Asam retinoat dalam kosmetika: apa bahayanya?

14 06 2009

Dear kawan,

kosmetikBelum lama ini terdengar berita lumayan mengejutkan bahwa beberapa produk kosmetika, beberapa diantaranya cukup terkenal, ditarik dari peredaran oleh Badan POM. Sebuah tindakan yang penuh kehati-hatian terhadap adanya senyawa-senyawa pada kosmetika tersebut yang dikuatirkan dapat menyebabkan risiko kesehatan pada konsumen. Berdasarkan PUBLIC WARNING / PERINGATAN dari Badan POM Nomor : KH.00.01.43.2503 tanggal : 11 JUNI 2009, beberapa senyawa berbahaya yang dijumpai dalam kosmetika antara lain adalah :

Merkuri (Hg) / Air Raksa termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecilpun dapat bersifat racun. Pemakaian Merkuri (Hg) dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit, yang akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan ginjal serta merupakan zat karsinogenik (menyebabkan kanker) pada manusia.

• Hidrokinon termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Bahaya pemakaian obat keras ini tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, bercak-bercak hitam.

Asam Retinoat / Tretinoin / Retinoic Acid dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, teratogenik (cacat pada janin).

• Bahan pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) merupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

Salah satu bahan berbahaya yang akan dikaji dalam posting ini adalah tentang asam retinoat. Menarik bahwa asam retinoat banyak dijumpai pada produk-produk pemutih kulit, salah satunya adalah produk yang cukup ngetop di Yogya, yaitu produk dari Natasha Medicated Skin Care Yogyakarta. Aduh, moga-moga aku nggak “di-Prita-kan”  nih karena menyebut nama…. Karena aku kan hanya mengutip dari edaran Badan POM. Oya, merk terkenal OLAY dan PONDS juga ada yang ditarik karena mengandung merkuri. Yang ditarik adalah OLAY Total White produk Malaysia dan PONDS Age Miracle produk Thailand/Singapore.

Hm… kembali ke asam retinoat ya, ……

Apakah asam retinoat itu?

Asam retinoat adalah bentuk asam dan bentuk aktif dari vitamin A (retinol). Disebut juga tretinoin. Asam retinoat ini sering dipakai sebagai bentuk sediaan vitamin A topikal, yang dapat diperoleh secara bebas maupun dengan resep dokter. Bahan ini sering dipakai pada preparat untuk kulit terutama untuk pengobatan jerawat, dan sekarang banyak dipakai untuk mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari (sundamage) dan untuk pemutih.

Bagaimana Asam retinoat bekerja?

Kulit memiliki reseptor untuk asam retinoat yang disebut retinoic acid receptor (RAR) yang berlokasi di dalam sel (intraseluler). Jika asam retinoat mengikat reseptornya, maka akan mengaktifkan transkripsi gen yang akan menstimulasi replikasi dan diferensiasi sel, terutama adalah sel-sel keratin (sel sel tanduk) penyusun kulit paling luar (epidermis). Hal ini akan menyebabkan efek berkurangnya keriput dan memperbaiki sel-sel kulit yang rusak, misalnya karena paparan sinar matahari.

Mekanismenya sebagai obat jerawat belum banyak diketahui sepenuhnya, tetapi Diane Thiboutot dkk dari Pennsylvania State University College of Medicine, dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa asam retinoat ini meng-up regulasi gen untuk pembentukan protein NGAL, yang berperan dalam proses kematian (apoptosis) kelenjar sebasea, yaitu kelenjar penghasil minyak di kulit, yang umumnya terlibat pada terjadinya jerawat. Dengan kematian sel kelenjar sebasea ini, maka produksi minyak kulit berkurang dan akan mengurangi jerawat.

Asam retinoat juga sering dimasukkan dalam komposisi krim pemutih karena dipercaya memiliki efek pemutih. Efek asam retinoat ini tidak langsung melalui penghambatan pigmen melanin seperti beberapa senyawa pemutih lainnya, tetapi menurut Yoshimura cs, diduga karena terjadinya peningkatan proliferasi sel-sel keratin dan percepatan turnover epidermis (lapisan kulit paling luar), sehingga memberikan efek mencerahkan kulit.

Apa efek berbahayanya?

Hm… kayaknya baik-baik saja, ya. Bahayanya apa? Pada penggunaan topikal, asam retinoat dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit seperti terbakar, terutama buat yang berkulit sensitif. Sedangkan pada penggunaan sistemik (misalnya peroral) asam retinoat memiliki efek teratogenik, yaitu menyebabkan abnormalitas perkembangan janin dalam kandungan. Paparan yang paling kritis adalah selama 3-5 minggu kehamilan, bahkan sebelum sang ibu ketahuan hamil. Penggunaan asam retinoat ini dapat menyebabkan berbagai bentuk malformasi/kecacatan pada janin. Fakta ini diperoleh beberapa saat setelah Accutane, suatu obat jerawat berbentuk kapsul berisi isotretinoin (13-cis-retinoic acid), diperkenalkan pada bulan September tahun 1982. Diperkirakan 160 ribu wanita hamil pada saat itu menggunakannya. Antara tahun 1982-1987, kurang lebih dijumpai 900-1300 bayi yang lahir cacat, 700-1000 terjadi aborsi spontan, dan 5000-7000 janin digugurkan secara medis karena paparan Accutane. Anak-anak yang sempat dilahirkan memiliki gangguan hidrosephalus (pembesaran kepala berisi cairan), kecacatan telinga, gangguan jantung, dan penurunan intelegensia. Sejak itu Accutane digolongkan sebagai obat dengan kategori X untuk kehamilan, yaitu tidak boleh sama sekali dipakai pada wanita hamil atau yang merencanakan hamil.

Walaupun efek yang paling nyata adalah pada penggunaan sistemik, tetapi pada penggunaan topikal (dioleskan di kulit) jika dilakukan dalam jangka waktu lama juga dikuatirkan akan menyebabkan terserapnya asam retinoat ke dalam tubuh dan akan mempengaruhi janin pada pengguna yang sedang hamil.

Kalau menurut aku sendiri sih, kalau mau maksa memakai sediaan yang mengandung asam retinoat… sebenarnya boleh saja, selama tidak iritasi, tidak ada alergi, tidak sedang hamil atau merencanakan hamil, apalagi jika hanya dipakai secara topikal dalam jangka waktu pendek, dan semestinya dengan pangawasan dokter.  Lhah… kalau jerawat berderet sebesar-besar jagung, mau gimana……. ? Memang ada sih pilihan yang lain,… tapi Accutane sendiri di US masih beredar dan merupakan obat dengan resep dokter. Namun untuk kehati-hatian bagi semua, memang sudah bijaksana jika Badan POM proaktif melaksanakan tugas pengawasannya.

Demikian, semoga bermanfaat.


Tindakan

Information

11 tanggapan

16 08 2009
Rhea

Saya tdk berjerawat tapi cuma pengen memghaluskan kulit,kalo pake Tracne yg 0,05% bisa ga’,,trus berpengaruh banget sama masa depan ga kalo ga hamil,jd takut neh,thx..

Jawab:
jangan terlalu kuatir, Mbak… Jika digunakan secara topikal di kulit relatif tidak berpengaruh thd kehamilan.

14 08 2009
superkecil

waduh, maaf Bu..
komen saia malah seperti postingan..
:green:

14 08 2009
superkecil

terimakasih atas infonya Bu..
saia termasuk konsumen setia unilever..
sempat khawatir juga salah satu kosmetik saia disebut ditarik oleh BPOM
Alhamdulillah jenis kosmetik yg saia pakai tidak mengandung ‘bahan terlarang’..

saia ingin menanyakan Bu..
berkaca dari kasus ini, berarti dalam satu perusahaan bahan yang di-isikan ke dalam kosmetik yang di-produksi tidak selalu sama ya Bu???
jujur si Bu, saia sebagai orang awam agak was-was juga..
jangan-jangan yang saia pakai tanpa disadari mengandung asam retinoat juga..
atau belum ketauan BPOM??
tapi, krn kulit muka saia ini tidak bandel, jadi hanya beberapa jenis kosmetik saja yang bisa secara kompatibel menempel di wajah saia..
semoga, kosmetik2 yang saia pakai tidak mengandung bahan2 terlarang..
kalau ada info kosmetik yang ‘ter-’ lainnya diulas lagi ya Bu..
wanita agak sulit menjauh dari kosmetik..
hehehehe…

4 08 2009
Shinta

Waduuuh..sy ampe shock bc artikelnya..soalnya aq pemakai ponds age miracel ama fawless white..trus bln juli trnyt aq hamil..mdh2n janinku sehat2 saja normal n gada mslh ya..amien..jd tkt juga.dr kmrn emg udh dipikirin ga mo make lg seh…

Jawab:
Ya, mudah-mudahan sehat dan lancar ya kelahiran bayinya..

20 07 2009
Rita

Terima kasih Bu, artikelnya berguna buat saya.
Saya mau bertanya, kalau misalkan saya sudah terlanjur memakai kosmetik (cream) yang mengandung asam retinoat dan saya sudah menghentikannya, apa efeknya buat saya ke depan?
Apakah masih berpengaruh pada janin nantinya?
Terima kasih bu sebelumnya.

Jawab:
Dear mbak Rita,
Jika Mbak sudah menghentikan penggunaan cream yang mengandung asam retinoat, saya rasa tidak perlu terlalu kuatir pengaruhnya terhadap janin.

10 07 2009
rafila

ngemeng-ngemeng…ibu sendiri pake produk apa kok bisa cantik?

30 06 2009
Ully

Terima kasih atas artikelnya, sangat berguna. Saya menggunakan krim Natasha yg anti acne dan sun block (tirai) selama hampir 3 tahun. Sebelumnya saya bermasalah dengan jerawat kecil2 di wajah dan sejak pakai Natasha jadi hilang. Saya khawatir dengan informasi yg mengatakan bahwa krim Natasha bikin ketergantungan, jadi pelan2 berusaha mengganti dengan produk kosmetik lain seperti Body Shop atau Clinique. Hasilnya, jerawat mulai muncul lagi. Pertanyaan: amankah penggunaaan krim Natasha dalam jangka waktu yg lama?

Jawab:
Dear Mbak Ully,
yang membuat “ketergantungan” mungkin adalah kandungan asam retinoatnya, yang memang dibutuhkan untuk jerawat Mbak yang bandel. Jika mbak menggunakan kosmetika merk lain yang juga mengandung asam retinoat mungkin jerawat tidak muncul lagi, karena yang Mbak butuhkan adalah senyawa anti jerawatnya. Jadi bukan masalah Natasha-nya, Mbak… tapi isinya. begitu pendapat saya

18 06 2009
Yus

Wah Bu Dosen ini bisa bisanya bercanda, moso saya mau merencanakan hamil, he he he. Kalau begitu misalnya asam retinoat sampai terserap tubuh yang tidak hamil kira kira efeknya apa ya . . . . apa membuat badan jadi loyo atau gampang kena penyakit.

Jawab:
kayaknya sih tidak ada efek yang serius

17 06 2009
Yus

Sebagai mantan orang yang berjerawat (sekarang kadang kadang juga masih nongol) dan sudah berbagai obat khususnya jenis salep baik dari dokter maupun coba coba memang yang saya rasakan kulit seperti mengelupas/ berganti dan menjadi kering. Saya tidak tahu apakah ini termasuk kategori iritasi atau memang tujuan obat itu untuk mengganti kulit luar sehingga bisa jadi halus. Soalnya saat ini ada perawatan muka yang memang untuk jangka waktu tertentu (misal seminggu) kulit akan memerah dan tidak boleh terkena sinar matahari. Alhamdulillah efek obat jerawat tidak saya rasakan dan hanya meninggalkan bekas jerawat aja, he he he. Apa karena saya cowok ya jadi tidak terlalu peduli kulit mau mengelupas apa tidak. Jadi intinya tidak ada masalah asal digunakan sesuai aturan ya bu . . . , terima kasih infonya.

Jawab:
Yups…. betul sekali. Lagi pula Mas Yus tidak akan hamil kan?

16 06 2009
Hartati Nurwijaya

Prof. sangat berguna sekali keterangan tentang asam retinoat.
Saya akan baca kemasan kosmetik disini sebelum membelinya.

Jawab:
Dont call me prof, Mbak…. Well, selamat membeli kosmetik biar tambah cantik

16 06 2009
muraigondrong

Mohon bantuannya untuk diulas tentang obat2 untuk keperluan diet .., spt yg sering saya lihat di layar kaca, seorang artis beberapa bulan yg lalu masih kelihatan “berisi”.. eh tahu2 beberapa bulan kedepannya terlihat sdh kelihatan ramping, walau ” sedikit” kelihatan pucat …
suwun …

Salam

Mau diet ya, mas ? hehe…. kayaknya memang perlu diet tuh…. Oke, Insya Allah…

Tinggalkan komentar