Selamat Tahun Baru 2012 : membuat skala prioritas

1 01 2012

Dear kawan,

Selamat tahun baru…. semoga tahun 2012 ini membawa semangat baru dan keberkahan bagi kita semua. Amien…

Sungguh, aku sudah sangat rindu menulis di blog ini.. sudah tiga bulan lebih aku membiarkannya sepi tanpa tulisan baru…. Dan itu hampir seusia si kecilku yang pas tahun baru ini genap berusia 3 bulan…. Dia sudah pintar tersenyum dan tertawa sebagai bentuk komunikasi pertamanya…

Salam kenal buat pembaca dari Hanna-chan

Yah, kehadirannya memang banyak mengubah ritme hidupku… termasuk kesempatan untuk menulis di blog ini. Mungkin saatnya agak slow down dulu untuk urusan pekerjaan dan hobby… mengalihkannya pada kewajiban lain yang tak kalah asyiknya…. merawat si kecil… Sungguh, aku bisa mengerti mengapa Allah menciptakan bayi itu begitu lucu dan menggemaskan…. yakni supaya siapapun yang memandangnya akan jatuh sayang dan menjaganya… Alhamdulillah, Hanna kecilku tumbuh sehat dan lucu…. kelelahan dan saat-saat berat pada satu bulan pertama yang harus sering begadang, latihan menyusui lagi yang cukup menyakitkan, rasanya terobati dengan melihatnya tersenyum atau tertawa.

Kehadirannya di tahun 2011 kemarin merupakan suatu bonus dan surprise dari Allah untuk keluarga kami dan membuat hidupku sangat berwarna. Yah, tahun 2011 lalu sungguh tahun penuh warna bagiku, penuh cerita roller coaster-nya manusia… yang kadang di atas, dan kadang di bawah. Pengalaman hamil muda dengan mual-mualnya, hamil tua dengan aktivitas cukup padat, sampai saat melahirkan yang termasuk lancar setelah beberapa jam sebelumnya masih ikut meramaikan acara Reuni dan Lustrum di kampus, sungguh merupakan cerita tersendiri. Saat ini aku belajar membuat skala prioritas dalam ruang lingkup yang lebih besar…. “Apa sih yang harus kuutamakan dahulu untuk dilakukan, mana yang lebih penting untuk dilakukan,dan apa yang menjadi prioritas pencapaia dalam hidup.”  Sungguh, untuk masalah rencana dan cita-cita, kepalaku selalu penuh cita-cita….. dan saat ini aku harus bisa menatanya lagi.

Aku belum bisa menulis banyak lagi, kawan… tulisan ini sekedar say hello saja untuk menyampaikan pesan bahwa aku masih ada…. Banyak kawan yang sudah menanti tulisanku dan menanyakan kabarku mengapa blog-ku lama terbengkalai. Tapi maafkan, aku belum sempat banyak menulis. Pekerjaan rutin memberikan kuliah sampai membuat soal ujian dan koreksi sudah cukup banyak menyita waktuku dalam situasi sekarang ini. Kalian tahu, aku memaksakan diriku menulis kali ini sambil memanfaatkan momentum tahun baru ini saat Hanna sedang tidur. Percayalah, niscaya sebentar lagi dia bangun, minta mimik susu, dan tentu tulisan ini harus kuhentikan…

Oke, kalau begitu…bye dulu yaa, kawan…. Insya Allah ketemu lagi di tulisan mendatang… Tetap semangat !!





Catatan Idul Fitri : Menjaga hati (qolbu dan liver)

11 09 2011

Dear kawan,

Pertama sekali, masih dalam bulan Syawal, aku sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima dan diampuni segala dosa, Amien. Bagaimana pengalaman lebarannya? Pasti seru dan bervariasi ya…

My family in Idul Fitri

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lebaranku selalu diwarnai dengan aktivitas mudik ke kampung halaman, bertemu ibu dan sanak saudara. Mudik pada tahun ini lumayan lama, selama seminggu. Tapi lebaran kali ini agak lain dari biasanya untukku, karena kondisi fisikku sudah ngga kondusif lagi buat jalan-jalan. Berat booo ! Sementara asisten rumah tangga juga mudik sendiri ke kampungnya,…. jadilah menjadi Upik Abu dengan perut gendut begini. Tapi alhamdulillah, semua berjalan baik……  putra special kami Dhika tidak rewel , walau sesekali perlu perhatian khusus. Dan semua memang harus dijalani dengan ikhlas…  Yang agak bikin bête adalah tidak ada koneksi internet yang bagus….. Modem yang kupakai sinyalnya lemot pol…. Jadilah seminggu tidak banyak menjenguk dunia maya, hanya lewat BlackBerry saja yang lemotnya juga ngga mau kalah…. Namun tentu tetap ada yang manis… ketika bisa berkumpul lagi dengan saudara-saudara yang juga merantau di luar kota. Bermaaf-maafan dan berfoto-foto bersama sekeluarga besar, bersama ibu dan adik-adik serta keponakan. Acara Lebaran tahun ini ditutup dengan perjalanan balik lagi ke Yogya yang memerlukan waktu 8 jam ….. dua kali lipat dari lama perjalanan biasanya !!

Menjaga hati (qolbu)

Kawan,

kalian pasti sudah mendengar juga berita yang mewarnai Lebaran kali ini yaitu tentang kecelakaan yang menimpa artis Syaiful Jamil yang sampai menyebabkan istrinya meninggal dunia.  Aku bukan fans Syaiful Jamil, tapi tak urung ikut sedih juga dan bisa membayangkan perasaannya bagaimana ditinggal orang yang dicintai. Aku sampai sempat meneteskan airmata loh, ketika awal-awal mendengar beritanya… Lebay yah.. !  Tapi dari situ aku semakin bisa memaknai betapa manusia itu sangat kecil….. tak bisa apa-apa tanpa ijinNya. Manusia boleh punya rencana macam-macam, tapi ketika Allah punya rencana yang lain, maka rencana Allahlah yang akan terjadi. Dan juga harus yakin bahwa apa yang ditetapkan Allah bagi manusia, itulah yang terbaik. Jika kita belum bisa menemukan kebaikannya, mungkin kita yang belum bisa mengambil pelajarannya. Tetaplah terus menggali dan memahami rencana Allah, yang kadang tidak sesuai dengan keinginan manusia. Dan bahwa dalam beberapa hal, manusia tak kuasa apa-apa dan akhirnya hanya padaNya tempat berlindung dan memohon.

Kembali ke kisah tragis Syaiful Jamil, bayangkan…. dari suasana yang begitu bahagia, baru menikah 6 bulan, lagi cinta-cintanya (aku bisa membayangkan), tiba-tiba dihempaskan dan diputuskan begitu saja oleh kematian. Perlu kekuatan dan ketabahan ekstra untuk bisa menerimanya. Di sisi lain, sungguh manusia tak punya kuasa apa-apa terhadap usia…  Aku bersyukur sekali (Alhamdulillah….) masih diijinkanNya menemui Ramadhan tahun ini, yang sungguh sangat berarti sebagai media penyucian diri dan hati, supaya menjadi hambaNya yang lebih sujud setelah setahun sebelumnya berlepotan dengan kesalahan dan dosa.  Siapa yang menyangka bahwa Virginia (istri Syaiful Jamil) yang masih muda, lebih dulu mendahului kita menghadapNya. Semoga kita bisa terus menjaga hati dari kekotoran …. karena kita tak pernah tahu kapan Ia memanggil kita kembali.  Dan hati adalah cermin, begitu kata Bimbo dalam lagunya. Insya Allah…. mari saling mengingatkan..

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari)

Menjaga hati (liver)

Selain hati (qolbu) yang  disucikan (Insya Allah) dengan ibadah di bulan Ramadhan dan dijaga seterusnya, hati secara fisik alias liver juga tak kalah penting untuk dijaga. Yaa…. Lebaranku kali ini juga diwarnai kisah sedih lain, yang kali ini datang dari kawanku semasa SMP dan SMA di Purwokerto. Kawanku ini dipanggil Allah Swt pada usianya yang masih 43 tahun karena penyakit liver. Sayangnya aku tak sempat menengoknya semasa sakitnya.  Untuk menambah wawasan, yuk kita tengok sedikit tentang hati (liver) dan penyakitnya, serta cara menjaganya.

Apa itu hati (liver) ?

Hati adalah organ padat terbesar dalam tubuh, yang sering  juga dianggap sebagai kelenjar karena di antara berbagai fungsinya, salah satunya adalah membuat dan mengeluarkan empedu. Hati terletak di bagian kanan atas perut yang dilindungi oleh tulang rusuk. Organ ini memiliki dua lobus utama yang terdiri dari lobulus kecil. Sel-sel hati memiliki dua sumber yang berbeda untuk pasokan darahnya. Arteri hepatika, yang memasok darah kaya oksigen yang dipompa dari jantung, sedangkan vena portal menerima pasokan nutrisi dari usus dan limpa.

Biasanya, pembuluh darah vena kembali dari tubuh ke jantung, tapi vena portal memungkinkan bahan kimia dari saluran pencernaan untuk memasuki hati untuk didetoksifikasi dan penyaringan sebelum memasuki sirkulasi (peredaran darah) umum. Vena portal juga secara efisien memberikan bahan kimia dan protein yang diperlukan sel-sel hati untuk menghasilkan protein, kolesterol, dan glikogen yang diperlukan untuk kegiatan tubuh normal.

Sebagai bagian dari fungsinya, hati membuat empedu, yaitu cairan yang berisi antara lain: air, bahan kimia, dan asam empedu (dibuat dari kolesterol yang tersimpan dalam hati). Empedu disimpan di kantong empedu dan ketika makanan memasuki duodenum (bagian pertama dari usus kecil), empedu disekresikan ke duodenum, untuk membantu pencernaan makanan.

Hati adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang dapat dengan mudah mengganti sel yang rusak, tetapi jika sel-sel hati cukup banyak hilang/rusak, hati tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tubuh.
Hati dapat dianggap suatu pabrik; dan fungsinya antara lain adalah :
- produksi empedu yang diperlukan dalam pencernaan makanan, dalam lemak tertentu;
- perubahan glukosa yang berlebih dalam tubuh menjadi glikogen yang akan disimpan dalam sel hati, dan kemudian mengubahnya kembali menjadi glukosa ketika diperlukan;
- produksi faktor pembekuan darah; produksi asam amino (membangun blok untuk membuat protein), termasuk yang digunakan untuk membantu memerangi infeksi;
- pengolahan dan penyimpanan zat besi yang diperlukan untuk produksi sel darah merah;
- pembuatan kolesterol dan bahan kimia lainnya yang diperlukan untuk transportasi lemak;
- mengubah produk limbah metabolisme tubuh menjadi urea yang diekskresikan dalam urin, dan metabolisme obat menjadi bentuk aktif mereka dalam tubuh, atau mengubahnya menjadi bentuk yg tidak aktif untuk dibuang

Apa itu Sakit liver?

Penyakit liver atau hati adalah setiap gangguan fungsi hati yang menyebabkan penyakit. Telah diuraikan di atas bahwa hati bertanggung jawab terhadap banyak fungsi-fungsi penting dalam tubuh. Jika hati atau liver menjadi sakit atau terluka, maka hati tidak berfungsi dan hilangnya fungsi-fungsi dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tubuh.  Jadi, istilah sakit liver adalah suatu istilah yang luas yang mencakup semua masalah kesehatan potensial  yang menyebabkan hati gagal untuk melakukan fungsinya.  Biasanya, penurunan fungsi ini baru akan terlihat signifikan ketika lebih dari 75% atau tiga perempat dari jaringan hati mengalami kerusakan.

Kegagalan fungsi hati dapat terjadi secara akut (tiba-tiba, dalam waktu cepat) atau secara kronis (jangka panjang). Kegagalan hati akut bisa bersifat reversible (bisa membaik lagi) atau tidak reversible. Sebagai contoh, kegagalan hati akut karena infeksi hepatitis virus A umumnya dapat pulih kembali dan melanjutkan fungsi normalnya. Sedangkan kegagalan hati kronis umumnya bersifat permanen dan dapat berkembang menjadi sirosis.

Sirosis adalah istilah yang menggambarkan adanya jaringan parut yang permanen pada hati, yang sering dikatakan secara awam sebagai “pengerasan hati”.  Sel-sel hati normal digantikan oleh jaringan parut yang tidak dapat melakukan fungsi hati. Serem yaa….

 

 

Apa saja penyebab sakit hati?

Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa diantaranya adalah :

1. Penyalahgunaan alkohol

Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum penyakit hati di Amerika Utara. Alkohol secara langsung bersifat toksik terhadap sel hati dan dapat menyebabkan peradangan hati, yang disebut sebagai hepatitis alkoholik. Dalam penyalahgunaan alkohol kronis, akumulasi lemak (steatosis) yang terjadi pada sel-sel hati dapat menyebabkan sel hati mengalami kerusakan.

2. Penggunaan obat-obat hepatotoksik

Sel-sel hati dapat menjadi meradang atau rusak secara sementara atau permanen oleh paparan obat-obatan. Beberapa obat mungkin baru akan menyebabkan kerusakan hati pada dosis besar, tapi obat lain ada yang menyebabkan kerusakan hati walaupun dipakai dalam dosis normal/dosis terapinya.

Contoh obat yang menyebabkan kerusakan hati pada dosis besar adalah parasetamol. Karena itu, walaupun aman pada dosis terapi, pemakaian parasetamol dalam sehari harus dibatasi, maksimum 4 gram sehari.  Obat lain yang dapat menyebabkan gangguan hati adalah golongan statin, seperti simvastatin, yang umumnya diresepkan untuk mengontrol kadar kolesterol darah. Bahkan ketika digunakan pada dosis terapinya, peradangan hati dapat terjadi dan dapat dideteksi oleh tes darah yang mengukur enzim hati. Menghentikan pengobatan biasanya dapat mengembalikan fungsi hati ke tingkat normal. Ada banyak obat lain yang dapat menyebabkan peradangan hati, yang sebagian besar dapat normal kembali  ketika pemakaian obat dihentikan. Beberapa diantaranya adalah antibiotik seperti nitrofurantoin, amoksisilin dan asam klavulanat, tetracycline, dan isoniazid. Metotreksat, obat yang digunakan untuk mengobati gangguan autoimun dan kanker, juga memiliki berbagai efek samping termasuk peradangan hati yang dapat menyebabkan sirosis. Disulfiram yang digunakan untuk mengobati pecandu alkohol juga dapat menyebabkan peradangan hati. Beberapa obat herbal dan vitamin dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan hepatitis, sirosis dan gagal hati. Contoh termasuk vitamin A, kava kava, ma-huang, dan comfrey.

3. Infeksi  virus hepatitis

Penyebab terbanyak gangguan hati adalah infeksi virus hepatitis. Hepatitis berarti peradangan hati, dan sel-sel hati dapat menjadi meradang karena infeksi.
Hepatitis A adalah infeksi virus yang disebabkan terutama karena konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi virus tersebut dan cukup mudah menular. Hepatitis A menyebabkan peradangan akut hati yang umumnya dapat sembuh secara spontan. Hepatitis B menyebar melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual) dan dapat menyebabkan infeksi akut, tetapi juga dapat berkembang menjadi kronis menyebabkan peradangan (hepatitis kronis) yang dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Vaksin hepatitis B dapat mencegah infeksi ini. Hepatitis C menyebabkan hepatitis kronis. Seorang individu yang terinfeksi virus hepatitis C mungkin tidak ingat atau pun merasakan gejala apapun, dan tahu-tahu penyakitnya sudah kronis.  Hepatitis C ditularkan melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual). Hepatitis C kronis dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Saat ini, tidak ada vaksin untuk melawan virus ini. Hepatitis D adalah virus yang membutuhkan infeksi bersamaan dengan hepatitis B untuk bertahan hidup, dan menyebar melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual).  Hepatitis E adalah virus yang menyebar melalui makanan yang terkontaminasi dan paparan air. Sama seperti Hepatitis A, hepatitis E dapat sembuh sendiri.

4. Penyakit-penyakit lain

Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati seperti :  perlemakan hati non-alkohol , Hemachromatosis (kelebihan zat besi), penyakit Wilson (suatu penyakit warisan yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme tembaga), penyakit Gilbert (kelainan dalam metabolisme bilirubin dalam hati), kanker hati, dll.

Apa sih gejala dari penyakit hati?

Gejala klasik dari penyakit hati antara lain adalah: mual, muntah, sakit perut pada bagian kanan atas, jaundice (perubahan warna kuning pada kulit karena konsentrasi bilirubin meningkat dalam aliran darah). Kelelahan, kelemahan dan penurunan berat badan juga mungkin terjadi. Namun demikian, karena ada beberapa jenis gangguan hati,  gejala ini cenderung spesifik jika penyakit  sudah sampai tahap akhir  atau terjadi gagal hati.
Jika sudah terjadi sirosis, gejala akan semakin signifikan menggambarkan kegagalan fungsi hati untuk memetabolisme produk limbah tubuh,  untuk memproduksi protein yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh dan dapat mempengaruhi fungsi pembekuan darah, karakteristik seks sekunder dan fungsi otak.

Gejala sirosis hati meliputi:
mudah memar dapat terjadi karena penurunan produksi faktor pembekuan darah;
• garam empedu dapat terdeposit di kulit yang menyebabkan gatal-gatal;
ginekomastia atau pembesaran payudara pada pria dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan dalam hormon seks, khusus peningkatan estradiol;
impotensi (disfungsi ereksi, DE), rendahnya dorongan seksual, dan testikel menyusut disebabkan oleh penurunan fungsi hormon seks;
kebingungan dan kelesuan dapat terjadi jika kadar amonia meningkat dalam aliran darah (amonia merupakan produk limbah yang terbentuk dari metabolisme protein dan membutuhkan sel-sel hati yang normal untuk mengeliminasinya);
ascites (penumpukan cairan dalam rongga perut) terjadi karena produksi protein menurun, dan
• pengecilan otot dapat terjadi karena produksi protein berkurang.
Selain itu, terjadi peningkatan tekanan darah di dalam hati yang sirosis yang mempengaruhi aliran darah melalui hati. Peningkatan  tekanan darah dalam vena portal menyebabkan aliran darah ke hati melambat dan pembuluh darah membengkak. Vena membengkak (varises) terbentuk di sekitar perut dan kerongkongan dan berisiko untuk perdarahan. Penderita bisa mengalami muntah darah jika terjadi perdarahan.

Kapan perlu ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis?

Seringkali, awal dari penyakit hati terjadi secara bertahap dan tidak ada gejala spesifik yang membawa individu yang terkena untuk mencari perawatan medis. Kelelahan, kelemahan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan mungkin bisa merupakan gejala awal yang perlu dikonsultasikan kepada dokter.  Apalagi jika sudah terjadi  jaundice atau kulit kuning yang tidak normal. Selain itu, mungkin ada  demam yang bertahan, muntah, dan sakit perut. Kalau terjadi semacam ini, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter utk dilakukan pemeriksaan lebih lengkap.

Bagaimana penyakit hati didiagnosa?

Diagnosis tepat dari penyakit hati melibatkan riwayat dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Memahami gejala dan faktor risiko pasien untuk penyakit hati akan membantu memandu setiap tes diagnostik yang dapat dipertimbangkan.
Pada penyakit hati dapat dijumpai berbagai gejala fisik di hampir semua sistem tubuh termasuk jantung, paru-paru, perut, kulit, fungsi kognitif, dan bagian lain dari sistem saraf.

Tes darah sangat membantu dalam menilai ada tidaknya radang hati dan gangguan fungsinya. Tes fungsi hati melalui pemeriksaan darah meliputi:
- pemeriksaan AST dan ALT (transaminase, bahan kimia yang dikeluarkan ketika terjadi peradangan sel hati);
- pemeriksaan GGT dan alkalin fosfatase (bahan kimia yang dikeluarkan oleh sel-sel lapisan saluran empedu);

- pengukuran kadar bilirubin, kadar protein dan tingkat albumin.

Tes darah lainnya yang dapat dipertimbangkan, antara lain :
- hitung darah lengkap (Complete Blood Count), pasien dengan penyakit hati stadium akhir mungkin mengalami penekanan sumsum tulang dan memiliki jumlah sel-sel darah merah, sel darah putih dan trombosit yang rendah;
- Tes pembekuan darah (parameter : INR ratio), karena  fungsi pembekuan darah mungkin terganggu karena berkurangnya produksi protein

- pemeriksaan lipase untuk memeriksa peradangan pankreas;
- pemeriksaan kadar elektrolit, BUN (blood urea nitrogen) dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal,  dan

- tingkat amonia darah (penilaian ini terutama sangat membantu pada pasien dengan kebingungan mental).

Studi pencitraan dapat digunakan untuk memvisualisasikan, tidak hanya hati, tetapi organ-organ lain di dekatnya yang mungkin sakit. Contoh studi pencitraan meliputi:
CT scan (tomografi aksial komputerisasi), MRI (magnetic resonance imaging),  dan USG (gelombang suara pencitraan, yang sangat membantu dalam menilai kantong empedu dan saluran empedu.

Biopsi hati dapat dianggap untuk mengkonfirmasi diagnosis spesifik untuk penyakit hati. Dengan anestesi lokal, jarum tipis panjang dimasukkan melalui dinding dada ke dalam hati, di mana sampel kecil jaringan hati dapat diperoleh untuk pemeriksaan dibawah mikroskop.

Apa pengobatan untuk penyakit hati?

Setiap penyakit gangguan hati akan memiliki rejimen pengobatan sendiri yang spesifik. Sebagai contoh, hepatitis A memerlukan perawatan suportif untuk mempertahankan hidrasi, sementara system imun harus diperkuat untuk melawan infeksi virus.  Hepatitis B yang kronis umumnya diterapi dengan interferon alfa untuk membantu melawan virus dan mencegah virus utk menginfeksi sel-sel yg masih sehat. Pasien dengan batu empedu mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat kantong empedu. Penyakit lain mungkin perlu perawatan jangka panjang medis untuk mengontrol dan meminimalkan konsekuensi dari penyakit mereka. Pada pasien dengan sirosis dan stadium akhir penyakit hati, obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengontrol jumlah protein diserap dalam diet. Hati yang mengalami sirosis tidak dapat memetabolisme produk limbah, sehingga kadar amonia darah meningkat dan menyebabkan ensefalopati  hepatik. Diet rendah natrium dan penggunaan diuretik mungkin diperlukan untuk meminimalkan retensi cairan.

Paracentesis utk mengeluarkan cairan dari perut penderita penyakit liver

Untuk mereka yang sudah mengalami  ascites (perut membesar berisi cairan), cairan yang berlebih mungkin harus sesekali dihilangkan dengan disedot menggunakan  jarum suntik khusus (paracentesis). Menggunakan bius lokal, jarum dimasukkan melalui dinding perut dan cairan disedot.

Operasi lain mungkin diperlukan untuk mengobati hipertensi portal dan meminimalkan risiko perdarahan. Dan pilihan terakhir buat mereka yang sudah gagal hati adalah transplantasi hati.

Bagaimana mencegah penyakit hati ?

Penyakit hati bisa dicegah dengan mencegah paparan penyebabnya. Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum penyakit hati di Amerika Utara, sehingga mengurangi konsumsi alkohol  dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit hati akibat alcohol.
Risiko tertular hepatitis B dan C dapat dikurangi dengan meminimalkan risiko terpapar cairan tubuh orang lain yang terkena infeksi hepatitis, juga dengan menggunakan vaksinasi. Vaksinasi yang tersedia adalah untuk Hepatitis A dan B. Penyakit hati berlemak dapat dicegah dengan peningkatan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, mengontrol berat badan, menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan program latihan rutin.

Penutup

Demikian, kawan, sekilas tentang penyakit liver. Aku tidak tau persis apa penyebab penyakit liver yang merenggut nyawa kawanku itu. Tapi apapun, semoga arwahnya di terima di sisi Allah swt, dan diampuni segala dosanya. Amien.

Dan buat kita yang masih sehat, mari selalu bersyukur dengan kesehatan yang telah Allah anugerahkan, serta berupaya menjaganya semaksimal mungkin. Udah dulu yaaa…. semoga bermanfaat.

 Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Sumber : http://www.medicinenet.com/liver_disease/article.htm





Coretan tidak penting…sekedar penyambung batin..

17 08 2011

Dear kawan,

Blogku ini sudah lama sekali seperti rumah kosong tak berpenghuni….. Walaupun jumlah pengunjung masih relatif konstan setiap harinya menurut statistik blog, aku sebenarnya tetap merasa semacam feeling guilty membiarkannya merana. Beberapa kawan telah menanyakan mengapa… Tapi begitulah… menulis tidak selalu mudah, ….kebetulan belakangan belum ada pengalaman menarik yang ingin kutulis…. sedang ngga mood, ngga ada ide menulis, dan malas menulis… (jadi nyadar deh bahwa aku sebenarnya tidak berbakat menulis hehe….)…

Ada siih beberapa pengalaman batin (ciee..), tentang pasang surutnya kehidupan, seperti roda yang berputar, seperti naik roller coaster… Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang dipuji, tapi ada saatnya pula dicaci. Tapi biarlah itu jadi cerita pribadi saja…. Tapi paling tidak, semakin banyak yang dialami, manis maupun pahit, makin banyak pelajaran yang bisa diambil, dan makin mengenal pula karakter dan pribadi orang-orang di sekeliling kita… Kadang apapun yang kita kerjakan, bahkan pekerjaan yang baik sekalipun, outstanding, … pasti ada yang suka dan tidak suka. Apalagi jika kita berbuat yang dianggap tidak semestinya, walaupun tidak secara langsung merugikannya, ada saja yang mengambil kesempatan untuk menjadikannya amunisi untuk menjatuhkan kita… Kalau yang seperti itu, itu sudah di luar kekuasaan kita. Hanya Dia, yang Maha Penguasa segala isi hati…. yang bisa membolak-balik hati. Akhirnya hanya bisa berlindung kepadaNya, dari segala keburukan dan kejahatan mahlukNya. Dan Alhamdulillah, masih banyak kawan yang menguatkan….. Iiih..mellow amat siih….hehe…smile, please…!!

Iya, Ramadhan ini sungguh banyak membawa hikmah…. Alhamdulillah, masih bisa menemuinya di tahun ini. Dan Alhamdulillah pula, masih bisa berpuasa walau usia kehamilanku memasuki 8 bulan saat ini…. Aku sempat searching informasi tentang berpuasa di saat hamil… Intinya, selama asupan nutrisi yang diperlukan tetap terjaga, walau harus bertukar waktunya, dan selama fisik tetap kuat tidak ada keluhan, tidak ada masalah untuk berpuasa di saat hamil. Di sisi lain, suasana spiritual dan batin saat menjalani ibadah puasa, sangat membantu untuk menjaga ketenangan dan kekuatan mental menjalani apapun riak kehidupan. Hamil sendiri bukan hal yang ringan secara fisik… badan udah mulai terasa berat booo…. sementara aktivitas pekerjaan harian masih belum berkurang… Tapi Alhamdulillah, masih kuat… masih bisa driving sendiri walaupun ujung perut udah menyentuh setir hehe…. Mohon doanya saja semoga tetap diberi kekuatan dan kelancaran sampai saatnya nanti….. Amien…

Hm..tulisan kali ini banyakan obrolan ringan saja ngalor-ngidul ngetan ngulon…. lagi males mikir yang berat-berat haha….. Cita-cita menulis buku baru lagi belum sempat terealisasikan… lagi pengen beristirahat sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan… Dan untungnya, aku bukan tipe wanita karier yang berambisi pada pekerjaan… Aku bekerja hanya mengalir saja, karena suka… tapi memang setiap menjalani suatu amanah/tugas, aku ingin menjalankannya sebaik yang aku bisa… do my best. Sampai ketika ada suatu majalah mewawancaraiku untuk suatu rubrik tokoh atau semacamnya, aku bingung ketika ditanya…. “Apa obsesi Ibu sekarang?”….. Hmm, apa yaa…. bingung jawabnya. Obsesiku hanyalah hidup dalam keseimbangan… Seimbang itu bisa berarti banyak… seimbang dalam banyak aspek. Seimbang lahir-batin, dunia-akhirat, karier-keluarga, ilmiah-seni, romantic-scientific (haha..), otak kiri-otak kanan…..apa lagi yaa? Gampang diucapkan, tapi sulit dilaksanakan…..

Nah kawan, …. kebetulan hari ini bertepatan dengan Nuzulul Qur’an…. saat diturunkannya Al Qur’an. Lho, apa hubungannya? Hmm….tau tidak, tepatnya 44 tahun lalu versi Kalender Hijriah, di malam Nuzulul Qur’an th 1388 H, saat itulah aku dilahirkan. Saat itu bertepatan dengan 6 Desember 1968. Berarti saat itu Idul Fitri dan Natal sangat berdekatan, ya… 25 Desember saat itu bertepatan dengan 5 Syawal. Itu critanya mengapa namaku mengandung unsur “Zul”… Kata Bapakku dulu ya karena aku lahir di malam Nuzulul Qur’an. Semoga saja akan jadi lebih menginspirasiku untuk lebih dekat dan bisa mengamalkan isi Qur’an (amien….. walau levelku masih jauuuuh.. sekali dari yg seharusnya, dan masih harus belajar banyak. Astaghfirullohal adziim..). Oya, kalau kalian pengen tau kapan hari lahir dalam kalender Hijriah, bisa buka saja website http://www.al-habib.info/islamic-calendar/hijridateconverter.htm.

Kayaknya tulisanku udah dulu ya…. maap kalau seperti dipaksakan ada….  Makanya aku beri judul “Coretan tidak penting, sekedar penyambung batin…” Aku kasian dengan blogku yang kurus kering dan merana haha….. empunya lagi males memelihara. Tapi sebenarnya masih ingin tetap menjalin batin dan silaturahmi dengan kawan-kawan pembaca blog ini.  Dan tulisan-tulisan lama masih relevan kok kalo mau ada yang baca… (alasan ..hehe). Prioritasku sekarang menjalani hari-hari dengan tenang, ikhlas, introspeksi dan memperbaiki diri, dan menjalani semua tugas dengan sebaik-baiknya. Bulan September nanti ada dua kelahiran yang kunanti…. Insya Allah kelahiran anggota keluarga baru kami dan satu buku baru yang sekarang dalam proses lay out oleh Penerbit…. Semuanya kunanti dengan penuh harapan, yang semoga akan indah pada waktunya. Amien…

Bye dulu, kawan…. selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan bagi yang menjalaninya… Semoga amal ibadah kita diterima dan Allah berkenan mengampuni segala dosa. Amien..





Nulis buku sambil minum kopi: mengurangi risiko kanker prostat?

19 06 2011

Dear kawan, Apa kabar?

Judul tulisan kali ini rada-rada ngga nyambung yaah….. Apa hubungannya nulis buku, minum kopi, dan kanker prostat?….. Ngga ada kaliii…. tulisan ini mau ngomongin dua hal yang berbeda, tapi dipaksakan nyambung hehehe……  Biarin, suka-suka yang mau nulis deh…. dan tulisan ini mudah-mudahan jadi kabar baik buat pria penyuka kopi….

Hm…ada perasaan guilty membiarkan blog ini lamaaaa… sekali tanpa tulisan baru… Tapi gimana yah… maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai…. Aku baru fokus menyelesaikan tulisan untuk bukuku yang baru… Tepatnya meng-update buku lama dan melengkapinya dengan informasi-informasi baru, dan nanti akan menerbitkannya dengan penampilan baru. Penerbit sudah minta draft buku sejak lama dengan target bisa terbit bulan Juni ini. Eh…. ternyata tidak mudah menyelesaikannya tepat waktu walau sudah berupaya di sela-sela kegiatan lain… Akhirnya molor deh…. dan masalah timing, Penerbit yang lebih tau… mudah-mudahan bisa released selepas Idul Fitri nanti. Amien…

Ngomongin masalah buku,…wah, seru loh…. belakangan aku lagi asyik dengan promosi beberapa buku karyaku (bisa ditengok di blog ini pada halaman My books), melalui Face Book dan beberapa cara lain. Buat variasi hidup…hehe.. Penghasilan secara finansial sih ngga seberapa…. masih jauh dari tunjangan Guru Besar sebulan hehe….. Berapa sih margin keuntungan harga satu buku…  apalagi jumlahnya belum banyak, ngga kayak Andrea Hirata atau Kang Abik yang bukunya terjual ribuan exemplar.  Tapi kepuasan batinnya itu loh yang tak tertandingi, yaitu ketika karya kita diterima dan diapresiasi orang…. Apalagi kalau ada yang kirim komentar,”…Buku ibu bagus loh, saya suka membacanya….” etc., lalu banyak pesanan pembelian datang….. Udah deh…. rasa lelah menulis buku rasanya terobati. Lelah? ..Iyalah…… menulis buku itu cukup menyita waktu dan perhatian, serta fisik. Kuncinya adalah pada motivasi dan ketahanan fisik. Kalau motivasi, Insya Allah tetap tinggi. Nah, tapi fisikku yang lagi memasuki bulan ke-enam kehamilan ini lumayan agak mempengaruhi…. jadi cepet capek, ngantukan….. jadi aku harus bisa atur waktu kapan untuk menulis ketika badan masih fresh. Juga harus bisa membuat skala prioritas, karena pekerjaan utamaku kan bukan menulis….. Masih banyak hal lain yang harus dikerjakan juga. Kalau dulu waktu tidak dalam kondisi hamil, kalau lagi nulis dan mulai ngantuk….hmm… aku doping dengan secangkir kopi…. bisa fresh lagi. Tapi sekarang…. aku menghindari kopi dulu deh….

Tapi ngomong-ngomong tentang kopi,…sebenarnya banyak manfaatnya loh. Sebuah berita kesehatan baru yang direlease oleh J Natl Cancer Inst, pada 17 Mei 2011, menyebutkan bahwa kopi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker prostat pada pria. Sebuah analisis data jangka panjang dari Health Professionals Follow-up Study yang dipimpin oleh Kathryn M. Wilson, ScD, (Departemen Epidemiologi di Harvard School of Public Health, Boston, Massachusetts) melaporkan bahwa ada hubungan antara konsumsi kopi secara teratur dengan penurunan signifikan kejadian metastasis kanker prostat. Menurut para peneliti, kopi mengandung “senyawa biologis aktif yang beragam yang meliputi kafein, mineral, dan phytochemical.” Mereka menambahkan bahwa banyak penelitian menunjukkan bahwaminum kopi jangka panjang  juga dapat dikaitkan dengan peningkatan metabolisme glukosa dan sekresi insulin, sehingga juga mencegah diabetes. Untuk sekedar tau aja,… kanker prostat itu temasuk kanker pembunuh nomer 2 setelah kanker paru pada pria loh…!  Serem kaan? Sebagai tambahan wawasan, kita kenali dulu apa itu kelenjar prostat dan kanker prostat.

Apakah kelenjar prostat itu?

Kelenjar prostat adalah organ yang terletak di dasar atau leher dari kandung kemih pria. Kelenjar ini mengelilingi bagian pertama uretra. Uretra adalah bagian di mana urin mengalir dari kandung kemih untuk keluar dari penis. Salah satu fungsi dari kelenjar prostat adalah membantu mengontrol buang air kecil dengan menekan secara langsung terhadap bagian dari uretra yang mengelilingi. Fungsi utama dari kelenjar prostat adalah untuk menghasilkan beberapa zat yang ditemukan dalam air mani yang normal, seperti mineral dan gula. Air mani adalah cairan yang mengangkut sperma untuk membantu reproduksi.
Pada pria muda, kelenjar prostat normal adalah berukuran sebesar biji kenari (<30g). Selama penuaan normal,  kelenjar prostat biasanya tumbuh lebih besar. Pembesaran hormon yang terkait dengan penuaan ini disebut benign prostatic hyperplasia (BPH), namun kondisi ini tidak terkait dengan kanker prostat. Namun adanya BPH dan kanker prostat keduanya dapat menyebabkan masalah yang sama pada pria terutama yang menjelang lansia. Misalnya, kelenjar prostat yang membesar dapat menekan atau menimpa pada outlet kandung kemih atau uretra, menyebabkan kesulitan buang air kecil. Gejala yang ditimbulkannya umumnya termasuk melambatnya aliran urin dan buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari. Pasien harus mencari nasihat medis dari ahli urologi atau utama perawatan dokter jika gejala ini timbul.Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah suatu pertumbuhan tidak normal sel-sel kelenjar prostat. Umumnya, tumor biasanya tumbuh perlahan dan tetap terbatas pada kelenjar selama bertahun-tahun. Selama waktu ini, tumor menyebabkan sedikit atau tidak ada gejala atau tanda-tanda yang terasa (kelainan pada pemeriksaan fisik). Namun, tidak semua kanker prostat berperilaku sama. Beberapa jenis  kanker prostat yang agresif akan tumbuh dan menyebar lebih cepat dari yang lain dan dapat menyebabkan pemendekan harapan hidup yang signifikan pada pria yang mengalaminya. Ukuran agresivitas kanker prostat adalah skor Gleason yang dihitung oleh ahli patologi yang terlatih mengamati spesimen biopsi prostat di bawah mikroskop. Seperti halnya perkembangan kanker lainnya, ia pun dapat menyebar keluar dari prostat ke jaringan sekitarnya (penyebaran lokal). Selain itu, kanker juga dapat bermetastasis (menyebar bahkan lebih jauh) di seluruh area lain dari tubuh, seperti tulang, paru-paru, dan hati. Gejala dan tanda-tanda, oleh karenanya, lebih sering dikaitkan dengan kanker prostat lanjut.

Kopi dapat mengurangi risiko kanker prostat?

Menggunakan data dari Health Professionals Follow-up prospektif studi, para peneliti menganalisis informasi dari 47.911 laki-laki yang melaporkan asupan kopi biasa dan tanpa kafein mulai tahun 1986 dan diamati setiap 4 tahun sesudahnya. Dari tahun 1986 hingga 2006, ada 5035 dari 47.911 orang yang telah mengalami kanker prostat; dari mereka, 642 pasien mengalami apa yang disebut kanker prostat yang mematikan, yang didefinisikan sebagai fatal atau metastasis. Para peserta studi secara total mengkonsumsi rata-rata 1,9 cangkir kopi per hari.

Di antara pria yang minum sedikitnya 6 cangkir per hari, risiko kanker prostat secara keseluruhan adalah 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang bukan peminum kopi. Kalau dihitung khusus untuk kanker prostat fatal, risiko itu bahkan menurun menjadi sekitar 60% pada kelompok peminum kopi dibandingkan bukan peminum kopi. Namun demikian, baik kopi berkafein maupun yang tanpa kafein tampaknya mengurangi risiko kanker prostat yang mematikan. Untuk setiap cangkir, risiko turun sekitar 6% untuk kopi biasa dan sekitar 9% untuk kopi tanpa kafein.

Setelah disesuaikan analisisnya berdasarkan usia, pria yang minum setidaknya 6 cangkir sehari memiliki insiden kanker prostat hanya 425 per 100.000 orang-tahun vs 529:100.000 pada mereka yang tidak mengkonsumsi kopi. Demikian juga, kejadian kanker prostat yang mematikan adalah 34 vs 79 per 100.000 orang-tahun pada mereka yang minum minimal 6 gelas dibandingkan dengan yang bukan peminum.

Namun peneliti juga mengakui bahwa “terlalu dini untuk merekomendasikan untuk meningkatkan konsumsi kopi pada pria untuk mengurangi risiko kanker prostat berdasarkan pada studi tunggal” Selain itu, efek dari konsumsi kopi pada aspek lain dari kesehatan harus diperhatikan dalam membuat rekomendasi konsumsi, namun temuan ini berpotensi penting sebagai tambahan informasi mengenai faktor risiko kanker prostat yang dapat dimodifikasi.

Menurut para peneliti, kopi dapat menyediakan setengah dari asupan antioksidan total. Senyawa dalam kopi yang mungkin mempengaruhi risiko kanker antara lain adalah asam klorogenat, yang menghambat penyerapan glukosa; quinides, produk pemanasan asam klorogenat, dan lignan, phytoestrogen dengan aktivitas antioksidan kuat.

Studi lain melaporkan bahwa konsumsi kopi juga bermanfaat mencegah diabetes. Tahun 2005, suatu review terhadap sembilan studi tentang kopi dan diabetes tipe 2 melaporkan bahwa pada lebih dari 193.000 orang, mereka yang minum lebih dari enam atau tujuh cangkir kopi per hari memiliki risiko kejadian diabetes tipe-2 sebesar 35% lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari dua cangkir sehari.

Nah, berarti banyak juga ya manfaat minum kopi. Tapi kayaknya ada catatannya siih….. studi ini banyak dilakukan di Amerika dan Eropa, yang kalau minum kopi hampir-hampir tanpa gula…. Kalau di Jawa yang suka minum nasgithel alias panas-legi-kenthel…. mungkin bisa beda loo hasilnya… terutama unsur gulanya itu yang jadi “musuhnya” Diabetes…..

Demikian kawan, tulisan kecil hari ini sekedar obat kangen nulis di blog… semoga bermanfaat…. Online sambil nyeruput secangkir kopi hangat….hmm…keliatannya nikmaat..!!

sumber dari : http://www.medscape.com/viewarticle/743180?src=mp&spon=30

dan sumber-sumber lain





Skoliosis ….: saat tulang punggung tak lurus persis..

27 04 2011
Dear kawan,

Apa kabar? Lebih dari sebulan aku tidak menulisi lagi blog tercinta ini….. maap deh. Dengan kondisi kehamilanku yang memasuki bulan kelima, staminaku tidak sekuat biasanya. (ceritanya bisa dibaca  di sini).  Cepat lelah dan mengantuk…. (hehe..alasan untuk tidak produktif lagi…). Rutinitas harian harus tetap berjalan, meski ritmenya tidak sekencang dulu. Jika biasanya aku bisa menggunakan waktu malam hari setelah anak-anak tidur untuk bekerja, atau sekedar menulis buku atau mengisi blog, atau sekedar mengupdate bahan kuliah, sekarang enakan tidur aja hehe…… bawaannya malesss pool!

Sebenarnya banyak request tulisan, dan seperti biasanya aku “menjanjikan” untuk menulis kalau sempat…. tapi kesempatan itu ternyata tak gampang datangnya…hehe.. Kemarin seorang mahasiswa datang menanyakan pendapatku tentang obat yang disarankan dokter untuknya yang menderita skoliosis. Ia sering merasa sedikit nyeri akibat skoliosisnya, dan dokter menyatakan bahwa mungkin ada syaraf yang “kejepit”. Dokter menyarankan penggunaan obat-obat neurotropik atau semacam vitamin untuk syaraf. Kali ini aku akan coba mengangkat tulisan tentang skoliosis, mungkin untuk sebagian kawan istilah ini masih terasa asing…. Ya, memang gangguan ini tidak banyak dijumpai…tapi ada baiknya kita mengenalnya, untuk lebih mengapresiasi penderita skoliasis dan dapat memberikan dukungan pada mereka.  Tulisan ini aku dedikasikan untuknya (keep strong, Rina…!), dan penderita skoliosis lainnya…

Apa itu skoliosis?

Skoliosis (SKO-lee-O-sis) merupakan kelainan di mana tulang punggung/tulang belakang yang mestinya lurus membentuk belokan seperti kurva. Kurvanya bisa berbentuk S atau C. Pada sebagian besar penderita, penyebabnya seringkali tidak diketahui, atau dikenal dengan istilah skoliosis idiopatik. Penderita dengan bentuk kurva yang ringan mungkin hanya perlu mengunjungi dokter mereka untuk secara berkala untuk pemeriksaan, namun yang cukup berat mungkin memerlukan tindakan-tindakan medis tertentu.

 Siapa saja yang bisa mengalami skoliosis?

Skoliosis dapat terjadi pada segala usia. Jenis yang paling umum adalah skoliosis idiopatik yang terjadi pada anak usia 10 sampai 12 dan awal remaja mereka. Ini merupakan waktu ketika anak-anak tumbuh dengan cepat. Anak perempuan lebih mungkin menderita skoliosis daripada anak laki-laki. Scoliosis juga dapat dipengaruhi oleh faktor herediter/keturunan. Seorang anak yang memiliki orangtua, saudara, atau kakak dengan scoliosis idiopatik perlu melakukan pemeriksaan berkala oleh dokter.

Bagaimana Skoliosis didiagnosis?

Dokter akan menggunakan riwayat medis pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik, dan tes ketika memeriksa seseorang untuk skoliosis. Pemeriksaan dengan sinar X pada tulang belakang dapat membantu dokter memutuskan apakah seseorang memiliki skoliosis. Sinar x memungkinkan dokter mengukur kurva dalam ukuran derajat (seperti 25 derajat), dan melihat lokasi, bentuk, dan polanya.

Bagaimana pengatasan skoliosis?

Pengobatan untuk scoliosis didasarkan pada:

 - usia penderita

- berapa banyak lagi dia masih akan tumbuh

- tingkat dan pola kurva

- jenis skoliosis.

Dokter dapat merekomendasikan observasi, penguatan (bracing), atau pembedahan. Pada pengamatan/observasi, dokter akan memeriksa setiap 4 sampai 6 bulan untuk melihat apakah kurva/pembelokan tulang punggung semakin baik atau buruk. Observasi digunakan bagi mereka yang memiliki kurva kurang dari 25 derajat dan masih terus berkembang. Pada tindakan bracing/penguatan, dokter mungkin menyarankan untuk memakai semacam alat penjepit untuk menghentikan pembelokan kurva agar tidak semakin parah. Bracing mungkin direkomendasikan pada mereka yang : – masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki kurva lebih dari 25 sampai 30 °.  masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki kurva antara 20 dan 29 derajat yang semakin buruk,  memiliki minimal 2 tahun masa pertumbuhan yang tersisa dan memiliki kurva yang ada di antara 20 dan 29 derajat. Jika seorang gadis, dia yang belum mengalami masa menstruasi. Dokter akan menyarankan pembedahan untuk memperbaiki kurva atau menghentikannya dari pembelokan yang semakin buruk ketika orang itu masih tumbuh, kurva lebih dari 45 derajat, dan pembelokan tulang punggung semakin parah. Tindakan bedah sering melibatkan penyatuan bersama-sama dua atau lebih tulang di tulang belakang. Dokter juga dapat memasukkan suatu batang logam/pen atau perangkat lain ke dalam tulang belakang, untuk membantu menjaga tulang belakang agar tetap lurus setelah operasi.

Apakah olah-raga/exercise dapat membantu?

Program olah raga belum menunjukkan keberhasilannya untuk mencegah perburukan skoliosis. Namun demikian, penting bagi semua orang, termasuk mereka yang skoliosis, untuk latihan dan tetap sehat secara fisik. Olah raga seperti berjalan kaki, berlari, sepakbola, dan senam, dapat membantu menjaga tulang menjadi kuat.

Apakah ada obatnya?

Hm…bisa dikatakan skoliosis itu tidak ada obatnya. Beberapa pasien skoliasis mungkin merasa nyeri atau pegal pada posisi atau keadaan tertentu. Jika nyerinya tidak tertahan, umumnya dokter hanya menyarankan penggunaan analgesic/penghilang sakit. Tapi tentu obat ini tidak boleh digunakan terus-menerus, hanya jika perlu saja. Penggunaan vitamin syaraf seperti keluarga vitamin B (B1, B6, B12) dapat dicoba untuk meningkatkan fungsi syaraf dan dilaporkan dapat memberikan efek analgesic walaupun tidak sekuat obat analgesic konvensional, dan juga dapat memperkuat efek analgesic jika dipakai bersama obat analgesic lain.

Demikian kawan, sebagai tambahan wawasan hari ini. Buat mereka yang mengalami skoliosis, jangan berkecil hati dan patah semangat. Tulang belakang boleh bengkok, tapi hati dan jiwa harus tetap lurus, memohon yang terbaik dari sang Maha Kuat. Semoga bermanfaat.

Sumber utama : http://www.niams.nih.gov/Health_Info/Scoliosis/scoliosis_ff.asp





Ketika toilet jadi sasaran: Overactive bladder alias beser…

25 03 2011

Dear kawan,

” O genki desu ka?” begitulah orang Jepang kalau menyapa kawannya saat bertemu. Kalau diterjemahkan secara harfiah, maka itu menjadi “ Apakah Anda sehat?” Kali ini aku ingin menyapa kawan-kawan juga… “ Halo, kawan, sehat-sehat kaan?…Hm…sudah pipis berapa kali hari ini?”

Iiih… pertanyaannya kok aneh…..hehe…  Ya, tulisan kali ini adalah untuk memenuhi sebuah request dari pembaca blog ini yang lagi sering beser (alias sering pipis-pipis)….  Gangguan ini secara medis disebut Overactive Bladder (OAB). Memang bukan penyakit mematikan,… tapi menyebalkan, dan kadang memalukan…hehe..! Dan frekuensi pipis sehari bisa menjadi indikator terjadinya OAB.  Barangkali ada juga kawan lain yang sedang mengalami… Kita simak yuk!

Fungsi normal kandung kemih

Kandung kemih adalah bagian dari system uriner manusia. Setiap kali kita makan dan minum, tubuh menyerap cairan. Ginjal kemudian menyaring produk limbah dari cairan tubuh kita dan membuat urin, yang disimpan dalam kandung kemih. Kandung kemih bisa mengembang jika terisi urin, dan akan berkontraksi untuk mengosongkannya (ketika kita pipis).

Kandung kemih (bladder) akan berkontraksi ketika sudah penuh

Urusan urinasi ini melibatkan peran otak dan otot.  Ketika kandung kemih kita penuh, saraf di kandung kemih akan mengirim sinyal ke otak. Volume urin dalam kandung kemih sebanyak 300 ml sudah dapat memicu sinyal ini ke otak. Otak akan menginterpretasikan sinyal  tersebut dan menterjemahkannya sebagai perasaan “kebelet pipis”  yang akan membawa kita ke toilet itu melepaskan beban hidup tadi hehe…… Apa yang terjadi di toilet? Pada saat kita sudah siap di toilet, otak akan mengirimkan pesan ke otot kandung kemih yang disebut otot detrusor untuk berkontraksi memeras kandung kemih.  Pada saat yang sama, otak juga memberitahu otot sphincter yang mengelilingi saluran kemih untuk relaksasi sehingga kita akan melepaskan air seni dari kandung kemih…. Biasanya otot detrusor akan dalam keadaan relaksasi selama proses pengisian kandung  kemih sehingga penuh dan dan baru  akan berkontraksi pada proses pembuangan. Otak kita bisa melakukan kontrol terhadap kandung kemih sehingga kita hanya pipis saat kita menginginkannya, atau bahkan kita juga bisa menahannya jika situasi memang tidak memungkinkan untuk pipis…  (paling tidak kita bisa nahan pipis sampai kandung kemih kita berisi maksimal 600 ml urin).

Beser…kenapa tuh?

Otot bladder berkontraksi walaupun kendung kemih belum penuh, menyebabkan berkali-kali kebelet pipis..

Kalau seseorang bolak-balik pipis dalam sehari, sampai lebih dari 8 kali sehari, maka itu sudah tergolong beser dan mungkin ada sesuatu yang salah terjadi dalam system urinasi. Secara medis, keadaan ini disebut sebagai “overactive bladder (OAB)”.  OAB terjadi jika otot destrusor terlalu sering kontraksi  tanpa sengaja (involuntarily), sehingga menyebabkan perasaan “kebelet pipis”, bahkan ketika kandung kemih sebenarnya belum penuh. Dalam beberapa kasus, kadang bisa juga urin keluar tanpa sengaja. Dalam hal ini terjadi gangguan dalam kontrol terhadap urinasi.
OAB ditandai dengan beberapa gejala berikut : kebelet pipis dan peningkatan frekuensi buang air kecil (lebih dari 8 kali selama periode 24 jam,  termasuk dua kali atau lebih di malam hari). Kejadian ini bisa disertai (walaupun tidak selalu) dengan ngompol karena adanya dorongan untuk pipis yang tidak tertahan.

Umumnya kejadian OAB lebih banyak dijumpai pada wanita ketimbang pria, dan terjadi pada usia yang lebih tua, walaupun tidak tertutup kemungkinan juga terjadi pada pria muda…. (kayak yang request hehe…… pisss…!!)

Apa penyebab OAB?

Penyebab OAB tidak selalu dapat diketahui dengan jelas. Namun ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi otot detrusor sehingga menyebabkan OAB. Beberapa penyebab yang mungkin antara lain adalah : pembesaran prostat (Benign prostatic hyperplasia), kerusakan saraf yang disebabkan oleh cedera atau trauma pada panggul atau rongga perut, adanya batu pada kandung kemih, efek samping obat-obat tertentu, gangguan neurologis lain (Parkinson, stroke, multiple sclerosis, dll), dan kanker prostat. Untuk memastikan penyebabnya, tentu diperlukan pemeriksaan yang lengkap oleh dokter spesialis, seperti ahli urologi.  Lalu, tergantung pada jenis dan kemungkinan penyebab inkontinensianya, ada sejumlah tes yang bisa dilakukan, antara lain:
Urinalysis:  Contoh urin  akan dipelajari terhadap adanya darah, infeksi, atau kondisi abnormal lainnya.
USG: Suatu teknik medis untuk menentukan ukuran dan bentuk ginjal, kandung kemih, dan kelenjar prostat.
Pengukuran Post-Void Residual: Pengujian untuk menentukan apakah ada urin di kandung kemih setelah  pasien mencoba untuk mengosongkannya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kateter atau melalui USG.
Cystoscopy:  suatu instrumen kecil dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra sehingga dokter dapat melihat bagian dalam kandung kemih.
Stress Test:  Tes ini adalah untuk mempelajari fungsi otot baik dan sfingter kandung kemih. Hal ini dapat menentukan apakah kandung kemih bisa terisi penuh dan normal.
X-Ray Test:  Hal ini bisa menentukan derajat perubahan posisi kandung kemih dan uretra selama kegiatan normal seperti batuk, mengejan, atau berkemih.

Gimana pengatasannya?

Jika terdiagnosa OAB, jangan keburu putus asa atau berkecil hati.  Jika penyebabnya telah diketahui, tentu dokter akan mengatasi berdasarkan penyebabnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi OAB, antara lain terapi perilaku, obat dan olahraga atau kombinasi dari terapi.
1. Pelatihan kandung kemih (bladder training). Pelatihan ini dilakukan untuk membantu kandung kemih dapat menahan pipis dengan lebih baik. Misalnya pasien selalu pipis sekali setiap jam. Maka mereka diminta melatih kandung kemihnya untuk menahan pipis lebih lama, misalnya 1,5 jam, dan selanjutnya bisa diperpanjang lagi. Usahakan pula tidak minum minuman yang memicu diuresis seperti kopi, juga jangan minum banyak sebelum tidur. Tapi ingat, kita tetap harus minum sejumlah normal setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

2. Latihan Otot panggul atau dikenal sebagai latihan Kegel. Latihan ini dapat memperkuat otot-otot sekitar kandung kemih agar bisa menahan pipis lebih lama. Anda dapat mengencangkan otot-otot yang digunakan untuk berhenti dari buang air kecil. Tahan otot di posisi diperketat selama 4-10 detik. Selanjutnya, kendurkan otot-otot untuk lama waktu yang sama. Frekuensi latihan ini dapat ditingkatkan selama beberapa minggu.

3. Obat-obatan. Ada sejumlah obat yang bisa digunakan untuk mengobati OAB. Obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter, dengan berbagai mekanismenya. Ada yang bekerja  mencegah kontraksi otot detrusor kandung kemih yang tidak diinginkan. Ada yang bekerja mengendurkan otot sehingga membantu untuk mengosongkan kandung kemih secara  lebih lengkap. Dan ada pula yang  dapat mengencangkan otot-otot kandung kemih dan uretra untuk mengurangi kebocoran.

Obat yang dipakai untuk mengobati OAB antara lain adalah obat golongan antimuskarinik (misalnya, oxybutynin klorida [Ditropan ®], tolterodine [Detrusitol ®, Detrol LA ®]) dan obat-obat baru, seperti trospium klorida (Sanctura ®), darifenacin (Enablex ®), solifenacin (Vesicare ®), dan fesoterodine fumarat (Toviaz ™).  Obat-obat ini bekerja merelaksasi  otot polos kandung kemih, mengurangi kontraksi detrusor dan sehingga mencegah “ngompol”, sering dalam waktu 2 minggu. Obat-obat ini digunakan secara per-oral, biasanya diminum sekali sehari, untuk kandung kemih terlalu aktif.

Efek samping obat golongan ini meliputi: mulut kering, sembelit, sakit kepala, penglihatan kabur, mata kering, hipertensi, mengantuk, retensi urin dan terjadi pada sekitar 20% dari mereka yang menggunakan obat ini. Obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal, hati, perut, dan masalah kencing. Karena meningkatnya risiko glaukoma sudut sempit, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis mata dulu sebelum menggunakan obat OAB. Wanita yang sedang hamil tidak boleh menggunakan obat-obatan ini tanpa konsultasi dokter.  Toviaz ™ tersedia dalam tablet extended-release. Dosis biasa obat adalah 4 mg, yang dapat ditingkatkan sampai 8 mg jika perlu.

Oxybutynin transdermal (Oxytrol ®) adalah obat OAB dalam bentuk sediaan plester yang tipis (patch) yang ditempelkan pada kulit perut atau pinggul, dua kali seminggu. Oxybutynin akan dilepaskan secara perlahan dan terus-menerus melalui kulit ke dalam aliran darah (3.9 mg/hari) dan mengurangi gejala untuk sampai 4 hari, dan memungkinkan dosis dua kali seminggu.

Pada bulan Januari 2009, oxybutynin klorida gel (Gelnique ™) mendapat persetujuan FDA untuk mengobati OAB. Gel ini diterapkan sekali sehari pada kulit paha, perut, atau bahu dan memberikan dosis konsisten oxybutynin melalui kulit selama 24 jam. Efek samping dari Gelnique termasuk reaksi kulit, mulut kering, dan infeksi saluran kemih (ISK).

 4. Pembedahan. Tindakan ini dapat memperbaiki masalah seperti sumbatankandung kemih, misalnya akibat pembesaran prostat atau batu pada kandung kemih. Hal ini juga dapat memposisikan kandung kemih sehingga tidak menabrak bagian lain tubuh, memperbesar kandung kemih, dan membuat otot lemah menjadi kuat. Dokter bedah juga dapat menanamkan suatu perangkat kecil yang menggunakan saraf untuk mengontrol kontraksi kandung kemih

Penutup

Demikian kira-kira sekilas info tentang beser atau OAB….. Sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang pasti, terkait dengan penyebabnya, sehingga dapat dilakukan pengatasan yang sesuai. Ada baiknya juga untuk mengurangi tertawa terbahak-bahak, karena kadang itu juga memicu kontraksi kandung kemih dan menyebabkan ngompol…. Cukup senyum simpul saja dan tetap happy…. dan itu malah lebih maniiis…!





Mengenal si penyakit unik: Sindrom Nefrotik

13 03 2011

 Dear kawan,

Seorang kawan dekat baru-baru ini didiagnosa mengalami sindrom nefrotik, yaitu salah satu penyakit gangguan ginjal. Turut prihatin, jeng….. semoga tetap diberi kekuatan dan jalan kesembuhan. Amien. Tulisan ini mencoba mengangkat tentang sindrom nefrotik, semoga bisa menambah wawasan. Ok, … mari kita awali dulu dengan mengenal fungsi ginjal dan strukturnya…

Apa sih fungsi ginjal?

Ginjal, terdiri dari miliaran nefron. Setiap nefron tersusun dari jaringan pembuluh kapiler membentuk glomerulus

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin/air seni, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Ginjal memiliki struktur yang unik, yaitu pembuluh darah dan unit penyaring. Proses penyaringan terjadi pada bagian kecil dalam ginjal, yang disebut nefron. Setiap ginjal memiliki sekitar satu miliar nefron. Pada nefron ini terdapat jaringan pembuluh darah kapiler (disebut gromerulus) yang merupakan organ filtrasi, yang saling jalin menjalin dengan saluran-saluran yang kecil, yaitu tubulus. Tubulus-tubulus ini pertama kali menerima gabungan antara zat-zat buangan dan berbagai kimia hasil metabolisme yang masih bisa digunakan tubuh. Ginjal akan ‘memilih’ zat-zat kimia yang masih berguna bagi tubuh (natrium, fosfor, dan kalium) dan mengembalikannya ke peredaran darah dan memasukkannya lagi kembali ke dalam tubuh. Dengan cara demikian, ginjal turut mengatur kadar zat-zat kimia tersebut dalam tubuh. Gangguan sindrom nefrotik terdapat pada pembuluh darah kapiler pada gromerulus.

Apa itu sindrom nefrotik?

Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan proteinuria atau terdapatnya protein dalam air seni (lebih dari 3,5 gram per hari), kadar protein darah yang rendah, kadar kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, dan adanya pembengkakan, terutama di sekitar mata, kaki, dan tangan. Seseorang dengan sindrom nefrotik akan kelihatan menjadi lebih gemuk dengan berat badan meningkat, yang sebenarnya disebabkan karena peningkatan cairan tubuh.

Apa penyebabnya?

Sindrom nefrotik disebabkan oleh adanya kerusakan pada pembuluh darah kapiler pada glomerulus ginjal yang bekerja menyaring “sampah-sampah” tubuh dan kelebihan air pada darah dan mengirimkannya ke kandung kemih sebagai urin. Bila glomerulus bekerja dengan benar, mereka akan menjaga protein tetap berada dalam darah dan tidak bocor ke dalam urin. Ginjal sehat memungkinkan < 1 gram protein untuk dikeluarkan melalui urin dalam sehari. Pada sindrom nefrotik, glomerulus yang rusak bisa menyebabkan 3 gram atau lebih protein “bocor” ke dalam urin selama periode 24-jam. Sebagai akibat dari kehilangan protein, darah kekurangan jumlah normal protein darah yang diperlukan untuk membantu mengatur cairan di seluruh tubuh. Protein bertindak seperti spons untuk menyerap cairan ke dalam aliran darah. Ketika protein dalam darah menjadi rendah, cairan akan terakumulasi di jaringan tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan.

Sindrom nefrotik dapat terjadi karena berbagai penyakit. Pada orang dewasa, penyebab paling umum adalah nefropati diabetik (suatu komplikasi penyakit diabetes) dan nefropati membran. Namun demikian, penyebab sindrom nefrotik seringkali tidak diketahui. Kondisi ini juga dapat terjadi sebagai akibat infeksi (seperti radang tenggorokan, hepatitis, atau mononucleosis), penggunaan obat-obatan tertentu, kanker, gangguan genetik, gangguan kekebalan tubuh, atau penyakit yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh termasuk diabetes, lupus eritematosus sistemik, beberapa myeloma, dan amiloidosis. Hal ini dapat menyertai kelainan ginjal seperti glomerulonefritis, glomerulosclerosis fokus dan segmental, dan glomerulonefritis mesangiocapillary.

Sindrom nefrotik dapat mempengaruhi semua kelompok umur. Pada anak-anak, kejadian yang paling umum adalah pada usia 2 sampai 6 tahun, dan umumnya merupakan suatu penyakit gangguan system imun. Gangguan ini terjadi sedikit lebih sering pada laki-laki daripada perempuan. Aku pernah membimbing satu penelitian thesis mengenai penyakit ini pada anak-anak dan pengobatannya, dan pada penelitian tersebut dijumpai bahwa sebagian besar adalah merupakan penyakit auto-imun dan semua pasien mendapatkan obat golongan kortikosteroid sebagai imunosupresan dalam jangka waktu lama. Sangat memiriskan……!

Apa saja gejalanya?

Seorang gadis dengan sindrom nefrotik. Terlihat ada pembengkakan wajah (foto kiri), dibanding kondisi normalnya (kanan).

Gejala yang paling umum adalah terjadinya pembengkakan. Ini mungkin terjadi di wajah dan sekitar mata (pembengkakan wajah), pada lengan dan kaki, terutama pada kaki dan pergelangan kaki, dan di daerah perut (perut bengkak). Gejala lainnya antara lain adalah : urin nampak berbuih, peningkatan berat badan, nafsu makan berkurang, dan tekanan darah tinggi. Untuk memastikan, biasanya akan dilakukan beberapa uji laboratorium, antara lain : pemeriksaan kreatinin serum (umumnya akan tinggi), Blood urea nitrogen (BUN), albumin darah (mungkin rendah), dan urinalisis utk melihat kadar protein dalam urin. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kadar kolestrol dan trigliserida darah. Biopsi ginjal mungkin juga diperlukan.

Bagaimana pengobatannya?

Tujuan pengobatan sindrom nefrotik adalah untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi dan menunda kecepatan/progresivitas kerusakan ginjal. Pengobatan terhadap gangguan penyebab kondisi ini juga diperlukan untuk mengendalikan sindrom nefrotik. Pengobatan mungkin diperlukan seumur hidup. Mengontrol tekanan darah merupakan hal yang paling penting untuk menunda kerusakan ginjal. Tujuannya adalah untuk menjaga tekanan darah pada atau di bawah 130/80 mmHg. Obat anti hipertensi seperti Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau angiotensin receptor blocker (ARB) adalah obat yang paling sering digunakan dalam kasus ini. ACE inhibitors juga dapat membantu mengurangi jumlah hilangnya protein ke dalam urin. Kortikosteroid dan obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh juga dapat digunakan. Tingkat kolesterol yang tinggi juga harus ditangani untuk mengurangi risiko masalah jantung dan pembuluh darah. Namun, diet rendah lemak dan rendah kolesterol biasanya tidak begitu bermanfaat bagi orang-orang dengan sindrom nefrotik. Obat untuk mengurangi kolesterol dan trigliserida mungkin diperlukan, obat yang paling sering digunakan adalah golongan statin (misalnya simvastatin).

Pasien dengan sindrom nefrotik juga perlu diet rendah garam untuk mengurangi penahanan cairan tubuh oleh natrium yang menyebabkan pembengkakan di tangan dan kaki. Kadang diperlukan obat diuretik (pelancar air seni) untuk membantu mengurangi cairan tubuh.

 Bagaimana prognosis atau kemungkinan kesembuhannya?

Hasil pengobatan bisa sangat bervariasi, sindrom nefrotik ada yang bersifat akut dan jangka pendek, dan ada yang kronis dan tidak responsif terhadap terapi. Macam penyebab dan adanya komplikasi juga mempengaruhi hasilnya. Komplikasi yang dapat terjadi pada sindrom nefrotik antara lain adalah : Aterosklerosis dan penyakit jantung terkait, trombosis vena ginjal, gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronis, Infeksi, termasuk pneumonia pneumokokus, malnutrisi, gagal jantung kongestif, dan edema paru.

Penutup

Hm..keliatan agak menyeramkan ya,….. tapi kalau kita kembalikan pada Sang Empunya Hidup, semua yang dialami manusia itu pasti ada pelajarannya. Penyakit bisa jadi adalah suatu bentuk peringatan Allah kepada umatNya untuk menjadi lebih baik dan sujud kepadaNya. Mungkin ada hal-hal dalam hidup kita yang harus kita perbaiki. “ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” QS: 42, Asy Syuura: 30. “Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah” (QS: 42, Asy Syuura: 31)

Jadi tidak perlu berkecil hati dan berputus asa dari rahmatNya, karena ada Dia sebagai penolong kita, dan Dia akan mengampuni dan mengabulkan doa hambaNya yang bersungguh-sungguh.. ….. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. ….. (QS: 40, Al Mu’min : 60)Dan dia memperkenankan (doa) orang2 yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh ….. (QS: 42, Asy Syuura: 26).

Dan aku juga meyakini bahwa Allah tidak membebani ummatNya lebih dari kemampuannya…“….Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya…. (QS:2, Al Baqoroh: 286).

Demikian kawan, semoga bermanfaat. Dan semoga kawanku yang sedang menerima ketetapan ini tetap selalu kuat dan bersyukur, dan Insya Allah diberikan kesembuhan yang terbaik. Amien. (didedikasikan utk jeng QQ)





New life begins at 42 ………

8 03 2011

Dear kawan,

Apa kabar? Kali ini tulisanku sangat personal. Aku butuh waktu lama untuk memutuskan apakah akan menulis tentang ini dan kapan tulisan ini released… karena aku yakin itu akan menjadi suatu berita kejutan, dan aku sendiri belum siap dengan kejutan itu. Tapi sekarang setelah semuanya makin stabil, aku rasa tidak ada salahnya aku ceritakan, sekalian aku mohon doanya. Oya,… sekali lagi blog ini adalah blog pribadi, jadi suka-suka aku saja mau menulis apa… (Walau tentu ada rasa tanggung-jawab moril untuk tidak menuliskan hal-hal yang tidak bermanfaat atau menjadi contoh yang buruk…). Kadang aku perlu mempertimbangkan apakah cerita seputar kehidupan pribadiku perlu aku tuliskan di sini.. karena manusia tidak ada yang sempurna bukan? Tapi selama itu bisa diambil pelajarannya, apa salahnya… Kadang kita perlu ‘benchmarking’ pada kehidupan orang lain, untuk bisa tetap bersyukur dan introspeksi diri..  Itu juga mengapa acara infotainment di TV selalu banyak pemirsanya…. karena orang suka melihat dan mengamati kehidupan orang lain, apalagi selebriti hehe…..

Penasaran ya, aku mo crita apa…..?

Cerita ini berawal di akhir bulan Januari…. Kumenanti si rembulan, tak kunjung datang. Hati mulai resah gelisah (lebaay…). Sampai akhirnya aku mencoba test sendiri dengan sebuah test kehamilan, dan ternyata….. Allah memang menitipkan kehidupan baru di dalam diriku !! Sebuah tanda-tanda kebesaran dan kekuasaanNya, di mana manusia bisa berencana, namun Dia juga penentunya. Allah pasti punya rencana lebih baik dari yang dipikirkan umatNya. Dan semuanya itu pasti sudah tercatat dalam Lauhul Mahfudz…bahwa akan terlahir seseorang lagi dari rahim seorang ibu, yang itu adalah aku. Dan semua itu pasti karena Ia menginginkan umatNya menjadi lebih baik lagi. Ya kawan,….. sebuah calon manusia baru kini bersemayam hangat dalam perutku. Sejujurnya, awal mengetahuinya rasanya syok dan tak percaya, karena tidak berencana dan tidak terpikirkan sama sekali. Usiaku sudah 42 tahun, sudah bukan usia idel lagi untuk memiliki baby. Simpanan baju hamil dan baju bayi sudah aku hibahkan ke orang-orang yang memerlukan. Aku butuh waktu cukup lama untuk mencoba memahami maksud Allah menetapkan ini. Sesuatu yang terjadi pada manusia tentu merupakan suatu rentetan sebab akibat dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, baik yang bersifat fisik maupun batin. Aku memahaminya sebagai kesempatan Allah bagiku untuk menambah kum amal ibadah yang pasti masih sangat kurang catatannya, dan untuk mengimbangi catatan kesalahan yang pernah kubuat selama hidup di dunia. Terimakasih ya, Allah…. Kau beri hamba ‘crash program” untuk menambah tabungan pahala dalam waktu yang lebih cepat dari yang aku bisa tanpa ketetapanMu ini. Bukankah hamil, melahirkan, dan merawat si kecil adalah salah satu jihadnya wanita? Jika dijalani dengan ikhlas dan selalu berserah diri, Insya Allah akan menjadi ladang amal sholeh yang akan membuahkan pahala. Amien. Selain itu, aku pun yakin Allah punya tujuan tertentu untukku…. supaya aku lebih santai, tidak lagi terlalu sibuk beraktivitas di luar rumah, yang disadari atau tidak, pasti ada yang (merasa) terabaikan. Waktu sehari hanya 24 jam. Sepandai-pandai membagi waktu, pasti tidak mudah untuk melakukan sekian banyak aktivitas yang semuanya harus terselesaikan dengan baik. Nampaknya aku harus break dulu sebentar… kembali pada fitrahku sebagai ibu dan istri yang sempat keteteran dengan makin banyaknya aktivitasku di luar rumah. Aku bukanlah superwoman yang bisa melakukan segala hal dengan hasil sama baiknya. Begitulah pemahamanku terhadap rencana Allah ini. Paling tidak itu membuat perasaanku lebih baik. Dan kata suamiku sambil bercanda,”….kali ini dianugerahi anak profesor…hehe..”

Begitulah kawan,….

aku sempat membuka lagi isi blog ini…. aku pernah menulis tentang morning sickness (bisa diklik di sini), yang lucunya sekarang sudah mulai kualami sendiri. Permen jahe sekarang jadi kudapanku, katanya bisa mengurangi rasa mual, walau tidak sangat membantu. Tapi my sickness is not in the morning..… malah lebih intens rasanya pada sore dan malam hari. Ada baiknya sih, jadi pagi aku masih bisa bekerja dengan baik tanpa terlalu terganggu. Mudah-mudahan discomfort pada trimester pertama ini segera berlalu, dan aku akan menyongsong hari-hari dengan lebih nyaman dan kuat. Amien.

Activity re-arrangement….

Sebenarnya tahun ini adalah tahun penuh rencana pribadi dan kesibukan untukku. Rencana pribadiku antara lain menerbitkan buku baru (Insya Allah bulan Maret ini akan terbit) dan menulis satu buku lagi yang ditargetkan selesai bulan Oktober. Apply beberapa proposal penelitian untuk kontinuitas aktivitas penelitianku. Di sisi lain, aktivitas rutin memberi kuliah, jaga praktikum, sebagai Koordinator Program Magister Farmasi Klinik, tentu harus tetap berjalan. Dan khususnya untuk tahun ini, aku terlibat dalam Tim Kurikulum baik untuk program S1 maupun S2, yang dua-duanya sedang dalam aktivitas merevisi kurikulum. Kebetulan juga, Fak Farmasi UGM akan menyelenggarakan Kegiatan Lustrum dan Reuni (info ttg Lustrum dan Reuni Fak Farmasi UGM dapat diklik di sini), di mana aku duduk dalam kepanitiaan sebagai Ketua I yang membawahi kegiatan-kegiatan ilmiah. Hmm…mungkin tidak akan berubah banyak, karena aku biasa tetap beraktivitas walaupun hamil, tetapi dalam beberapa hal aku harus menata ulang beberapa rencana. Salah satunya aku telah membatalkan kesediaan sebagai pembicara di sebuah kegiatan IAI di Kalimantan pada bulan Maret 2011 (maaf, kawan… padahal aku belum pernah dan pengen ke Kalimantan loh..). Mungkin nanti aku juga harus istirahat dulu dari kegiatan HPEQ tahun ini yang menuntut harus banyak bepergian ke luar kota. Untuk kegiatan sampai bulan Juli, seperti yang banyak direncanakan dalam rangka Lustrum ini, Insya Allah aku masih bisa terlibat banyak. Tapi justru pada acara puncak nanti sekitar akhir September dan awal Oktober,..nampaknya aku justru tidak bisa ikut, karena itu sudah mendekati saat-saat melahirkan. Hmm….unik bukan? Begitulah Dia mengaturnya…

Bagaimana sih caranya menentukan hari perkiraan lahir (HPL) ?

Salah satu cara memperkirakan hari lahir bayi adalah menggunakan rumus Naegle. Rumus ini berlaku terutama untuk wanita yang memiliki sikuls haid teratur yaitu 28 hari, sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Rumus Naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan ditambah 288 hari, sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan sbb: hari haid pertama ditambah 7 (tujuh) dan bulannya dikurang 3 (tiga) dan Tahun ditambah 1 (satu). Seingatku, hari pertama haid terakhirku adalah 26 Desember 2010. Dengan perhitungan ini, maka HPL nanti adalah sekitar 2 Oktober 2011. Pas di acara pidato Lustrum Fakultas hehe….. !! Hmm, ditunggu saja ya….. mudah-mudahan diberi kesehatan dan kelancaran selama kehamilan ini, dan semua berjalan baik di bawah lindunganNya hingga melahirkan nanti dan merawatnya. Amien…

Mohon doanya, kawan..

Insya Allah ini adalah putra/putri kami yang ke-empat. Pelanggaran habis-habisan terhadap Program Keluarga Berencana versi Pemerintah. Yah…. tapi yang jelas, ini adalah Program Keluarga Berencana versi Allah untuk ummatNya, kita semua tinggal menjalani. Dari tiga anak sebelumnya, pengalamannya berbeda-beda. Alhamdulillah, semuanya relatif normal tak kurang suatu apa. Adanya gangguan-gangguan kecil, masih dalam batas normal. Mohon doanya saja, kawan, semoga kali inipun semuanya lancar, mudah, diberi kesehatan dan kekuatan, hingga saatnya nanti. Dan anak kami juga lahir dengan sehat, jasmani dan rohani, menjadi penyenang hati dan cahaya mata kami, dan menjadi anak yang sholeh/sholehah. Amien. Harus diakui aku jadi agak malas bekerja belakangan ini. Termasuk sempat tidak peduli pada blog ini.  Tapi aku masih cukup terharu karena menurut statistik blog ini, pengunjungnya tidak banyak berkurang walau aku sudah lama tidak punya tulisan baru. Terimakasih, kawan.

Demikianlah tulisanku kali ini, sekedar berbagi cerita saja.





Mengenal Kojic Acid: Sang Pencerah (kulit)…

1 03 2011

Dear kawan,

Kojic acid

Di sebuah tempat perawatan kecantikan kulit, aku pernah menanyakan bahan aktif apa yang digunakan dalam whitening cream produknya…. Aku mendapat informasi bahwa bahan aktifnya adalah kojic acid. Kebetulan beberapa waktu yang lalu, seorang kawan me-request tulisan tentang kojic acid. Keliatan seperti mahluk asing yaa……. mungkin bahkan ada yang baru pernah dengar namanya, padahal jangan-jangan telah menggunakannya melalui produk-produk krim pemutih wajah. Baiklah, aku mencoba menuliskannya sekarang…

 Apakah kojic acid itu dan kegunaannya?

Kojic acid, atau asam kojat, memiliki nama kimia 5-hydroxy-2-hydroxymethyl-4-pyrone. Asam kojic banyak digunakan sebagai bahan pemutih pada produk-produk kosmetik dengan konsentrasi penggunaan maksimum 1%. Asam ini adalah  metabolit jamur yang biasa diproduksi oleh banyak spesies Aspergillus, Acetobacter, dan Penicillium. Awalnya ditemukan di Jepang pada tahun 1990-an pada proses fermentasi beras, misalnya pada pembuatan sake. Asam ini memiliki banyak kegunaan, tidak hanya sebagai bahan dalam produk kecantikan, tetapi juga digunakan dalam masakan Jepang.

 Bagaimana ia bisa menjadi agen pemutih kulit?

Asam kojic ternyata memiliki efek sebagai inhibitor kompetitif dan reversible pada oksidase polifenol baik pada tanaman maupun hewan, yaitu menghambat tirosinase, yang mengkatalisis perubahan tirosin menjadi melanin. Asam kojic menghambat melanosis dengan cara mengganggu  pengambilan oksigen yang diperlukan untuk proses “pencoklatan’ (browning) secara enzimatik. Metode spektrofotometri dan kromatografi menunjukkan bahwa asam kojic  mampu mengurangi o-kuinon menjadi diphenols untuk mencegah terbentuknya hasil akhir yaitu pigmen melanin.  Karena itulah ia banyak digunakan sebagai agen pencerah kulit dalam preparat kosmetik dan dermatologis lainnya.  

Kegunaan lain?

Asam kojic juga memiliki sifat insektisida karena efek penghambatan pada tirosinase  serta kemampuannya untuk berinteraksi dengan o-kuinon dari katekolamin, sehingga mencegah proses sclerotization. Karena sifat penghambatannya pada berbagai oksidase, asam kojic juga telah digunakan secara komersial selama bertahun-tahun di Jepang sebagai bahan tambahan makanan, misalnya sayuran segar, kepiting, dan udang, untuk mempertahankan kesegaran mereka (antioksidan) dan menghambat perubahan warna. Selain itu, asam kojic juga digunakan sebagai  pengawet, sebagai antioksidan untuk lemak dan minyak, dan agen pengatur pertumbuhan tanaman untuk meningkatkan produksi, mempercepat pematangan, dan meningkatkan rasa manis. Asam kojic juga memiliki sifat antimikroba lemah dan aktif terhadap beberapa strain bakteri umum pada pengenceran dari 1:1.000 sampai1:2.000.

Apakah aman?

Sebagai agen pemutih kulit, asam kojic tidak bersifat karsinogenik. Namun demikian beberapa orang yang kulitnya sensitif dilaporkan mengalami semacam dermatitis kontak, sejenis alergi kulit  yang ditandai dengan  gatal  kemerahan, iritasi. Untuk itu, kadang dalam krim yang mengandung asam kojic, dapat juga ditambahkan bahan lain sebagai anti alergi yaitu kortikosteroid topikal. Asam kojic ini menjadi semakin popular dan meningkat penggunaannya karena memiliki keamanan lebih baik dari pendahulunya yaitu hidroquinon. Bagi mereka yang sensitif terhadap asam kojic tentu perlu mempertimbangkan penggunaannya.

Bagaimana penggunaannya?

Produk asam kojic paling sering digunakan untuk penggunaan topical (kulit), dalam bentuk lotion, krim, atau serum.  Dosis yang dianjurkan relatif kecil, dengan konsentrasi maksimum sebesar 1%. Namun untuk mengurangi kemungkinan efek samping, produk kosmetik pencerah kulit dapat menggunakan konsentrasi sekitar  0,2%. Selain krim, kojic acid juga dapat dijumpai dalam bentuk sabun, bahkan sediaan injeksi.  Tentu saja, kita juga harus mempertimbangkan bagaimana senyawa ini akan bereaksi dengan tubuh. Mereka yang mengalami kepekaan mungkin perlu untuk menggunakannya lebih jarang dan mengevaluasi kembali penggunaannya.

Demikian sekilas info. Semoga bermanfaat.





Vaksin MMR dan autisme : kisah penipuan ilmiah?

22 01 2011

Dear kawan,

 Maap, yah…. sudah lama tidak menulis lagi di blog ini…. lagi banyak pekerjaan koreksi-koreksi ujian dan lain-lain yang perlu diprioritaskan. Lagian sedang banyak yang lagi dipikirin….. tentang hidup ini..(cieee!). Well, tapi membiarkan blog ini tanpa tulisan baru juga jadi tambahan pikiran hehe….. mungkin sudah ada yang menanti (lebaaay……)… Yah, untung aku bukan penulis beneran yang mengandalkan nafkah dari menulis… Lha, kalau lagi ngga mood gini atau ga ada ide tulisan, bisa-bisa ngga makan deh….

Kawan, sebuah newsletter yang kulanggan dari Medscape belum lama ini memberitakan tentang tuduhan bahwa informasi tentang vaksin MMR sebagai penyebab autis adalah sebuah penipuan. Sementara, seorang teman di Face Book sempat pula menanyakan masalah tentang vaksin MMR dan autisme. Jadi aku pikir topik ini pasti bermanfaat jika diangkat sebagai tulisan dalam blog ini… walaupun sempat agak enggan menuliskannya.

Aku dan Dhika-ku...

Enggan? …Yah….menulis tentang autis selalu terasa mengiris…. karena itu akan membuatku sedih dan teringat si bungsuku Dhika yang juga mengalami spektrum Autisme. Walaupun sudah kami terima dengan ikhlas sebagai bagian dari rencana Allah bagi kami, tetap saja ada saat-saat aku merasa putus asa dan berat. Yah, tapi apapun… pasti ada tujuan Allah menakdirkan ini supaya kami lebih ingat kepadaNya dan berlatih sabar dan tawakal. Well, ngga usah mellow deh….. nanti malah ga jadi nulis…

Autisme

Kita kenali dulu yang disebut autism. Autisme adalah gangguan perkembangan, di mana anak-anak dengan autisme terutama memiliki masalah berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Orangtua biasanya melihat kesulitan dalam keterampilan bahasa ketika anak mereka berumur sekitar dua tahun. Cerita tentang gangguan autism Dhika sudah pernah kutulis dua tahun yang lalu di blog ini (klik di sini). Dhika sekarang sudah 5 tahun. Ia sekarang menjalani Play group-nya 5 hari seminggu dan terapi wicara, edukasi dan okupasi masing-masing sekali dalam seminggu. Alhamdulillah, sudah banyak perkembangannya. Sekarang sedang belajar membaca.

Apa yang menyebabkan autisme?

Penyebab autisme cukup kompleks, dan ilmuwan masih mencoba untuk memahami apa penyebabnya. Para peneliti percaya bahwa faktor genetika memainkan peran  dalam menyebabkan autisme dan bahwa faktor medis atau lingkungan yang lain juga mungkin terlibat, seperti pencemaran logam berat, makanan tertentu, dll. Para peneliti juga percaya bahwa kebanyakan kasus autisme dimulai sebelum atau segera setelah lahir. Salah satu yang pernah menjadi perdebatan seru adalah vaksin MMR sebagai penyebab autism. Benarkah?

Apakah vaksin MMR itu?

Vaksin MMR Vaksin MMR (mumps, measles, dan rubella) adalah vaksin terhadap tiga penyakit yang berbeda (campak, gondong, dan rubella) melalui satu suntikan. Vaksinasi diberikan dua kali selama masa kanak-kanak, dan telah sangat berhasil menekan kejadian penyakit campak, gondok, dan rubela (campak Jerman) pada anak-anak. Sebagai gambaran, sebelum vaksin diberikan kepada anak-anak, ada sekitar 400.000 kasus campak yang dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat, tetapi pada tahun 1999 setelah diperkenalkan vaksin ini, hanya ada 100 kasus yang dilaporkan.

Mengapa ada kekhawatiran tentang vaksin MMR menyebabkan autisme?

Kekuatiran tentang kemungkinan vaksin MMR sebagai penyebab autism dimulai pada tahun 1998, ketika sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan pada journal The Lancet oleh Andrew Wakefield, dkk, melaporkan adanya hubungan penggunaan vaksin MMR dengan kejadian sindrom autism. Dalam papernya Wakefield mengusulkan gagasan bahwa interaksi dengan virus bisa (1) memiliki dampak negatif pada sistem kekebalan anak; (2) menyebabkan infeksi persisten pada saluran pencernaan dan (3) pada gilirannya, dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan otak dan mungkin autisme.

Studi itu sendiri sebenarnya hanya melibatkan 12 pasien, dan tidak pernah ada temuan lain yang mendukung atau mereplikasi temuan ini, namun karena mendapat liputan yang luas dari media, maka berita ini memicu kepanikan di antara orang tua, yang mengakibatkan jumlah vaksinasi MMR menurun drastis. Kontroversi dan debat mengenai hal ini kemudian berkembang terus hingga sekarang.

Bagaimana faktanya?

Publikasi ini menyebabkan banyak lembaga-lembaga kesehatan independen maupun Pemerintah mengkaji lagi mengenai hubungan antara vaksin MMR dengan autism. Dan setelah setelah meninjau semua studi, termasuk temuan Wakefield tadi, Institute of Medicine ( sebuah lembaga kesehatan independen non pemerintah di Amerika) telah menemukan bahwa bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pada tingkat populasi antara MMR dan autisme. IOM merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki kemungkinan langka ini  dan untuk memahami lebih baik penyebab autisme pada umumnya.

Publikasi Wakefield adalah “penipuan” !!

Artikel Wakefield sendiri telah dicabut publikasinya oleh pihak The Lancet pada tg 2 Februari 2010. The Lancet mengatakan bahwa dalam sejarah 186 tahun berdirinya jurnal ini, artikel Wakefield merupakan 1 dari 10-15 studi yang pernah dicabut atau ditarik kembali publikasinya. Kalian lihat, kawan…… memerlukan waktu 12 tahun bagi Lancet untuk menarik artikel Wakefield dari publikasi di jurnalnya, yang menunjukkan perlunya pengkajian yang panjang dan serius tentang kebenaran hasil temuan ini. Penarikan artikel ini mengikuti temuan General Medical Council (GMC) Inggris yang mengatakan bahwa Andrew Wakefield, MD, dan dua rekannya bertindak “tidak jujur” dan “tidak bertanggung jawab” dalam menjalankan penelitian mereka. GMC juga menemukan bahwa studi ini belum disetujui Komite Etika yang sesuai, sementara dalam artikel itu dinyatakan sudah. Juga ditemukan bahwa 12 anak yang dilaporkan adalah memang sengaja dipilih untuk penelitian ini, sementara dalam artikel disebutkan bahwa itu adalah pasien yang berturut-turut datang untuk pengobatan. Dengan ditariknya artikel ini, maka studi ini tidak  lagi dianggap sebagai bagian resmi dari literatur ilmiah.

Bagaimana kelanjutan kasus Wakefield ?

Tanggal 5 Januari 2011, jadi belum lama ini, British Medical Jurnal menerbitkan serangkaian 3 artikel dan editorial yang menuduh bahwa studi yang dipublikasikan di The Lancet pada tahun 1998 oleh Andrew Wakefield dkk yang menghubungkan antar vksinasi MMR dengan autism dan kerusakan usus/otak bukan saja sebagai  ilmu yang salah/menyesatkan,  tapi “suatu penipuan “. Menurut artikel pertama yang diterbitkan pada BMJ hari itu oleh reporter investigasi Brian Deer, peneliti Wakefield mengubah dan memalsukan catatan medis dan fakta, menyalah-interprestasikan informasi kepada keluarga, dan memperlakukan 12 anak yang terlibat secara tidak etis. Selain itu, Mr Wakefield juga menerima jasa konsultasi dari pengacara yang sedang menyusun gugatan terhadap produsen vaksin, dan banyak dari peserta penelitian merupakan rujukan dari organisasi antivaccine.

Brian Deer melakukan investigasi pertamanya terhadap artikel Wakefield pada tahun 2004 untuk Sunday Times di London dan sebuah jaringan televisi Inggris. Atas dasar temuan-nya itu, GMC’s menyelenggarakan Sidang pada tahun 2007 dan mendengar kesaksian dari 36 saksi selama jangka waktu dua setengah tahun. Dan hasilnya ? Sidang menyatakan bahwa metode penelitian Mr Wakefield tidak benar dan ia dinyatakan telah melanggar aturan dalam etika penelitian. Lima hari setelah pernyataan GMC, The Lancet mencabut artikel tersebut.

Kesimpulan?

Hingga saat ini belum ditemukan hubungan yang kuat antara vaksinasi MMR dengan kejadian autism, karena artikel yang pertama kali memunculkan kontroversi tentang ini telah dicabut dan tidak diakui kebenarannya, dan belum ada lagi publikasi ilmiah yang valid yang mendukung hal tersebut.

Bagaimanapun,…. penyebab autism masih misteri, di mana satu dengan yang lain mungkin dipicu oleh faktor yang berbeda. Dhika sendiri belum mendapat vaksin MMR, dan nyatanya ia mengalami juga. Buatku sendiri, sulit untuk memastikan penyebab pastinya, kecuali bahwa itu sudah ditetapkanNya. Sekarang yang penting adalah bagaimana untuk mengoptimalkan perkembangannya dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan. Mohon doanya saja ya, kawan, semoga Dhika bisa tumbuh kembang dengan sempurna sebagaimana seharusnya. Menjadi anak yang sholeh dan berguna bagi semua. Amien.

Sumber : http://www.medscape.com/viewarticle/735354








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 88 pengikut lainnya.