<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengenang Ayah</title>
	<atom:link href="http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/06/03/mengenang-ayah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/06/03/mengenang-ayah/</link>
	<description>We&#039;ve shared together</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 21:13:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: FITRIA NUR HIDAYAH</title>
		<link>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/06/03/mengenang-ayah/#comment-331</link>
		<dc:creator>FITRIA NUR HIDAYAH</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 12:09:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulliesikawati.wordpress.com/?p=1119#comment-331</guid>
		<description>Assalamu’alaikum Bu Zullies…

Saya FITRIA NUR HIDAYAH, mahasiswi farmasi UGM semester 4 (angkatan ’07) asli SOLO dengan ‘the spirit of java’nya…. :) (Kenalan dulu ya bu’ coz katanya “ga’ kenal maka tak sayang ;p”)
Ga’ tau sejak kapan, tapi yang jelas baru-baru ini, saya termasuk salah satu “penikmat” blog ibu’… Memang ga’ salah kalo orang bilang “dunia maya tu sangat luas dan banyak kisah di dalamnya” termasuk kisah ibu’ yang bikin nie bibir tertarik 2 cm ke kanan and ke kiri =) Biasanya sich cuma jadi pembaca pasif aja, tapi saat baca artikel ibu’ yang satu ini rasanya nie tangan gatel pengen ikutan nimbrung cerita…
Alhamdulillah, bu’… saya punya ayah ibu’ yang masih komplit dan segala anugerah dari-Nya yang tak kan tergadaikan dengan uang… Saat baca artikel ibu’, saya jadi teringat ibu’ saya yang ada di solo(sama bapak saya juga tentunya –saya tidak memanggil ayah atau papi, rasanya lebih enak manggil dengan sebutan bapak:p -). Kenapa yang teringat ibu’ saya duluan??? karena tiba-tiba saja terbersit dalam benak saya dulu ketika melihat air mata ibu saya menetes di pipi beliau setelah operasi yang dijalani kakak saya, dan tidak lama kemudian, kira-kira satu minggu setelahnya- nenek saya (ibu’nya ibu’) juga menjalani operasi. Rasanya hati ini miris… tapi ga’ tau mau berbuat apa saat itu… Saat itu akhir bulan desember tahun lalu, mendekati tahun baru, dan pastinya tidak ada salju yang turun di bulan desember di Indonesia… Kakak saya dijadwalkan operasi karena ada radang di hidungnya atau sinusitis. Sinusitis merupakan peradangan yang gawat atau yang berlangsung lama (kronis) pada sinus, yaitu rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan dengan rongga hidung (David Werner, 2000) -definisi ini bukan menggurui lho bu&#039; cuma pengen ngasih rujukan buku saja, pastinya ibu&#039; lebih mengerti tentang sinusitis- Dokter mengatakan kalau kakak harus segera di operasi karena radangnya sudah &#039;kaseb&#039; dan ada nanah di daerah sinus yang harus segera diambil dengan jalan operasi.  Alhamdulillah, operasi berjalan lancar… Namun, ada bengkak di daerah pipi kakak dan saat ibu’ melihat wajah kakak tiba-tiba saja ibu’ ke kamar mandi dan menangis (ibu’ menahan tangis, ketika di depan semua orang…. Tapi... I know that she’s so distressed… Huwa, mom luph u …) Saya emang biasa saja saat melihat kakak saya,, (kakak saya kan cowok, pasti kuat) tapi saat melihat ibu’, jadi pengen nangis juga…. Dan lebih pengen nangis lagi coz ga’ bisa berbuat apa-apa…. Mau menghibur…rasanya anegh soalnya budaya jawa yang sangat kental dalam keluarga yang harus hormat ma orang tua -kalau di rumah pake’ bahasa jawa ‘kromo’ ma bapak ibu’- … Sebenarnya menghormati bukan berarti membatasi atau menjadi tembok pemisah. Namun, saat ini saya belum bisa menghancurkan tembok itu meski kaki dan tangan ini udah pengen merobohkannya…  Tidak salah kalo orang bilang “kasih ibu… kepada beta… tak terhingga sepanjang masa...hanya memberi … tak harap kembali… bagai sang surya … menyinari dunia…” He5 numpang nyanyi bu&#039;...

Last but not least, I just wanna  say to Mom Zullies (n others) that …

“we know more than we think, n worth more than we know (Anonim)”

Makasih, bu’ coz bisa ikut corat-coret di blog ibu’(panjang lagi...he5) ….. ;p


Werner, David. 2000. Apa yang Anda Kerjakan bila Tidak Ada Dokter. Yayasan Essentia Medica, Yogyakarta.

Jawab:
&lt;em&gt;Halo, Fitria... boleh kok kok corat-coret di blog ini.... Ini kan mimbar bebas.. hehe...
Thanks atas ceritanya...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum Bu Zullies…</p>
<p>Saya FITRIA NUR HIDAYAH, mahasiswi farmasi UGM semester 4 (angkatan ’07) asli SOLO dengan ‘the spirit of java’nya…. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (Kenalan dulu ya bu’ coz katanya “ga’ kenal maka tak sayang ;p”)<br />
Ga’ tau sejak kapan, tapi yang jelas baru-baru ini, saya termasuk salah satu “penikmat” blog ibu’… Memang ga’ salah kalo orang bilang “dunia maya tu sangat luas dan banyak kisah di dalamnya” termasuk kisah ibu’ yang bikin nie bibir tertarik 2 cm ke kanan and ke kiri =) Biasanya sich cuma jadi pembaca pasif aja, tapi saat baca artikel ibu’ yang satu ini rasanya nie tangan gatel pengen ikutan nimbrung cerita…<br />
Alhamdulillah, bu’… saya punya ayah ibu’ yang masih komplit dan segala anugerah dari-Nya yang tak kan tergadaikan dengan uang… Saat baca artikel ibu’, saya jadi teringat ibu’ saya yang ada di solo(sama bapak saya juga tentunya –saya tidak memanggil ayah atau papi, rasanya lebih enak manggil dengan sebutan bapak:p -). Kenapa yang teringat ibu’ saya duluan??? karena tiba-tiba saja terbersit dalam benak saya dulu ketika melihat air mata ibu saya menetes di pipi beliau setelah operasi yang dijalani kakak saya, dan tidak lama kemudian, kira-kira satu minggu setelahnya- nenek saya (ibu’nya ibu’) juga menjalani operasi. Rasanya hati ini miris… tapi ga’ tau mau berbuat apa saat itu… Saat itu akhir bulan desember tahun lalu, mendekati tahun baru, dan pastinya tidak ada salju yang turun di bulan desember di Indonesia… Kakak saya dijadwalkan operasi karena ada radang di hidungnya atau sinusitis. Sinusitis merupakan peradangan yang gawat atau yang berlangsung lama (kronis) pada sinus, yaitu rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan dengan rongga hidung (David Werner, 2000) -definisi ini bukan menggurui lho bu&#8217; cuma pengen ngasih rujukan buku saja, pastinya ibu&#8217; lebih mengerti tentang sinusitis- Dokter mengatakan kalau kakak harus segera di operasi karena radangnya sudah &#8216;kaseb&#8217; dan ada nanah di daerah sinus yang harus segera diambil dengan jalan operasi.  Alhamdulillah, operasi berjalan lancar… Namun, ada bengkak di daerah pipi kakak dan saat ibu’ melihat wajah kakak tiba-tiba saja ibu’ ke kamar mandi dan menangis (ibu’ menahan tangis, ketika di depan semua orang…. Tapi&#8230; I know that she’s so distressed… Huwa, mom luph u …) Saya emang biasa saja saat melihat kakak saya,, (kakak saya kan cowok, pasti kuat) tapi saat melihat ibu’, jadi pengen nangis juga…. Dan lebih pengen nangis lagi coz ga’ bisa berbuat apa-apa…. Mau menghibur…rasanya anegh soalnya budaya jawa yang sangat kental dalam keluarga yang harus hormat ma orang tua -kalau di rumah pake’ bahasa jawa ‘kromo’ ma bapak ibu’- … Sebenarnya menghormati bukan berarti membatasi atau menjadi tembok pemisah. Namun, saat ini saya belum bisa menghancurkan tembok itu meski kaki dan tangan ini udah pengen merobohkannya…  Tidak salah kalo orang bilang “kasih ibu… kepada beta… tak terhingga sepanjang masa&#8230;hanya memberi … tak harap kembali… bagai sang surya … menyinari dunia…” He5 numpang nyanyi bu&#8217;&#8230;</p>
<p>Last but not least, I just wanna  say to Mom Zullies (n others) that …</p>
<p>“we know more than we think, n worth more than we know (Anonim)”</p>
<p>Makasih, bu’ coz bisa ikut corat-coret di blog ibu’(panjang lagi&#8230;he5) ….. ;p</p>
<p>Werner, David. 2000. Apa yang Anda Kerjakan bila Tidak Ada Dokter. Yayasan Essentia Medica, Yogyakarta.</p>
<p>Jawab:<br />
<em>Halo, Fitria&#8230; boleh kok kok corat-coret di blog ini&#8230;. Ini kan mimbar bebas.. hehe&#8230;<br />
Thanks atas ceritanya&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lutfichabib</title>
		<link>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/06/03/mengenang-ayah/#comment-330</link>
		<dc:creator>lutfichabib</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 10:41:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulliesikawati.wordpress.com/?p=1119#comment-330</guid>
		<description>Salam Prof. Zullies...
wah... tulisan kali ini membuat saya berkaca2 dan menetes air mata (Tidak bermaksud berlebihan, pastinya saya dan semua orang bakal melewati fase ini juga... semoga bisa dijadikan gambaran bagi mereka yang masih bisa melihat kedua ortunya  agar dapat memberikan yg terbaik disaat masih ada), 
untuk bu Zullies, saya yakin pasti sekarang papinya dalam kondisi bahagia di alam sana, dimana ada sebuah amalan tidak pernah terputus hingga hari akhir kelak (Ilmu Bermanfaat) dilakukan putrinya yg kini jadi Professor untuk mengangkat derajat Ilmu setiap Mahasiswa2nya.
Semoga kelak bisa megikuti langkah jejak bu Zullies. 
Wah bu... sepertinya tulisan ini bakal mengantarkan saya buat nengok bapak emak di kampung, sepulang dari luar kota dan kesibukan lain.
Terimakasih Bu Zullies, kami berdoa semoga Ilmu Bermanfaat ini bisa menjadikan amalan tak terputus papinya... Amin...

Jawab;
&lt;em&gt;Terimakasih, mas Lutfi, atas doanya dan atensi-atensinya pada blog sederhana ini. Semoga sukses selalu dan jadi kebahagiaan bagi orang tua&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Prof. Zullies&#8230;<br />
wah&#8230; tulisan kali ini membuat saya berkaca2 dan menetes air mata (Tidak bermaksud berlebihan, pastinya saya dan semua orang bakal melewati fase ini juga&#8230; semoga bisa dijadikan gambaran bagi mereka yang masih bisa melihat kedua ortunya  agar dapat memberikan yg terbaik disaat masih ada),<br />
untuk bu Zullies, saya yakin pasti sekarang papinya dalam kondisi bahagia di alam sana, dimana ada sebuah amalan tidak pernah terputus hingga hari akhir kelak (Ilmu Bermanfaat) dilakukan putrinya yg kini jadi Professor untuk mengangkat derajat Ilmu setiap Mahasiswa2nya.<br />
Semoga kelak bisa megikuti langkah jejak bu Zullies.<br />
Wah bu&#8230; sepertinya tulisan ini bakal mengantarkan saya buat nengok bapak emak di kampung, sepulang dari luar kota dan kesibukan lain.<br />
Terimakasih Bu Zullies, kami berdoa semoga Ilmu Bermanfaat ini bisa menjadikan amalan tak terputus papinya&#8230; Amin&#8230;</p>
<p>Jawab;<br />
<em>Terimakasih, mas Lutfi, atas doanya dan atensi-atensinya pada blog sederhana ini. Semoga sukses selalu dan jadi kebahagiaan bagi orang tua</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
