Dear temans,
Ada yang pernah atau masih punya keloid ? itu lho…. Kulit yang menebal, biasanya terjadi pada bekas luka gores atau luka bakar. Posting kali ini mencoba membahas keloid dan pengobatannya. Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan teman kampung halamanku, mas Yuswantoro. Thanks for the idea.
Apa sih keloid itu?
Keloid atau jaringan parut terjadi karena tidak seimbangnya produksi protein kolagen pada proses penyembuhan luka. Pertumbuhannya melebihi yang dibutuhkan untuk menutup luka. Keloid ini bisa tumbuh terus tak terbatas, kadang ada yang gatal atau nyeri. Keloid dapat dihasilkan dari berbagai jenis luka, termasuk luka garukan, injeksi, gigitan serangga, tatoo, dll. Setiap orang dapat mengalami keloid dan keloid itu juga bisa terjadi di berbagai tempat dalam tubuh. Namun biasanya, orang yang muda dan mereka yang berkulit lebih gelap lebih mudah kena keloid, dan keloid itu lebih sering dijumpai pada bagian tertentu tubuh, seperti : mata, dada, bahu, dan punggung. Seorang yang punya keloid lebih mudah mengalami hal serupa di masa datang, karenanya ia perlu berhati-hati.
Ada jenis lain dari keloid yang disebut Hypertrophic scars. Keloid yang ini biasanya berwarna kemerahan dan lebih tebal, yang kadang terasa gatal atau nyeri. Umumnya juga terjadi pada orang muda dan berkulit lebih gelap.
Bagaimana pengobatannya?
Pengatasan keloid dapat dilakukan dengan menggunakan kortikosteroid injeksi untuk melunakkan dan menipiskan jaringan parut ini. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan gel silikon, untuk mengurangi ukuran dan menghambat pertumbuhan keloid.
Salah satu jenis obat steroid yang sering dipakai untuk pengatasan keloid adalah injeksi triamsinolon asetonid (paten: Kenacort). Seperti yang pernah ditulis di posting lain dalam blog ini, kortikosteroid adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal,yang memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh. Triamsinolon adalah bentuk sintetik dari steroid. Dalam pengatasan keloid, efeknya bisa berlangsung beberapa minggu atau bulan.
Bagaimana cara pemberiannya ?
Obat ini diinjeksikan dengan alat suntik yang sesuai langsung ke dalam keloid, dan sangat sedikit yang diabsorbsi ke dalam darah. Injeksi steroid ini mungkin terasa sakit, untuk itu bisa dikurangi sakitnya dengan menempelkan es batu 10 menit sebelum injeksi dilakukan. Dosis yang direkomendasikan adalah berkisar 10-40 mg/ml.
Sampai kapan pengobatan diperlukan?
Injeksi dapat dilakukan berulang dengan interval 4-6 minggu sampai 6-10 bulan. Tentunya dokter akan menentukan dari hasil pengobatannya sampai kapan pengobatan harus dilakukan.
Apakah ada efek samping?
Efek sampingnya relatif kecil, walaupun komplikasi mungkin terjadi pada 1-5 kasus pada sekitar lokasi injeksi, meliputi : penipisan kulit, hipopigmentasi (kulit jadi memutih), dan timbul bercak merah pada kulit (telangiectasia). Jika terjadi gejala-gejala di atas, segera kontak saja dokternya untuk diberi pengatasan selanjutnya.
Namun demikian, perlu diwaspadai juga adanya efek samping sistemik yang mungkin bisa terjadi, jika obatnya terserap masuk ke dalam darah. Beberapa efek sistemik yang dapat terjadi akibat penggunaan steroid antara lain: moon face (wajah membulat seperti bulan), kadar gula meningkat, hipertensi, osteoporosis, dll. Tapi ini umumnya hanya terjadi jika steroid digunakan dalam jangka waktu lama dengan dosis cukup besar dan digunakan secara sistemik (artinya masuk ke pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh). Jika hanya digunakan secara local, seperti pada keloid atau pada obat hirup seperti pada obat asma, efek samping ini dapat diminimalkan.
Apa alternatif lain pengobatan keloid ?
Beberapa alternatif lainnya adalah dengan kamuflase kosmetik, pembedahan, radioterapi, cryotherapy, dan laser therapy. Tentunya perlu dikonsultasikan dengan dokter bedah plastik Anda.
Nah, begitu saja sekilas info hari ini. Semoga bermanfaat.
obat keloid transdermal sudah ada lho… namanya hansaplast scar reducer..saya pernah lihat iklannya di majalah. jadi penggunaannya mirip plester penutup luka…
Saya melakukan operasi tahi lalat pada bulan Maret 2008 di dekat hidung,punggung, perut, dan lengan. Dan hasil dipunggung dan lengan seperti ada benjolan merah yg dan gatal membesar mungkin sudah menjadi keloid…dan saya sudah ke dokter terakhir 1thn yg lalu, berhubung keuangan tidak mendukung saya tidak lanjutkan. Tapi luka operasi menjadi membesar dan tidak membuat nyaman pada diri saya…sehingga saya tidak PD untuk memakai baju lengan pendek…bila sesudah 1tahun luka dibiarkan apakah masih bisa ditangani?? atau setidaknya gelembung luka bisa diratakan????? thanks
Jawab:
Wah, maaf Mbak Cici, saya bukan dokter, dan apalagi tidak melihat langsung bekas luka mbak. Tapi saya rasa masih ada kemungkinan keloid diratakan/ditipiskan dengan suntikan steroid. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahlinya. Maaf, tidak bisa membantu banyak.
Barusan saya ke RS untuk suntik keloid karena sudah lebih 1 bulan. Saat dilihat, kata dokter sudah agak melunak dan disarankan pakai salep saja. Padahal dulu saya pernah pakai salep (lupa namanya) dan tidak ada hasilnya. Tapi dokter bersikeras supaya pakai salep, apalagi obat suntik saya (pakai Flamicort) sudah lebih dari 2 bulan sehingga sudah tidak efektif, padahal saya simpan di kulkas. Saat saya bilang akan beli obat suntik baru dokter tetap tidak merekomendasikan. Alhasil akhirnya saya tebus aja obat salepnya. Namanya salepnya Lanakeloid-E Cream, yang komposisinya tiap 10 gram mengandung Centella asiatica phytosome 100 mg dan Vitamin E 20 gram. Dalam brosur kandungannya a.l asiatic acid, madecasic acid, asiaticoside dan madecassoside yg bekerja menghambat biosintesa collagen dan asam mucopolysacharida. Sebetulnya saya kurang sreg (yakin) dengan obat salep tapi sementara saya coba dulu 1 bulan, kalau tidak ada perubahan atau malahan mengeras lagi apa boleh buat kembali ke obat suntik lagi. Menurut bu Zullies gimana dengan salep tersebut. Kalau Kenacort dan Flamicort apa kandungannya sama, soalnya harga berbeda banget. Thanks.
Jawab:
Halo, Mas Yus. saya tidak tau mengapa dokter insist supaya Mas Yus pake salep tersebut. Salep tersebut berbahan dasar tanaman obat dan vitamin E. Saya belum menemukan evidence-based nya mengenai efek Centela asiatica pada keloid. Tapi ya dicoba saja. Tapi menurut feeling saya efeknya tidak lebih poten dari steroid. Kenacort dan Flamicort isinya sama, yaitu triamsinolon acetonid. Kalau harga beda, itu urusan perut produsen masing-masing…..
Sedikit berbagi mengenai keloid. Bakat keloid sepertinya memang warisan dari keluarga/ ortu (warisan kok penyakit ya, he he he). Saya punya bakat keloid ternyata kakak dan adik sayapun punya bakat tsb. Waktu SD saya punya luka di belakang dengkul, setelah sembuh lama lama di bekas luka tsb tumbuh daging persis kaya ulat menempel. Oleh dokter di Pwt daging tsb dioperasi, namun beberapa bulan kemudian tumbuh lagi di bekas jahitan tsb. Kemudian oleh dokter diberi suntikan obat kenacort lebih dari 10 kali dan alhamdulillah bisa mengecil dan tidak tumbuh lagi. Saat SMA bakat itu muncul lagi, malahan lebih parah hanya gara gara bekas jerawat yang tumbuh dada kepencet dan pecah lama lama tumbuhlah daging yang mula mula sebesar biji kacang hijau, lalu sebesar biji asem lama lama jadi seperti ulat yang nempel di dada. Itu tidak cuma satu pokoknya kalau ada jerawat siap siap jadi keloid, apalagi yang pas di tengah tengah lebih cepat tumbuhnya karena kulit tsb sering bergerak. Solusinya sejak tahun 1987 sampai sekarang saya rutin mengujungi dokter spesialis bedah plastik untuk mengurangi pertumbuhan keloid yang bandel dan menembak keloid keloid kecil yang mau muncul. Hanya itu satu satunya cara sampai sampai saya sudah berganti dokter mulai dari RSCM, dokter Ujung Pandang, RS Fatmawati dan sekarang di RS Syaiful Anwar Malang. Kalau dihitung lebih dari 100 kali disuntik wong kadang kadang kalau keras bisa 2 minggu sekali ke dokter dan sekali datang yang disuntik bisa 10 lokasi. Kalau saat ini (setelah dokter di Malang bilang ada efek sampingnya) paling cepat 1 bulan sekali. Itu upaya yang bisa saya lakukan, semoga tidak ada efek negatif nantinya. Sebetulnya itu hanya masalah estetika saja tidak terlalu mengkhawatirkan (paling paling pas keras gatal rasanya dan kalau renang tidak enak aja dilihat orang, he he he, sapa mau liat). Cuma dulu ada dokter yang mencandai kalau biasanya cowok suka memamerkan dadanya yang bidang atau berbulu, kalau saya mah banyak biji biji keloid, kasihan deh, hihihi. Sekali lagi doa’in semoga tidak ada efek samping yang serius atas pemakaian obat keloid ini. Makasih . . . .
Jawab;
Trims ceritanya, mas Yus…. lumayan serem juga. Semoga tidak diwariskan ke anak cucu…
kata dokter saya bakat keloid,sya pernah mo operasi tapi ma dokkternya tidak boleh katanya bekasnya akan lebih besar dibanding sebelumnya. saya juga punya tahi lalat di muka lumayan banyak dan hampir semua tumbuh, tapi ma dokternya juga tidak boleh di operasi … ada solusi buat sya?… coz tahi lalatnya sudah mulai mengganggu…
Jawab:
Wah, Mbak… turut kata dokter saja, beliau kan sudah melihat sendiri keadaan Mbak. Untuk saat ini saya tidak punya solusi untuk ini, maaf ya.
salam jumpa ibu…
istri saya saat ini sangat menderita karena adanya keloid di kaki kirinya akibat tersiram air mendidih. Akibat adanya keloid tersebut lututnya tidak bisa dilipat seperti kondisi normal. Kami sudah kedokter spesialis kulit, dan disarankan untuk fisiotherapi. Menurut ibu yang terbaik tindakan apa yang harus kami lakukan? terimakasih banyak untuk tanggapannya. Salam.
Jawab:
salam jumpa juga, pak..
Saya rasa tindakan Bapak sudah tepat untuk membawanya ke dokter spesialis kulit. Tentunya dokter telah melihat langsung keloid pada istri bapak dan memberikan saran yang terbaik. Menurut saya, diikuti saja saran tersebut, untuk melatih lutut agar bisa melipat dengan normal. Kalau pun ada obat-obat, tentunya harus dalam pengawasan dokter.
selamat pagi bu
saya ingin bertanya,,
salah seorang saudara saya sudah pernah melakukan injeksi triamsinolon asetonid tapi keloid itu tetap saja muncul.
Sampai operasi untuk menghilangkan keloid pun pernah dilakukan tapi tidak ada hasilnya.
yang ingin saya tanyakan ada kah obat (transdermal) untuk mengurangi ukuran keloid itu??
trima kasih atas jawabannya.
assalamualaikum,
ibu..mohon penjelasannya
saya punya bekas luka seperti yg ibu maksud,,tetapi tidak gatal ataupun nyeri dan tidak pula tumbuh terus menerus..hanya saja agak sedikit menebal..
yang mau saya tanyakan..apakah bekas luka ini jg bisa menggunakan pengobatan yang telah ibu sampaikan..luka saya ada di bagian lipatan jari telunjuk pada tangan kiri saya..dan luka ini akibat luka goresan pisau hampir 4tahun yang lalu
terimakasih atas penjelasannya..
Jawab:
Bekas luka yang menebal seperti yang Anda alami termasuk keloid juga. Keloid tidak selalu terasa nyeri atau gatal, juga tidak selalu tumbuh. Jika tidak tumbuh, atau terasa gatal/nyeri, mungkin tidak terlalu mengganggu, kecuali mungkin mengganggu penampilan fisik. Untuk itu, terserah Anda, apakah akan dihioangkan atau tidak. Sebaiknya konsultasikan ke dokter, karena injeksi steroid hanya bisa diberikan oleh dokter.