Alergi dan pengobatannya

22 11 2008

allergy-skin-test1Alergi pada umumnya memang bukan penyakit mematikan, tapi sungguh menganggu dan mengurangi kualitas hidup. Ketika yang lain boleh menikmati enaknya udang goreng saus tiram, si penderita alergi terpaksa harus gigit jari karena sekali makan udang, sekujur tubuhnya akan bentol-bentol dan gatal. Udang termasuk bahan makananyang cukup sering memicu reaksi alergi bagi orang yang sensitif.

Apa sih alergi itu ? Bisakah disembuhkan ? Apa obatnya ? Tulisan ini mencoba mengupas sedikit tentang alergi dan obatnya. Alergi adalah suatu gangguan pada sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Pada orang yang sehat, sistem imunitas berada dalam keadaan setimbang yang memberikan perlindungan maksimal terhadap gangguan benda-benda asing dari luar tubuh dan meminimalkan reaksi tubuh yang berbahaya terhadap adanya gangguan tersebut. Tetapi pada orang yang alergi, terjadi ketidakseimbangan, sehingga reaksi yang  dimunculkan oleh tubuh menjadi berlebihan, atau dengan kata lain disebut hipersensitif.  Karena itu, alergi disebut juga penyakit hipersensitivitas.

Alergen dan mekanismenya
Penyebab alergi bisa bermacam-macam dan disebut alergen. Pada kasus alergi pada saluran pernafasan, alergen bisa berupa tengu debu, kutu kucing atau anjing, jamur, dll. yang terhirup melalui udara pernafasan. Pada alergi makanan, berbagai macam makanan yang mengandung protein tinggi seringkali menjadi penyebab alergi, seperti udang, telur, atau susu. Obat atau senyawa asing bagi tubuh juga bisa menjadi alergen bagi orang yang hipersensitif. Sulitnya, ketika pertama kali alergi terjadi, seringkali kita tidak bisa dengan cepat menentukan jenis apakah sang alergen tersebut. Selain harus dengan mencermati si alergen, biasanya perlu dilakukan test alergi pada kulit untuk memastikan penyebab alerginya.

Ketika suatu alergen pertama kali masuk ke dalam tubuh kita, ia akan memicu tubuh untuk membuat antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). IgE ini kemudian akan terikat pada sel mast yang banyak tersebar di bagian tubuh kita terutama pada tempat-tempat yang sering kontak dengan lingkungan seperti selaput lendir hidung, saluran nafas/bronkus, kulit, mata, mukosa usus, dll. Sel mast adalah salah satu sel tubuh manusia yang memproduksi dan bisa melepaskan suatu senyawa yang disebut histamin. Pada kondisi ini tubuh kita dikatakan “tersensitisasi”. Pada paparan alergen berikutnya, alergen akan mengikat antibodi IgE yang sudah menempel pada sel mast. Ikatan alergen dengan IgE yang menempel di sel mast ini lalu memicu pelepasan histamin, dan histamin inilah yang kemudian bekerja menyebabkan berbagai reaksi tubuh seperti gatal, bentol, bengkak, sesak nafas (pada penderita asma), batuk, dll., bahkan sampai pada reaksi yang terberat yaitu hilangnya kesadaran yang disebut syok anafilaksis. Syok anafilaksis terjadi karena histamin yang dilepaskan sedemikian banyak sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga terjadi penurunan tekanan darah yang drastis dan menyebabkan pingsan/syok.

Mengatasi alergi
Apakah alergi bisa disembuhkan ? Pada sebagian orang mungkin bisa, ketika sistem imun bekerja semakin baik, contohnya penyakit asma alergi pada anak-anak umumnya bisa sembuh setelah mereka dewasa. Tetapi, sebagian besar penyakit alergi sulit disembuhkan kecuali dengan terapi desensitisasi. Yaitu, terapi yang membuat tubuh semakin kurang sensitif terhadap alergen dengan cara mengeksposnya terhadap alergen dengan dosis yang makin lama makin besar sampai penderita kebal terhadap alergen tersebut. Tetapi terapi ini butuh waktu lama dan cukup mahal. Cara lain yang murah adalah dengan menjauhi pemicunya.  Kalau alergi udang ya tentunya jangan makan udang. Kalau alergi debu ya jangan bermain di tempat yang berdebu dan harus menjaga kebersihan rumah. Lha, kalau sudah terlanjur muncul gejala alergi bagaimana ?

Obat-obat anti alergi yang bisa dijumpai secara bebas di apotek atau toko obat adalah golongan antihistamin. Obat ini bekerja dengan cara memblokir reseptor histamin sehingga histamin tidak bisa bekerja lagi menyebabkan reaksi-reaksi alergi. Obat ini hanya bisa menyembuhkan gejala alergi, tetapi tidak bisa menyembuhkan alergi. Artinya, walaupun sekarang sudah hilang gatal-gatalnya, tetapi jika suatu saat terjadi kontak lagi dengan alergen, maka reaksi alergi bisa timbul lagi. Obat antihistamin yang paling banyak digunakan adalah klorfeniramin maleas atau CTM (chlor tri methon). Obat ini bisa diperoleh dalam bentuk tunggal atau kombinasi dengan obat-obat lain. Pada komposisi obat flu atau obat batuk, sering sekali dijumpai adanya CTM, mungkin karena sebagian kejadian flu atau batuk dapat dipicu oleh reaksi alergi. Obat antihistamin lain adalah : prometazin, difenhidramin, dan deksklorfeniramin. Obat-obat ini termasuk antihistamin generasi pertama yang memiliki efek samping mengantuk. Karena itu, jika menggunakan obat-obat ini sebaiknya tidak mengemudi atau menjalankan mesin-mesin berat. Obat ini dapat dibeli secara bebas di apotek atau toko obat. Antihistamin generasi yang lebih baru adalah antihistamin yang tidak berefek sedatif (mengantuk), contohnya : loratadin, terfenadin, triprolidin, setirizin, dan ketotifen. Obat-obat ini biasanya harus diperoleh dengan resep dokter.

Semua obat-obat antihistamin ini aksinya mirip satu sama lain, tetapi berbeda lama aksinya. Loratadin dan terfenadin misalnya, lama aksinya lebih dari 12 jam, sehingga cukup diminum sehari sekali atau dua kali, sedangkan prometazin dan difenhidramin aksinya hanya 4-6 jam, sehingga harus diminum 3-4 kali sehari. Obat-obat antihistamin bisa diperoleh dalam bentuk tablet, sirup, atau salep. Penggunaannya disesuaikan dengan macam alerginya dan kemudahan pasien menggunakannya. Jika reaksi alerginya hanya bersifat lokal di permukaan kulit, penggunaan salep cukup efektif. Tetapi jika reaksinya luas di seluruh tubuh, penggunaan obat per-oral (yang diminum) lebih disarankan.

Yang penting, amatilah dengan seksama pada saat apa Anda mengalami reaksi alergi, sehingga Anda dapat mengenali benda apa saja yang menjadi alergen bagi tubuh Anda, dan sedapat mungkin hindarilah.

Begitulah, semoga bermanfaat.

About these ads

Aksi

Information

3 responses

26 11 2012
ichi_asher

Wahhhh keren.

Boleh nanya?.
Knp sih org kl prgi keluar negeri misalny k Arab Saudi pst selalu batuk sama flu, dberi obat batuk flunya juga nggak sembuh2, padahal sudah disuntik vaksin.
Mohon jawabannya.
Terimakasih

Jawab:
Vaksin yang diberikan biasanya untuk strain virus influenza tertentu, padahal strain virus ini cukup banyak dan mudah bermutasi. Jadi mungkin saja orang tetap kena serangan flu walaupun sdah divaksin, jika di sana ia terpapar virus jenis lain.

12 07 2012
ferdi mochtar

Menarik sekali artikel diatas. Apakah bisa jadi ajang konsultasi? Terima kasih

22 11 2008
pengobatan alergi

nice artikel…
thanks ya atas infonya….
sangat bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 445 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: