Pelupa = tanda-tanda penyakit Alzheimer ?

30 05 2009

Dear kawan,

veer200602_fancy_Page_26_Image_0001“Apa kabar? Masih ingat saya, nggak, Mbak?”…. begitu seringkali kuterima sapaan melalui Face Book. Hm… kadang ingat, kadang ada yang sudah lupa. Maklum… sudah lama tidak pernah ketemu. Tapi ngomong-omong masalah lupa, ada yang sedang sedikit kukuatirkan akhir-akhir ini….. Rasanya makin hari makin mudah lupa…. kenapa ya? Ketika kuceritakan pada suami, dia mencandai…”berarti memang sudah pantes jadi profesor…

Dalam beberapa hari kemaren, aku sudah banyak melupakan beberapa hal penting, termasuk kuliah. Sampai malu sendiri (sory, my dear students!). Hari Kamis kemarin ada undangan untuk menghadiri pengukuhan Guru Besar Prof. dr. Sunartini, SpA(K), PhD, dari Fakultas Kedokteran. Beliau meminta kami datang mengenakan toga Guru Besar. For your info, kalau ada pengukuhan Guru Besar baru, maka para guru besar diminta hadir mengenakan toga dan duduk di bagian depan bersama anggota Majelis Guru Besar yang lain. Bu Sunartini termasuk kenalan baik karena kami berada dalam satu tim ketika acara benchmarking ke Belanda bulan Maret lalu. Jadi aku memutuskan untuk menghadiri sebagai penghargaan terhadap beliau. Salahnya…… aku lupa kalau hari Kamis pagi itu masih ada kuliah, dan akupun lupa belum menyampaikan kepada partnerku bu Woro mengenai hal ini. Pikiranku bahkan agak terlalu fokus pada rencana menghadiri acara pengukuhan. Maklum, ada rasa agak gimana gitu…. soalnya bakal bergabung dengan banyak profesor-profesor betulan dan senior dari Fakultas Kedokteran…. Rasanya kaya “uji nyali” aja….hehe…. Wah, untung bu Woro bisa dengan sigap mengawal diskusi dalam kuliah… Payah bukan?

Sehari sebelumnya, aku lupa meninggalkan mapku berisi surat-surat di ruang kuliah. Kalau jenis lupa yang seperti ini sih agak sering. Kalau yang ketlingsut adalah HP, masih agak mudah, bisa di-call. Tapi kalau barang lain… Wah, repot. Kamis sorenya, aku lupa lagi kalau masih ada kuliah. Semakin payah bukan? Soalnya rasanya kayak sudah selesai masa perkuliahan karena sudah mulai diminta bikin soal ujian… eh, ternyata masih ada kuliah sekali lagi.  Aku baru saja duduk lagi di ruangan setelah keluar sebentar menjemput anak sekolah dan sedang membuka pecel untuk makan siang ketika tiba-tiba seorang mahasiswa menelponku bahwa sudah ditunggu di ruang kuliah. Waduh, My God…! Wah ada kuliah to? Aku lupa blas ! Sory banget. Aku nggak pernah selupa ini sebelumnya……. Bungkusan pecel yang sudah kubuka dan belum sempat kunikmati lalu kutinggal dan aku berlari menuju ruang kuliah. Sore sepulang kuliah dan sedang dalam perjalanan, sekretarisku menelpon apakah aku tidak kehilangan dompet? Ternyata aku pun lupa meninggalkan dompetku di ruangan kantor. Ughhh…….. Astaghfirullohal’adziim….

Apakah karena sudah mulai overload yah…… ? Harus beralih dari satu urusan ke urusan lain dengan cepat dalam hitungan menit dalam sehari atau seminggu. Sehingga ada yang tercecer. Kayaknya aku memang mulai harus mengurangi beberapa aktivitas. Mudah-mudahan saja bukan gejala awal dari Alzheimer disease…. (amien). Apa itu Alzheimer disease?

Alzheimer disease

Penyakit ini menjadi terkenal setelah mantan Presiden AS Ronald Reagan menderita penyakit ini setelah turun dari kursi kepresidenannya. Dideskripsikan pertama kali oleh dokter Alois Alzheimer pada tahun1907, penyakit ini merupakan suatu suatu sindrom demensia (kepikunan) yang ditandai dengan penurunan ingatan dan kemampuan kognitif pasien secara progresif/cepat. Apa bedanya dengan kepikunan biasa yang biasanya dijumpai pada orang lanjut usia? Bedanya, pada Alzheimer perkembangan penyakitnya sangat cepat. Tapi memang tidak banyak orang memahami hal ini, dan seringkali penyakit ini dianggap sebagai penyakit kepikunan biasa.

Apa yang terjadi pada otak penderita Alzheimer?

Pasien umumnya mengalami penyusutan otak dan terjadi pengurangan (degenerasi) saraf secara signifikan, terutama pada saraf kolinergik. Kerusakan saraf kolinergik terjadi terutama pada daerah limbik otak (yang terlibat dlm emosi) dan korteks (yang terlibat dlm memori dan pusat pikiran/advanced reasoning center). Ini yang menyebabkan penderita mengalami penurunan ingatan dan kemampuan intelektual yang terjadi secara cepat dan mempengaruhi fungsi sosialnya.

Beberapa gejalanya diantaranya adalah:

- penurunan ingatan jangka pendek atau kemampuan belajar atau menyimpan informasi

- penurunan kemampuan berbahasa dan kesulitan menemukan kata atau kesulitan memahami pertanyaan atau petunjuk

- ketidakmampuan menggambar atau mengenal gambar dua-tiga dimensi, dll.

Berdasarkan Global Deterioration Scale, perkembangan penyakit ini dari awal sampai akhir adalah seperti tertera dalam tabel di bawah ini.

Stage Level Deskripsi
Stage 1 Normal Tidak ada perubahan fungsi kognitif
Stage 2 Pelupa Mengeluh kehilangan sesuatu atau lupa nama teman, ttp tdk mempengaruhi pekerjaan dan fungsi sosial. Umumnya mrpk bagian dari proses penuaan yg normal
Stage 3 Early confusion Ada penurunan kognisi yang menyebabkan gangguan fungsi sosial dan kerja. Anomia, kesulitan mengingat kata yang tepat dlm percakapan, dan sulit mengingat. Pasien mulai sering bingung/anxiety
Stage 4 Late confusion(early AD) Pasien tdk bisa lagi mengatur keuangan atau aktivitas rumahtangga, sulit mengingat peristiwa yg baru terjadi, mulai meninggalkan tugas yang sulit, tetapi biasanya masih menyangkal punya masalah memori
Stage 5 Early dementia(moderate AD) Pasien tidak bisa lagi bertahan tanpa bantuan orang lain. Sering terjadi disorientasi (waktu, tempat), sulit memilih pakaian, lupa kejadian masa lalu. Tetapi pasien umumnya masih menyangkal punya masalah , hanya biasanya jadi curigaan atau mudah depresi
Stage 6 Middle dementia(moderately severe AD) Pasien butuh bantuan untuk kegiatan sehari-hari (mandi, berpakaian, toileting), lupa nama keluarga, sulit menghitung mundur dari angka 10. Mulai muncul gejala agitasi, paranoid, dan delusion
Stage 7 Late dementia Pasien tidak bisa bicara jelas (mgkn cuma bergumam atau teriak), tidak bisa jalan, atau makan sendiri. Inkontinensi urin dan feses. Kesadaran bisa berkurang dan akhirnya koma.

Bagaimana terapinya?

Tentu tidak mungkin untuk membuat orang menjadi muda kembali dan mengembalikan sel-sel sarafnya untuk kembali seperti sedia kala, sehingga tujuan terapi adalah memelihara fungsi-fungsi pasien selama mungkin, menunda perkembangan penyakit, dan mengontrol gangguan/kelakuan yang tidak diinginkan. Perlu ada kerjasama yang baik dari keluarga untuk mensupport pasien, karena pada stage tertentu pasien sudah tidak bisa lagi melakukan kegiatan harian secara mandiri.

Kalau dari segi obatnya, ada beberapa obat yang bisa digunakan, yaitu :

1. Terapi pertama adalah untuk mengatasi gejala penurunan kognisi atau menunda progresivitas penyakit, disebut terapi kolinergik. Terapi ini ditujukan untuk meningkatkan kadar asetilkolin di otak dengan cara menghambat pengrusakan asetilkolin oleh enzim. Golongan obatnya disebut kolinesterase inhibitor, contoh obatnya adalah takrin, donepezil, rivastigmin, galantamin

2. Terapi kedua untuk mencegah degenerasi sel syaraf, misalnya dengan Vitamin E sebagai antioksidan kuat, dan obat yang bekerja pada reseptor glutamat, yaitu memantin. Ekstrak ginko biloba pernah disebut-sebut juga memiliki efek proteksi syaraf dan meningkatkan daya ingat. Tetapi informasi terakhir dari uji klinik tentang penggunaan ginko biloba untuk mencegah penyakit Alzheimer menunjukkan bahwa Ginko biloba tidak memberi efek signifikan. Bisa dilihat pada http://www.emaxhealth.com/1002/91/26772/ginkgo-biloba-does-not-prevent-alzheimer-039-s-disease.html. Sedangkan Vitamin E ternyata cukup efektif untuk mencegah kepikunan, seperti yang dilaporkan pada pertemuan ilmiah tahunan American Geriatrics Society (AGS) 2009. Lengkapnya dapat dicek pada http://www.medscape.com/viewarticle/702333.

Hm… mungkin aku perlu mulai minum vitamin E nih dari sekarang……

3. Terapi ketiga adalah terapi simptomatik untuk mengurangi gejala-gejala non-kognitif, seperti depresi, kecemasan, insomnia, halusinasi, dll. Untuk mengatasi gejala ini digunakan obat yang sesuai, misalnya depresi diatasi dengan antidepresan, kecemasan diatasi dengan penenang, dst.

Mengingat Allah

Ketika aku tulis di status Face Book-ku bahwa aku sekarang merasa sudah mulai pelupa, seorang sahabat nyeletuk untuk “banyak-banyak dzikir biar ingat”….. hehe… Tapi benar sekali sih….. Penyakit itu datangnya atas ijin Allah. Maka kita perlu selalu mengingatNya dan memohon untuk selalu diberi hidayah dan petunjukNya, melalui daya ingat dan daya pikir kita…. semoga tetap bekerja sesuai alamnya. Dan semoga dengan daya ingat dan daya pikir yang diberikanNya, kita bisa memanfatkannya sebanyak-banyaknya untuk kemaslahatan orang banyak. Amien.


Tindakan

Information

6 tanggapan

14 11 2009
aspirasiputih

Aduh..mw nanya ap td yah.. Lupa saya

26 10 2009
Mimy_ariyadi

Aq snang bnget bc artikelnya soalx penyakit pelupaku skrg makin parah

4 10 2009
ine

Usia saya masih 16 tahun .. Ingatan saya mulai terganggu slama 2 tahun lebih karena kpala saya sering mengalami sakit. Awal nya saya hanya biasa saja . Tapi lama klamaan saya menjadi sperti orang linglung kalau ingin mengingat sesuatu . Misal nya saya harus mengecek pintu rmah saya sdah terkunci apa blum , pokok nya saya merasa ketakutan akan hal seperti itu kadang kala saya menaruh barang dan akhirnya saya menyalahkan orang lain . Saya juga merasa sesak di dada kadang2 saya sampai tdk bs bernafas .
Apa itu penyakit alzheimer ?

Jawab:
Mungkin bukan Alzheimer, mbak…. tapi saya rasa Anda perlu pemeriksaan lebih detail oleh dokter mengenai gangguan ini.

13 09 2009
farida_hayati

Pada salah satu acara pengajian, disampaikan kalau kebiasaan membaca Al-Quran sejak dini bisa menghindarkan kita dari kepikunan. Terlebih lagi kalau membacanya sambil terbalik…seperti guru TPA, ustadz di pesantren yang lagi nyimak anak didiknya…makanya di pesantren banyak ustadz dengan usia sangat lanjut yang hafalannya masih sgt kuat…
Mudah2an bermanfaat…

12 08 2009
tris

terkait hal yang terakhir,saya tiba2 ingat sebuah note puisi di facebook which i am tagged by a friend,bu…judulnya ajari aku mencintaiMu.

“Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ketika waktunya malaikat izrail datang menjemputku telah tiba
Ketika nantinya otakku rusak dan tak dapat bekerja
Aku ingin dapat menyebutkan nama-Mu, sebagai satu satunya yang paling KUINGAT dan kucintai”

31 05 2009
Amelia Indriana

Bu, makasih banyak ya buat tulisan2 ibu ini. sering saya simpan untuk bahan2 menambah ilmu pengetahuan dan sangat bermanfaat bagi saya.
oya, kalo boleh bu..bagaimana kalau diulas juga penyakit2 kulit juga conjunctivitis? sekarang lagi musim penyakit itu bu..hehe berdasarkan pengamatan selama pkl di apotek satu bulan ini.
Sekali lagi trims ya bu..

Jawab:
sama-sama, Amelia… Ya, mudah-mudahan nanti sempat menulis tentang hal itu ya….

Tinggalkan komentar