befoosee

Terima Kasihhh.. Artikel a Ngbantu Bgt.. :)

22 03 2012
reny

met sore bu,sya mau tnya anak sya ada rhinitis allergic jd mudah pilek,hmpir stiap bulan,mnurut Dr.THT nya ada adenoid,jd klo pilek awet,dari Dr.THT diberikan kortikosteroid. Dan bbrapa bulan trakhir ini sya tdk bwa anak sya ke Dr.THT lg tp sya bwa ke DSA yg mngerti alergi+pulmonology,dn oleh beliau anak sya dbilang asma,anak sya memang pernah sesak nafas,itu terjadi setiap dia batuk parah(dan dulu DSA lain blg itu sesak krna slime penuh didada,tdk prnah dbilang asma),dan setahun 1-2kali dia mngalami itu. Oleh DSA dberikan symbicort+singulair utk alerginya. Tapi sekarang malah setiap bulan kena pilek dan jadi batuk,bhkan baru2minggu sembuh sudah kena bapil lagi,biasanya malah jarang batuk. pertanyaan saya:
1.apakah tidak akan memicu jadi asma jika anak sya diberikan obat asma padahal mungkin bukan asma?
2.bila minum kortikosteroid dosis5hari di bulan Januari,lalu bulan Maret minum dosis5hari lagi,lalu bln April/mei jg lagi,apa itu trmasuk dosis panjang?krna kortikosteroid kan jngka panjang mnyebabkan moon face,osteoporosis,dll
3.kemarin ini diberikan meptin oleh Dr.THT nya,maka symbicornya saya stop dulu,boleh ga ya?
4.kenapa jika anak batuk suka diberikan obat yang kandungannya untuk bronki,asma,dan gangguan saluran pernapasan lainnya
makasih buu,maaf bnyk tnya,tp saya sangat bngung mau tnya kemana… tnya ke DSA nya seolah2 tidak perlu kedokter mana2 lagi

Jawab:
Dear bu reny, saya turut prihatin terhadap apa yang dialamai putra anda. Tapi jangan pula terlalu kuatir. Jika putra Anda didiagnosis alergi rhinitis, memang akan sering pilek atau batuk. Selain itu, putra Anda pernah juga didiagnosa asma oleh dokter. Saya kira itu mungkin saja, ibu… karena rhinitis alergi dan asma memang punya hubungan yang erat. Banyak penderita rhinitis alergi yang juga mengidap asma, yang semua itu erat kaitannya dengan alergi. Artinya, putra Anda sensitif terhadap paparan tertentu. Saran saya, ada baiknya Anda bawa putra Anda untuk test kulit (skin test), untuk memastikan macam alergennya. Jika sudah ketahuan macam alerginya, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengusahakan penghindaran alergen bagi putra Anda, dan itu sangat membantu mencegah kekambuhan batuk pilek atau sesaknya. Saya coba jawab dulu pertanyaan Anda.
1. Obat asma TIDAK akan memicu asma, seandainyapun diberikan pada bukan penderita asma. Asma adalah penyakit akibat sensitif/alergi terhadap paparan, dan bersifat diturunkan. Apakah pada keluarga Anda ada riwayat alergi? Jika iya, memang mungkin saja putra-putri Anda juga terkena alergi, termasuk asma.
2. Obat kortikosteroid yang diberikan dengan cara seperti Anda sebutkan belum termasuk pemberian jangka panjang, karena interval antar pemberiannya cukup lama, dan setiap pemberian hanya berdurasi 5 hari. jadi tidak perlu kuatir terhadap efek samping kortikosteroid yg anda sebutkan.
3. Meptin adalah obat untuk pelega saluran nafas, dan Symbicort untuk anti radang pada saluran nafas. Keduanya sering diberikan pada pasien asma. Meptin diberikan jika sesak saja, sedangkan symbicort sebaiknya dipakai secara teratur untuk mencegah sesak. Kalau memang sesaknya tidak sering kumat, cukup diberikan Meptin saja jika sesak. Jika asmanya cukup berat memang perlu menggunakan terapi pencegahan/pemeliharaan seperti dengan Symbicort.
4. Mengenai obat-obat yg diberikan saat batuk, begini, bu…. batuk adalah gejala adanya gangguan saluran nafas, termasuk pada penyakit asma atau infeksi pernafasan lainnya. Karena itu, walaupun keliatannya “cuma” batuk, apalagi jika dokter melihat bahwa putra ibu juga ada penyakit rhinitis dan asma, maka untuk mencegah tejadinya sesak nafas, dokter memberikan obat-obat untuk pelega saluran nafas (bronkodilator). Tentunya tidak semua jenis batuk memerlukan obat-obat bronkodilator, tergantung dari penyebab batuknya.
Demikian, ibu, semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat.

3 03 2012
Syahrul

Ibu yth,sy mau tanya anak sy berumur 3,5thn dlm bbrpa bln ini mengalami batuk kering kdg2 sampe 1jam lbh dan sedikit mengi saat brnafas,slm ini kami bw k dokter umum dan k dokter spsialis ank tp obat yg ksh sbatas pengencer dahak jns ambroxol dan antibiotik tp batuk tak kunjung reda,Apkah ank sy jg trgolong asma?mhn masukan ibu sbaik`a sy bw k dkter mana?trmksh ats bntuan ibu.

Jawab:
bisa jadi batuk putra bapak adalah batuk alergi dan mungkin juga mengarah ke asma (jika ada menginya juga). Apakah di keluarga ada riwayat alergi atau asma? Jika iya, mungkin memang arahnya kesana. Dokter spesialis anak saya kira semestinya mampu mendiagnosa jika memang ada asma. Mungkin Bpk bisa mendapatkan second opinion ke dokter spesialis anak lainnya dulu untuk memastikan penyakit anak bpk.

20 02 2012
yoeLi

saya mau tanya apa pengaruh inhaler tehadap penderita asma???>

Jwab:
Dear Yuli, inhaler adalah salah satu bentuk sediaan untuk pengobatan asma, jadi bukan obat itu sendiri. Sebagai salah satu bentuk sediaan, inhaler merupakan pilihan bagi penderita asma karena obatnya bisa langsung menuju sasaran dan bisa mengurangi efek samping ke seluruh tubuh, yg bisa terjadi pada penggunaan obat secara diminum. Jadi pengaruhnya baik-baik saja….. :)

6 01 2012
Rani

Salam kenal,,to the point aja yah?sy seorang ibu berusia 33 thn,saat ini sy sedang hamil 2 bln,sy mempunyai penyakit asma sejak SMP,wkt itu asma sy jarang kambuh,cuma skrng di saat sy hamil justru asma itu sering kambuh,lalu sy meminum obat NAIREN syirup dan SALBUTAMOL,tanpa konsultasi lg ke dokter kandungan sy,pertanyaan sy :Kedua obat itu amankah bagi sy di saat sy sdng hamil 2 bln?sy tunggu jawaban dr ibu,mksh

Jawab:
salbutamol dan terbutalin tidak begitu aman untuk kehamilan, apalagi jika diberikan secara sistemik (diminum). Saya sarankan selama kehamilan ini Anda menggunakan salbutamol bentuk inhaler utk meredakan sesak nafas jika asmanya kambuh. Pada bbrp orang, kehamilan bisa meningkatkan frekuensi serangan asma. Coba tanyakan di apotek tentang obat salbutamol bentuk inhalasi dan cara penggunaannya. Lebih bijaksana jika Anda memeriksakan diri ke dokter.

15 12 2011
eci

salam kenal kenal buk..
saya menderita asma sejak umur 3thn.kira kira sudah hampir 25thn.selama ini saya hanya berobat pd dokter umum saja dan blm pernah ke dokter spesialis paru.dulu penyakit sy kambuh dlm satu thun cuma 4_5x saja tp belakangan ini semakin parah sudah kambuh setiap saat disaat saya capek ataupun cuaca panas dan dingin sehingga untk menyapu rumah pun tak bs saya kerjakan lg sendiri.setelah saya pergi ke dokter paru dia menyerankan saya to menggunakan obat hirup dan theogron.lasal lemeton.interpec.sitron.inttrizin.silex sya..
apakah obat ini bisa aman to saya karena saya takut ketergantungan.lagipula saat asma saya tdk pernah batuk.tapi cuma bersin saja d tdk demam ataupun muntah.sebelumnya sy cm minum nafacin.d kd sy mnum obt dr dkter umum yg sy ingat cuma sabutamol.saya takut klu saya pakai obaf hirup itu ktnya hrus dgunakan setiap hr.mengingat sy juga mederita wasir jd kdg sy juga hrus minum obat wasir.jadi bagaimana pendapat ataupun saran dari ibu apaberbahaya bagi saya mohon bantuannya.trimakasi saya tunggu penjelasan dari ibu.

Jawab
dear Eci,
salam kenal kembali. To the point ya… seperti apa bentuk serangan asmanya? apa sampai sesak nafas? kok anda bilang cuma bersin saja. Pada serangan asma umumnya memang tidak disertai demam atau muntah, tapi lebih sering adalah sesak nafas. batukpun tidak selalu terjadi saat serangan asma akut. Kalau emaang sampe sesak nafas dan sudah mengganggu aktivitas harian, memang sebaiknya diterapi secara teratur. Tidak ada istilah ketergantungan, dan tidak usah kuatir. Saya sepakat dengan dokter spesialis, sebaiknya menggunakan obat inhaler, karena efek sampingnya jauh lebih kecil ketimbang obat-obat yang diminum. APalagi anda juga harus minum obat lainnya, spt obat wasir. Jika asmanya berat, memang perlu dipakai setiap hari untuk mencegah kekambuhan. Tetapi sebenarnya tergantung kondisinya, bisa dipakai bila terjadi serangan saja. Saran saya, coba dulu dengan inhaler. yang penting harus tepat cara menggunakannya. Semoga bisa teratasi ya

7 12 2011
moe

pagi bu. .

Saya seorang penderita penyakit asma. .penyakit ini sy drta smenjak saya tamat SMA.bearti sdh 4th sy mengkonsumsi obt buk.sy sering kambuh dan sering minum obt bu. .obt yg sy konsumsi salbutamol, dexamethason, dan polarist. Asma sy sering kmbuh jam 3/4 pg.dan kalo sudh minum obt ini sy sush tdr tp srg mengantk kalo sdh jam 9 pg buk Apa pengaruh kalo sy terlalu sering minum obt ini bu?spt sy ini baikny inhaler atw obt yg sy komsumsi buk?apa daya ingat berkurang setiap mengkonsmsi obt dan apa solusiny buk. .
Salah n kurang sblumny sy ucpkn terima kash buk :)

Jawab:
saya sarankan untuk menggunakan bentuk inhaler saja, efek sampingnya lebih kecil. Obat-obat yang Anda minum memang bisa memberi efek samping jika digunakan dalam jangkan panjang. Salbutamol bisa bikin berdebar-debar dan gemeter (mungkin jadi ngga bisa tidur), deksametason bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah, hipertensi, moon face, osteoporosis, dll.. Kalau asmanya termasuk yang sering kambuh, Anda perlu menggunakan inhaler secara teratur, cukup sekali sehari 2 hirupan misalnya, disesuaikan dengan kebutuhan apakah asmanya sudah terkontrol atau belum. Coba Anda periksakan ke dokter saja, dan minta resep untuk obat bentuk inhalasi. Memang harganya relatif agak mahal, tapi lebih aman jika dipakai jangka panjang, dan lebih poten.

5 12 2011
Reza Leony Adhitya Z

dear ibu,
saya sebenarnya akan mengadakan penelitian tentang cost effectiveness analysis dari obat” yang terkait asma kronis, yang saya pilih dsini adalah golongan LABA, formoterol, awalnya sya pikir saya bsa membandingkan antara formoterol tunggal sediaan inhalasi dengan formoterol kombinasi sediaan inhalasi, namun ibu mengatakan bahwa formoterol yang tersedia memang dalam bentuk inhalasi, mohon idenya bu, kira- kira antara obat apa yg baik saya bandingkan untuk gambaran umum penelitian saya. thank’s

Jawab
bagaimana kalau membandingkan antara kombinasi inhalasi steroid-LABA dengan steroid saja?

2 12 2011
Reza Leony Adhitya Z

sore bu,,
bu saya mau tanya, untuk salmeterol dengan formoterol mana yang lebih sering digunakan? dan mana yang effectivitasnya lebih baik? untuk formoterol tunggal dalam bentuk inhalasi, apakah ada sediaanny? contohnya apa bu? dan formoterol kombinasi yang dalam bentuk inhalasi apa juga contohnya, setau saya formoterol mempunyai aksi kerja mirip golongan SABA, mksudnya dia jga bsa dgunakan pada kondisi saat kambuh, atau mendadak, tpi harganya relatif mahal? bner gak bu?

jawab:
dear Reza,
salmeterol dan formoterol keduanya saya kira sama seringnya digunakan, karena sediaannya tersedia. Sejauh ini yang tersedia adalah dalam bentuk kombinasi dengan steroid, karena memang kedua obat ini adalah beta agonis aksi panjang yang tidak direkomendasikan untuk digunakan secara tunggal dalam terapi pemeliharan. Formoterol dan salmeterol adalah golongan LABA (long acting beta agonis). Ada studi yg melaporkan bahwa onset formoterol lebih cepat daripada salmeterol, tetapi studi lain menyatakan sama cepatnya. Bisa dicek di sini: http://thorax.bmj.com/content/55/8/650.full. Saya kira untuk serangan akut tetap lebih baik salbutamol yang memang onsetnya lebih cepat. Demikian, semoga bisa membantu.

2 12 2011
Zha

sore bu,
bu saya ingin bertanya antara salmeterol dan formoterol mana yang lebih baik? dan yang lebih sering dgunakan? setau saya formoterol mempunyai aksi mirip dengan golongan SABA, tapi harganya relative mahal, apakah ada sediaan formoterol tunggal dalam bentuk inhalasi? dan untuk kombinasi formoterol dalam bentuk inhalasi apa?? thank’s bu

jawab:
formoterol sering dikombinasikan dengan budesonide, seperti pada Symbicort MDI.

10 11 2011
Noer Ratih R

Ass,bu salam kenal nama saya ratih umur 25 thn,saya divonis dokter mempunyai penyakit asma 4 thn yg lalu dan sampai skrg asma saya sering kambuh,obat yg saya pakai budesonide, saya kadang sk berkecil hati jika mo melakukan sesuatu,saya mau tanya apakah asma bisa menghambat proses kehamilan krena dh hampir 9 bln saya menikah blm dkzh keturunan.

Jawab:
Berkecil hati kenapa, Mbak? ngga usah lah… Asma bukan harga mati, dan bisa dikontrol dengan pengobatan. Jika masih sering kambuh, artinya belum terkontrol dengan baik, sebaiknya sampaikan ke dokter supaya dokter bisa memberikan pilihan yang lebih tepat. Mungkin perlu ditingkatkan dosisnya atau dikombinasi dengan obat lain. Yang penting adalah hindarkan pemicu (jika diketahui). Asma tidak berpengaruh dengan kemampuan hamil, jangan kuatir. Tapi yg penting, pada saat hamil, penyakit asmanya harus terkontrol dengan baik (artinya dijaga utk tidak sering kambuh).

10 10 2011
budiwa1968

Ass, rekan2 saya ingin shering saja ,buat rekan2 penderita asma ngk perlu berkecil hati, untuk menghindari kambuhnya penyakit,Pertama2 kenali penyakit asma itu sendiri, hindari makanan mengandung soda, Air es, makanan yang mengandung ragi, pola hidup bersih, jangan banyak pikir dan stres, santai saja kita hidup seperti orang yg normal, mudah2 dapat berguna buat rekan2 sekalian ………Amin

8 10 2011
Ukie

Info bagus skl..
Sy mw tanya efek samping obat2an yg d konsumsi anak sy,sdh 2 bln pakai inhaler(seretide 50) 1x stiap bangun pagi,kalau pas pilek n asmax kambuh d beri ataroc 2×1,ada jg ritez syr di kasi sm dokter yg menangani anak sy,katax anti alergi, tp blm sy minumkan.hasil skin test,alergenx 6 jenis..katax keturunan,sy alergi dingin,klo udara dingin pasti bentol2,tp sy tdk asma..skl lagi sy mohon penjelasan efek yg bs d timbulkan obat2an trsebut.sebelumx sy ucapkan terima kasih…wslm

Jawab:
obat-obat asma bentuk inhaler umumnya relatif aman, asal cara makainy tept. Jngn lupa kumur setelah menggunakan inhaler, untuk membersihkan sisa-sisa obat di mulut. Asma memang erat kaitannya dengan alergi, apalgi sudah jelas dari hasil skin testnya ada alergi 6 jenis. Jadi ada baiknya diminum juga untuk mencegah tercetusnya kekambuhan asma. Yang penting hindarkan paparan alergen yg sudah diketahui itu.

24 09 2011
Mella Sumardi

aswb..mbak..saya mau tanya..apakah nairet&dextaven itu obat asma??apa efek samping nya??trimaksih

jawab:
Nairet itu isinya terbutalin, memang digunakan untuk pengatasan serangan asma akut. Jika dipakai sesuai anjuran, efek sampingnya tidak terlalu signifikan. Dextaven berisi deksametason, juga dipakai untuk obat asma utk mengatasi peradangan. Utk deksametason sebaiknya tdk dipakai dalam jangka waktu lama dan dosis besar, krn efek sampingnya lumayan seperti gangguan lambung, osteoporosis, peningkatan kadar gula darah, dll.

31 08 2011
Fery fadly

Aslam
bu, saya mau nanya
Saya penderita asma dr kecil (turunan dar ayah saya)
penyebabnya alergi debu, rokok, kcpean, udara dingin
skrg asma saya sedang kambuh,,
sudah pakai ventolin ttp aja gak mereda,,
Dada saya terasa sesak seperti banyak sekret
Saya sudah minum obt pengencer dahak,,
Tapi hasilnya nihil,,,
Tolong dbantu ya bu

Jawab:
Mungkin kamu sudah harus pake inhalasi steroid secara teratur untuk mencegah kekambuhan asmanya. Ventolin itu biasanya digunakan saat terjadi serangan saja. Tapi klo serangannya agak berat, mungkin perlu ditambah steroid. Coba diperiksakan lagi ke dokter dan sampaikan keluhanmu, dan tanyakan kemungkinan menggunakan inhalasi steroid, karena obat2 ini harus dengan resep dokter. Obat pengencer dahak kadang memang kurang membantu.

26 08 2011
Dhiney Susyahz DBlgien

ass. saya mengidap penyakit asma sejak umur 7 taon ampe saat ini 18 taon
dirumah saya mengkonsumsi obat salbutamol, methyl prednisolon, aminopilin, efek yg saya rasakan stiap mengkonsumsi obat-obat itu sya gmeteran, bdan trasa lemas dan pusing,,,yg mw saya tanyakan jika saya menkonsumsi obat2n itu terus menerus, akan sangat berbahayakah bagi tubuh saya?
minta saran laen untuk mengobati pexakit asma saya ini..
terimakasi wassalam.

jawab:
Jika Anda menderita asma yg cukup sering kambuh dan memerlukan pengobatan lama, saya sarankan menggunakan obat bentuk inhaler. Coba diperiksakan dulu ke dokter untuk memastikan berat ringannya asma Anda dan utk mendapatkan resep obat tersebut. Obat-obat yg Anda sebutkan tadi jika dikonsumsi terus menerus secara oral (diminum) memang ada efek sampingnya. Obat bentuk inhalasi (dihirup) relatif lebih kecil efek sampingnya karena sifatnya lokal (di saluran nafas), sedangkan obat2 yg diminum efeknya bisa ke seluruh tubuh.

26 08 2011
tini

assalamu’alaikum bu..
anak sy dr kecil menderita asma skrg usia 11 th..tiap hari mengeluarkan lendir banyak sekali kaya terkena flu..tp tdk sesak nafas. kalo batuk biasanya baru sesak nafas..selama ini sy sedia obucort
kalo pas batuk yg disertai sesak nafas sy kasih obucort, kl dah sembuh obucortnya sy hentikan lg (sy beri obucort pas kambuh saja). apakah tindakan sy tsb sdh tepat bu? dan apakah ada efek samping penggunaan obucort utk jangka panjang?
makasih

Jawab:
Yang pertama sekali, coba ibu amati apa penyebab terpicunya kekambuhan asmanya, kalau bisa dihindarkan. Ada baiknya diperiksakan ke dokter, untuk memastikan derajat keparahan asma anak ibu. Kalau sesaknya sering kambuh, sebaiknya diberikan Obucort secara teratur saja. Obucort lebih cocok dipakai untuk penggunaan teratur (jangka panjang) utk mencegah kekambuhan pada penderita asma yang agak berat. Untuk saat kambuh, bisa dipakai inhalasi Ventolin (salbutamol/albuterol) yg memiliki aksi cepat melonggarkan sesak nafas. Tapi kalau serangan asmanya termasuk jarang, cukup memakai obat saat kambuh saja.
Efek samping Obucort utk jangka panjang relatif kecil, karena ia diberikan secara lokal dengan inhalasi. Walaupun ada, umumnya keuntungannya lebih banyak dari pada kerugiannya. Demikian, semoga bisa membantu
.

21 08 2011
pesonaungu

ass,
terima kasih atas jawabannya bu…sedikit nyambung lagi..jadi penggunaan obucort sifatnya short action bukan untuk jangka panjang ya bu?..contoh merknya apa ya kalo pake salmeterol atau formeterol?…bolehkah langsung beralih seketika dari budesonide ke salmeterol/fometerol ? Apakah benar penderita asma tidak boleh di ruang ber AC..?
trima kasih
wss

Jawab:
Obucort-nya sudah tepat, isinya obat golongan steroid yg namanya budesonide. Yang kurang tepat adalah salbutamolnya, walaupun boleh saja digunakan. Kombinasi steroid dengan beta agonis aksi panjang ada bbrp merk misalnya Symbicort (budesonid + formoterol) atau Advair (salmeterol + fluticason). Sedangkan salmeterol yg tunggal ada pada merk Serevant. Tapi saya tdk tau persis ketersediaannya di apotek-apotek. Saya kira tidak ada masalah untuk beralih. Untuk sementara Obucort-nya tetap digunakan saja. Pemicu serangan asma pada setiap orang bisa berbeda, sehingga tidak semua pasien asmatik sensitif trhd AC. Coba Anda identifikasi hal-hal apa yg memicu serangan asma pada ibu Anda, dan sebisa mungkin dihindarkan.

21 08 2011
pesonaungu

Ass, bu.
sy menderita asma sdh 8 th, umur 35, mau nanya, apakah penggunaan kombinasi salbutamol inhaller 3 kali & obucort swinghaller sekali sudah tepat untuk menangani asma saya yang kambuh 2 hari sekali tiap pagi dan malam? Sy mempunyai riwayat alergi juga bu..
thanx
Wss.

JAwab:
Tepat atau tidaknya itu dilihat apakah selama ini asmanya masih sering kambuh apa tidak. Obucort sudah tepat digunakan sebagai terapi pencegah kekambuhan asma, yang harus digunakan secara teratur. Untuk salbutamol, sebenarnya itu lebih tepat dipakai pada saat terjadi serangan asma, karena merupakan obat dengan aksi cepat dan durasi aksinya lebih pendek. Untuk terapi pencegahan lebih tepat digunakan golongan beta agonis yg aksi panjang seperti salmeterol atau formoterol. Untuk lebih praktis, Anda juga bisa menggunakan obat yang sudah merupakan kombinasi golongan steroid dan beta agonis aksi panjang. Coba konsultasikan pada dokter dahulu atau ditanyakan kepada apoteker di apotek.

19 07 2011
Fauziyah Zain

bu… sya mw tanya knapa penggunaan inhaler kurang bekerja? apa hrz menambahkan dosisnya? soalnya akhir2 in sya memakainya tp kurang mngurangi asma sya yg kambuh..satu lg apakah pnggunaan inhaler wkt asma kmabuh saja atau ketika tidak kamabuh jg bisa dipakai? terimakasih ats jwbnnya..

Jawab:
Bagaimana tekniknya? sdh betul belum cara pakai inhalernya? Jika sdh benar dan masih ada kekambuhan, mungkin memang harus ditambah dosisnya. Tergantung berat ringannya asma, jika asmanya cukup berat dan menetap (sering kambuh), sebaiknya inhaler digunakan secara teratur walaupun sedang tidak kambuh, sehingga bisa mencegah kekambuhan. Untuk inhaler pencegah kekambuhan biasanya yang isinya steroid dan beta agonis aksi panjang. Coba ditanyakan lagi pada apoteker di apotek tempat Anda membeli obat.

17 07 2011
Esther Christinawati

Perlu di baca bagi penderita Asma, semoga bermanfaat…

27 05 2011
Putra

Saya penderita asma mulai kecil Bu.. Sudah beberapa minggu ini oleh dokter dianjurkan untuk mengonsumsi inhaler Obucort (Budesonide) untuk pencegahannya dan inhaler Meptin Swinghaler (Procaterol HCl) untuk pas kambuhnya.. Efek samping dari kedua obat tersebut itu apa ya Bu?? Apakah lebih efektif meninggalkan obat2an oral utk dgantikan dengan obat inhaler tsb, meskipun obat inhaler tersebut digunakan berkali-kali, karena sebelumnya saya mengonsumsi obat oral, tetapi kurang efektif.. Mohon jawabannya ya Bu.. Terima kasih..

jawab:
Untuk asma memang lebih direkomendasikan menggunakan inhaler, karena efeknya lebih cepat, langsung menuju sasaran (di saluran nafas), sehingga juga mengurangi efek samping. Efek samping obat-obat inhalasi relatif kecil, karena sifatnya lokal. Yang penting adalah Anda harus menggunakan inhaler tadi dengan teknik yang benar, sehingga obat sampai ke sasaran. Selamat mencoba ya…. memang sedikit lebih mahal, tapi Anda bisa membandingkan hasilnya. Semoga terjaga…

26 04 2011
wiwin

aslmkm..saya mw tanya..kalau aminofilin dengan salbutamol lebih aman mana y? apakah benar aminofilin tidak boleh diberikan pada bayi yang menderita asma..tq

jawab:
Lebih aman salbutamol. Aminofilin memiliki efek samping yg lebih besar dan indeks terapi lebih sempit, jadi memang bukan pilihan yang terbaik, apalagi untuk bayi.

25 03 2011
yanto haryanto

harusnya ada komunitas pengidap asma,agar semangat hidup bertambah saya sendiri mengidap asma.minta tolong sosialisasikan ya bu Zulies trimakasih

16 03 2011
indi

ass..
mau nanya tentang efek,, apakah efek dari obat oral lebih buruk dari pada inhalasi ?
jika iya ,, mengapa ?

Jawab:
Mungkin istilahnya bukan “lebih buruk”, ya… karena itu relatif. Intinya, obat per-oral itu diminum, sehingga akan terdistribusi lebih luas ke dalam tubuh, sehingga efeknya bersifat sistemik. Kalau penyakitnya meluas ke seluruh tubuh, misalnya, maka obat peroral akan efektif mencapai semua bagian yg sakit. Tetapi jika ada efek samping, maka efek samping itu juga relatif meluas ke berbagai bagian tubuh. Sedangkan inhalasi, digunakan dengan cara dihirup, umumnya hanya memberikan efek lokal, terutama banyak dipakai pada obat-obat saluran nafas. Dengan inhalasi, efeknya lebih terlokalisr pada tempat terjadinya gangguan (misalnya pada saluran nafas), sehingga efek sampingnya juga lebih terlokalisir. Demikian, semoga bisa membantu.

14 02 2011
p. mukti

Bu/mba anak saya perempuan 5 thn, diagnosa asma sedang episodik sering. tiap bulan kontrol ke RSUD sutomo sby. tiap hari pake inhaler 2 kali. seringnya kambuh kalo temenya ada yg sakit. gimana biar tubuhnya kebal vitamin apa yg cocok buat anak penderita asma? saya/bapaknya punya alergi kulit . Tq

Jawab:
Yang penting hindari faktor pencetus asmanya. Apa sudah dicoba skin test utk mengetahui alergi terhadap apa saja? asma umumnya dipicu oleh alergen tertentu. Sebaiknya di skin test, supaya tau macam alergennya shingga bisa menghindari. Setahu saya tidak ada vitamin khusus untuk penderita asma, makanan bergizi saja cukup untuk menjaga kesehatan.

29 12 2010
nursanti

lalu obat asma yang paling aman apa ya?

Jawab:
bentuk inhalasi relatif aman…

12 08 2010
Wahyu

ass, Bu saya penderita asma dan saya mau tanya
saya menggunakan Alupent spray bila kambuh, tapi yang saya rasakan dari tiga tahun ini dosis yang saya butuhkan kok semakin banyak, di awal pemakain Alupent spray di tahun pertama cuma 1 kali spray/kambuh, tapi di dua tahun lalu hingga sekarang kok hingga 2 kali spray/kambuh.
Terima kasih..

jawab:
ya mungkin memang penyakitnya belum terkontrol dengan dosis tersebut. Ga papa. Usahakan untuk menghindarkan pemicu dan rajin kontrol untuk memastikan dosis obat yang sesuai dengan kondisi asmanya.

18 07 2010
nicko

Keren nih..sesama penderita asma jadi curhat2an…Jadi tentang pengeluaran dahak yg dari saluran pernafasan dengan cara terapi gurah itu ada manfaatnya ga bu??thanks

Jawab:
mungkin saja ada, tapi pengalaman orang bisa beda-beda..

16 06 2010
Sylvia Kajima

saya mau bertanya, saya penderita asma, tetapi asma saya sering kali terjadi/kambu di saat cuacanya dingin…. itu kenapanya?? kira” asma yang saya derita terlalu parah atau bagaimana ya? thx…

jawab:
kalau sering kambuh berarti belum terkendali. Sebaiknya hindari semua pemicu asma yang diketahui, dan mungkin memang perlu obat untuk mengontrol asmanya supaya tidak kambuh. konsultasikan saja ke dokter.

10 06 2010
bobi

ass
saya mao tanya
makanan pa yang tidak boleh dimakan oleh penderita asma

jawab:
tidak ada makanan khusus yang harus dipantang, sifatnya sangat individual. Makanan yg harus dipantang adalah yang menimbulkan reaksi alergi atau kekambuhan asma. satu orang dan yang lain pantangannya bisa berbeda.

8 06 2010
yudha

saya mao tanya nch…
sodara saya menderita asma tpi sering meroko dan klo kmbuh asmanya
dia sering minum obat (neo napacin)..
apakah itu berbahaya…
trima ksih

jawab:
Yang mana yang berbahaya? rokok tentu bukan barang yang baik untuk penderita asma.
Dan kalau kambuh ya memang sebaiknya minum obat. Asma sendiri sifatnya kambuhan, sebaiknya dikontrol dengan menghindari hal-hal yang bisa memicu asma. Bagaimanapun obat pasti akan ada efek sampingnya
.

20 05 2010
fahri

assalamualikum… Bu saya mau nanya… Saya sakit asma dari umur 3 thn, skrng umur saya 20 tahun.. Yg mau saya tanyakan kalau symbicort boleh d gunakan brp lama ya? Karena saya pakai symbicort setiap hari sudah selama 2 bulan… Tp dokter saya tdk memberitahu kapan saya harus berhenti pakai symbicort…. Mohon jawabannya…

Jawab:
Asma memang biasanya memerlukan terapi jangka panjang, tergantung berat ringannya penyakit. Tidak ada patokan berapa lamanya, tapi memang bisa dipakai sampai bertahun-tahun. Jika bentuk inhalasi, relatif lebih aman dari efek samping. Sebaiknya dipakai dalam jangka waktu 3 bulan, kemudian dipantau hasilnya apakah serangannya terkontrol. Setelah itu, coba kalau Anda kurangi dosis atau frekuensi pemakaiannya. Jika ternyata asmanya tidak kambuh, Anda bisa menggunakan dosis yang lebih kecil. Tapi jika dengan dosis kecil ada serangan, maka anda harus kembali ke dosis semula.

18 05 2010
Josh

thx untuk info di blog nya yg sangat membantu,
saya seorang pria saat ini berusia 27 th, sekitar 1 tahun yang lalu saya mulai mengalami gangguan sesak nafas pada malam hari, saya sudah berkonsultasi dengan dokter dan menjalani test darah dan foto rontgen dari hasil test tsb dokter mengatakan kalau tidak ada tanda² asthma, hanya alergi saja
tetapi saat ini hampir tiap malam saya selalu mengalami sesak nafas dan kadang disertai batuk serta nafas berbunyi, saat ini saya menggunakan obat oral salbutamol atau terkadang menggunakan inhaller.
sebagai info saja ayah saya penderita asthma, adik² saya waktu kecil juga sesak nafas tetapi menjelang dewasa hilang dengan sendirinya.
apakah saya benar menderita asthma atau hanya alergi ya?
apakah efek obat²an tsb dalam jangka panjang?
bagaimana meminimalkan serangan asthma?
apakah olahraga renang bisa membantu?
thx

Jawab:
Asma sangat terkait erat dengan alergi, jadi pemicu asma biasanya adalah suatu alergen. jadi saya kira Anda memang ada asma akibat alergi. Obat-obatan jangka panjang dalam bentuk inhalasi relatif kurang berefek samping. Selama digunakan sesuai dosis, tidak masalah, karena asmanya sendiri memang memerlukan obat. renang bisa membantu.

17 04 2010
Imam

apakah teknik gurah dari hidung bisa membahayakan penderita asma?

Jawab:
Wah, maaf, saya tidak tau je… tapi perlu hati-hati

24 03 2010
Salma

Pagi mBa Zullies, saya mao tanya nih, anak saya perempuan 14 thn tiba2 batuk asma tapi batuknya banyak mengeluarkan dahak. Mungkin karena stress menjelang UN tgl 29 Maret nanti. Selain Salbutamol apa perlu dikasih obat antibiotik amocilin ? Vitamain apa yang kira2 dapat diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya?
Terimakasih ya mBa.
Salam

Jawab:
Untuk dahaknya bisa dibantu mengencerkan dengan ambroksol atau bromheksin, mbak. Merknya bisa apa saja, tanya aja ke apotek. Antibiotikanya tidak perlu kalau tdk ada tanda2 infeksi. Vitaminnya multivitamin yang lengkap saja cukup, mbak. Gitu ya… semoga cepat sembuh.

8 03 2010
Mulyono

Mau mau tny saya menderita asma sjak kecil. Wakt di desa jarang sekali kambuh tapi skarang sy kota dan bekerj di pabrik yg tempatny berbau cat dan berdebu. Sekarang asma saya tiap hari kambuh. Klau udh msuk pbrik dlm wkt 15 mnt pst kmbuh. Wakt sy kmbuh sy mnum salbutamol,theophylline dan dexamethasone tp g reda tmbah parah. Sy tiap hr obt trsebut klau mau bekerja. apkah obt trsbut da efek smpingny karena tman2 sy blang ktny sy tmbh gemuk tp cm pipiny doank. Mohon penjlasannya.. Terimasih..

jawab:
Kalau memungkinkan, saya sarankan ganti pekerjaan yang tidak menyebabkan anda terpapar pemicu asma, karena nampaknya faktor lingkungan tempat anda bekerja sangat berkontribusi thd serangan asma Anda. Jika anda menggunakan obat terus menerus, memang mungkin saja ada efek sampingnya. Wajah yang semakin bulat (moon face) adalah salah satu efek samping deksametason. saya sarankan anda menggunakan obat dalam bentuk inhalasi (hirupan), untuk mengurangi risiko efek sampingnya. Bisa ditanyakan pada apoteker di apotek. demikian, semoga bermanfaat.

26 02 2010
Abdul hadi

Ibu yang baik,
saya penderita asma sejak usia lima tahun sampai sekarang umur saya 24thn. Setahun terakhir asmaku kambuh tiap hari,dan saya harus minum neo napacin untuk meredakanya.
Yang ingin saya tanyakan apakah aman neo napacin di kosumsi tiap hari dan dlm jangka pajang?dan jika ada obat apa yang lebih tepat untuk asma saya?
Terima kasih utk jwbnnya

Jawab:
Dear Mas Abdul,
Saya sarankan untuk menggunakan obat asma dalam bentuk inhaler (obat yang dihirup), lebih aman untuk pemakaian jangka panjang, daripada obat yang diminum. Harganya memang lebih mahal, tapi efeknya lebih cepat dan terlokalisir di saluran nafas, sehingga efek samping lebih kecil. Isinya ada yang tunggal (salbutamol, salmeterol atau ipratropium), ada yang kombinasi dengan steroid. Tanyakan aja ke apotek. Kalau udah sampai kambuh setiap hari, sebaiknya memang menggunakan obat secara rutin. Dan lebih penting lagi menghindari faktor pemicu (kalau tau faktor pemicunya).
Demikian, semoga bermanfaat ya.

12 02 2010
Zyehril Kavela

Hai Dok…aku senang bisa menemukan artikel ini..aq berumur 25 tahun dan mulai terserang asma sejak umur 15 thn smpi sekrang.Untuk mengatasi asma yg datangnya mendadak aku minum salbutamol dan efeknya, jantungku berdetak cepat dan badan gemetar.Oh iy Dok,biasanya aku terserang asma krn alergi dingin dan debu.Apakah salbutamol tdk merugikan tubuh,soalx berat badanku tdk pernah bertambah(BB=42,TB=155)..Thx

Jawab:
Halo Zyehril, saya bukan dokter loh…. saya apoteker yang kebetulan menjadi dosen di fak farmasi UGM.
Salbutamol memang salah satu pelega nafas yang biasa dipakai penderita asma ketika serangan. Efeknya memang bisa terjadi semacam itu, walaupun terjadinya bervariasi antar individu. Salbutamol sih tidak berefek pada berat badan. Tapi kalau mau lebih aman dari efek samping, saya sarankan menggunakan salbutamol yang dalam bentuk inhaler. Efeknya lebih cepat dan lebih terlokalisir ke saluran nafas. Silakan tanyakan ke apotek dan minta diberi informasi bagaimana cara menggunakannya.

26 01 2010
sumiati

Makasih pak atas artikelnya,saya memang punya riwayat alergi dan asma.Saya baru mendapat gejala batuk disertai sesak napas sekitar 6 bulan terakhir. tetapi ketika saya cek ke Dr katanya saya belum positif asma,masih tergolong alergi udara pada pagi hari,perlu diketahui saya mendapat serangan sesak hanya pagi hari saja. Yang ingin saya tanyakan apakah memang kondisi seprti saya bukan asma?sesak yang ditimbulkan itu bagaimana?sekarang intensitas sesak setiap pagi

Jawab:
yang pertama, koreksi nih…. saya ibu-ibu loh…. bukan “pak”.
Ada kemungkinan Anda menderita asma karena alergi. Mungkin belum terlalu berat, sehingga dikatakan belum positif. Usahakan menghindari alergen yang diperkirakan memicu sesak nafas. Jika tidak berhasil (masih sesak), mungkin memerlukan pengatasan dengan obat.

12 01 2010
Nurlaila

Assalamu’alaikum bu,
Pertama, terima kasih sudah banyak memberi info dalam blog ini, insyaAllah bermanfaat bu. Ini pertama kali saya mampir dan langsung tertarik buka beberapa artikel (langsung saya bookmark loh bu ;p).
Kedua, mau tanya tentang obat batuk untuk penderita asma seperti saya, apa betul penderita asma tidak boleh konsumsi obat batuk yang bersifat antitusif? obat batuk apa yang bisa digunakan untuk penderita asma? dan apakah aman mengkonsumsi obat batuk dan bronchodilator (procaterol HCl) secara bersamaan? karena setiap kali terserang batuk, asma saya kambuh dan memperparah batuknya. Mohon pencerahan ya bu dan terima kasih sebelumnya

Jawab:
Dear Mbak Nur,
serangan asma memang sering disertai batuk, atau diawali atau dipicu oleh batuk. Pada umumnya batuknya berdahak, jadi lebih banyak dipakai ekspektoran atau mukolitik, untuk membantu pengeluaran dahak. Tapi kalau memang batuknya kering ya pakai antitusif tidak apa-apa. Penggunaan obat batuk dengan suatu bronkodilator boleh-boleh saja, bahkan cukup banyak sediaan obat bronkodilator + ekspektoran dalam kombinasi tetap (misalnya salbutamol dengan guefenesin/GG).
demikian, mudah2an cukup mencerahkan..

SAlam

9 01 2010
sagha

Ass…bu..isteri saya setiap hari terserang asma (sesak) sehari bisa 3 atau 4x…biasanya klu trserang minum intifen dn salbutamol…riwayat keluarga tidak ada yg asma…setelah punya anak baru terserang…proses bersalin dengan operasi cesar…bagaimana ya bu…apakah penanganan nya udah tepat dgn memberikan salbutamol…..dan bagaimana selanjutnya agar bisa sembuh…trima kasih..

Jawab:
Saya tidak tau persis penyebab serangan asma istri bapak. Tapi asma memang perlu dijaga supaya tidak kambuh. Sebaiknya diperiksakan ke dokter utk memperkirakan penyebabnya. Apakah ada riwayat alergi tertentu? Jika iya, tentu harus dihindari hal-hal yang diduga bisa memicu asma. Jika tidak, memang agak sulit menghindari sesuatu yang kita sendiri belum tau apakah itu. Untuk sementara ini penggunaan salbutamol sudah benar. Akan lebih baik lagi jika digunakan bentuk inhalasi (obat yang dihirup), karena lebih aman dari efek samping dan kemungkinan efek pada bayi (apakah ibu masih menyusui?). Asma merupakan penyakit kambuhan, jadi sulit untuk diharapkan untuk sembuh sama sekali. tetapi bisa dijaga agar tidak kambuh. demikian, semoga bermanfaat

8 01 2010
Ibu Titi

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Bayi saya umur 8 bulan,sejak lahir baru sekali ini terserang batuk berdahak. Batuknya lebih berat pada dini hari dan waktu bangun tidur. Menurut dokter bayi saya menderita asma,diberi dokter obat racikan untuk asma, Sudah 2 hari minum tetapi belum berkurang juga batuknya. Apakah penyakit asma pada bayi dapat terdeteksi hanya dengan mendengarkan suara nafasnya saja? Saya agak kaget karena selama ini tidak pernah menunjukkan gejala alergi. Apa obat oral asma yang aman untuk bayi? Terimakasih atas jawabannya…

Jawab
Wa’alaikum salam, ibu.
saya bukan dokter, tetapi setahu saya memang suara nafas (mengi) dapat mengindikasikan adanya gangguan semacam asma. Tentu memerlukan pengamatan lebih menyeluruh untuk memastikan diagnosa asma. Apakah pada keluarga ada riwayat alergi (ayah, ibu, kakek, nenek, saudara)?. Kalau iya, maka memang mungkin saja putra Anda mengalami asma alergi, karena asma terkait erat dengan riwayat alergi. Gejala alergi bisa muncul pada berbagai usia, jadi tidak perlu kaget, bahwa sekarang kok baru muncul, dulu-dulu enggak. Justru itu adalah alergi, karena tubuh memang membutuhkan waktu untuk bisa menunjukkan reaksi alergi. Asma sering disertai batuk berdahak, sehingga untuk obatnya ditujukan untuk batuk dan melonggarkan saluran nafas. yang sabar saja, bu, ditunggu perkembangannya. Semoga cepat sembuh ya. Amien.

31 12 2009
Ibu Enny

terima kasih prof, atas nasehatnya. semoga bermanfaat untuk kami sekeluarga.oh iya prof, apa alergi bisa berkurang dengan bertambahnya usia, karena alergen bagi anak saya buanyaaak banget [ test alergi pada salah seorang dokter di kota solo ] sampai kami kebingungan untuk memberikan asupan makanan untuknya.salam persaudaraan dari kami sekeluarga.

Jawab:
Ibu Enny, sulit untuk memastikan apakah alergi bisa berkurang dengan bertambahnya usia, ada yang bisa, ada yang tidak. Yang lebih penting adalah menghindarkannya dari alergen. Memang sulit dan butuh kesabaran. Kalau mau, bisa juga dilakukan terapi desensitisasi. Tapi itu juga butuh waktu lama dan biaya besar. Demikian, semoga bermanfaat.

30 12 2009
Ibu Enny

prof,
saya mau tanya, bagaimana cara prefentif supaya tidak gampang terjadi serangan terutama waktu malam hari.
masalah ini terjadi pada anak saya usia 8thn, berat badan 22 kg.
saya sdh konsultasi pada seorang dokter spesialis paru-paru dan disarankan untuk memiliki alat nebulizer sendiri dan alhamdulillah sudah bisa beli. untuk terapi sehari 2 kali pagi dan sore, menggunakan fentolin dan pulmicort, hasilnya lumayan memuaskan.
karena hasil sdh luamayan bagus, terapi saya hentikan, tetapi akhir akhir ini koq rata-rata 4 hari dalam 1 minggu serangan sesak napas sekitar pukul 3 dini hari, padahal pagi sampai malam baik-baik saja. untuk hal itu bagaimana ya prof ? apa efek samping fentolin dan pulmicort , kalau digunakan dalam jangka panjang? bagaimana kalau hanya menggunakan salah satu saja, misalnya fentolin ditambah larutan infus? apakah fungsi paru-paru anak saya akan membaik dengan bertambahnya usia? terimakasih prof atas jawaban dan sarannya.

Jawab:
Ibu Enny,
asma yang diderita anak ibu nampaknya memerlukan terapi pemeliharaan jangka panjang. Terbukti ketika diberi obat keadaannya baik, tetapi ketika dihentikan memburuk lagi. Yang kurang tepat dari yang ibu lakukan adalah menghentikan terapi ketika nampaknya keadaan membaik, padahal asma tidak seperti itu. Asma adalah penyakit kambuhan. Pada derajat tertentu, ia harus terus dikontrol dengan obat supaya tidak kambuh. Jadi saran saya, teruskan kembali pengobatannya. Ibu bisa mencoba salah satu dulu, jika dengan Ventolin saja bisa terkontrol keadaannya, ya sudah diteruskan dengan itu. Tetapi jika tidak, maka perlu dikombinasikan dengan Pulmicort. Sebaiknya tidak dihentikan tiba-tiba. Juga sangat penting untuk menghindarkan dari picuan, misalnya alergi terhadap hal tertentu.
Tidak perlu terlalu kuatir dengan efek sampingnya. Penggunaan dengan nebulizer relatif aman. Serangan asma memang biasanya malam hari.
Demikian, ibu, semoga bermanfaat.

25 12 2009
mega

Salam. Saya sudah lama mencari artikel seperti ini Bu.. Tapi setelah membaca penjelasan ibu, jadi lebih puas. Kebetulan, saya adalah penderita asma akut. Sejak usia 1,5 tahun sampai sekarang 22 tahun, asma jadi teman setia saya yang sewaktu-waktu datang berkunjung. Sudah senior ceritanya, hehe. Gejala2, seperti mual atau gemetar karena efek obat juga sudah biasa. Saya selalu bertanya-tanya apa efek obat-obat tersebut bagi tubuh saya, karena tampaknya obat (inhaler) itu cukup keras terbukti dengan bereaksi cepat meredakan sesak. Selain itu yang lebih mengejutkan, terakhir kali saya berobat ke dokter, beliau melarang saya mengkonsumsi obat Flu seperti Fludexin karena berbahaya bagi penderita asma. Pokoknya, agak nyeremin gt bu.. Bisa tolong dijelaskan Bu! Terima kasih atas ilmunya, sungguh berguna, Prof.

Jawab:
Dear Mega, syukurlah kalau artikelnya bermanfaat. Obat2 inhaler relatif kecil efek sampingnya, gak usah kuatir. Sedangkan obat flu… hm.. kenapa ya? Yang saya tau, obat yang sebaiknya dihindari oleh penderita asma adalah aspirin dan obat-obat segolongannya, yang sering dipakai sebagai anti nyeri (analgesik). Seringkali obat flu ada yang mengandung analgesik semacam, mungkin itu sebab alasan dokter. Tapi jika jenis analgesiknya parasetamol, relatif masih lebih aman. Demikian, semoga bermanfaat.

29 11 2009
chynthia

asalamualaikum ibu,,
saya salah satu mahaiswa ibu,..
mw menanyakan bu, sebenarnya ada tidak buku2 yang menjelaskan mengenai efeketifitas obat yang diberikan pada pasien asma,, ? saya cari di Mr. google tapi tidak menemukan bagaimana melihat atau cara menilai efektivitas obat pda pasien asma. kalau menurut saya bu,, bisa dilihat dari frekuensi kekambuhan pasien itu sendiri tidak,,
apa lagi ya bu?
terima kasih
heee

Jawab:
Saya rasa informasi semacam itu banyak dijumpai pada buku-buku farmakoterapi, seperti dari DiPiro atau Koda-Kimble, dan berbagai guideline dari GINA atau dari NAEPP. Search aja deh dengan keyword “asthma guideline, GINA, NAEPP”. Intinya, efektivitas obat asma ya dilihat dari apakah obat tersebut dapat memperbaiki fungsi paru pasien tidak (dengan parameter FEV1/FVC) dan juga kekambuhan pasien. Kamu semester berapa? Sudah saya jelaskan kok di kuliah saya semester VII… :)
salam…

9 11 2009
Mas Boenz

maaf bisa dijelaskan obat obatan tradisiona yang bisa dilakukan rutin utnuk penderita asma yang efek sampingnya rendah..

Jawab:
mungkin bisa dicoba jahe merah, pak….

15 10 2009
Doni

Sore mbak, mau nanya, klo obat bebas utk asma yg tdk menyebabkan insomnia apa ya? Sbnrnya aku cocok dgn asmasoho tp bikin insomnia. Thanks.

jawab:
Yang bikin insomnia itu kemungkinan teofilin-nya, Mas Doni. Teofilin itu masih “saudara”nya kafein, sehingga efeknya hampir serupa. Coba cari obat bebas asma yang tidak mengandung teofilin…. tapi kayaknya sih hampir semua isinya teofilin, karena obat asma seperti salbutamol atau terbutalin mestinya harus dengan resep dokter.

6 10 2009
Ibu Haryanto

tx,gimana kbr mas Afan?kata Mbak Puput sekarang tambah pintar dan ‘PD’, beda denga msh SD Luqman,salam buat keng putro ya bu, Oh ya maaf Bu Zullies boleh saya panggil bu Eko aja..saya sudah lama jadi penggemar tulisan Bu Eko. Subhanallah,Saya dpt ilmu dari anda memang betul putra sy alergi coklat dan variany,kok bisa ya bu Eko,maturnuwun

5 10 2009
Ibu Haryanto

Ass, apa asma karena pasti krn keturunan?maksh,wss.

jawab:
Iya, bu, sebagian besar ada faktor keturunan, biasanya karena keturunan alergi.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 492 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: