Mengenali penyakit wanita, pria perlu tahu juga: endometriosis, myom, dan kista

8 04 2012

Dear kawan,

apa kabar? semoga semuanya baik-baik saja ya… hidup tidak mungkin selalu mulus, sesekali ada riak kecil atau bahkan gelombang besar. Tapi semoga kita semua bisa menjalaninya dengan baik dan kuat. Amien. Termasuk di saluran reproduksi wanita. Tidak selalu normal dan mulus, kadang ada yang benjol-benjol akibat adanya gangguan. Secara kebetulan dalam waktu yang berdekatan ada beberapa kawan yang menanyakan tentang keluhannya..  yang satu tentang endometriosis, yang satu tentang kista ovarium, dan yang satu tentang myoma. Karena itu, kupikir ada manfaatnya untuk mengangkat topik ini dalam tulisanku kali ini…  Aku yakin masyarakat awam kadang masih belum bisa membedakan antara ketiganya. Dan biarpun ini penyakit wanita, pria perlu tau juga loh….. 

Apa bedanya endometriosis, myoma dan kista?

Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan yang mirip dengan lapisan dinding rahim (yang mestinya hanya berada di dalam rahim) ditemukan atau tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid.

Lesi endometriosis dapat ditemukan di manapun di rongga panggul, seperti  pada ovarium, saluran tuba, dinding panggul (peritoneum), ligamen uterosakral,  atau sekat antara vagina dan rektum, dll. Bahkan bisa juga dijumpai pada luka bekas operasi Caesar, bekas luka  laparoskopi / laparotomi, di kandung kemih, usus buntu, dan usus besar. Bahkan pada kasus yang lebih jarang, endometriosis dapat ditemukan di dalam vagina, kulit,  tulang belakang, paru, bahkan otak.

Sedangkan myoma, tepatnya myoma uteri atau disebut juga uterine fibroid, adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), serta submukosa (menonjol ke arah rongga rahim). Mioma bervariasi dalam ukuran dan jumlahnya, kebanyakan tumbuh lambat dan biasanya tidak menimbulkan gejala. Mioma yang tidak menyebabkan gejala tidak perlu diobati. Hanya sekitar 25% dari mioma yang akan menimbulkan gejala dan perlu perawatan medis.

Mioma mungkin tumbuh sebagai nodul tunggal atau dalam kelompok dan terdapat dalam berbagai ukuran, dari 1 mm sampai lebih dari 20 cm. Mioma adalah tumor yang paling sering didiagnosis pada panggul wanita dan merupakan penyebab tersering wanita menjalani histerektomi. Meskipun mereka sering disebut sebagai tumor, mereka tidak ganas dan bukan kanker.

Sementara, kista ovarii adalah berbentuk suatu kantung berisi cairan,  yang bisa kental seperti gel (mucus/lendir), atau bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Jenis kista yang paling sering dijumpai adalah kista follicular. Pada wanita terdapat ovarium seukuran kenari yang terletak pada setiap sisi uterus. Satu ovarium menghasilkan satu sel telur setiap bulan, dan prosesnya mengawali siklus bulanan menstruasi wanita. Telur itu terdapat  dalam kantung yang disebut folikel. Telur tumbuh terus di dalam ovarium, dan pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan untuk implantasi telur yang dibuahi sehingga terjadi kehamilan. Siklus ini terjadi setiap bulan dan biasanya berakhir ketika telur tidak dibuahi, dan jadilah menstruasi.
Dalam gambar USG, kista ovarium menyerupai gelembung. Kista hanya berisi cairan dan dikelilingi oleh dinding yang sangat tipis. Kista jenis ini juga disebut kista fungsional. Kista terbentuk jika folikel gagal melepaskan telur, dan cairan tetap ada di dalam. Ini biasanya terjadi di salah satu ovarium. Kista kecil bisa dijumpai dalam ovarium normal ketika folikel sedang terbentuk. Sebagian besar kista ovarium dianggap fungsional (atau fisiologis). Ini berarti mereka terjadi secara normal dan bukan merupakan bagian dari proses penyakit. Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak, yang berarti mereka bukan kanker, dan kebanyakan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu tanpa pengobatan. Namun, sebagian kista memang ada yang dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium. Jika kistanya berkembang dari endometrium disebut kista endometrium, atau kista coklat.

Apa gejala endometriosis, kista dan myoma?
Gejala penyakit-penyakit wanita ini hampir mirip satu sama lain, yang paling umum adalah nyeri panggul dan perut bawah. Rasa sakitnya sering berkorelasi dengan siklus menstruasi, namun seorang wanita dengan endometriosis juga mungkin mengalami rasa sakit pada waktu lain selama siklus bulanannya. Pada sebagian wanita, walaupun tidak semua orang, rasa sakitnya bisa cukup berat, sehingga membuatnya tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari.
Nyerinya bisa dirasakan sebelum, selama, atau setelah menstruasi; selama ovulasi,  ketika buang air kecil, selama atau setelah hubungan seksual, dan di daerah punggung bawah. Selain itu mungkin juga ada gejala lain seperti : diare atau sembelit (khususnya sehubungan dengan menstruasi), perut kembung (khususnya sehubungan dengan menstruasi), perdarahan berat dan tidak teratur, serta kelelahan.

Gejala yang terkenal lainnya yang berhubungan dengan endometriosis adalah infertilitas. Diperkirakan 30-40% perempuan dengan endometriosis mengalami kekurang-suburan. Untuk memastikan adanya gangguan-gangguan ini diperlukan pemeriksaan USG atau laparoskopi.
Apa penyebabnya?

Penyebab pastinya tidak diketahui, diduga terkait dengan faktor genetik.  Tapi semuanya terkait dengan hormon estrogen, di mana mereka terjadi pada usia reproduktif wanita dan terutama pada saat-saat kadar estrogen meningkat, seperti saat ovulasi, atau saat kehamilan. Myoma dapat turut membesar pada saat hamil, dan mengecil kembali saat melahirkan.

Bagaimana terapinya?

Sebenarnya bisa dikatakan bahwa penyakit-penyakit ini tidak ada obatnya secara khusus. Dalam keadaan tertentu, disarankan dilakukan pembedahan/operasi, misalnya pengambilan rahim (histerektomi), pengambilan kista atau myoma. Namun jika pasien masih menginginkan memiliki keturunan, umumnya dilakukan dulu upaya-upaya lain seperti pengobatan dengan hormon. Karena diketahui bahwa penyakit2 ini terkait dengan peningkatan kadar estrogen, maka pengobatannya adalah bertujuan menekan produksi estrogen dalam tubuh.

Ada beberapa obat yang dapat mengatur level estrogen, yang terkait dengan penyakit2 ini, misalnya : Pil kontrasepsi oral, hormonProgestin/progesteron, GnRH-analog, dan Danazol. Sedangkan untuk nyerinya digunakan obat-obat analgesik. Pada tulisan kali ini hanya akan dikupas 4 macam obat terapi hormonal

1. Pil kontrasepsi atau pil KB

Pil KB terdapat dalam beberapa jenis, bisa merupakan kombinasi atau berisi zat tunggal. Umumnya berisi estrogen sintetik dosis rendah dengan progestagen (progesteron). Obat ini relatif murah dan cukup aman dipakai oleh wanita. Namun seperti semua terapi hormon lainnya, pil KB tidaklah menyembuhkan endometriosis. Ia hanya turut meredakan rasa sakit endometriosis dengan cara menekan menstruasi dan menghambat pertumbuhan endometrium. Karena setiap orang merespon secara berbeda terhadap dosis yang berbeda dari hormon, kadang perlu dilakukan “coba-coba” dengan beberapa jenis pil KB sampai diperoleh jenis yang terbaik efeknya.

Pil KB bisa digunakan dengan cara seperti untuk mencegah kehamilan (dipakai 3 minggu lalu isirahat 1 minggu, dan diteruskan lagi seperti itu), atau diminum setiap hari sampai sekitar 3-4 bulan, diikuti istirahat 1 mnggu. Hal ini tergantung dari gejala dan petunjuk dokter. Secara teoritis, minum pil terus menerus  untuk 3-4 bulan akan lebih efektif menekan endometriosis daripada jika dipakai dengan cara seperti pada pencegahan kehamilan.  Tapi tentunya dengan penggunaan pil KB, kemungkinan untuk hamil menjadi kecil. Jika ingin hamil, obat-obat ini perlu dihentikan.

Pil KB bisa menyebabkan beberapa efek samping, seperti perdarahan vagina yang tidak teratur, retensi cairan, perut kembung, peningkatan berat badan, nafsu makan meningkat, mual, sakit kepala, nyeri payudara dan depresi. Mual dan nyeri payudara biasanya menetap setelah 1-2 bulan pengobatan. Efek samping yang tersisa biasanya hilang dalam beberapa minggu setelah Anda berhenti minum pil, dan Anda biasanya akan mulai berovulasi dan mengalami menstruasi lagi dalam waktu 4-6 minggu setelah minum tablet terakhir.

Pil KB juga bisa digunakan untuk mengatasi kista, dengan cara mengatur siklus menstruasi, mencegah pembentukan folikel yang dapat membentuk kista, dan mungkin mengurangi ukuran kista yang sudah ada. Pada myoma, pil KB tidak mengurangi ukurannya, tetapi membantu mengurangi perdarahan yang berlebih pada menstruasi.

2. Progesteron/progestogen

Progestin adalah kelompok obat yang berperilaku seperti hormon progesteron wanita. Mereka telah digunakan sejak pertengahan 1950-an untuk mengobati gejala endometriosis.  Progestin tersedia dalam beberapa bentuk yang berbeda, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Progestin secara luas dianggap sebagai pengobatan yang efektif untuk gejala endometriosis meskipun tidak semua diindikasikan untuk pengobatan penyakit ini. Namun, seperti semua obat yang digunakan untuk endometriosis, mereka mungkin memiliki efek samping, yang mungkin tidak bisa ditoleransi pada bbrp pasien.  Efek samping ini bervariasi antara berbagai jenis progestin, membuat beberapa lebih cocok untuk terapi jangka panjang daripada yang lain. Ini berarti bahwa  jika satu jenis progestin tidak cocok, bisa digunakan jenis yang lain.

Obat ini bekerja meringankan endometriosis dengan cara menekan pertumbuhan endometriosis. Pada dosis biasanya digunakan untuk endometriosis, kebanyakan wanita akan berhenti ovulasi dan menstruasi selama pengobatan. Dalam 3-6 bulan pertama, banyak wanita akan mengalami spotting, tetapi beberapa mungkin mengalami perdarahan berat atau berkepanjangan. Kemudian, kebanyakan wanita akan mengalami menstruasi yang lebih ringan dari sebelumnya, dan beberapa tidak mengalami.

Kebanyakan wanita mengalami ovulasi dan menstruasi lagi dalam waktu 4-6 minggu setelah menghentikan pengobatan. Pada penggunaan depot medroksiprogesteron asetat, wanita tidak akan mulai berovulasi dan mengalami menstruasi lagi sampai obat telah sepenuhnya hilang dari tubuh mereka. Pada penggunaan suntikan aksi panjang, wanita mungkin akan mengalami penundaan menstruasi yang panjang, dan ada yang mungkin tidak menstruasi selama lebih dari satu tahun setelah suntikan terakhir mereka. Jadi mereka yang masih ingin hamil, tidak dianjurkan menggunakan obat ini.
Efek samping progesterone umumnya tidak serius secara medis, dan sangat tergantung pada jenis obat, dosis, dan respon pengobatan individu. ESO itu antara lain adalah : jerawat, kembung, perdarahan, ketidaknyamanan payudara, depresi, pusing, retensi cairan,  sakit kepala, perdarahan tidak teratur, kelesuan, kemurungan, mual, perdarahan berkepanjangan, bercak,  muntah, dan kenaikan berat badan.

3. Agonis GnRH (Gonadotropin releasing hormone)

Agonis GnRH adalah kelompok obat yang telah digunakan untuk mengobati endometriosis selama lebih dari 20 tahun. Obat ini adalah modifikasi dari hormon alami gonadotropin releasing hormone. Gonadotropin releasing hormone adalah hormon yang memicu sekresi follicle-stimulating hormone (FSH), and luteinizing hormone (LH), yang membantu mengontrol siklus menstruasi. Semua agonis GnRH sangat mirip secara kimia, tetapi mereka terdapat dalam berbagai bentuk, bisa berupa injeksi 3 bulanan, injeksi perbulan, dan injeksi harian.
Pada pemberian agonis Gn-RH secara kontinyu, maka agonis Gn-RH tersebut akan menduduki reseptor di hipofisis anterior, dan mengurangi sensitifitas hipofisis terhadap rangsangan agonis Gn-RH , sehingga terjadi penurunan sekresi LH dan FSH. Akibatnya produksi estrogen dan progesteron oleh ovarium pun akan berkurang (receptor down-regulation).  Wanita  yang mendapat terapi agonis GnRH tidak memproduksi estrogen karena kedua ovarium tidak mendapatkan rangsang gonadotropin yang adekuat; akibatnya kadar FSH dan LH sangat rendah. Aksi agonis GnRH pada terapi endometriosis adalah dengan menekan kadar estrogen dan menyebabkan amenore, sehingga mencegah pertumbuhan endometriosis.

Pada awal pemberian terjadi stimulasi reseptor dan dengan sendirinya terjadi pengeluaran LH dan FSH dalam jumlah besar, sehingga terjadi pemicuan sintesis estrogen dan progesteron di ovarium (flare up). Ikatan reseptor agonis Gn-RH ini sangat kuat (slow reversibility), sehingga meskipun pemberiannya telah dihentikan namun efeknya terhadap tubuh manusia masih ada berbulan-bulan. Karena cara kerjanya yang menimbulkan flare up, dan mengurangi sensitivitas hipofisis anterior, maka analog Gn-RH jenis ini disebut pula sebagai agonis Gn-RH.
GnRH agonist dapat diberikan intramuskuler, subkutaneous atau intranasal tergantung jenis obat yang dipakai. Terapi diberikan berupa suntikan tiga bulanan, satu bulanan dan harian atau semprotan intranasal. Semua agonis GnRH bekerja dengan cara yang persis sama. Bila digunakan terus menerus untuk jangka waktu lebih dari 2 minggu, mereka menghentikan produksi estrogen dengan serangkaian mekanisme. Kebanyakan wanita akan terhenti perdarahannya dalam waktu 2 bulan setelah mulai pengobatan. Namun, beberapa diantara meraka akan mengalami 3-5 hari pendarahan vagina atau spotting sekitar 10-14 hari setelah pengobatan awal. Lama pengobatannya adalah sekitar 3-6 bulan. Beberapa contoh nama obat golongan agonis GnrH adalah buserelin, nafarelin, tripoterelin, leuprorelin, dan goserelin.

Kembalinya ovulasi dan menstruasi sangat bervariasi. Kebanyakan wanita akan mengalami menstruasi dalam waktu 4-6 minggu setelah semprotan terakhir buserelin atau nafarelin, atau dalam 6-10 minggu setelah suntikan terakhir goserelin, Leuprorelin atau triptorelin.

4. Danazol (Danocrine)

Danazol telah digunakan untuk mengobati endometriosis sejak 1970-an dan merupakan obat yang paling umum digunakan pada awal tahun 1980, namun penggunaannya menurun tajam setelah pengenalan agonis GnRH di akhir 1980-an dan 1990-an.  Danazol adalah androgen sintetik. Androgen adalah hormon yang diproduksi oleh testis pria. Mereka bertanggung jawab untuk fungsi sistem reproduksi pria dan perkembangan karakteristik pria, seperti rambut wajah dan suara pria.  Ovarium juga menghasilkan sejumlah kecil androgen.

Danazol adalah pengobatan yang efektif untuk endometriosis, dan memiliki efektivitas yang sama dengan terapi hormon lainnya. Namun, memiliki banyak efek samping androgenik (mirip pria), termasuk berat badan, rambut tubuh meningkat dan jerawat. Adanya efek samping yang tidak menyenangkan dan kecenderungan untuk mempengaruhi kolestrol darah menyebabkannya tidak menjadi pilihan pertama pengobatan untuk endometriosis.

Seperti semua terapi hormon lain, danazol tidak menyembuhkan endometriosis secara permanen, namun ia menekan pertumbuhan dan pengembangan sementara, sehingga penyakit bisa kambuh setelah pengobatan.

Danazol memiliki banyak efek pada tubuh. Gabungan efek-efek Danazol menghasilkan kadar androgen yang tinggi dan estrogen yang rendah dalam tubuh, sehingga menekan pertumbuhan endometriosis. Kebanyakan wanita akan berhenti menstruasi dan berovulasi dengan bulan kedua pengobatan, meskipun ini mungkin tergantung pada dosis yang digunakan. Gejala-gejala endometriosis biasanya mulai berkurang pada akhir bulan kedua. Kebanyakan wanita akan mulai ovulasi lagi dan menstruasi dalam waktu 4-6 minggu setelah pengobatan dihentikan.

Bagaimana dengan terapi herbal?

Terus terang aku sering bingung kalau ditanya tentang terapi herbalnya, karena sejauh yang kutahu belum ada yang diteliti secara klinis pada manusia, dan baru berdasarkan pengalaman empirik, yang mana satu dengan yang lain bisa bervariasi. Salah satu yang pernah ditanyakan adalah apakah ekstrak daun sirsak yang lagi booming saat ini bisa untuk mengatasi myom? Aku kira ini pertanyaan logis, karena penyakit2 tadi seringkali dikonotasikan sebagai penyakit kanker, sehingga obat-obat yg dipromosikan sebagai antikanker diduga bisa menjadi obat-obat endometriosis, kista, atau myom.  Maaf, aku belum bisa menjawab dengan pasti, tetapi begini kawan….. prinsipnya gangguan penyakit tadi adalah disebabkan karena level estrogen yang tinggi, sehingga obat apapun, baik dari herbal atau sintetik, perlu memiliki efek anti-estrogenik untuk bisa mengatasi/mengurangi penyakit2 tersebut. Jadi, herbal-herbal yang memiliki efek anti-estrogenik mungkin bisa digunakan, sebaliknya perlu berhati-hati mengkonsumsi obat-obat yang memiliki kandungan fitoestrogenik karena mungkin bisa memicu kekambuhannya.

Demikian kawan, sekilas tentang penyakit-penyakit wanita.  Semoga bermanfaat yaaa…..

Sumber bacaan:

http://endometriosis.org/

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000914.htm

http://www.emedicinehealth.com/ovarian_cysts/article_em.htm





Kena “sentuhan” Tomcat?… Jangan kaget….

26 03 2012

Dear kawan,

Belakangan ini serangga “Tomcat” tidak saja naik daun dalam arti yang sebenarnya, tapi juga “naik TV”, “naik koran”, sampai “naik internet”… Serangga kecil yang sebenarnya sudah lama ada dan mungkin pernah kita lihat kalau jalan-jalan ke sawah, tiba-tiba diberitakan masuk ke rumah dan jika tersentuh olehnya, kulit bisa melepuh, gatal, panas, yang merupakan reaksi yang disebabkan oleh racunnya.  Aku jadi tertarik menulisnya, karena kebetulan aku juga mendapat pertanyaan dari salah seorang teman FB-ku tentang obat untuk mengatasi gigitan/sentuhan sang Tomcat. Siapa tau aku jadi ikut-ikutan ngetop haha….. lebay…..numpang ngetop kok sama serangga….

Siapakah si Tomcat itu ?

Serangga yang lagi ngetop ini nama latinnya adalah Paederis littoralis, atau dalam bahasa Inggris disebut Paederis beetle atau rove beetle, yang kalau di pedesaan orang menyebutnya semut kanai atau semut kayap. Dia dapat julukan keren “tomcat” karena katanya bentuknya sepintas mirip pesawat tempur Amerika, Tomcat F-14. (ngomong-ngomong…. ini serangganya yang mirip pesawat Tomcat atau pesawatnya yang mirip serangga yaa)...Serangga ini sebenarnya tidak menggigit atau menyengat, tetapi darah mereka yang disebut hemolimfa berisi senyawa kimia beracun yang disebut pederin, yang dapat menyebabkan iritasi kulit atau mata.

Seperti apa sih si Tomcat ini?

Serangga tomcat adalah serangga kecil, bertubuh lunak, dengan panjang kira-kira 1 cm. Warnanya oranye gelap, sedangkan bagian kepala, sayap depan (elytra) dan ujung perut mereka  berwarna hitam.  Sayap depannya  berwarna biru / hijau kemilauan. Serangga dewasa dapat hidup selama beberapa bulan dan menghasilkan dua atau lebih generasi per tahun.

Serangga ini sebelum dewasa berkembang di daerah lembab seperti rawa-rawa, lahan pertanian beririgasi dan lahan basah air tawar sekitarnya. Larvanya biasanya memakan ganggang, serangga kecil, tumbuhan yang membusuk, dan bangkai hewan yang ditemukan di habitat ini. Setelah dewasa, serangga ini menjadi predator serangga lainnya dan sering ditemukan selama siang hari untuk mencari mangsa atau beristirahat. Si tomcat ini sebenarnya juga sahabat pak Tani, karena ia juga memangsa wereng. Pada malam hari, lampu dan sumber cahaya terang dapat menarik kumbang dewasa untuk mendekat. karena itulah tomcat bisa masuk ke rumah-rumah jika ada cahaya yang menarik mereka. Jadi untuk mencegah mereka masuk rumah, tutuplah dahulu jendela atau pintu sebelum menyalakan lampu di malam hari. Selain itu, tomcat juga bisa disemprot dengan obat nyamuk biasa yang ada di pasaran.

Kenapa sih pada kuatir pada si Tomcat?
Walaupun tidak berbahaya, tomcat memang perlu diwaspadai karena mereka dapat melepaskan racun yang disebut pederin ketika tubuh mereka hancur. Pederin dapat menyebabkan iritasi kulit semacam dermatitis, dengan luka melepuh dan kemerahan. Jika tidak dicuci, tangan yang terkontaminasi toksin dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Rasa sakit dan kebutaan sementara juga dapat terjadi jika racun pederin kena mata.

Karena itu, jika kawan-kawan ketemu sama si tomcat ini, jangan sentuh apalagi mencoba memencetnya karena dengan itu maka racunnya akan terlepas keluar. Jika kena baju misalnya, ngga usah panik, usahakan kibaskan dengan hati-hati atau singkirkan dengan sikat atau benda lain, supaya tidak langsung kontak dengan kulit. Jika tidak sengaja serangganya terluka atau terpencet sehingga keluar racunnya dan terkena kulit, segera saja basuh dengan air mengalir dan disabun. Reaksi kulit akibat pederin umumnya tidak langsung terjadi segera, dan memerlukan waktu antara 12 sampai 36 jam setelah terjadi paparan. Kontak dengan pederin dapat menyebabkan dermatitis diikuti oleh peradangan dari daerah tersebut menjadi ruam kemerahan dan akhirnya melepuh seperti luka pada kulit. Daerah yang paling sering terkena adalah bagian tubuh seperti  wajah, leher, bahu, lengan dan daerah yang terbuka.

Bagaimana jika sudah terkena racun tomcat?

Ga usah panik, kawan……. Kalian bisa menggunakan kompres dingin lalu diikuti dengan lotion Calamin, krim yang mengandung difenhidramin (anti histamine), dan salep hidrokortison, yang bisa dibeli di apotek. Pada banyak kasus, penyembuhan tercapai dalam waktu 1-2 minggu tanpa ada efek jangka panjang. Jika ada infeksi sekunder, mungkin diperlukan antibiotik.

Obat hidrokortison adalah obat golongan steroid yang beraksi sebagai anti-radang yang biasa digunakan untuk alergi atau berbagai penyakit radang lainnya. Dalam bentuk krim, obat ini bisa dibeli bebas di apotek. Sedangkan lotion Calamin itu adalah lotion yg biasa untuk gatal/biang keringat, yang berisi Zinc oxide dan Ferri sulfat dalam pelarut fenol, yang juga bersifat anti gatal dan antiseptic. Difenhidramin adalah anti histamin yang terdapat pada beberapa merk lotion anti alergi.

Oya, reaksi kulit akibat racun tomcat ini sepintas memang mirip seperti herpes, yang disebabkan oleh virus Herpes Zoster. Karena itu, banyak yang mencoba mengobatinya dengan obat herpes seperti acyclovir, suatu anti virus. Tentunya ini kurang tepat, karena racun pederin dari tomcat ini bukan virus.

Begitu aja, kawan……

Jadi….kena sentuhan tomcat? Ngga usah cemas dan kaget…..

Semoga bermanfaat yaa….





Aku dan keledai

21 03 2012

Dear kawan,

aku sudah hampir melupakan rutinitasku dulu untuk menulisi blog-ku….. Sayang memang, karena blog ini sudah punya pembaca setianya sendiri…. tapi aku yang ganti tidak setia menulisinya. Aku tidak punya alasan yang lebih masuk akal kecuali sibuk dan kehilangan mood menulis. Padahal menulis itu juga sebuah ekspresi dan pelepasan…  tapi entahlah, aku benar-benar malas menulis sekarang…

Mungkin karena aku berusaha menjaga ciri khas blog ini… yaitu sentuhan pribadi dan pencerahan berupa muatan ilmu. Sentuhan pribadi itu maksudnya ya cerita tentang seputar kegiatan, pemikiran, dan pengalaman pribadiku.  Jadi ketika aku sedang merasa enggan menuliskan kegiatan atau pengalaman pribadiku karena kuanggap tidak perlu dipublikasikan ke khalayak, maka akhirnya aku juga berhenti menulis. Sedangkan muatan ilmu, utamanya ttg obat dan kesehatan, toh sudah banyaaak…. ada di mana-mana. Jadi aku juga tidak merasa “bersalah” jika tidak menulis, karena toh pembaca blog ini bisa mendapatkan aneka informasi dari sumber-sumber lain.  Begitulah, kawan, alasan sebenarnya mengenai nasib blog ini.

Alasan lain yang masuk akal adalah waktu yang semakin terbatas untuk menulis. Kehadiran Hanna kecilku tentu menuntut perhatianku lebih banyak untuknya, di samping untuk kakak-kakaknya yang lain. Aku yang biasanya selalu membuka laptop di rumah sambil menemani anak-anak beraktivitas di rumah pada malam hari, kini tidak bisa lagi karena Hanna belum bisa ditinggal-tinggal, dan harus pandai mencuri-curi waktu Hanna saat ia bobo seperti saat ini.

Nah, ngomomg-ngomong tentang karakter atau cirri khas……. membentuk cirri atau karakter itu bukan sehari dua hari, tapi perlu proses. Aku ingat ketika pertama kali aku mulai punya blog ini…. Oktober 2008, tulisanku masih sangat miskin..  tapi di sisi lain, semangatku masih menggebu-gebu. Targetku adalah satu posting per minggu. Semula hanya postingan pendek-pendek saja. Makin lama tulisanku makin panjang  dan mulai punya cirri. Misalnya, aku memanggil pembacaku dengan istilah “kawan”, atau menyebut diriku dengan sebutan “aku”, bukan “saya”. Aku mulai membuat cirri khas yaitu apa yang tadi kusebut  sebagai “sentuhan pribadi” dan “bermuatan ilmu”.

Untuk blog ini aku memang agak “sombong”, karena aku tidak mau blog-ku sebagai “batu lompatan” untuk mencari informasi lain. Aku ingin orang membuka blog-ku karena memang untuk membaca tulisanku. Karena itu, aku tidak menyediakan banyak link. Aku juga tidak ingin copy paste tulisan orang lain, walaupun aku sebutkan sumbernya. Aku suka yang orisinil, walau konsekuensinya blog ini menjadi kosong tulisan ketika aku malas menulis. Sebenernya aku juga lagi mengangankan bisa menulis cerita fiksi, semacam cerpen atau novelette. Ngga usah yang panjang-panjang dulu lah…. aku punya banyak stock cerita dalam kepalaku. Tapi menuangkannya itu lho….. susah banget menulis dalam bahasa cerpen yang mengalir dan enak dibaca.

Kalau aku menulis lagi sekarang, dan tulisanku kosong tidak ada muatan apa-apanya….. biar sajalah. Aku sedang belajar menulis lagi. Aku juga sedang belajar untuk tidak perlu terlalu memikirkan apa pendapat orang. Dalam arti positif loh, bukan berarti keras kepala dan tidak mau mendengarkan. Tapi dari berbagai pengalamanku belakangan, kadang kita berbuat apapun, walaupun baik, pasti ada orang yang suka dan tidak. Atau bahkan tidak berbuat apa-apapun, juga demikian. Apalagi jika berbuat yang buruk. Komentarnya bisa kemana-mana dan dilebih-lebihkan. Ternyata begitulah dinamikanya berinteraksi dengan sesama. Jika kita terlalu memikirkan apa pendapat orang, mungkin kita malah bingung sendiri bagaimana harus bersikap.  Seperti cerita tentang seekor keledai yang ditumpangi seorang ayah dan anaknya. Ingat kan ceritanya?

Seeorang ayah dan anak akan pergi bersama keledainya. Sang ayah menunggangi keledainya dan menyuruh sang anak berjalan di belakangnya. Ketika melewati sekelompok wanita, orang2 itu berkomentar. “Bagaimana sih bapak itu, apa tidak kasihan, kok malah dia yang naik dan anaknya yang masih kecil itu disuruh berjalan?”. Karena malu diolok-olok, maka maka iapun turun dari keledainya dan menyuruh sang anak yang naik. Tapi tak berapa lama berjalan, lewat pula segerombolan orang tua yang duduk-duduk. Mereka berkomentar lagi:  “Wah, Bapak tua, apa kamu tidak bisa mendidik anakmu untuk menghargai orang tua? Engkau berjalan kaki sedangkan anakmu malah enak-enak naik keledai?” 

Mendengar komentar itu, sang ayah pun bilang pada anaknya“ Kamu sudah mendengar kan omongan mereka barusan? Kalau begitu, mari kita naik bareng-bareng.” Lalu mereka berdua menaikinya bersama-sama dan berjalan, tetapi di tengah perjalanan, kebetulan bertemulah mereka dengan sekelompok orang lain, kelompok pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki sang ayah dan anak, “Alangkah kasihannya keledai yang kurus-kering ini. Apakah kalian tidak ada rasa kasihan sedikitpun pada keledai itu? Ia kan juga mahluk Tuhan yang perlu dikasihani.” 

Mendengar komentar itu, akhirnya ayah dan anak itu turun dari keledai, dan memutuskan untuk berjalan bersama-sama dan membiarkan keledainya berjalan di depan mereka. Sewaktu berjalan, mereka bertemu lagi dengan sekelompok pemuda. Mereka mentertawakan ayah dan anak tersebut,” Alangkah bodohnya kalian…. kalian memiliki keledai, tapi kalian berpayah-payah berjalan kaki dan membiarkan keledai itu bersantai-santai. Untuk apa kalian membawa keledai?”

Akhirnya…..? Yah, begitulah jika seseorang terlalu terpengaruh oleh pendapat orang lain dan tidak punya pendirian sendiri. Mungkin ini bisa menjadi ilustrasi, bahwa apapun yang kita lakukan, bisa mengundang komentar orang. Ada yang mendukung, ada yang miring, dengan berbagai alasan dan latar belakangnya. Akhirnya, selama kita meyakini bahwa jalan yang kita tempuh adalah baik, diniatkan untuk yang baik, ya dijalani saja, dengan tetap bermohon kepada Sang Empunya Hidup untuk dijauhkan dari kesulitan, fitnah, prasangka, yang mungkin memberatkan jalan kita. Adapun jika ada yang demikian, tetaplah mohon diberi kekuatan untuk mengikhlaskan dan hanya padaNya saja tempat berlindung dan mohon pertolongan.

Lho, kok ceritanya malah jadi cerita keledai yaa…  yah biar sajalah, ini adalah salah satu contoh ketika jari dibiarkan menekan keyboard laptop, dan pikiran mengembara kemana-mana. Sekali lagi…suka-suka aku lah mau menulis apa hehe…… Dan tau tidak kawan,…judul posting ini baru terpikir setelah tulisan ini selesai….dan itu tidak terbayangkan sebelumnya.

Begitulah, kawan, tulisan keduaku di tahun ini…. semoga masih diberi kekuatan menulis lagi di lain hari…  Sampai jumpa…





Selamat Tahun Baru 2012 : membuat skala prioritas

1 01 2012

Dear kawan,

Selamat tahun baru…. semoga tahun 2012 ini membawa semangat baru dan keberkahan bagi kita semua. Amien…

Sungguh, aku sudah sangat rindu menulis di blog ini.. sudah tiga bulan lebih aku membiarkannya sepi tanpa tulisan baru…. Dan itu hampir seusia si kecilku yang pas tahun baru ini genap berusia 3 bulan…. Dia sudah pintar tersenyum dan tertawa sebagai bentuk komunikasi pertamanya…

Salam kenal buat pembaca dari Hanna-chan

Yah, kehadirannya memang banyak mengubah ritme hidupku… termasuk kesempatan untuk menulis di blog ini. Mungkin saatnya agak slow down dulu untuk urusan pekerjaan dan hobby… mengalihkannya pada kewajiban lain yang tak kalah asyiknya…. merawat si kecil… Sungguh, aku bisa mengerti mengapa Allah menciptakan bayi itu begitu lucu dan menggemaskan…. yakni supaya siapapun yang memandangnya akan jatuh sayang dan menjaganya… Alhamdulillah, Hanna kecilku tumbuh sehat dan lucu…. kelelahan dan saat-saat berat pada satu bulan pertama yang harus sering begadang, latihan menyusui lagi yang cukup menyakitkan, rasanya terobati dengan melihatnya tersenyum atau tertawa.

Kehadirannya di tahun 2011 kemarin merupakan suatu bonus dan surprise dari Allah untuk keluarga kami dan membuat hidupku sangat berwarna. Yah, tahun 2011 lalu sungguh tahun penuh warna bagiku, penuh cerita roller coaster-nya manusia… yang kadang di atas, dan kadang di bawah. Pengalaman hamil muda dengan mual-mualnya, hamil tua dengan aktivitas cukup padat, sampai saat melahirkan yang termasuk lancar setelah beberapa jam sebelumnya masih ikut meramaikan acara Reuni dan Lustrum di kampus, sungguh merupakan cerita tersendiri. Saat ini aku belajar membuat skala prioritas dalam ruang lingkup yang lebih besar…. “Apa sih yang harus kuutamakan dahulu untuk dilakukan, mana yang lebih penting untuk dilakukan,dan apa yang menjadi prioritas pencapaia dalam hidup.”  Sungguh, untuk masalah rencana dan cita-cita, kepalaku selalu penuh cita-cita….. dan saat ini aku harus bisa menatanya lagi.

Aku belum bisa menulis banyak lagi, kawan… tulisan ini sekedar say hello saja untuk menyampaikan pesan bahwa aku masih ada…. Banyak kawan yang sudah menanti tulisanku dan menanyakan kabarku mengapa blog-ku lama terbengkalai. Tapi maafkan, aku belum sempat banyak menulis. Pekerjaan rutin memberikan kuliah sampai membuat soal ujian dan koreksi sudah cukup banyak menyita waktuku dalam situasi sekarang ini. Kalian tahu, aku memaksakan diriku menulis kali ini sambil memanfaatkan momentum tahun baru ini saat Hanna sedang tidur. Percayalah, niscaya sebentar lagi dia bangun, minta mimik susu, dan tentu tulisan ini harus kuhentikan…

Oke, kalau begitu…bye dulu yaa, kawan…. Insya Allah ketemu lagi di tulisan mendatang… Tetap semangat !!





Catatan Idul Fitri : Menjaga hati (qolbu dan liver)

11 09 2011

Dear kawan,

Pertama sekali, masih dalam bulan Syawal, aku sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima dan diampuni segala dosa, Amien. Bagaimana pengalaman lebarannya? Pasti seru dan bervariasi ya…

My family in Idul Fitri

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lebaranku selalu diwarnai dengan aktivitas mudik ke kampung halaman, bertemu ibu dan sanak saudara. Mudik pada tahun ini lumayan lama, selama seminggu. Tapi lebaran kali ini agak lain dari biasanya untukku, karena kondisi fisikku sudah ngga kondusif lagi buat jalan-jalan. Berat booo ! Sementara asisten rumah tangga juga mudik sendiri ke kampungnya,…. jadilah menjadi Upik Abu dengan perut gendut begini. Tapi alhamdulillah, semua berjalan baik……  putra special kami Dhika tidak rewel , walau sesekali perlu perhatian khusus. Dan semua memang harus dijalani dengan ikhlas…  Yang agak bikin bête adalah tidak ada koneksi internet yang bagus….. Modem yang kupakai sinyalnya lemot pol…. Jadilah seminggu tidak banyak menjenguk dunia maya, hanya lewat BlackBerry saja yang lemotnya juga ngga mau kalah…. Namun tentu tetap ada yang manis… ketika bisa berkumpul lagi dengan saudara-saudara yang juga merantau di luar kota. Bermaaf-maafan dan berfoto-foto bersama sekeluarga besar, bersama ibu dan adik-adik serta keponakan. Acara Lebaran tahun ini ditutup dengan perjalanan balik lagi ke Yogya yang memerlukan waktu 8 jam ….. dua kali lipat dari lama perjalanan biasanya !!

Menjaga hati (qolbu)

Kawan,

kalian pasti sudah mendengar juga berita yang mewarnai Lebaran kali ini yaitu tentang kecelakaan yang menimpa artis Syaiful Jamil yang sampai menyebabkan istrinya meninggal dunia.  Aku bukan fans Syaiful Jamil, tapi tak urung ikut sedih juga dan bisa membayangkan perasaannya bagaimana ditinggal orang yang dicintai. Aku sampai sempat meneteskan airmata loh, ketika awal-awal mendengar beritanya… Lebay yah.. !  Tapi dari situ aku semakin bisa memaknai betapa manusia itu sangat kecil….. tak bisa apa-apa tanpa ijinNya. Manusia boleh punya rencana macam-macam, tapi ketika Allah punya rencana yang lain, maka rencana Allahlah yang akan terjadi. Dan juga harus yakin bahwa apa yang ditetapkan Allah bagi manusia, itulah yang terbaik. Jika kita belum bisa menemukan kebaikannya, mungkin kita yang belum bisa mengambil pelajarannya. Tetaplah terus menggali dan memahami rencana Allah, yang kadang tidak sesuai dengan keinginan manusia. Dan bahwa dalam beberapa hal, manusia tak kuasa apa-apa dan akhirnya hanya padaNya tempat berlindung dan memohon.

Kembali ke kisah tragis Syaiful Jamil, bayangkan…. dari suasana yang begitu bahagia, baru menikah 6 bulan, lagi cinta-cintanya (aku bisa membayangkan), tiba-tiba dihempaskan dan diputuskan begitu saja oleh kematian. Perlu kekuatan dan ketabahan ekstra untuk bisa menerimanya. Di sisi lain, sungguh manusia tak punya kuasa apa-apa terhadap usia…  Aku bersyukur sekali (Alhamdulillah….) masih diijinkanNya menemui Ramadhan tahun ini, yang sungguh sangat berarti sebagai media penyucian diri dan hati, supaya menjadi hambaNya yang lebih sujud setelah setahun sebelumnya berlepotan dengan kesalahan dan dosa.  Siapa yang menyangka bahwa Virginia (istri Syaiful Jamil) yang masih muda, lebih dulu mendahului kita menghadapNya. Semoga kita bisa terus menjaga hati dari kekotoran …. karena kita tak pernah tahu kapan Ia memanggil kita kembali.  Dan hati adalah cermin, begitu kata Bimbo dalam lagunya. Insya Allah…. mari saling mengingatkan..

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari)

Menjaga hati (liver)

Selain hati (qolbu) yang  disucikan (Insya Allah) dengan ibadah di bulan Ramadhan dan dijaga seterusnya, hati secara fisik alias liver juga tak kalah penting untuk dijaga. Yaa…. Lebaranku kali ini juga diwarnai kisah sedih lain, yang kali ini datang dari kawanku semasa SMP dan SMA di Purwokerto. Kawanku ini dipanggil Allah Swt pada usianya yang masih 43 tahun karena penyakit liver. Sayangnya aku tak sempat menengoknya semasa sakitnya.  Untuk menambah wawasan, yuk kita tengok sedikit tentang hati (liver) dan penyakitnya, serta cara menjaganya.

Apa itu hati (liver) ?

Hati adalah organ padat terbesar dalam tubuh, yang sering  juga dianggap sebagai kelenjar karena di antara berbagai fungsinya, salah satunya adalah membuat dan mengeluarkan empedu. Hati terletak di bagian kanan atas perut yang dilindungi oleh tulang rusuk. Organ ini memiliki dua lobus utama yang terdiri dari lobulus kecil. Sel-sel hati memiliki dua sumber yang berbeda untuk pasokan darahnya. Arteri hepatika, yang memasok darah kaya oksigen yang dipompa dari jantung, sedangkan vena portal menerima pasokan nutrisi dari usus dan limpa.

Biasanya, pembuluh darah vena kembali dari tubuh ke jantung, tapi vena portal memungkinkan bahan kimia dari saluran pencernaan untuk memasuki hati untuk didetoksifikasi dan penyaringan sebelum memasuki sirkulasi (peredaran darah) umum. Vena portal juga secara efisien memberikan bahan kimia dan protein yang diperlukan sel-sel hati untuk menghasilkan protein, kolesterol, dan glikogen yang diperlukan untuk kegiatan tubuh normal.

Sebagai bagian dari fungsinya, hati membuat empedu, yaitu cairan yang berisi antara lain: air, bahan kimia, dan asam empedu (dibuat dari kolesterol yang tersimpan dalam hati). Empedu disimpan di kantong empedu dan ketika makanan memasuki duodenum (bagian pertama dari usus kecil), empedu disekresikan ke duodenum, untuk membantu pencernaan makanan.

Hati adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang dapat dengan mudah mengganti sel yang rusak, tetapi jika sel-sel hati cukup banyak hilang/rusak, hati tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tubuh.
Hati dapat dianggap suatu pabrik; dan fungsinya antara lain adalah :
- produksi empedu yang diperlukan dalam pencernaan makanan, dalam lemak tertentu;
- perubahan glukosa yang berlebih dalam tubuh menjadi glikogen yang akan disimpan dalam sel hati, dan kemudian mengubahnya kembali menjadi glukosa ketika diperlukan;
- produksi faktor pembekuan darah; produksi asam amino (membangun blok untuk membuat protein), termasuk yang digunakan untuk membantu memerangi infeksi;
- pengolahan dan penyimpanan zat besi yang diperlukan untuk produksi sel darah merah;
- pembuatan kolesterol dan bahan kimia lainnya yang diperlukan untuk transportasi lemak;
- mengubah produk limbah metabolisme tubuh menjadi urea yang diekskresikan dalam urin, dan metabolisme obat menjadi bentuk aktif mereka dalam tubuh, atau mengubahnya menjadi bentuk yg tidak aktif untuk dibuang

Apa itu Sakit liver?

Penyakit liver atau hati adalah setiap gangguan fungsi hati yang menyebabkan penyakit. Telah diuraikan di atas bahwa hati bertanggung jawab terhadap banyak fungsi-fungsi penting dalam tubuh. Jika hati atau liver menjadi sakit atau terluka, maka hati tidak berfungsi dan hilangnya fungsi-fungsi dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tubuh.  Jadi, istilah sakit liver adalah suatu istilah yang luas yang mencakup semua masalah kesehatan potensial  yang menyebabkan hati gagal untuk melakukan fungsinya.  Biasanya, penurunan fungsi ini baru akan terlihat signifikan ketika lebih dari 75% atau tiga perempat dari jaringan hati mengalami kerusakan.

Kegagalan fungsi hati dapat terjadi secara akut (tiba-tiba, dalam waktu cepat) atau secara kronis (jangka panjang). Kegagalan hati akut bisa bersifat reversible (bisa membaik lagi) atau tidak reversible. Sebagai contoh, kegagalan hati akut karena infeksi hepatitis virus A umumnya dapat pulih kembali dan melanjutkan fungsi normalnya. Sedangkan kegagalan hati kronis umumnya bersifat permanen dan dapat berkembang menjadi sirosis.

Sirosis adalah istilah yang menggambarkan adanya jaringan parut yang permanen pada hati, yang sering dikatakan secara awam sebagai “pengerasan hati”.  Sel-sel hati normal digantikan oleh jaringan parut yang tidak dapat melakukan fungsi hati. Serem yaa….

 

 

Apa saja penyebab sakit hati?

Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa diantaranya adalah :

1. Penyalahgunaan alkohol

Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum penyakit hati di Amerika Utara. Alkohol secara langsung bersifat toksik terhadap sel hati dan dapat menyebabkan peradangan hati, yang disebut sebagai hepatitis alkoholik. Dalam penyalahgunaan alkohol kronis, akumulasi lemak (steatosis) yang terjadi pada sel-sel hati dapat menyebabkan sel hati mengalami kerusakan.

2. Penggunaan obat-obat hepatotoksik

Sel-sel hati dapat menjadi meradang atau rusak secara sementara atau permanen oleh paparan obat-obatan. Beberapa obat mungkin baru akan menyebabkan kerusakan hati pada dosis besar, tapi obat lain ada yang menyebabkan kerusakan hati walaupun dipakai dalam dosis normal/dosis terapinya.

Contoh obat yang menyebabkan kerusakan hati pada dosis besar adalah parasetamol. Karena itu, walaupun aman pada dosis terapi, pemakaian parasetamol dalam sehari harus dibatasi, maksimum 4 gram sehari.  Obat lain yang dapat menyebabkan gangguan hati adalah golongan statin, seperti simvastatin, yang umumnya diresepkan untuk mengontrol kadar kolesterol darah. Bahkan ketika digunakan pada dosis terapinya, peradangan hati dapat terjadi dan dapat dideteksi oleh tes darah yang mengukur enzim hati. Menghentikan pengobatan biasanya dapat mengembalikan fungsi hati ke tingkat normal. Ada banyak obat lain yang dapat menyebabkan peradangan hati, yang sebagian besar dapat normal kembali  ketika pemakaian obat dihentikan. Beberapa diantaranya adalah antibiotik seperti nitrofurantoin, amoksisilin dan asam klavulanat, tetracycline, dan isoniazid. Metotreksat, obat yang digunakan untuk mengobati gangguan autoimun dan kanker, juga memiliki berbagai efek samping termasuk peradangan hati yang dapat menyebabkan sirosis. Disulfiram yang digunakan untuk mengobati pecandu alkohol juga dapat menyebabkan peradangan hati. Beberapa obat herbal dan vitamin dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan hepatitis, sirosis dan gagal hati. Contoh termasuk vitamin A, kava kava, ma-huang, dan comfrey.

3. Infeksi  virus hepatitis

Penyebab terbanyak gangguan hati adalah infeksi virus hepatitis. Hepatitis berarti peradangan hati, dan sel-sel hati dapat menjadi meradang karena infeksi.
Hepatitis A adalah infeksi virus yang disebabkan terutama karena konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi virus tersebut dan cukup mudah menular. Hepatitis A menyebabkan peradangan akut hati yang umumnya dapat sembuh secara spontan. Hepatitis B menyebar melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual) dan dapat menyebabkan infeksi akut, tetapi juga dapat berkembang menjadi kronis menyebabkan peradangan (hepatitis kronis) yang dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Vaksin hepatitis B dapat mencegah infeksi ini. Hepatitis C menyebabkan hepatitis kronis. Seorang individu yang terinfeksi virus hepatitis C mungkin tidak ingat atau pun merasakan gejala apapun, dan tahu-tahu penyakitnya sudah kronis.  Hepatitis C ditularkan melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual). Hepatitis C kronis dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Saat ini, tidak ada vaksin untuk melawan virus ini. Hepatitis D adalah virus yang membutuhkan infeksi bersamaan dengan hepatitis B untuk bertahan hidup, dan menyebar melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual).  Hepatitis E adalah virus yang menyebar melalui makanan yang terkontaminasi dan paparan air. Sama seperti Hepatitis A, hepatitis E dapat sembuh sendiri.

4. Penyakit-penyakit lain

Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati seperti :  perlemakan hati non-alkohol , Hemachromatosis (kelebihan zat besi), penyakit Wilson (suatu penyakit warisan yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme tembaga), penyakit Gilbert (kelainan dalam metabolisme bilirubin dalam hati), kanker hati, dll.

Apa sih gejala dari penyakit hati?

Gejala klasik dari penyakit hati antara lain adalah: mual, muntah, sakit perut pada bagian kanan atas, jaundice (perubahan warna kuning pada kulit karena konsentrasi bilirubin meningkat dalam aliran darah). Kelelahan, kelemahan dan penurunan berat badan juga mungkin terjadi. Namun demikian, karena ada beberapa jenis gangguan hati,  gejala ini cenderung spesifik jika penyakit  sudah sampai tahap akhir  atau terjadi gagal hati.
Jika sudah terjadi sirosis, gejala akan semakin signifikan menggambarkan kegagalan fungsi hati untuk memetabolisme produk limbah tubuh,  untuk memproduksi protein yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh dan dapat mempengaruhi fungsi pembekuan darah, karakteristik seks sekunder dan fungsi otak.

Gejala sirosis hati meliputi:
mudah memar dapat terjadi karena penurunan produksi faktor pembekuan darah;
• garam empedu dapat terdeposit di kulit yang menyebabkan gatal-gatal;
ginekomastia atau pembesaran payudara pada pria dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan dalam hormon seks, khusus peningkatan estradiol;
impotensi (disfungsi ereksi, DE), rendahnya dorongan seksual, dan testikel menyusut disebabkan oleh penurunan fungsi hormon seks;
kebingungan dan kelesuan dapat terjadi jika kadar amonia meningkat dalam aliran darah (amonia merupakan produk limbah yang terbentuk dari metabolisme protein dan membutuhkan sel-sel hati yang normal untuk mengeliminasinya);
ascites (penumpukan cairan dalam rongga perut) terjadi karena produksi protein menurun, dan
• pengecilan otot dapat terjadi karena produksi protein berkurang.
Selain itu, terjadi peningkatan tekanan darah di dalam hati yang sirosis yang mempengaruhi aliran darah melalui hati. Peningkatan  tekanan darah dalam vena portal menyebabkan aliran darah ke hati melambat dan pembuluh darah membengkak. Vena membengkak (varises) terbentuk di sekitar perut dan kerongkongan dan berisiko untuk perdarahan. Penderita bisa mengalami muntah darah jika terjadi perdarahan.

Kapan perlu ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis?

Seringkali, awal dari penyakit hati terjadi secara bertahap dan tidak ada gejala spesifik yang membawa individu yang terkena untuk mencari perawatan medis. Kelelahan, kelemahan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan mungkin bisa merupakan gejala awal yang perlu dikonsultasikan kepada dokter.  Apalagi jika sudah terjadi  jaundice atau kulit kuning yang tidak normal. Selain itu, mungkin ada  demam yang bertahan, muntah, dan sakit perut. Kalau terjadi semacam ini, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter utk dilakukan pemeriksaan lebih lengkap.

Bagaimana penyakit hati didiagnosa?

Diagnosis tepat dari penyakit hati melibatkan riwayat dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Memahami gejala dan faktor risiko pasien untuk penyakit hati akan membantu memandu setiap tes diagnostik yang dapat dipertimbangkan.
Pada penyakit hati dapat dijumpai berbagai gejala fisik di hampir semua sistem tubuh termasuk jantung, paru-paru, perut, kulit, fungsi kognitif, dan bagian lain dari sistem saraf.

Tes darah sangat membantu dalam menilai ada tidaknya radang hati dan gangguan fungsinya. Tes fungsi hati melalui pemeriksaan darah meliputi:
- pemeriksaan AST dan ALT (transaminase, bahan kimia yang dikeluarkan ketika terjadi peradangan sel hati);
- pemeriksaan GGT dan alkalin fosfatase (bahan kimia yang dikeluarkan oleh sel-sel lapisan saluran empedu);

- pengukuran kadar bilirubin, kadar protein dan tingkat albumin.

Tes darah lainnya yang dapat dipertimbangkan, antara lain :
- hitung darah lengkap (Complete Blood Count), pasien dengan penyakit hati stadium akhir mungkin mengalami penekanan sumsum tulang dan memiliki jumlah sel-sel darah merah, sel darah putih dan trombosit yang rendah;
- Tes pembekuan darah (parameter : INR ratio), karena  fungsi pembekuan darah mungkin terganggu karena berkurangnya produksi protein

- pemeriksaan lipase untuk memeriksa peradangan pankreas;
- pemeriksaan kadar elektrolit, BUN (blood urea nitrogen) dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal,  dan

- tingkat amonia darah (penilaian ini terutama sangat membantu pada pasien dengan kebingungan mental).

Studi pencitraan dapat digunakan untuk memvisualisasikan, tidak hanya hati, tetapi organ-organ lain di dekatnya yang mungkin sakit. Contoh studi pencitraan meliputi:
CT scan (tomografi aksial komputerisasi), MRI (magnetic resonance imaging),  dan USG (gelombang suara pencitraan, yang sangat membantu dalam menilai kantong empedu dan saluran empedu.

Biopsi hati dapat dianggap untuk mengkonfirmasi diagnosis spesifik untuk penyakit hati. Dengan anestesi lokal, jarum tipis panjang dimasukkan melalui dinding dada ke dalam hati, di mana sampel kecil jaringan hati dapat diperoleh untuk pemeriksaan dibawah mikroskop.

Apa pengobatan untuk penyakit hati?

Setiap penyakit gangguan hati akan memiliki rejimen pengobatan sendiri yang spesifik. Sebagai contoh, hepatitis A memerlukan perawatan suportif untuk mempertahankan hidrasi, sementara system imun harus diperkuat untuk melawan infeksi virus.  Hepatitis B yang kronis umumnya diterapi dengan interferon alfa untuk membantu melawan virus dan mencegah virus utk menginfeksi sel-sel yg masih sehat. Pasien dengan batu empedu mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat kantong empedu. Penyakit lain mungkin perlu perawatan jangka panjang medis untuk mengontrol dan meminimalkan konsekuensi dari penyakit mereka. Pada pasien dengan sirosis dan stadium akhir penyakit hati, obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengontrol jumlah protein diserap dalam diet. Hati yang mengalami sirosis tidak dapat memetabolisme produk limbah, sehingga kadar amonia darah meningkat dan menyebabkan ensefalopati  hepatik. Diet rendah natrium dan penggunaan diuretik mungkin diperlukan untuk meminimalkan retensi cairan.

Paracentesis utk mengeluarkan cairan dari perut penderita penyakit liver

Untuk mereka yang sudah mengalami  ascites (perut membesar berisi cairan), cairan yang berlebih mungkin harus sesekali dihilangkan dengan disedot menggunakan  jarum suntik khusus (paracentesis). Menggunakan bius lokal, jarum dimasukkan melalui dinding perut dan cairan disedot.

Operasi lain mungkin diperlukan untuk mengobati hipertensi portal dan meminimalkan risiko perdarahan. Dan pilihan terakhir buat mereka yang sudah gagal hati adalah transplantasi hati.

Bagaimana mencegah penyakit hati ?

Penyakit hati bisa dicegah dengan mencegah paparan penyebabnya. Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum penyakit hati di Amerika Utara, sehingga mengurangi konsumsi alkohol  dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit hati akibat alcohol.
Risiko tertular hepatitis B dan C dapat dikurangi dengan meminimalkan risiko terpapar cairan tubuh orang lain yang terkena infeksi hepatitis, juga dengan menggunakan vaksinasi. Vaksinasi yang tersedia adalah untuk Hepatitis A dan B. Penyakit hati berlemak dapat dicegah dengan peningkatan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, mengontrol berat badan, menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan program latihan rutin.

Penutup

Demikian, kawan, sekilas tentang penyakit liver. Aku tidak tau persis apa penyebab penyakit liver yang merenggut nyawa kawanku itu. Tapi apapun, semoga arwahnya di terima di sisi Allah swt, dan diampuni segala dosanya. Amien.

Dan buat kita yang masih sehat, mari selalu bersyukur dengan kesehatan yang telah Allah anugerahkan, serta berupaya menjaganya semaksimal mungkin. Udah dulu yaaa…. semoga bermanfaat.

 Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Sumber : http://www.medicinenet.com/liver_disease/article.htm





Coretan tidak penting…sekedar penyambung batin..

17 08 2011

Dear kawan,

Blogku ini sudah lama sekali seperti rumah kosong tak berpenghuni….. Walaupun jumlah pengunjung masih relatif konstan setiap harinya menurut statistik blog, aku sebenarnya tetap merasa semacam feeling guilty membiarkannya merana. Beberapa kawan telah menanyakan mengapa… Tapi begitulah… menulis tidak selalu mudah, ….kebetulan belakangan belum ada pengalaman menarik yang ingin kutulis…. sedang ngga mood, ngga ada ide menulis, dan malas menulis… (jadi nyadar deh bahwa aku sebenarnya tidak berbakat menulis hehe….)…

Ada siih beberapa pengalaman batin (ciee..), tentang pasang surutnya kehidupan, seperti roda yang berputar, seperti naik roller coaster… Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang dipuji, tapi ada saatnya pula dicaci. Tapi biarlah itu jadi cerita pribadi saja…. Tapi paling tidak, semakin banyak yang dialami, manis maupun pahit, makin banyak pelajaran yang bisa diambil, dan makin mengenal pula karakter dan pribadi orang-orang di sekeliling kita… Kadang apapun yang kita kerjakan, bahkan pekerjaan yang baik sekalipun, outstanding, … pasti ada yang suka dan tidak suka. Apalagi jika kita berbuat yang dianggap tidak semestinya, walaupun tidak secara langsung merugikannya, ada saja yang mengambil kesempatan untuk menjadikannya amunisi untuk menjatuhkan kita… Kalau yang seperti itu, itu sudah di luar kekuasaan kita. Hanya Dia, yang Maha Penguasa segala isi hati…. yang bisa membolak-balik hati. Akhirnya hanya bisa berlindung kepadaNya, dari segala keburukan dan kejahatan mahlukNya. Dan Alhamdulillah, masih banyak kawan yang menguatkan….. Iiih..mellow amat siih….hehe…smile, please…!!

Iya, Ramadhan ini sungguh banyak membawa hikmah…. Alhamdulillah, masih bisa menemuinya di tahun ini. Dan Alhamdulillah pula, masih bisa berpuasa walau usia kehamilanku memasuki 8 bulan saat ini…. Aku sempat searching informasi tentang berpuasa di saat hamil… Intinya, selama asupan nutrisi yang diperlukan tetap terjaga, walau harus bertukar waktunya, dan selama fisik tetap kuat tidak ada keluhan, tidak ada masalah untuk berpuasa di saat hamil. Di sisi lain, suasana spiritual dan batin saat menjalani ibadah puasa, sangat membantu untuk menjaga ketenangan dan kekuatan mental menjalani apapun riak kehidupan. Hamil sendiri bukan hal yang ringan secara fisik… badan udah mulai terasa berat booo…. sementara aktivitas pekerjaan harian masih belum berkurang… Tapi Alhamdulillah, masih kuat… masih bisa driving sendiri walaupun ujung perut udah menyentuh setir hehe…. Mohon doanya saja semoga tetap diberi kekuatan dan kelancaran sampai saatnya nanti….. Amien…

Hm..tulisan kali ini banyakan obrolan ringan saja ngalor-ngidul ngetan ngulon…. lagi males mikir yang berat-berat haha….. Cita-cita menulis buku baru lagi belum sempat terealisasikan… lagi pengen beristirahat sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan… Dan untungnya, aku bukan tipe wanita karier yang berambisi pada pekerjaan… Aku bekerja hanya mengalir saja, karena suka… tapi memang setiap menjalani suatu amanah/tugas, aku ingin menjalankannya sebaik yang aku bisa… do my best. Sampai ketika ada suatu majalah mewawancaraiku untuk suatu rubrik tokoh atau semacamnya, aku bingung ketika ditanya…. “Apa obsesi Ibu sekarang?”….. Hmm, apa yaa…. bingung jawabnya. Obsesiku hanyalah hidup dalam keseimbangan… Seimbang itu bisa berarti banyak… seimbang dalam banyak aspek. Seimbang lahir-batin, dunia-akhirat, karier-keluarga, ilmiah-seni, romantic-scientific (haha..), otak kiri-otak kanan…..apa lagi yaa? Gampang diucapkan, tapi sulit dilaksanakan…..

Nah kawan, …. kebetulan hari ini bertepatan dengan Nuzulul Qur’an…. saat diturunkannya Al Qur’an. Lho, apa hubungannya? Hmm….tau tidak, tepatnya 44 tahun lalu versi Kalender Hijriah, di malam Nuzulul Qur’an th 1388 H, saat itulah aku dilahirkan. Saat itu bertepatan dengan 6 Desember 1968. Berarti saat itu Idul Fitri dan Natal sangat berdekatan, ya… 25 Desember saat itu bertepatan dengan 5 Syawal. Itu critanya mengapa namaku mengandung unsur “Zul”… Kata Bapakku dulu ya karena aku lahir di malam Nuzulul Qur’an. Semoga saja akan jadi lebih menginspirasiku untuk lebih dekat dan bisa mengamalkan isi Qur’an (amien….. walau levelku masih jauuuuh.. sekali dari yg seharusnya, dan masih harus belajar banyak. Astaghfirullohal adziim..). Oya, kalau kalian pengen tau kapan hari lahir dalam kalender Hijriah, bisa buka saja website http://www.al-habib.info/islamic-calendar/hijridateconverter.htm.

Kayaknya tulisanku udah dulu ya…. maap kalau seperti dipaksakan ada….  Makanya aku beri judul “Coretan tidak penting, sekedar penyambung batin…” Aku kasian dengan blogku yang kurus kering dan merana haha….. empunya lagi males memelihara. Tapi sebenarnya masih ingin tetap menjalin batin dan silaturahmi dengan kawan-kawan pembaca blog ini.  Dan tulisan-tulisan lama masih relevan kok kalo mau ada yang baca… (alasan ..hehe). Prioritasku sekarang menjalani hari-hari dengan tenang, ikhlas, introspeksi dan memperbaiki diri, dan menjalani semua tugas dengan sebaik-baiknya. Bulan September nanti ada dua kelahiran yang kunanti…. Insya Allah kelahiran anggota keluarga baru kami dan satu buku baru yang sekarang dalam proses lay out oleh Penerbit…. Semuanya kunanti dengan penuh harapan, yang semoga akan indah pada waktunya. Amien…

Bye dulu, kawan…. selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan bagi yang menjalaninya… Semoga amal ibadah kita diterima dan Allah berkenan mengampuni segala dosa. Amien..





Nulis buku sambil minum kopi: mengurangi risiko kanker prostat?

19 06 2011

Dear kawan, Apa kabar?

Judul tulisan kali ini rada-rada ngga nyambung yaah….. Apa hubungannya nulis buku, minum kopi, dan kanker prostat?….. Ngga ada kaliii…. tulisan ini mau ngomongin dua hal yang berbeda, tapi dipaksakan nyambung hehehe……  Biarin, suka-suka yang mau nulis deh…. dan tulisan ini mudah-mudahan jadi kabar baik buat pria penyuka kopi….

Hm…ada perasaan guilty membiarkan blog ini lamaaaa… sekali tanpa tulisan baru… Tapi gimana yah… maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai…. Aku baru fokus menyelesaikan tulisan untuk bukuku yang baru… Tepatnya meng-update buku lama dan melengkapinya dengan informasi-informasi baru, dan nanti akan menerbitkannya dengan penampilan baru. Penerbit sudah minta draft buku sejak lama dengan target bisa terbit bulan Juni ini. Eh…. ternyata tidak mudah menyelesaikannya tepat waktu walau sudah berupaya di sela-sela kegiatan lain… Akhirnya molor deh…. dan masalah timing, Penerbit yang lebih tau… mudah-mudahan bisa released selepas Idul Fitri nanti. Amien…

Ngomongin masalah buku,…wah, seru loh…. belakangan aku lagi asyik dengan promosi beberapa buku karyaku (bisa ditengok di blog ini pada halaman My books), melalui Face Book dan beberapa cara lain. Buat variasi hidup…hehe.. Penghasilan secara finansial sih ngga seberapa…. masih jauh dari tunjangan Guru Besar sebulan hehe….. Berapa sih margin keuntungan harga satu buku…  apalagi jumlahnya belum banyak, ngga kayak Andrea Hirata atau Kang Abik yang bukunya terjual ribuan exemplar.  Tapi kepuasan batinnya itu loh yang tak tertandingi, yaitu ketika karya kita diterima dan diapresiasi orang…. Apalagi kalau ada yang kirim komentar,”…Buku ibu bagus loh, saya suka membacanya….” etc., lalu banyak pesanan pembelian datang….. Udah deh…. rasa lelah menulis buku rasanya terobati. Lelah? ..Iyalah…… menulis buku itu cukup menyita waktu dan perhatian, serta fisik. Kuncinya adalah pada motivasi dan ketahanan fisik. Kalau motivasi, Insya Allah tetap tinggi. Nah, tapi fisikku yang lagi memasuki bulan ke-enam kehamilan ini lumayan agak mempengaruhi…. jadi cepet capek, ngantukan….. jadi aku harus bisa atur waktu kapan untuk menulis ketika badan masih fresh. Juga harus bisa membuat skala prioritas, karena pekerjaan utamaku kan bukan menulis….. Masih banyak hal lain yang harus dikerjakan juga. Kalau dulu waktu tidak dalam kondisi hamil, kalau lagi nulis dan mulai ngantuk….hmm… aku doping dengan secangkir kopi…. bisa fresh lagi. Tapi sekarang…. aku menghindari kopi dulu deh….

Tapi ngomong-ngomong tentang kopi,…sebenarnya banyak manfaatnya loh. Sebuah berita kesehatan baru yang direlease oleh J Natl Cancer Inst, pada 17 Mei 2011, menyebutkan bahwa kopi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker prostat pada pria. Sebuah analisis data jangka panjang dari Health Professionals Follow-up Study yang dipimpin oleh Kathryn M. Wilson, ScD, (Departemen Epidemiologi di Harvard School of Public Health, Boston, Massachusetts) melaporkan bahwa ada hubungan antara konsumsi kopi secara teratur dengan penurunan signifikan kejadian metastasis kanker prostat. Menurut para peneliti, kopi mengandung “senyawa biologis aktif yang beragam yang meliputi kafein, mineral, dan phytochemical.” Mereka menambahkan bahwa banyak penelitian menunjukkan bahwaminum kopi jangka panjang  juga dapat dikaitkan dengan peningkatan metabolisme glukosa dan sekresi insulin, sehingga juga mencegah diabetes. Untuk sekedar tau aja,… kanker prostat itu temasuk kanker pembunuh nomer 2 setelah kanker paru pada pria loh…!  Serem kaan? Sebagai tambahan wawasan, kita kenali dulu apa itu kelenjar prostat dan kanker prostat.

Apakah kelenjar prostat itu?

Kelenjar prostat adalah organ yang terletak di dasar atau leher dari kandung kemih pria. Kelenjar ini mengelilingi bagian pertama uretra. Uretra adalah bagian di mana urin mengalir dari kandung kemih untuk keluar dari penis. Salah satu fungsi dari kelenjar prostat adalah membantu mengontrol buang air kecil dengan menekan secara langsung terhadap bagian dari uretra yang mengelilingi. Fungsi utama dari kelenjar prostat adalah untuk menghasilkan beberapa zat yang ditemukan dalam air mani yang normal, seperti mineral dan gula. Air mani adalah cairan yang mengangkut sperma untuk membantu reproduksi.
Pada pria muda, kelenjar prostat normal adalah berukuran sebesar biji kenari (<30g). Selama penuaan normal,  kelenjar prostat biasanya tumbuh lebih besar. Pembesaran hormon yang terkait dengan penuaan ini disebut benign prostatic hyperplasia (BPH), namun kondisi ini tidak terkait dengan kanker prostat. Namun adanya BPH dan kanker prostat keduanya dapat menyebabkan masalah yang sama pada pria terutama yang menjelang lansia. Misalnya, kelenjar prostat yang membesar dapat menekan atau menimpa pada outlet kandung kemih atau uretra, menyebabkan kesulitan buang air kecil. Gejala yang ditimbulkannya umumnya termasuk melambatnya aliran urin dan buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari. Pasien harus mencari nasihat medis dari ahli urologi atau utama perawatan dokter jika gejala ini timbul.Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah suatu pertumbuhan tidak normal sel-sel kelenjar prostat. Umumnya, tumor biasanya tumbuh perlahan dan tetap terbatas pada kelenjar selama bertahun-tahun. Selama waktu ini, tumor menyebabkan sedikit atau tidak ada gejala atau tanda-tanda yang terasa (kelainan pada pemeriksaan fisik). Namun, tidak semua kanker prostat berperilaku sama. Beberapa jenis  kanker prostat yang agresif akan tumbuh dan menyebar lebih cepat dari yang lain dan dapat menyebabkan pemendekan harapan hidup yang signifikan pada pria yang mengalaminya. Ukuran agresivitas kanker prostat adalah skor Gleason yang dihitung oleh ahli patologi yang terlatih mengamati spesimen biopsi prostat di bawah mikroskop. Seperti halnya perkembangan kanker lainnya, ia pun dapat menyebar keluar dari prostat ke jaringan sekitarnya (penyebaran lokal). Selain itu, kanker juga dapat bermetastasis (menyebar bahkan lebih jauh) di seluruh area lain dari tubuh, seperti tulang, paru-paru, dan hati. Gejala dan tanda-tanda, oleh karenanya, lebih sering dikaitkan dengan kanker prostat lanjut.

Kopi dapat mengurangi risiko kanker prostat?

Menggunakan data dari Health Professionals Follow-up prospektif studi, para peneliti menganalisis informasi dari 47.911 laki-laki yang melaporkan asupan kopi biasa dan tanpa kafein mulai tahun 1986 dan diamati setiap 4 tahun sesudahnya. Dari tahun 1986 hingga 2006, ada 5035 dari 47.911 orang yang telah mengalami kanker prostat; dari mereka, 642 pasien mengalami apa yang disebut kanker prostat yang mematikan, yang didefinisikan sebagai fatal atau metastasis. Para peserta studi secara total mengkonsumsi rata-rata 1,9 cangkir kopi per hari.

Di antara pria yang minum sedikitnya 6 cangkir per hari, risiko kanker prostat secara keseluruhan adalah 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang bukan peminum kopi. Kalau dihitung khusus untuk kanker prostat fatal, risiko itu bahkan menurun menjadi sekitar 60% pada kelompok peminum kopi dibandingkan bukan peminum kopi. Namun demikian, baik kopi berkafein maupun yang tanpa kafein tampaknya mengurangi risiko kanker prostat yang mematikan. Untuk setiap cangkir, risiko turun sekitar 6% untuk kopi biasa dan sekitar 9% untuk kopi tanpa kafein.

Setelah disesuaikan analisisnya berdasarkan usia, pria yang minum setidaknya 6 cangkir sehari memiliki insiden kanker prostat hanya 425 per 100.000 orang-tahun vs 529:100.000 pada mereka yang tidak mengkonsumsi kopi. Demikian juga, kejadian kanker prostat yang mematikan adalah 34 vs 79 per 100.000 orang-tahun pada mereka yang minum minimal 6 gelas dibandingkan dengan yang bukan peminum.

Namun peneliti juga mengakui bahwa “terlalu dini untuk merekomendasikan untuk meningkatkan konsumsi kopi pada pria untuk mengurangi risiko kanker prostat berdasarkan pada studi tunggal” Selain itu, efek dari konsumsi kopi pada aspek lain dari kesehatan harus diperhatikan dalam membuat rekomendasi konsumsi, namun temuan ini berpotensi penting sebagai tambahan informasi mengenai faktor risiko kanker prostat yang dapat dimodifikasi.

Menurut para peneliti, kopi dapat menyediakan setengah dari asupan antioksidan total. Senyawa dalam kopi yang mungkin mempengaruhi risiko kanker antara lain adalah asam klorogenat, yang menghambat penyerapan glukosa; quinides, produk pemanasan asam klorogenat, dan lignan, phytoestrogen dengan aktivitas antioksidan kuat.

Studi lain melaporkan bahwa konsumsi kopi juga bermanfaat mencegah diabetes. Tahun 2005, suatu review terhadap sembilan studi tentang kopi dan diabetes tipe 2 melaporkan bahwa pada lebih dari 193.000 orang, mereka yang minum lebih dari enam atau tujuh cangkir kopi per hari memiliki risiko kejadian diabetes tipe-2 sebesar 35% lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari dua cangkir sehari.

Nah, berarti banyak juga ya manfaat minum kopi. Tapi kayaknya ada catatannya siih….. studi ini banyak dilakukan di Amerika dan Eropa, yang kalau minum kopi hampir-hampir tanpa gula…. Kalau di Jawa yang suka minum nasgithel alias panas-legi-kenthel…. mungkin bisa beda loo hasilnya… terutama unsur gulanya itu yang jadi “musuhnya” Diabetes…..

Demikian kawan, tulisan kecil hari ini sekedar obat kangen nulis di blog… semoga bermanfaat…. Online sambil nyeruput secangkir kopi hangat….hmm…keliatannya nikmaat..!!

sumber dari : http://www.medscape.com/viewarticle/743180?src=mp&spon=30

dan sumber-sumber lain








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya.