Dear kawan,
“Apa kabar? Masih ingat saya, nggak, Mbak?”…. begitu seringkali kuterima sapaan melalui Face Book. Hm… kadang ingat, kadang ada yang sudah lupa. Maklum… sudah lama tidak pernah ketemu. Tapi ngomong-omong masalah lupa, ada yang sedang sedikit kukuatirkan akhir-akhir ini….. Rasanya makin hari makin mudah lupa…. kenapa ya? Ketika kuceritakan pada suami, dia mencandai…”berarti memang sudah pantes jadi profesor…
Dalam beberapa hari kemaren, aku sudah banyak melupakan beberapa hal penting, termasuk kuliah. Sampai malu sendiri (sory, my dear students!). Hari Kamis kemarin ada undangan untuk menghadiri pengukuhan Guru Besar Prof. dr. Sunartini, SpA(K), PhD, dari Fakultas Kedokteran. Beliau meminta kami datang mengenakan toga Guru Besar. For your info, kalau ada pengukuhan Guru Besar baru, maka para guru besar diminta hadir mengenakan toga dan duduk di bagian depan bersama anggota Majelis Guru Besar yang lain. Bu Sunartini termasuk kenalan baik karena kami berada dalam satu tim ketika acara benchmarking ke Belanda bulan Maret lalu. Jadi aku memutuskan untuk menghadiri sebagai penghargaan terhadap beliau. Salahnya…… aku lupa kalau hari Kamis pagi itu masih ada kuliah, dan akupun lupa belum menyampaikan kepada partnerku bu Woro mengenai hal ini. Pikiranku bahkan agak terlalu fokus pada rencana menghadiri acara pengukuhan. Maklum, ada rasa agak gimana gitu…. soalnya bakal bergabung dengan banyak profesor-profesor betulan dan senior dari Fakultas Kedokteran…. Rasanya kaya “uji nyali” aja….hehe…. Wah, untung bu Woro bisa dengan sigap mengawal diskusi dalam kuliah… Payah bukan?
Sehari sebelumnya, aku lupa meninggalkan mapku berisi surat-surat di ruang kuliah. Kalau jenis lupa yang seperti ini sih agak sering. Kalau yang ketlingsut adalah HP, masih agak mudah, bisa di-call. Tapi kalau barang lain… Wah, repot. Kamis sorenya, aku lupa lagi kalau masih ada kuliah. Semakin payah bukan? Soalnya rasanya kayak sudah selesai masa perkuliahan karena sudah mulai diminta bikin soal ujian… eh, ternyata masih ada kuliah sekali lagi. Aku baru saja duduk lagi di ruangan setelah keluar sebentar menjemput anak sekolah dan sedang membuka pecel untuk makan siang ketika tiba-tiba seorang mahasiswa menelponku bahwa sudah ditunggu di ruang kuliah. Waduh, My God…! Wah ada kuliah to? Aku lupa blas ! Sory banget. Aku nggak pernah selupa ini sebelumnya……. Bungkusan pecel yang sudah kubuka dan belum sempat kunikmati lalu kutinggal dan aku berlari menuju ruang kuliah. Sore sepulang kuliah dan sedang dalam perjalanan, sekretarisku menelpon apakah aku tidak kehilangan dompet? Ternyata aku pun lupa meninggalkan dompetku di ruangan kantor. Ughhh…….. Astaghfirullohal’adziim….
Apakah karena sudah mulai overload yah…… ? Harus beralih dari satu urusan ke urusan lain dengan cepat dalam hitungan menit dalam sehari atau seminggu. Sehingga ada yang tercecer. Kayaknya aku memang mulai harus mengurangi beberapa aktivitas. Mudah-mudahan saja bukan gejala awal dari Alzheimer disease…. (amien). Apa itu Alzheimer disease?
Alzheimer disease
Penyakit ini menjadi terkenal setelah mantan Presiden AS Ronald Reagan menderita penyakit ini setelah turun dari kursi kepresidenannya. Dideskripsikan pertama kali oleh dokter Alois Alzheimer pada tahun1907, penyakit ini merupakan suatu suatu sindrom demensia (kepikunan) yang ditandai dengan penurunan ingatan dan kemampuan kognitif pasien secara progresif/cepat. Apa bedanya dengan kepikunan biasa yang biasanya dijumpai pada orang lanjut usia? Bedanya, pada Alzheimer perkembangan penyakitnya sangat cepat. Tapi memang tidak banyak orang memahami hal ini, dan seringkali penyakit ini dianggap sebagai penyakit kepikunan biasa.
Apa yang terjadi pada otak penderita Alzheimer?
Pasien umumnya mengalami penyusutan otak dan terjadi pengurangan (degenerasi) saraf secara signifikan, terutama pada saraf kolinergik. Kerusakan saraf kolinergik terjadi terutama pada daerah limbik otak (yang terlibat dlm emosi) dan korteks (yang terlibat dlm memori dan pusat pikiran/advanced reasoning center). Ini yang menyebabkan penderita mengalami penurunan ingatan dan kemampuan intelektual yang terjadi secara cepat dan mempengaruhi fungsi sosialnya.
Beberapa gejalanya diantaranya adalah:
- penurunan ingatan jangka pendek atau kemampuan belajar atau menyimpan informasi
- penurunan kemampuan berbahasa dan kesulitan menemukan kata atau kesulitan memahami pertanyaan atau petunjuk
- ketidakmampuan menggambar atau mengenal gambar dua-tiga dimensi, dll.
Berdasarkan Global Deterioration Scale, perkembangan penyakit ini dari awal sampai akhir adalah seperti tertera dalam tabel di bawah ini.
| Stage | Level | Deskripsi |
| Stage 1 | Normal | Tidak ada perubahan fungsi kognitif |
| Stage 2 | Pelupa | Mengeluh kehilangan sesuatu atau lupa nama teman, ttp tdk mempengaruhi pekerjaan dan fungsi sosial. Umumnya mrpk bagian dari proses penuaan yg normal |
| Stage 3 | Early confusion | Ada penurunan kognisi yang menyebabkan gangguan fungsi sosial dan kerja. Anomia, kesulitan mengingat kata yang tepat dlm percakapan, dan sulit mengingat. Pasien mulai sering bingung/anxiety |
| Stage 4 | Late confusion(early AD) | Pasien tdk bisa lagi mengatur keuangan atau aktivitas rumahtangga, sulit mengingat peristiwa yg baru terjadi, mulai meninggalkan tugas yang sulit, tetapi biasanya masih menyangkal punya masalah memori |
| Stage 5 | Early dementia(moderate AD) | Pasien tidak bisa lagi bertahan tanpa bantuan orang lain. Sering terjadi disorientasi (waktu, tempat), sulit memilih pakaian, lupa kejadian masa lalu. Tetapi pasien umumnya masih menyangkal punya masalah , hanya biasanya jadi curigaan atau mudah depresi |
| Stage 6 | Middle dementia(moderately severe AD) | Pasien butuh bantuan untuk kegiatan sehari-hari (mandi, berpakaian, toileting), lupa nama keluarga, sulit menghitung mundur dari angka 10. Mulai muncul gejala agitasi, paranoid, dan delusion |
| Stage 7 | Late dementia | Pasien tidak bisa bicara jelas (mgkn cuma bergumam atau teriak), tidak bisa jalan, atau makan sendiri. Inkontinensi urin dan feses. Kesadaran bisa berkurang dan akhirnya koma. |
Bagaimana terapinya?
Tentu tidak mungkin untuk membuat orang menjadi muda kembali dan mengembalikan sel-sel sarafnya untuk kembali seperti sedia kala, sehingga tujuan terapi adalah memelihara fungsi-fungsi pasien selama mungkin, menunda perkembangan penyakit, dan mengontrol gangguan/kelakuan yang tidak diinginkan. Perlu ada kerjasama yang baik dari keluarga untuk mensupport pasien, karena pada stage tertentu pasien sudah tidak bisa lagi melakukan kegiatan harian secara mandiri.
Kalau dari segi obatnya, ada beberapa obat yang bisa digunakan, yaitu :
1. Terapi pertama adalah untuk mengatasi gejala penurunan kognisi atau menunda progresivitas penyakit, disebut terapi kolinergik. Terapi ini ditujukan untuk meningkatkan kadar asetilkolin di otak dengan cara menghambat pengrusakan asetilkolin oleh enzim. Golongan obatnya disebut kolinesterase inhibitor, contoh obatnya adalah takrin, donepezil, rivastigmin, galantamin
2. Terapi kedua untuk mencegah degenerasi sel syaraf, misalnya dengan Vitamin E sebagai antioksidan kuat, dan obat yang bekerja pada reseptor glutamat, yaitu memantin. Ekstrak ginko biloba pernah disebut-sebut juga memiliki efek proteksi syaraf dan meningkatkan daya ingat. Tetapi informasi terakhir dari uji klinik tentang penggunaan ginko biloba untuk mencegah penyakit Alzheimer menunjukkan bahwa Ginko biloba tidak memberi efek signifikan. Bisa dilihat pada http://www.emaxhealth.com/1002/91/26772/ginkgo-biloba-does-not-prevent-alzheimer-039-s-disease.html. Sedangkan Vitamin E ternyata cukup efektif untuk mencegah kepikunan, seperti yang dilaporkan pada pertemuan ilmiah tahunan American Geriatrics Society (AGS) 2009. Lengkapnya dapat dicek pada http://www.medscape.com/viewarticle/702333.
Hm… mungkin aku perlu mulai minum vitamin E nih dari sekarang……
3. Terapi ketiga adalah terapi simptomatik untuk mengurangi gejala-gejala non-kognitif, seperti depresi, kecemasan, insomnia, halusinasi, dll. Untuk mengatasi gejala ini digunakan obat yang sesuai, misalnya depresi diatasi dengan antidepresan, kecemasan diatasi dengan penenang, dst.
Mengingat Allah
Ketika aku tulis di status Face Book-ku bahwa aku sekarang merasa sudah mulai pelupa, seorang sahabat nyeletuk untuk “banyak-banyak dzikir biar ingat”….. hehe… Tapi benar sekali sih….. Penyakit itu datangnya atas ijin Allah. Maka kita perlu selalu mengingatNya dan memohon untuk selalu diberi hidayah dan petunjukNya, melalui daya ingat dan daya pikir kita…. semoga tetap bekerja sesuai alamnya. Dan semoga dengan daya ingat dan daya pikir yang diberikanNya, kita bisa memanfatkannya sebanyak-banyaknya untuk kemaslahatan orang banyak. Amien.
aku puji arianto , umur 17th .minggu2 ini q jd pelupa. Mengingat ssuatu kalimat yg baru saya katakan saja tdk bisa, bahkan nama tmn jg lupa
Trimakasih bu untuk infonya…
Semoga apabila kita mengidap penyakit ini sekalipun,kita tidak pernah lupa Allah SWT…Aaammmiiinnn…:)
Asslmlkm…
ibu, mau nanya. latihan otak itu seperti apa?
Jawab:
ya dengan banyak dipakai, misalnya untuk mengisi Teka teki silang, dll.
slama ini memang sy tidak pernah untuk mencoba meminum obat-obatan atau terapi,
karena tidak tahu menahu ttg penyakit ini….
tapi berkat trit ini…..sy sudah agak tahu ciri” pnyakit alzeimer…
trims ya~
sista….sy skg umur 20th
tapi suda pelupa semenjak SD..
smpe2 diberi panggilan “nenek” T.T
kadang hal yg baru aja trjadi aj sk lupa…
sring jg semisal ak bermimpi…entah indah ato buruk…
saat baru bangun rasa senang atau takut masih ada,
tapi mimpi mengenai apa langsung lupa sama sekali…
sring jg waktu masak air, panci ampe kering ampe dapur penuh asap(masi wajar g sih??)
susah bgt buat mengingat hal” yg ak tidak suka *sprti plajaran*
beberapa menit yg lalu ingat, tapi kemudian hilang lagi..
trus kadang susah untuk mengingat suatu kata yg ingin diucapkan..
jangan” sudah parah ya? T___T
saya berusia 23 tahun,,beberapa bulan baru-baru ini, saya mengalami stress yang terus menerus,,dan beberapa perubahan terjadi pada diri saya, saya seringkali lupa dengan segala sesuatu yang sudah saya kerjakan, saya seringkali kesulitan mengingat nama teman, hal-hal yang telah saya lakukan, hingga cara mengarsir gambarpun saya lupa dan saya tidak
menyadari kalo saya telah salah mengarsir, baru beberapa jam berikutnya saya baru ingat kalo cara mengarsir saya salah (padahal saya selalu menggambar), saya jadi selalu menyalahkan diri saya sendiri, karena banyak hal kecil yang seharusnya saya ingat, tapi saya bisa melupakannya dengan mudah tanpa sebab yang jelas dan tanpa ada rencana untuk melupakannya
sebelumnya. Saya masih seringkali mengalami pusing yang hebat,.apa ada kemungkinan saya memiliki penyakit Alzheimer ini bu?terimakasih sebelumnya.. ^^
Jawab:
Umumnya Alzheimer terjadi pada orang lanjut usia, dan dapat dibilang tanpa sebab khusus, akibat generasi syaraf kolinergik yang progresif. Tapi pada kasus Anda ini, usia masih sangat muda, dan mungkin disebabkan oleh stress terus menerus. Sebaiknya diperiksakan saja ke dokter, mungkin ke psikiater, untuk memastikan gangguan lupa Anda ini. Mungkin lebih disebabkan karena kondisi psikologis, ketimbang organik.
nama sy eka n umur sy 23 tahun.sejak lulus dr sma sy sering lupa sesuatu…..
sy biasa slalu lupa klo mengerjakan pekerjaan yg baru sy kerjakan ,
krn itu sy harus berulang kali memeriksa pekerjaan itu.biasax jg sy lupa nama orng yg baru sy kenal atau pun orang yg uda lama sy kenal,misalnya nama-nama tmn sma ato smp sy, trmasuk sahabat sy.
sy pun nda terlalu bisa mengingat pelajaran.krn itu sy kurang bisa menghafal pdahal baru beberapa menit sy menghafal suatu kata atau kalimat pasti sy lupa lg.
sy jg susah bicara krn sering lupa kata-kata yg mau sy ucapkan.sampe-sampe tmn sy biasax kesal krn harus lama menunggu sy berfikir.
apa itu termasuk penyakit alzeimer?
terima kasih
Jawab:
Biasanya Alzheimer itu terjadi pada orang lanjut usia. Saya tidak tau apa namanya yg terjadi dengan Anda, nampaknya memang ada gangguan mengingat. Sebaiknya diperiksakan ke dokter saja.
bu,usia sya bru 24 tahun,.saya sering mengalami lupa dlm kegiatan saya sehari2 misalnya kesulitan mengingat kata dlm percakapan,sulit mengingat kejadian yang baru terjadi dan kadang sya sering binggung dengan apa yg akan saya lakukan.
kadang kalau saya mo sahlat saya lupa rakaatnya,kepala saya sering sakit..apalagi saya sekarang msi kuliah yg membutuhakan daya ingat yg baik.
apakah Ini tanda2 dari penyakit alzhemir y mbk??tolong batuannya…terimakasih….
Jawab:
Penyakit ini biasanya terjadi pada usia lanjut. Kalau usia 24 sdh mengalami gangguan memori, mungkin saja ada penyebab lainnya. Mungkin perlu latihan-latihan otak utk mengingat. Sebaiknya diperiksakan ke dokter saja jika sudah sangat mengganggu.
bu,tanks ya soal tulisanya,sy seorang wanita karier d bidang keuangan saya suka bingung sendiri akhir2 ini saya sering lupa ga hanya kunci yang selalu lupa q cabut,tapi kini q sering lupa dlm kerjaanqq,bnyak sekali pekerjaan yg kacau gara2 q lupa,pdhl blm lama q ingin mengerjakan tugasq,tp ga lama kmudian q lupa,dan kini gara2 fktor lupaq,q sering kali membuat pkerjaanq jd berantakan,saya mau nanya apa itu kmungkinan mendekati sakit alzheimer,kbetulan q punya masa lalu yg bgtu berat n menyiksaq,apakah itu bs mmpengaruhi,jg daya konsentrasiq kini sungguh berkurang,bgtu jg percakapanq,q kini sering lp dngan apa yg kan q bicarakan,mohon informasinya….oh ya kl periksa sebaiknya dmn?
Jawab:
mungkin saja masa lalu yg berat mempengaruhi kinerja sekarang, trmasuk menjadi pelupa. Coba periksakan saja ke psikiater, mbak, untuk memastikannya. Ngga usah malu kalau harus ke psikiater, lebih baik tau lebih awal daripada terlambat, shg lebih cepat diatasi atau dicegah.
kang saya teh sering lupa. otaknya susah buat masuk. udah latihan juga tetep ingetnya pas latihan udah latihan lupa. bahkan saking parahnya kl udah maen lupa pulang ke rumah. gejala asteris bukan?
terima kasih,
m 17 bdg
Bu…
apakah saya menderita penyakit pelupa yang ibu katakan…berikut keluhan saya:
Kadang2 lupa mau ngapain,lalu misalnya saya berbelanja pagi hari kadang saya lupa belanja apa tadi pagi(ingin mengingatnya pada mlam harinya),misalnya saya berbicara sesuatu siang hari lalu malam harinya lupa…
jarang sih kejadian begitu…tapi saya hanya ingin info lebih lanjut saja…
Jawab:
saya kira itu bukan termasuk Alzheimer. Ada baiknya latihan otak untuk menajamkan ingatan, dan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung nutrisi otak….
Mau Share Ya. Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit, termasuk Alzheimer, yang bekerja secara holistik. Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah sebagai obat dan pencegahan penyakit (seperti yang telah dinyatakan dalam Q.S. An Nahl Ayat 69). Info tentang propolis dapat kunjungi obatpropolis.com
semoga bermanfaat
Rahmah
lalu, bagaimana cara pencegahannya?
akhir2 ni, saya seringkali lupa akan sesuatu. yang lebih parahnya, terkadang saya lupa dnegan kejadian atau aktivitas yang baru saja saya lakukan. saya sering lupa menaruh kunci yang baru saja saya letakkan, terkadang saya salah mengoleskan handbody ke rambut saya dan mengusapkan minyak rambut ke tangan saya. semakin lama, saya jadi sering lupa. bahkan, akhir2 ini saya jadi sulit untuk mengingat nama, angka, dan yang lainnya. beberapa hoby yang saya dulu tekuni juga kini jadi berubah. terlebih lagi, saya terkadang sulit bergerak. misalnya ketika berwudu. saya sadar kalau saya harus membasuh hidung, tapi, tangan saya malah bergerak membasuh kepala. kalau sedang lelah, saya tidak bisa merasakan beberapa organ saya, terutama tangan dan kaki. serasa tidak sedang berjalan walaupun saya sedang berjalan. saat itu pula, saya tidak bisa merasakan sakit.
apa ibu tahu dengan ini? ataukah ini juga masuk kedalam ciri-ciri alzheimer?
umur saya baru 19 tahun. saya mahasiswa jurusan kimia PTN negeri di bandung.
mohon bantuannya…
jawab:
Tanda2nya mirip Alzheimer, mbak…. coba diperiksakan saja ke dokter neurologi
terimakasih bu, saya wanita karir usia 23 tahun.sangat pelupa, terutama kunci kendaraan sampai-sampai teman saya selalu mengingatkan dimana saya harus menyimpan. selain itu ada sesuatu yang aneh pada diri saya,saya bingung arah utara timur barat selatan, tidak dapat mengingat lokasi yang pernah saya datangi,kadang saya terbalik antara kanan dan kiri,,tapi kalau saya fokus,,saya bisa(arah/kanan kiri)…setelah itu lupa(lokasi) .. apakah saya mengidap penyakit al zheimer?
Jawab:
Sebaiknya diperiksakan ke dokter saja, Mbak..karena untuk mendiagnosa suatu penyakit tentu memerlukan serangkaian pemeriksaan. Saya tidak bisa memastikan apakah itu Alzheimer atau bukan.
Aduh..mw nanya ap td yah.. Lupa saya
Aq snang bnget bc artikelnya soalx penyakit pelupaku skrg makin parah
Usia saya masih 16 tahun .. Ingatan saya mulai terganggu slama 2 tahun lebih karena kpala saya sering mengalami sakit. Awal nya saya hanya biasa saja . Tapi lama klamaan saya menjadi sperti orang linglung kalau ingin mengingat sesuatu . Misal nya saya harus mengecek pintu rmah saya sdah terkunci apa blum , pokok nya saya merasa ketakutan akan hal seperti itu kadang kala saya menaruh barang dan akhirnya saya menyalahkan orang lain . Saya juga merasa sesak di dada kadang2 saya sampai tdk bs bernafas .
Apa itu penyakit alzheimer ?
Jawab:
Mungkin bukan Alzheimer, mbak…. tapi saya rasa Anda perlu pemeriksaan lebih detail oleh dokter mengenai gangguan ini.
Pada salah satu acara pengajian, disampaikan kalau kebiasaan membaca Al-Quran sejak dini bisa menghindarkan kita dari kepikunan. Terlebih lagi kalau membacanya sambil terbalik…seperti guru TPA, ustadz di pesantren yang lagi nyimak anak didiknya…makanya di pesantren banyak ustadz dengan usia sangat lanjut yang hafalannya masih sgt kuat…
Mudah2an bermanfaat…
terkait hal yang terakhir,saya tiba2 ingat sebuah note puisi di facebook which i am tagged by a friend,bu…judulnya ajari aku mencintaiMu.
“Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ketika waktunya malaikat izrail datang menjemputku telah tiba
Ketika nantinya otakku rusak dan tak dapat bekerja
Aku ingin dapat menyebutkan nama-Mu, sebagai satu satunya yang paling KUINGAT dan kucintai”
Bu, makasih banyak ya buat tulisan2 ibu ini. sering saya simpan untuk bahan2 menambah ilmu pengetahuan dan sangat bermanfaat bagi saya.
oya, kalo boleh bu..bagaimana kalau diulas juga penyakit2 kulit juga conjunctivitis? sekarang lagi musim penyakit itu bu..hehe berdasarkan pengamatan selama pkl di apotek satu bulan ini.
Sekali lagi trims ya bu..
Jawab:
sama-sama, Amelia… Ya, mudah-mudahan nanti sempat menulis tentang hal itu ya….