Manfaat dan risiko obat asma

9 09 2009

Dear kawan,

Apa kabar?….

Duh, maafkan aku……. lamaa sekali aku tidak nulis lagi di blog-ku ini….. Terus terang aku rindu menulis di sini, tapi entahlah, mood menulisku sedang tidak begitu bagus sebulan terakhir ini ….. Ada aja deh.. yang lagi dipikirkan dan cukup mengokupasi perhatianku..  Selain itu, sekarang lagi eranya Face Book…, jadi sebagian ekspresi sudah dimunculkan di sana, sehingga blog tidak lagi menjadi sumber penyampaian ekspresi utama lagi. Kalau dulu dikit-dikit nulis di blog, sekarang sebagian sudah “dilampiaskan” di Face book… hehe.

Tapi syukurlah, lewat Face book juga aku diberi tau oleh seorang teman, kakak kelasku SMA dulu, bahwa aku muncul di Majalah Info Obat (thanks, mbak Uti… bisa  jadi inspirasi ngisi blog..).  Sebelum itu, teman yang lain cerita bahwa aku muncul juga di Trans TV utk acara Akar Pinang…  Wah, kalau yang ini sih aku nggak merasa…. tapi mungkin saja itu rekaman waktu aku jadi moderator di Launching Ceremony-nya World Conference tg 12 Agustus kemaren.. karena kebetulan salah satu pembicaranya adalah Pak Haji Agus, pengisi acara Akar Pinang. Nampaknya itu adalah rekaman tentang beliau tetapi akunya jadi ikut terekam dan nongol di TV hehe….

Nah, daripada blog-ku ini kosong, aku tampilkan saja hasil wawancara Majalah Info Obat (Rika) denganku mengenai Manfaat dan Risiko Obat Asma. Di bawah ini adalah tulisannya……..

Manfaat dan Risiko Obat Asma

inhaler

inhaler

Bicara mengenai obat asma, tak lepas dari berbagai pilihan jenis obat yang tersedia. Mulai dari golongan obat, tujuan penggunaan, maupun bentuk sediaan. Beda golongan obat akan menunjukkan efek yang berbeda pula. Efek yang berbeda akan mempengaruhi tujuan penggunaan, apakah obat digunakan untuk mencegah atau untuk mengatasi saat asma kambuh. Sedangkan bentuk sediaan mempengaruhi onset (waktu yang dibutuhkan dari obat dikonsumsi sampai obat berefek) dan efektivitas obat sehingga biasanya menyesuaikan dengan tujuan pengobatan dan kondisi pasien. Namun yang namanya obat selain memiliki manfaat, tentu tak lepas dari risiko efek samping yang ditimbulkan. Untuk mengetahui lebih jauh, Info Obat berbincang-bincang seputar manfaat dan risiko obat asma bersama Prof.Dr. Zullies Ikawati, Apt, salah satu staf pengajar di Fakultas Farmasi UGM.

Zullies memulai penjelasan mengenai obat golongan steroid. Contoh obat golongan steroid antara lain budesonide, beclometason dan deksametason. Obat lini pertama dalam terapi asma ini umum digunakan untuk tujuan pencegahan kambuhnya asma. Kendati dapat pula untuk mengatasi keadaan saat asma kambuh. Pada terapi pencegahan yang mengharuskan pasien mengkonsumsi obat secara rutin sebaiknya menggunakan bentuk sediaan inhalasi atau lebih dikenal dengan sebutan metered dose inhaler (MDI). Penggunaan inhalasi memiliki memiliki onset lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan per oral (obat diminum sehingga melewati saluran cerna). Efek samping pun bisa diminimalisir karena obat hanya bekerja di seputar saluran pernapasan. Mengenai isu gangguan pertumbuhan anak dan timbulnya osteoporosis akibat penggunaan steroid terus-menerus, Zullies menambahkan belum ada fakta selama obat asma digunakan dalam bentuk sediaan inhalasi. Selain dalam bentuk sediaan inhalasi, tetap tidak tertutup kemungkinan menerima obat golongan steroid dalam bentuk sediaan per oral. Efek samping dari obat golongan steroid antara lain meningkatkan tekanan dan kadar gula darah, sehingga penggunaan steroid pada pengidap hipertensi dan diabetes mellitus (DM) perlu mendapat perhatian khusus. Obat golongan steroid juga memiliki efek sebagai imunosupressan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Sehingga sebaiknya tetap menjaga kondisi dan stamina tubuh selama penggunaannya. Sedangkan penggunaan steroid untuk ibu hamil dan menyusui cukup aman selama obat diberikan atas rekomendasi dokter. Bahkan sebelum melahirkan kerap dilakukan suntikan intravena obat golongan steroid untuk mencegah kekambuhan asma saat ibu melahirkan. Yang perlu diperhatikan adalah saat pasien menerima terapi pencegahan yang mengharuskan penggunaan steroid secara rutin. Selama terapi tubuh menerima steroid dari luar/eksogen yang mengakibatkan sistem endogen (hormon) dalam tubuh tidak memproduksi steroid. Karena itu, penggunaan steroid tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba, dan dosis harus diturunkan perlahan untuk memberi waktu pada sistem endogen agar bisa kembali bekerja memproduksi steroid.

Untuk mengatasi serangan akut, obat golongan beta-agonist misalnya salbutamol menjadi obat lini pertama yang bekerja sebagai bronkodilator (merelaksasi bronkus). Obat golongan ini pun sudah banyak tersedia dalam bentuk inhalasi sehingga bekerja lebih efektif dalam mengatasi serangan akut. Pada keadaan darurat dimana pasien mengalami kesulitan bernapas yang parah digunakan metode pemberian obat secara nebulisasi. Nebulisasi merupakan metode semacam pengasapan obat yang diberikan pada pasien sehingga obat dapat masuk ke saluran nafas dalam kondisi sulit bernafas sekalipun. Sayangnya tidak semua sarana kesehatan memiliki alat nebulizer karena relatif mahal. Di samping penggunaan short acting, ada juga obat golongan beta-agonist yang bekerja long acting, misalnya salmeterol atau formeterol, yang memiliki onset dan durasi efek yang lebih panjang dibanding salbutamol. Biasanya untuk terapi pencegahan kambuhnya asma. Efek samping golongan beta-agonist cukup beragam seperti: tremor/gemetar pada tangan, sakit kepala, hipokalemia (kekurangan kalium), dan takikardi (percepatan denyut jantung). Namun efek samping tersebut tidak selalu terjadi tiap kali penggunaan obat. Muncul atau tidaknya efek samping tergantung kondisi klinis masing-masing individu. Apabila obat beta-agonist digunakan dalam jangka panjang dan secara berlebihan dapat menurunkan efektivitasnya. Hal ini disebabkan karena terjadinya desensitisasi reseptor obat, sehingga reseptor menjadi kurang peka. Karenanya perlu dosis yang lebih besar untuk memperoleh efek yang sama. Untuk itu dokter akan mempertimbangkan dosis yang paling tepat untuk pasien sesuai dengan keadaan klinisnya.

 Terapi obat beta-agonist terkadang dikombinasikan dengan obat golongan antikolinergik untuk mencapai efek yang lebih baik. Sama dengan beta agonis, obat golongan antikolinergik misalnya ipratropium bromida bekerja dengan merelaksasi bronkus. Umumnya digunakan untuk mengatasi serangan akut. Efek samping yang timbul antara lain: mulut kering, mengantuk, dan gangguan penglihatan. Terutama pada penggunaan inhalasi dimana pasien melakukan teknik penyemprotan yang kurang tepat. Dalam beberapa saat mata dapat menjadi kabur. Zullies menyarankan agar pasien mengetahui teknik penggunaan inhalasi yang tepat misalnya dengan bertanya pada dokter atau apoteker. Satu lagi obat yang akrab dalam terapi asma, yaitu teofilin. Teofilin tergolong obat ’tua’ dalam arti sudah digunakan untuk terapi sejak lama. Teofilin memiliki jarak dosis terapi dan dosis toksik yang sempit. Hal ini dapat membahayakan jika pasien mengkonsumsi dosis yang berlebihan. Gejala keracunan teofilin antara lain: insomnia, sakit kepala, mual, dan takikardi. Oleh sebab itu saat ini teofilin sudah banyak ditinggalkan dalam terapi asma. Namun kadang-kadang masih tetap dipakai misalnya pada keadaan darurat, teofilin diberikan dengan menyuntikkan dalam bentuk aminofilin. Pemakaian teofilin ini dipertimbangkan karena harganya yang ekonomis. Teofilin pun masih terdapat sebagai salah satu bahan aktif obat asma yang dijual bebas. Setelah mengulas berbagai jenis obat asma, Zullies menyimpulkan bahwa obat-obat asma tersebut cukup aman. “Saya sarankan untuk penggunaan inhalasi, karena efeknya lebih cepat, sesuai sasaran karena langsung ke saluran nafas, efek sampingnya pun minimal jika dibandingkan penggunaan oral sehingga cukup aman. Dan teknik penggunaan inhalasi yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan terapi.”, imbuh Zullies menutup perbincangan. [Rika]

Thanks for Rika. Good job!


Tindakan

Information

46 tanggapan

20 02 2012
yoeLi

saya mau tanya apa pengaruh inhaler tehadap penderita asma???>

Jwab:
Dear Yuli, inhaler adalah salah satu bentuk sediaan untuk pengobatan asma, jadi bukan obat itu sendiri. Sebagai salah satu bentuk sediaan, inhaler merupakan pilihan bagi penderita asma karena obatnya bisa langsung menuju sasaran dan bisa mengurangi efek samping ke seluruh tubuh, yg bisa terjadi pada penggunaan obat secara diminum. Jadi pengaruhnya baik-baik saja….. :)

6 01 2012
Rani

Salam kenal,,to the point aja yah?sy seorang ibu berusia 33 thn,saat ini sy sedang hamil 2 bln,sy mempunyai penyakit asma sejak SMP,wkt itu asma sy jarang kambuh,cuma skrng di saat sy hamil justru asma itu sering kambuh,lalu sy meminum obat NAIREN syirup dan SALBUTAMOL,tanpa konsultasi lg ke dokter kandungan sy,pertanyaan sy :Kedua obat itu amankah bagi sy di saat sy sdng hamil 2 bln?sy tunggu jawaban dr ibu,mksh

Jawab:
salbutamol dan terbutalin tidak begitu aman untuk kehamilan, apalagi jika diberikan secara sistemik (diminum). Saya sarankan selama kehamilan ini Anda menggunakan salbutamol bentuk inhaler utk meredakan sesak nafas jika asmanya kambuh. Pada bbrp orang, kehamilan bisa meningkatkan frekuensi serangan asma. Coba tanyakan di apotek tentang obat salbutamol bentuk inhalasi dan cara penggunaannya. Lebih bijaksana jika Anda memeriksakan diri ke dokter.

15 12 2011
eci

salam kenal kenal buk..
saya menderita asma sejak umur 3thn.kira kira sudah hampir 25thn.selama ini saya hanya berobat pd dokter umum saja dan blm pernah ke dokter spesialis paru.dulu penyakit sy kambuh dlm satu thun cuma 4_5x saja tp belakangan ini semakin parah sudah kambuh setiap saat disaat saya capek ataupun cuaca panas dan dingin sehingga untk menyapu rumah pun tak bs saya kerjakan lg sendiri.setelah saya pergi ke dokter paru dia menyerankan saya to menggunakan obat hirup dan theogron.lasal lemeton.interpec.sitron.inttrizin.silex sya..
apakah obat ini bisa aman to saya karena saya takut ketergantungan.lagipula saat asma saya tdk pernah batuk.tapi cuma bersin saja d tdk demam ataupun muntah.sebelumnya sy cm minum nafacin.d kd sy mnum obt dr dkter umum yg sy ingat cuma sabutamol.saya takut klu saya pakai obaf hirup itu ktnya hrus dgunakan setiap hr.mengingat sy juga mederita wasir jd kdg sy juga hrus minum obat wasir.jadi bagaimana pendapat ataupun saran dari ibu apaberbahaya bagi saya mohon bantuannya.trimakasi saya tunggu penjelasan dari ibu.

Jawab
dear Eci,
salam kenal kembali. To the point ya… seperti apa bentuk serangan asmanya? apa sampai sesak nafas? kok anda bilang cuma bersin saja. Pada serangan asma umumnya memang tidak disertai demam atau muntah, tapi lebih sering adalah sesak nafas. batukpun tidak selalu terjadi saat serangan asma akut. Kalau emaang sampe sesak nafas dan sudah mengganggu aktivitas harian, memang sebaiknya diterapi secara teratur. Tidak ada istilah ketergantungan, dan tidak usah kuatir. Saya sepakat dengan dokter spesialis, sebaiknya menggunakan obat inhaler, karena efek sampingnya jauh lebih kecil ketimbang obat-obat yang diminum. APalagi anda juga harus minum obat lainnya, spt obat wasir. Jika asmanya berat, memang perlu dipakai setiap hari untuk mencegah kekambuhan. Tetapi sebenarnya tergantung kondisinya, bisa dipakai bila terjadi serangan saja. Saran saya, coba dulu dengan inhaler. yang penting harus tepat cara menggunakannya. Semoga bisa teratasi ya

7 12 2011
moe

pagi bu. .

Saya seorang penderita penyakit asma. .penyakit ini sy drta smenjak saya tamat SMA.bearti sdh 4th sy mengkonsumsi obt buk.sy sering kambuh dan sering minum obt bu. .obt yg sy konsumsi salbutamol, dexamethason, dan polarist. Asma sy sering kmbuh jam 3/4 pg.dan kalo sudh minum obt ini sy sush tdr tp srg mengantk kalo sdh jam 9 pg buk Apa pengaruh kalo sy terlalu sering minum obt ini bu?spt sy ini baikny inhaler atw obt yg sy komsumsi buk?apa daya ingat berkurang setiap mengkonsmsi obt dan apa solusiny buk. .
Salah n kurang sblumny sy ucpkn terima kash buk :)

Jawab:
saya sarankan untuk menggunakan bentuk inhaler saja, efek sampingnya lebih kecil. Obat-obat yang Anda minum memang bisa memberi efek samping jika digunakan dalam jangkan panjang. Salbutamol bisa bikin berdebar-debar dan gemeter (mungkin jadi ngga bisa tidur), deksametason bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah, hipertensi, moon face, osteoporosis, dll.. Kalau asmanya termasuk yang sering kambuh, Anda perlu menggunakan inhaler secara teratur, cukup sekali sehari 2 hirupan misalnya, disesuaikan dengan kebutuhan apakah asmanya sudah terkontrol atau belum. Coba Anda periksakan ke dokter saja, dan minta resep untuk obat bentuk inhalasi. Memang harganya relatif agak mahal, tapi lebih aman jika dipakai jangka panjang, dan lebih poten.

5 12 2011
Reza Leony Adhitya Z

dear ibu,
saya sebenarnya akan mengadakan penelitian tentang cost effectiveness analysis dari obat” yang terkait asma kronis, yang saya pilih dsini adalah golongan LABA, formoterol, awalnya sya pikir saya bsa membandingkan antara formoterol tunggal sediaan inhalasi dengan formoterol kombinasi sediaan inhalasi, namun ibu mengatakan bahwa formoterol yang tersedia memang dalam bentuk inhalasi, mohon idenya bu, kira- kira antara obat apa yg baik saya bandingkan untuk gambaran umum penelitian saya. thank’s

Jawab
bagaimana kalau membandingkan antara kombinasi inhalasi steroid-LABA dengan steroid saja?

2 12 2011
Reza Leony Adhitya Z

sore bu,,
bu saya mau tanya, untuk salmeterol dengan formoterol mana yang lebih sering digunakan? dan mana yang effectivitasnya lebih baik? untuk formoterol tunggal dalam bentuk inhalasi, apakah ada sediaanny? contohnya apa bu? dan formoterol kombinasi yang dalam bentuk inhalasi apa juga contohnya, setau saya formoterol mempunyai aksi kerja mirip golongan SABA, mksudnya dia jga bsa dgunakan pada kondisi saat kambuh, atau mendadak, tpi harganya relatif mahal? bner gak bu?

jawab:
dear Reza,
salmeterol dan formoterol keduanya saya kira sama seringnya digunakan, karena sediaannya tersedia. Sejauh ini yang tersedia adalah dalam bentuk kombinasi dengan steroid, karena memang kedua obat ini adalah beta agonis aksi panjang yang tidak direkomendasikan untuk digunakan secara tunggal dalam terapi pemeliharan. Formoterol dan salmeterol adalah golongan LABA (long acting beta agonis). Ada studi yg melaporkan bahwa onset formoterol lebih cepat daripada salmeterol, tetapi studi lain menyatakan sama cepatnya. Bisa dicek di sini: http://thorax.bmj.com/content/55/8/650.full. Saya kira untuk serangan akut tetap lebih baik salbutamol yang memang onsetnya lebih cepat. Demikian, semoga bisa membantu.

2 12 2011
Zha

sore bu,
bu saya ingin bertanya antara salmeterol dan formoterol mana yang lebih baik? dan yang lebih sering dgunakan? setau saya formoterol mempunyai aksi mirip dengan golongan SABA, tapi harganya relative mahal, apakah ada sediaan formoterol tunggal dalam bentuk inhalasi? dan untuk kombinasi formoterol dalam bentuk inhalasi apa?? thank’s bu

jawab:
formoterol sering dikombinasikan dengan budesonide, seperti pada Symbicort MDI.

10 11 2011
Noer Ratih R

Ass,bu salam kenal nama saya ratih umur 25 thn,saya divonis dokter mempunyai penyakit asma 4 thn yg lalu dan sampai skrg asma saya sering kambuh,obat yg saya pakai budesonide, saya kadang sk berkecil hati jika mo melakukan sesuatu,saya mau tanya apakah asma bisa menghambat proses kehamilan krena dh hampir 9 bln saya menikah blm dkzh keturunan.

Jawab:
Berkecil hati kenapa, Mbak? ngga usah lah… Asma bukan harga mati, dan bisa dikontrol dengan pengobatan. Jika masih sering kambuh, artinya belum terkontrol dengan baik, sebaiknya sampaikan ke dokter supaya dokter bisa memberikan pilihan yang lebih tepat. Mungkin perlu ditingkatkan dosisnya atau dikombinasi dengan obat lain. Yang penting adalah hindarkan pemicu (jika diketahui). Asma tidak berpengaruh dengan kemampuan hamil, jangan kuatir. Tapi yg penting, pada saat hamil, penyakit asmanya harus terkontrol dengan baik (artinya dijaga utk tidak sering kambuh).

10 10 2011
budiwa1968

Ass, rekan2 saya ingin shering saja ,buat rekan2 penderita asma ngk perlu berkecil hati, untuk menghindari kambuhnya penyakit,Pertama2 kenali penyakit asma itu sendiri, hindari makanan mengandung soda, Air es, makanan yang mengandung ragi, pola hidup bersih, jangan banyak pikir dan stres, santai saja kita hidup seperti orang yg normal, mudah2 dapat berguna buat rekan2 sekalian ………Amin

8 10 2011
Ukie

Info bagus skl..
Sy mw tanya efek samping obat2an yg d konsumsi anak sy,sdh 2 bln pakai inhaler(seretide 50) 1x stiap bangun pagi,kalau pas pilek n asmax kambuh d beri ataroc 2×1,ada jg ritez syr di kasi sm dokter yg menangani anak sy,katax anti alergi, tp blm sy minumkan.hasil skin test,alergenx 6 jenis..katax keturunan,sy alergi dingin,klo udara dingin pasti bentol2,tp sy tdk asma..skl lagi sy mohon penjelasan efek yg bs d timbulkan obat2an trsebut.sebelumx sy ucapkan terima kasih…wslm

Jawab:
obat-obat asma bentuk inhaler umumnya relatif aman, asal cara makainy tept. Jngn lupa kumur setelah menggunakan inhaler, untuk membersihkan sisa-sisa obat di mulut. Asma memang erat kaitannya dengan alergi, apalgi sudah jelas dari hasil skin testnya ada alergi 6 jenis. Jadi ada baiknya diminum juga untuk mencegah tercetusnya kekambuhan asma. Yang penting hindarkan paparan alergen yg sudah diketahui itu.

24 09 2011
Mella Sumardi

aswb..mbak..saya mau tanya..apakah nairet&dextaven itu obat asma??apa efek samping nya??trimaksih

jawab:
Nairet itu isinya terbutalin, memang digunakan untuk pengatasan serangan asma akut. Jika dipakai sesuai anjuran, efek sampingnya tidak terlalu signifikan. Dextaven berisi deksametason, juga dipakai untuk obat asma utk mengatasi peradangan. Utk deksametason sebaiknya tdk dipakai dalam jangka waktu lama dan dosis besar, krn efek sampingnya lumayan seperti gangguan lambung, osteoporosis, peningkatan kadar gula darah, dll.

31 08 2011
Fery fadly

Aslam
bu, saya mau nanya
Saya penderita asma dr kecil (turunan dar ayah saya)
penyebabnya alergi debu, rokok, kcpean, udara dingin
skrg asma saya sedang kambuh,,
sudah pakai ventolin ttp aja gak mereda,,
Dada saya terasa sesak seperti banyak sekret
Saya sudah minum obt pengencer dahak,,
Tapi hasilnya nihil,,,
Tolong dbantu ya bu

Jawab:
Mungkin kamu sudah harus pake inhalasi steroid secara teratur untuk mencegah kekambuhan asmanya. Ventolin itu biasanya digunakan saat terjadi serangan saja. Tapi klo serangannya agak berat, mungkin perlu ditambah steroid. Coba diperiksakan lagi ke dokter dan sampaikan keluhanmu, dan tanyakan kemungkinan menggunakan inhalasi steroid, karena obat2 ini harus dengan resep dokter. Obat pengencer dahak kadang memang kurang membantu.

26 08 2011
Dhiney Susyahz DBlgien

ass. saya mengidap penyakit asma sejak umur 7 taon ampe saat ini 18 taon
dirumah saya mengkonsumsi obat salbutamol, methyl prednisolon, aminopilin, efek yg saya rasakan stiap mengkonsumsi obat-obat itu sya gmeteran, bdan trasa lemas dan pusing,,,yg mw saya tanyakan jika saya menkonsumsi obat2n itu terus menerus, akan sangat berbahayakah bagi tubuh saya?
minta saran laen untuk mengobati pexakit asma saya ini..
terimakasi wassalam.

jawab:
Jika Anda menderita asma yg cukup sering kambuh dan memerlukan pengobatan lama, saya sarankan menggunakan obat bentuk inhaler. Coba diperiksakan dulu ke dokter untuk memastikan berat ringannya asma Anda dan utk mendapatkan resep obat tersebut. Obat-obat yg Anda sebutkan tadi jika dikonsumsi terus menerus secara oral (diminum) memang ada efek sampingnya. Obat bentuk inhalasi (dihirup) relatif lebih kecil efek sampingnya karena sifatnya lokal (di saluran nafas), sedangkan obat2 yg diminum efeknya bisa ke seluruh tubuh.

26 08 2011
tini

assalamu’alaikum bu..
anak sy dr kecil menderita asma skrg usia 11 th..tiap hari mengeluarkan lendir banyak sekali kaya terkena flu..tp tdk sesak nafas. kalo batuk biasanya baru sesak nafas..selama ini sy sedia obucort
kalo pas batuk yg disertai sesak nafas sy kasih obucort, kl dah sembuh obucortnya sy hentikan lg (sy beri obucort pas kambuh saja). apakah tindakan sy tsb sdh tepat bu? dan apakah ada efek samping penggunaan obucort utk jangka panjang?
makasih

Jawab:
Yang pertama sekali, coba ibu amati apa penyebab terpicunya kekambuhan asmanya, kalau bisa dihindarkan. Ada baiknya diperiksakan ke dokter, untuk memastikan derajat keparahan asma anak ibu. Kalau sesaknya sering kambuh, sebaiknya diberikan Obucort secara teratur saja. Obucort lebih cocok dipakai untuk penggunaan teratur (jangka panjang) utk mencegah kekambuhan pada penderita asma yang agak berat. Untuk saat kambuh, bisa dipakai inhalasi Ventolin (salbutamol/albuterol) yg memiliki aksi cepat melonggarkan sesak nafas. Tapi kalau serangan asmanya termasuk jarang, cukup memakai obat saat kambuh saja.
Efek samping Obucort utk jangka panjang relatif kecil, karena ia diberikan secara lokal dengan inhalasi. Walaupun ada, umumnya keuntungannya lebih banyak dari pada kerugiannya. Demikian, semoga bisa membantu
.

21 08 2011
pesonaungu

ass,
terima kasih atas jawabannya bu…sedikit nyambung lagi..jadi penggunaan obucort sifatnya short action bukan untuk jangka panjang ya bu?..contoh merknya apa ya kalo pake salmeterol atau formeterol?…bolehkah langsung beralih seketika dari budesonide ke salmeterol/fometerol ? Apakah benar penderita asma tidak boleh di ruang ber AC..?
trima kasih
wss

Jawab:
Obucort-nya sudah tepat, isinya obat golongan steroid yg namanya budesonide. Yang kurang tepat adalah salbutamolnya, walaupun boleh saja digunakan. Kombinasi steroid dengan beta agonis aksi panjang ada bbrp merk misalnya Symbicort (budesonid + formoterol) atau Advair (salmeterol + fluticason). Sedangkan salmeterol yg tunggal ada pada merk Serevant. Tapi saya tdk tau persis ketersediaannya di apotek-apotek. Saya kira tidak ada masalah untuk beralih. Untuk sementara Obucort-nya tetap digunakan saja. Pemicu serangan asma pada setiap orang bisa berbeda, sehingga tidak semua pasien asmatik sensitif trhd AC. Coba Anda identifikasi hal-hal apa yg memicu serangan asma pada ibu Anda, dan sebisa mungkin dihindarkan.

21 08 2011
pesonaungu

Ass, bu.
sy menderita asma sdh 8 th, umur 35, mau nanya, apakah penggunaan kombinasi salbutamol inhaller 3 kali & obucort swinghaller sekali sudah tepat untuk menangani asma saya yang kambuh 2 hari sekali tiap pagi dan malam? Sy mempunyai riwayat alergi juga bu..
thanx
Wss.

JAwab:
Tepat atau tidaknya itu dilihat apakah selama ini asmanya masih sering kambuh apa tidak. Obucort sudah tepat digunakan sebagai terapi pencegah kekambuhan asma, yang harus digunakan secara teratur. Untuk salbutamol, sebenarnya itu lebih tepat dipakai pada saat terjadi serangan asma, karena merupakan obat dengan aksi cepat dan durasi aksinya lebih pendek. Untuk terapi pencegahan lebih tepat digunakan golongan beta agonis yg aksi panjang seperti salmeterol atau formoterol. Untuk lebih praktis, Anda juga bisa menggunakan obat yang sudah merupakan kombinasi golongan steroid dan beta agonis aksi panjang. Coba konsultasikan pada dokter dahulu atau ditanyakan kepada apoteker di apotek.

19 07 2011
Fauziyah Zain

bu… sya mw tanya knapa penggunaan inhaler kurang bekerja? apa hrz menambahkan dosisnya? soalnya akhir2 in sya memakainya tp kurang mngurangi asma sya yg kambuh..satu lg apakah pnggunaan inhaler wkt asma kmabuh saja atau ketika tidak kamabuh jg bisa dipakai? terimakasih ats jwbnnya..

Jawab:
Bagaimana tekniknya? sdh betul belum cara pakai inhalernya? Jika sdh benar dan masih ada kekambuhan, mungkin memang harus ditambah dosisnya. Tergantung berat ringannya asma, jika asmanya cukup berat dan menetap (sering kambuh), sebaiknya inhaler digunakan secara teratur walaupun sedang tidak kambuh, sehingga bisa mencegah kekambuhan. Untuk inhaler pencegah kekambuhan biasanya yang isinya steroid dan beta agonis aksi panjang. Coba ditanyakan lagi pada apoteker di apotek tempat Anda membeli obat.

17 07 2011
Esther Christinawati

Perlu di baca bagi penderita Asma, semoga bermanfaat…

27 05 2011
Putra

Saya penderita asma mulai kecil Bu.. Sudah beberapa minggu ini oleh dokter dianjurkan untuk mengonsumsi inhaler Obucort (Budesonide) untuk pencegahannya dan inhaler Meptin Swinghaler (Procaterol HCl) untuk pas kambuhnya.. Efek samping dari kedua obat tersebut itu apa ya Bu?? Apakah lebih efektif meninggalkan obat2an oral utk dgantikan dengan obat inhaler tsb, meskipun obat inhaler tersebut digunakan berkali-kali, karena sebelumnya saya mengonsumsi obat oral, tetapi kurang efektif.. Mohon jawabannya ya Bu.. Terima kasih..

jawab:
Untuk asma memang lebih direkomendasikan menggunakan inhaler, karena efeknya lebih cepat, langsung menuju sasaran (di saluran nafas), sehingga juga mengurangi efek samping. Efek samping obat-obat inhalasi relatif kecil, karena sifatnya lokal. Yang penting adalah Anda harus menggunakan inhaler tadi dengan teknik yang benar, sehingga obat sampai ke sasaran. Selamat mencoba ya…. memang sedikit lebih mahal, tapi Anda bisa membandingkan hasilnya. Semoga terjaga…

26 04 2011
wiwin

aslmkm..saya mw tanya..kalau aminofilin dengan salbutamol lebih aman mana y? apakah benar aminofilin tidak boleh diberikan pada bayi yang menderita asma..tq

jawab:
Lebih aman salbutamol. Aminofilin memiliki efek samping yg lebih besar dan indeks terapi lebih sempit, jadi memang bukan pilihan yang terbaik, apalagi untuk bayi.

25 03 2011
yanto haryanto

harusnya ada komunitas pengidap asma,agar semangat hidup bertambah saya sendiri mengidap asma.minta tolong sosialisasikan ya bu Zulies trimakasih

16 03 2011
indi

ass..
mau nanya tentang efek,, apakah efek dari obat oral lebih buruk dari pada inhalasi ?
jika iya ,, mengapa ?

Jawab:
Mungkin istilahnya bukan “lebih buruk”, ya… karena itu relatif. Intinya, obat per-oral itu diminum, sehingga akan terdistribusi lebih luas ke dalam tubuh, sehingga efeknya bersifat sistemik. Kalau penyakitnya meluas ke seluruh tubuh, misalnya, maka obat peroral akan efektif mencapai semua bagian yg sakit. Tetapi jika ada efek samping, maka efek samping itu juga relatif meluas ke berbagai bagian tubuh. Sedangkan inhalasi, digunakan dengan cara dihirup, umumnya hanya memberikan efek lokal, terutama banyak dipakai pada obat-obat saluran nafas. Dengan inhalasi, efeknya lebih terlokalisr pada tempat terjadinya gangguan (misalnya pada saluran nafas), sehingga efek sampingnya juga lebih terlokalisir. Demikian, semoga bisa membantu.

14 02 2011
p. mukti

Bu/mba anak saya perempuan 5 thn, diagnosa asma sedang episodik sering. tiap bulan kontrol ke RSUD sutomo sby. tiap hari pake inhaler 2 kali. seringnya kambuh kalo temenya ada yg sakit. gimana biar tubuhnya kebal vitamin apa yg cocok buat anak penderita asma? saya/bapaknya punya alergi kulit . Tq

Jawab:
Yang penting hindari faktor pencetus asmanya. Apa sudah dicoba skin test utk mengetahui alergi terhadap apa saja? asma umumnya dipicu oleh alergen tertentu. Sebaiknya di skin test, supaya tau macam alergennya shingga bisa menghindari. Setahu saya tidak ada vitamin khusus untuk penderita asma, makanan bergizi saja cukup untuk menjaga kesehatan.

29 12 2010
nursanti

lalu obat asma yang paling aman apa ya?

Jawab:
bentuk inhalasi relatif aman…

12 08 2010
Wahyu

ass, Bu saya penderita asma dan saya mau tanya
saya menggunakan Alupent spray bila kambuh, tapi yang saya rasakan dari tiga tahun ini dosis yang saya butuhkan kok semakin banyak, di awal pemakain Alupent spray di tahun pertama cuma 1 kali spray/kambuh, tapi di dua tahun lalu hingga sekarang kok hingga 2 kali spray/kambuh.
Terima kasih..

jawab:
ya mungkin memang penyakitnya belum terkontrol dengan dosis tersebut. Ga papa. Usahakan untuk menghindarkan pemicu dan rajin kontrol untuk memastikan dosis obat yang sesuai dengan kondisi asmanya.

18 07 2010
nicko

Keren nih..sesama penderita asma jadi curhat2an…Jadi tentang pengeluaran dahak yg dari saluran pernafasan dengan cara terapi gurah itu ada manfaatnya ga bu??thanks

Jawab:
mungkin saja ada, tapi pengalaman orang bisa beda-beda..

16 06 2010
Sylvia Kajima

saya mau bertanya, saya penderita asma, tetapi asma saya sering kali terjadi/kambu di saat cuacanya dingin…. itu kenapanya?? kira” asma yang saya derita terlalu parah atau bagaimana ya? thx…

jawab:
kalau sering kambuh berarti belum terkendali. Sebaiknya hindari semua pemicu asma yang diketahui, dan mungkin memang perlu obat untuk mengontrol asmanya supaya tidak kambuh. konsultasikan saja ke dokter.

10 06 2010
bobi

ass
saya mao tanya
makanan pa yang tidak boleh dimakan oleh penderita asma

jawab:
tidak ada makanan khusus yang harus dipantang, sifatnya sangat individual. Makanan yg harus dipantang adalah yang menimbulkan reaksi alergi atau kekambuhan asma. satu orang dan yang lain pantangannya bisa berbeda.

8 06 2010
yudha

saya mao tanya nch…
sodara saya menderita asma tpi sering meroko dan klo kmbuh asmanya
dia sering minum obat (neo napacin)..
apakah itu berbahaya…
trima ksih

jawab:
Yang mana yang berbahaya? rokok tentu bukan barang yang baik untuk penderita asma.
Dan kalau kambuh ya memang sebaiknya minum obat. Asma sendiri sifatnya kambuhan, sebaiknya dikontrol dengan menghindari hal-hal yang bisa memicu asma. Bagaimanapun obat pasti akan ada efek sampingnya
.

20 05 2010
fahri

assalamualikum… Bu saya mau nanya… Saya sakit asma dari umur 3 thn, skrng umur saya 20 tahun.. Yg mau saya tanyakan kalau symbicort boleh d gunakan brp lama ya? Karena saya pakai symbicort setiap hari sudah selama 2 bulan… Tp dokter saya tdk memberitahu kapan saya harus berhenti pakai symbicort…. Mohon jawabannya…

Jawab:
Asma memang biasanya memerlukan terapi jangka panjang, tergantung berat ringannya penyakit. Tidak ada patokan berapa lamanya, tapi memang bisa dipakai sampai bertahun-tahun. Jika bentuk inhalasi, relatif lebih aman dari efek samping. Sebaiknya dipakai dalam jangka waktu 3 bulan, kemudian dipantau hasilnya apakah serangannya terkontrol. Setelah itu, coba kalau Anda kurangi dosis atau frekuensi pemakaiannya. Jika ternyata asmanya tidak kambuh, Anda bisa menggunakan dosis yang lebih kecil. Tapi jika dengan dosis kecil ada serangan, maka anda harus kembali ke dosis semula.

18 05 2010
Josh

thx untuk info di blog nya yg sangat membantu,
saya seorang pria saat ini berusia 27 th, sekitar 1 tahun yang lalu saya mulai mengalami gangguan sesak nafas pada malam hari, saya sudah berkonsultasi dengan dokter dan menjalani test darah dan foto rontgen dari hasil test tsb dokter mengatakan kalau tidak ada tanda² asthma, hanya alergi saja
tetapi saat ini hampir tiap malam saya selalu mengalami sesak nafas dan kadang disertai batuk serta nafas berbunyi, saat ini saya menggunakan obat oral salbutamol atau terkadang menggunakan inhaller.
sebagai info saja ayah saya penderita asthma, adik² saya waktu kecil juga sesak nafas tetapi menjelang dewasa hilang dengan sendirinya.
apakah saya benar menderita asthma atau hanya alergi ya?
apakah efek obat²an tsb dalam jangka panjang?
bagaimana meminimalkan serangan asthma?
apakah olahraga renang bisa membantu?
thx

Jawab:
Asma sangat terkait erat dengan alergi, jadi pemicu asma biasanya adalah suatu alergen. jadi saya kira Anda memang ada asma akibat alergi. Obat-obatan jangka panjang dalam bentuk inhalasi relatif kurang berefek samping. Selama digunakan sesuai dosis, tidak masalah, karena asmanya sendiri memang memerlukan obat. renang bisa membantu.

17 04 2010
Imam

apakah teknik gurah dari hidung bisa membahayakan penderita asma?

Jawab:
Wah, maaf, saya tidak tau je… tapi perlu hati-hati

24 03 2010
Salma

Pagi mBa Zullies, saya mao tanya nih, anak saya perempuan 14 thn tiba2 batuk asma tapi batuknya banyak mengeluarkan dahak. Mungkin karena stress menjelang UN tgl 29 Maret nanti. Selain Salbutamol apa perlu dikasih obat antibiotik amocilin ? Vitamain apa yang kira2 dapat diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya?
Terimakasih ya mBa.
Salam

Jawab:
Untuk dahaknya bisa dibantu mengencerkan dengan ambroksol atau bromheksin, mbak. Merknya bisa apa saja, tanya aja ke apotek. Antibiotikanya tidak perlu kalau tdk ada tanda2 infeksi. Vitaminnya multivitamin yang lengkap saja cukup, mbak. Gitu ya… semoga cepat sembuh.

8 03 2010
Mulyono

Mau mau tny saya menderita asma sjak kecil. Wakt di desa jarang sekali kambuh tapi skarang sy kota dan bekerj di pabrik yg tempatny berbau cat dan berdebu. Sekarang asma saya tiap hari kambuh. Klau udh msuk pbrik dlm wkt 15 mnt pst kmbuh. Wakt sy kmbuh sy mnum salbutamol,theophylline dan dexamethasone tp g reda tmbah parah. Sy tiap hr obt trsebut klau mau bekerja. apkah obt trsbut da efek smpingny karena tman2 sy blang ktny sy tmbh gemuk tp cm pipiny doank. Mohon penjlasannya.. Terimasih..

jawab:
Kalau memungkinkan, saya sarankan ganti pekerjaan yang tidak menyebabkan anda terpapar pemicu asma, karena nampaknya faktor lingkungan tempat anda bekerja sangat berkontribusi thd serangan asma Anda. Jika anda menggunakan obat terus menerus, memang mungkin saja ada efek sampingnya. Wajah yang semakin bulat (moon face) adalah salah satu efek samping deksametason. saya sarankan anda menggunakan obat dalam bentuk inhalasi (hirupan), untuk mengurangi risiko efek sampingnya. Bisa ditanyakan pada apoteker di apotek. demikian, semoga bermanfaat.

26 02 2010
Abdul hadi

Ibu yang baik,
saya penderita asma sejak usia lima tahun sampai sekarang umur saya 24thn. Setahun terakhir asmaku kambuh tiap hari,dan saya harus minum neo napacin untuk meredakanya.
Yang ingin saya tanyakan apakah aman neo napacin di kosumsi tiap hari dan dlm jangka pajang?dan jika ada obat apa yang lebih tepat untuk asma saya?
Terima kasih utk jwbnnya

Jawab:
Dear Mas Abdul,
Saya sarankan untuk menggunakan obat asma dalam bentuk inhaler (obat yang dihirup), lebih aman untuk pemakaian jangka panjang, daripada obat yang diminum. Harganya memang lebih mahal, tapi efeknya lebih cepat dan terlokalisir di saluran nafas, sehingga efek samping lebih kecil. Isinya ada yang tunggal (salbutamol, salmeterol atau ipratropium), ada yang kombinasi dengan steroid. Tanyakan aja ke apotek. Kalau udah sampai kambuh setiap hari, sebaiknya memang menggunakan obat secara rutin. Dan lebih penting lagi menghindari faktor pemicu (kalau tau faktor pemicunya).
Demikian, semoga bermanfaat ya.

12 02 2010
Zyehril Kavela

Hai Dok…aku senang bisa menemukan artikel ini..aq berumur 25 tahun dan mulai terserang asma sejak umur 15 thn smpi sekrang.Untuk mengatasi asma yg datangnya mendadak aku minum salbutamol dan efeknya, jantungku berdetak cepat dan badan gemetar.Oh iy Dok,biasanya aku terserang asma krn alergi dingin dan debu.Apakah salbutamol tdk merugikan tubuh,soalx berat badanku tdk pernah bertambah(BB=42,TB=155)..Thx

Jawab:
Halo Zyehril, saya bukan dokter loh…. saya apoteker yang kebetulan menjadi dosen di fak farmasi UGM.
Salbutamol memang salah satu pelega nafas yang biasa dipakai penderita asma ketika serangan. Efeknya memang bisa terjadi semacam itu, walaupun terjadinya bervariasi antar individu. Salbutamol sih tidak berefek pada berat badan. Tapi kalau mau lebih aman dari efek samping, saya sarankan menggunakan salbutamol yang dalam bentuk inhaler. Efeknya lebih cepat dan lebih terlokalisir ke saluran nafas. Silakan tanyakan ke apotek dan minta diberi informasi bagaimana cara menggunakannya.

26 01 2010
sumiati

Makasih pak atas artikelnya,saya memang punya riwayat alergi dan asma.Saya baru mendapat gejala batuk disertai sesak napas sekitar 6 bulan terakhir. tetapi ketika saya cek ke Dr katanya saya belum positif asma,masih tergolong alergi udara pada pagi hari,perlu diketahui saya mendapat serangan sesak hanya pagi hari saja. Yang ingin saya tanyakan apakah memang kondisi seprti saya bukan asma?sesak yang ditimbulkan itu bagaimana?sekarang intensitas sesak setiap pagi

Jawab:
yang pertama, koreksi nih…. saya ibu-ibu loh…. bukan “pak”.
Ada kemungkinan Anda menderita asma karena alergi. Mungkin belum terlalu berat, sehingga dikatakan belum positif. Usahakan menghindari alergen yang diperkirakan memicu sesak nafas. Jika tidak berhasil (masih sesak), mungkin memerlukan pengatasan dengan obat.

12 01 2010
Nurlaila

Assalamu’alaikum bu,
Pertama, terima kasih sudah banyak memberi info dalam blog ini, insyaAllah bermanfaat bu. Ini pertama kali saya mampir dan langsung tertarik buka beberapa artikel (langsung saya bookmark loh bu ;p).
Kedua, mau tanya tentang obat batuk untuk penderita asma seperti saya, apa betul penderita asma tidak boleh konsumsi obat batuk yang bersifat antitusif? obat batuk apa yang bisa digunakan untuk penderita asma? dan apakah aman mengkonsumsi obat batuk dan bronchodilator (procaterol HCl) secara bersamaan? karena setiap kali terserang batuk, asma saya kambuh dan memperparah batuknya. Mohon pencerahan ya bu dan terima kasih sebelumnya

Jawab:
Dear Mbak Nur,
serangan asma memang sering disertai batuk, atau diawali atau dipicu oleh batuk. Pada umumnya batuknya berdahak, jadi lebih banyak dipakai ekspektoran atau mukolitik, untuk membantu pengeluaran dahak. Tapi kalau memang batuknya kering ya pakai antitusif tidak apa-apa. Penggunaan obat batuk dengan suatu bronkodilator boleh-boleh saja, bahkan cukup banyak sediaan obat bronkodilator + ekspektoran dalam kombinasi tetap (misalnya salbutamol dengan guefenesin/GG).
demikian, mudah2an cukup mencerahkan..

SAlam

9 01 2010
sagha

Ass…bu..isteri saya setiap hari terserang asma (sesak) sehari bisa 3 atau 4x…biasanya klu trserang minum intifen dn salbutamol…riwayat keluarga tidak ada yg asma…setelah punya anak baru terserang…proses bersalin dengan operasi cesar…bagaimana ya bu…apakah penanganan nya udah tepat dgn memberikan salbutamol…..dan bagaimana selanjutnya agar bisa sembuh…trima kasih..

Jawab:
Saya tidak tau persis penyebab serangan asma istri bapak. Tapi asma memang perlu dijaga supaya tidak kambuh. Sebaiknya diperiksakan ke dokter utk memperkirakan penyebabnya. Apakah ada riwayat alergi tertentu? Jika iya, tentu harus dihindari hal-hal yang diduga bisa memicu asma. Jika tidak, memang agak sulit menghindari sesuatu yang kita sendiri belum tau apakah itu. Untuk sementara ini penggunaan salbutamol sudah benar. Akan lebih baik lagi jika digunakan bentuk inhalasi (obat yang dihirup), karena lebih aman dari efek samping dan kemungkinan efek pada bayi (apakah ibu masih menyusui?). Asma merupakan penyakit kambuhan, jadi sulit untuk diharapkan untuk sembuh sama sekali. tetapi bisa dijaga agar tidak kambuh. demikian, semoga bermanfaat

8 01 2010
Ibu Titi

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Bayi saya umur 8 bulan,sejak lahir baru sekali ini terserang batuk berdahak. Batuknya lebih berat pada dini hari dan waktu bangun tidur. Menurut dokter bayi saya menderita asma,diberi dokter obat racikan untuk asma, Sudah 2 hari minum tetapi belum berkurang juga batuknya. Apakah penyakit asma pada bayi dapat terdeteksi hanya dengan mendengarkan suara nafasnya saja? Saya agak kaget karena selama ini tidak pernah menunjukkan gejala alergi. Apa obat oral asma yang aman untuk bayi? Terimakasih atas jawabannya…

Jawab
Wa’alaikum salam, ibu.
saya bukan dokter, tetapi setahu saya memang suara nafas (mengi) dapat mengindikasikan adanya gangguan semacam asma. Tentu memerlukan pengamatan lebih menyeluruh untuk memastikan diagnosa asma. Apakah pada keluarga ada riwayat alergi (ayah, ibu, kakek, nenek, saudara)?. Kalau iya, maka memang mungkin saja putra Anda mengalami asma alergi, karena asma terkait erat dengan riwayat alergi. Gejala alergi bisa muncul pada berbagai usia, jadi tidak perlu kaget, bahwa sekarang kok baru muncul, dulu-dulu enggak. Justru itu adalah alergi, karena tubuh memang membutuhkan waktu untuk bisa menunjukkan reaksi alergi. Asma sering disertai batuk berdahak, sehingga untuk obatnya ditujukan untuk batuk dan melonggarkan saluran nafas. yang sabar saja, bu, ditunggu perkembangannya. Semoga cepat sembuh ya. Amien.

31 12 2009
Ibu Enny

terima kasih prof, atas nasehatnya. semoga bermanfaat untuk kami sekeluarga.oh iya prof, apa alergi bisa berkurang dengan bertambahnya usia, karena alergen bagi anak saya buanyaaak banget [ test alergi pada salah seorang dokter di kota solo ] sampai kami kebingungan untuk memberikan asupan makanan untuknya.salam persaudaraan dari kami sekeluarga.

Jawab:
Ibu Enny, sulit untuk memastikan apakah alergi bisa berkurang dengan bertambahnya usia, ada yang bisa, ada yang tidak. Yang lebih penting adalah menghindarkannya dari alergen. Memang sulit dan butuh kesabaran. Kalau mau, bisa juga dilakukan terapi desensitisasi. Tapi itu juga butuh waktu lama dan biaya besar. Demikian, semoga bermanfaat.

30 12 2009
Ibu Enny

prof,
saya mau tanya, bagaimana cara prefentif supaya tidak gampang terjadi serangan terutama waktu malam hari.
masalah ini terjadi pada anak saya usia 8thn, berat badan 22 kg.
saya sdh konsultasi pada seorang dokter spesialis paru-paru dan disarankan untuk memiliki alat nebulizer sendiri dan alhamdulillah sudah bisa beli. untuk terapi sehari 2 kali pagi dan sore, menggunakan fentolin dan pulmicort, hasilnya lumayan memuaskan.
karena hasil sdh luamayan bagus, terapi saya hentikan, tetapi akhir akhir ini koq rata-rata 4 hari dalam 1 minggu serangan sesak napas sekitar pukul 3 dini hari, padahal pagi sampai malam baik-baik saja. untuk hal itu bagaimana ya prof ? apa efek samping fentolin dan pulmicort , kalau digunakan dalam jangka panjang? bagaimana kalau hanya menggunakan salah satu saja, misalnya fentolin ditambah larutan infus? apakah fungsi paru-paru anak saya akan membaik dengan bertambahnya usia? terimakasih prof atas jawaban dan sarannya.

Jawab:
Ibu Enny,
asma yang diderita anak ibu nampaknya memerlukan terapi pemeliharaan jangka panjang. Terbukti ketika diberi obat keadaannya baik, tetapi ketika dihentikan memburuk lagi. Yang kurang tepat dari yang ibu lakukan adalah menghentikan terapi ketika nampaknya keadaan membaik, padahal asma tidak seperti itu. Asma adalah penyakit kambuhan. Pada derajat tertentu, ia harus terus dikontrol dengan obat supaya tidak kambuh. Jadi saran saya, teruskan kembali pengobatannya. Ibu bisa mencoba salah satu dulu, jika dengan Ventolin saja bisa terkontrol keadaannya, ya sudah diteruskan dengan itu. Tetapi jika tidak, maka perlu dikombinasikan dengan Pulmicort. Sebaiknya tidak dihentikan tiba-tiba. Juga sangat penting untuk menghindarkan dari picuan, misalnya alergi terhadap hal tertentu.
Tidak perlu terlalu kuatir dengan efek sampingnya. Penggunaan dengan nebulizer relatif aman. Serangan asma memang biasanya malam hari.
Demikian, ibu, semoga bermanfaat.

25 12 2009
mega

Salam. Saya sudah lama mencari artikel seperti ini Bu.. Tapi setelah membaca penjelasan ibu, jadi lebih puas. Kebetulan, saya adalah penderita asma akut. Sejak usia 1,5 tahun sampai sekarang 22 tahun, asma jadi teman setia saya yang sewaktu-waktu datang berkunjung. Sudah senior ceritanya, hehe. Gejala2, seperti mual atau gemetar karena efek obat juga sudah biasa. Saya selalu bertanya-tanya apa efek obat-obat tersebut bagi tubuh saya, karena tampaknya obat (inhaler) itu cukup keras terbukti dengan bereaksi cepat meredakan sesak. Selain itu yang lebih mengejutkan, terakhir kali saya berobat ke dokter, beliau melarang saya mengkonsumsi obat Flu seperti Fludexin karena berbahaya bagi penderita asma. Pokoknya, agak nyeremin gt bu.. Bisa tolong dijelaskan Bu! Terima kasih atas ilmunya, sungguh berguna, Prof.

Jawab:
Dear Mega, syukurlah kalau artikelnya bermanfaat. Obat2 inhaler relatif kecil efek sampingnya, gak usah kuatir. Sedangkan obat flu… hm.. kenapa ya? Yang saya tau, obat yang sebaiknya dihindari oleh penderita asma adalah aspirin dan obat-obat segolongannya, yang sering dipakai sebagai anti nyeri (analgesik). Seringkali obat flu ada yang mengandung analgesik semacam, mungkin itu sebab alasan dokter. Tapi jika jenis analgesiknya parasetamol, relatif masih lebih aman. Demikian, semoga bermanfaat.

29 11 2009
chynthia

asalamualaikum ibu,,
saya salah satu mahaiswa ibu,..
mw menanyakan bu, sebenarnya ada tidak buku2 yang menjelaskan mengenai efeketifitas obat yang diberikan pada pasien asma,, ? saya cari di Mr. google tapi tidak menemukan bagaimana melihat atau cara menilai efektivitas obat pda pasien asma. kalau menurut saya bu,, bisa dilihat dari frekuensi kekambuhan pasien itu sendiri tidak,,
apa lagi ya bu?
terima kasih
heee

Jawab:
Saya rasa informasi semacam itu banyak dijumpai pada buku-buku farmakoterapi, seperti dari DiPiro atau Koda-Kimble, dan berbagai guideline dari GINA atau dari NAEPP. Search aja deh dengan keyword “asthma guideline, GINA, NAEPP”. Intinya, efektivitas obat asma ya dilihat dari apakah obat tersebut dapat memperbaiki fungsi paru pasien tidak (dengan parameter FEV1/FVC) dan juga kekambuhan pasien. Kamu semester berapa? Sudah saya jelaskan kok di kuliah saya semester VII… :)
salam…

9 11 2009
Mas Boenz

maaf bisa dijelaskan obat obatan tradisiona yang bisa dilakukan rutin utnuk penderita asma yang efek sampingnya rendah..

Jawab:
mungkin bisa dicoba jahe merah, pak….

15 10 2009
Doni

Sore mbak, mau nanya, klo obat bebas utk asma yg tdk menyebabkan insomnia apa ya? Sbnrnya aku cocok dgn asmasoho tp bikin insomnia. Thanks.

jawab:
Yang bikin insomnia itu kemungkinan teofilin-nya, Mas Doni. Teofilin itu masih “saudara”nya kafein, sehingga efeknya hampir serupa. Coba cari obat bebas asma yang tidak mengandung teofilin…. tapi kayaknya sih hampir semua isinya teofilin, karena obat asma seperti salbutamol atau terbutalin mestinya harus dengan resep dokter.

6 10 2009
Ibu Haryanto

tx,gimana kbr mas Afan?kata Mbak Puput sekarang tambah pintar dan ‘PD’, beda denga msh SD Luqman,salam buat keng putro ya bu, Oh ya maaf Bu Zullies boleh saya panggil bu Eko aja..saya sudah lama jadi penggemar tulisan Bu Eko. Subhanallah,Saya dpt ilmu dari anda memang betul putra sy alergi coklat dan variany,kok bisa ya bu Eko,maturnuwun

5 10 2009
Ibu Haryanto

Ass, apa asma karena pasti krn keturunan?maksh,wss.

jawab:
Iya, bu, sebagian besar ada faktor keturunan, biasanya karena keturunan alergi.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 94 pengikut lainnya.